
"Hel lihat mereka sangat tampan apakah mereka akan makan mie ayam kita."ujar Sindi dengan sangat antusias.
"Mungkin saja."jawab Rahel tanpa menoleh ke arah David dan kawan kawan nya.
David lion dan Leo pun turun ke mobilnya dan memesan mie ayam yang akan mereka makan.
"Mie ayam tiga porsi di makan di sini."ucap David.
Rahel merasa mengenali suara itu dan ketika dia menoleh dia sangat terkejut ternyata itu adalah para anak buah dari lelaki yang telah merenggut kesucian nya.
********
Leo dan lion sama sekali tidak mengingat wajah Rahel hingga mereka berdua terlihat cuek cuek saja.
"Silahkan duduk tuan tuan tampan."ucap Sindi dengan sedikit centil.
Rahel yang melihat kehadiran mereka merasa sangat aneh dia merasa canggung dan ketakutan yang luar biasa hingga badan nya sedikit bergetar dan tidak terasa air matanya bercucuran.
"Eh kau kenapa hel?" tanya Sindi merasa bingung karna sahabat nya tiba tiba saja menangis.
"Aku tidak apa apa kau saja yang melayani mereka ya."ucap Rahel menyusuti air matanya.
"Kau becanda ya aku kan tidak bisa ."ucap sindi.
Sindi memang hanya bertugas untuk membawakan mie ayam kepada para pelanggan dan Rahel lah yang membuat kan mie ayam nya,pernah suatu hari ketika Sindi membuatkan mie ayam untuk pembeli tetapi rasanya sangat asin dan tidak enak sehingga dia tidak mempercayai diri nya sendiri lagi.
David terus saja memperhatikan gerak gerik Rahel,dia tahu jika kedatangan mereka kemari akan mengingatkan Rahel tentang kejadian pahit dirinya, namun David tidak bisa menahan diri nya untuk menghampiri Rahel dimana pun dia melihatnya.
*******
Pertemuan rapat sudah usai dan berjalan dengan sangat lancar hingga membuat kedua belah pihak sangat puas dengan keuntungan yang akan di dapatkan masing masing dari mereka.
"Terimakasih tuan arsenio saya sangat senang bisa menjalin kerja sama ini bersama perusahaan terbesar di negara ini."ucap tuan Toni memuji arsenio.
"Tidak usah berlebihan begitu tuan ,aku pun dengan senang hati bisa menjadi kepercayaan atas investasi besar mu pada perusahaan ini." balas arsenio dengan menjabat uluran tangan tuan Toni.
__ADS_1
"Tuan aku ingin mengundang mu untuk makan malam di rumah kami, saya sangat berharap anda bisa menghadiri nya."ucap tuan Toni.
"Akan aku usaha kan tuan."balas arsenio dengan sopan.
Entah apa pekerjaan lain dari tuan Toni sehingga kekayaan nya bisa bertambah dan berkali kali lipat dari sebelumnya hingga arsenio memilih untuk bekerja sama dengan nya.
********
"Aku akan kembali ke mansion untuk bertemu dengan calon istri ku." ucap arsenio.
"Apa kau akan menikah tuan?"tanya Selina merasa syok.
"Ya tuan akan menikah karna jiji jika terus menerus di goda oleh mu." jawab Roy dengan muka meledek.
Selina hanya memasang muka muram mendengar perkataan Roy yang sangat menyebalkan, arsenio tidak menghiraukan keduanya,dia segera bergegas pulang karna tidak sabar ingin bertemu dengan Aqila yang sudah dari tadi dia rindukan.
"Public speaking mu bagus juga."ucap Roy pada selina yang masih bermuka masam.
"Aku tau itu."jawab Selina dengan masih cemberut.
"Berbeda bagaimana?" tanya Selina yang sudah menggarap kan pujian dari Roy.
"Iya,,,jadi semakin jelek hahahaha."jawab Roy tertawa dengan terbahak bahak dan segera lari untuk menghindari amukan dari Selina.
"AWAS KAU ROY!!!" teriak Selina mengejar Roy.
********
Arka tidak ikut dengan teman teman nya karna ingin mencoba berbicara dengan Aqila. Dia memutuskan untuk menghampiri Aqila di kamar nya karna tidak ada lagi jawaban dari Aqila di ponsel nya.
Aqila yang mendengar ketukan pintu kamar nya menyangka jika itu adalah arsenio hingga Aqila buru buru membuka kan pintu kamar itu.
"Ada apa Arka kenapa kau kesini,bagaimana jika ketauan orang lain."ucap Aqila dengan sangat panik.
Tanpa menjawab Aqila Arka langsung masuk ke dalam kamar itu dengan menarik tangan Aqila dan mengunci pintu nya.
__ADS_1
"Kau mau apa?" tanya Aqila semakin panik.
"Coba kau jujur pada hati mu Aqila, kau bilang kau ingin mencoba membuka hati untuk ku kenapa kau dengan mudah nya mengkhianati ucapan mu sendiri."ucap Arka yang langsung to the poin pada tujuan nya menghampiri Aqila.
"Aku tahu aku salah Arka tetapi mungkin ini sudah takdirku dan Arsenio,,,,tidak mudah untuk lepas dari nya." jawab Aqila dengan meneteskan air matanya,dia merasa sangat bersalah pada Arka karna telah memberi harapan kosong padanya,dan Aqila tidak tahu jika cinta Arka padanya sangat lah senekat ini.
"Aku akan membawamu pergi malam ini juga,kau ikut aku yah aku berjanji kali ini kita akan benar benar pergi dan menjalani kehidupan baru."ucap Arka meyakinkan Aqila dengan menggenggam erat kedua tangan nya.
"Aku tidak bisa Arka maap kan aku, aku berharap jika kau akan melupakan aku cepat atau pun lambat."jawab Aqila dengan menundukkan kepalanya.
Mendengar jawaban Aqila yang seperti itu membuat arka frustasi,Arka tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika dia berbicara rela melihat Aqila di nikahi pria lain selain dirinya,karna dia terlalu egois ingin memiliki Aqila seutuhnya.
"Apa kau benar benar ingin menikah dengan nya, apa kau mencintai nya Aqila?"tanya Arka dengan mata merah berkaca kaca.
Aqila sangat tidak tega melihat Arka yang sangat berbeda dengan Arka yang dia kenal dulu, rasanya Aqila ingin mati saja jika hidupnya akan membuat perpecahan diantara dua sahabat pria itu.
"Ayo jawab aku Aqila ,ayo jawab!!!!" ucap Arka sedikit membentak.
Namun,tidak sempat Aqila menjawab di balik pintu sudah ada suara arsenio yang memanggil manggil Aqila,hal itu membuat keduanya terperanjat kaget,tetapi Arka yang sudah lama tinggal di mansion itu mengetahui setiap detail struktur mansion hingga dengan mudah nya dia keluar melalui jendela kamar Aqila.
Arsenio yang tidak sabar karna Aqila sangat lama membukakan pintu untuk nya akhirnya masuk begitu saja.
"Kau sedang apa aku dari memanggil mu apa kau tuli?"ucap arsenio dengan kesal.
"Aku,,,aku,,,".Aqila terlihat sangat lah gugup hingga itu menimbulkan kecurigaan arsenio.
"Kenapa? tadi aku mendengar suara lelaki di dalam kamar mu, apa kau berani memasukan pria ke sini?" tanya arsenio penuh penekanan.
"Aku sedang menonton drama Korea tuan,,jadi aku tidak mendengar mu dan mungkin suara itu berasal dari film yang ku tonton,maap kan aku tuan."ucap Aqila mencoba mengelak.
Ada pepatah jika sudah cinta maka apa pun yang di katakan seorang yang kita cintai seperti hipnotis bagi kita,begitu juga dengan arsenio ketika mendengar penjelasan Aqila Arsenio dengan mudah nya percaya begitu saja,padahal dia sangat yakin jika suara itu bukan berasal dari film yang Aqila tonton.
"Baik lah aku memaapkan mu kemarilah."ucap arsenio menarik Aqila ke pelukannya.
Namun, arsenio sedikit janggal melihat jendela kamar yang terbuka padahal Aqila tidak pernah membuka jendela itu karna sangat berat dan di rasa tenaga Aqila tidak akan sanggup untuk bahkan sekedar menggeser jendela besar itu.
__ADS_1
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰