TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
PELAKU PALSU


__ADS_3

Arkanza telah sampai di sebuah ruang privat di sebuah club',namun yang berada di sana bukan lah anak buahnya tetapi seorang pria yang tidak lain adalah Arka.


"Siapa kau."tanya arkanza mengeluarkan senjata nya.


"Tenang tuan,aku tidak sengaja menabrak anak buah mu tetapi kau tenang saja dia sedang di rawat di rumah sakit dan baik baik saja."ucap Arka dengan tenang."


"Apa yang kau mau?"tanya arkanza.


"Aku mengetahui semua apa yang ingin kau ketahui."ucap Arka dengan tatapan yang tajam.


******


"Apa maksudmu?"tanya arkanza pada Arka.


Arka pun menyodorkan sebuah berkas yang berisi tentang identitas Arsenio, arkanza membuka dan membaca satu per satu lembaran berkas itu.


"Dia yang membunuh orang suku mu ."ucap Arka.


"Dari mana kau tahu?" tanya arkanza.


"Aku anak buah nya tuan,tetapi aku memutuskan untuk berkhianat padanya karna dia telah merebut kekasihku."ucap Arka mulai memanipulasi.


"Apa yang kau ingin kan sebagai imbalannya?"tanya arkanza.


"Aku ingin kau menggagalkan acara pernikahan dia dengan kekasihku."ucap Arka to the point.


"Tetapi dia bukan lah orang sembarangan,dia sama sama mafia hebat berdarah dingin seperti mu tuan wajar saja jika sampai saat ini anak buah mu tidak mampu mencari nya."lanjut Arka.


Arkanza berpikir sejenak,dia terus melihat Poto arsenio yang ada di tangannya.


"Baik lah aku setuju ."ucap arkanza.


Arka pun tersenyum dengan rasa puas di hatinya.


*******


"Mulai sekarang kau harus belajar mencintai ku karna aku akan menjadi suamimu secepatnya."ucap Arsenio dengan memeluk Aqila di ranjang nya.


"Emmm emm."Aqila sangat gugup menjawab pertanyaan arsenio itu.


"Sudahlah ayo tidur."ucap arsenio mempererat pelukannya pada Aqila.


*****


Pagi itu Roy tampak sudah berada di perusahaan,dia sangat sibuk untuk mempersiapkan berkas berkas untuk rapat.


"Wihhh kau datang ke sini jam berapa? hingga semua berkasnya sudah di siapkan." tanya Selina yang tampak baru datang.


"Jangan banyak omong,ayo bantu aku."ucap Roy dengan ketus.

__ADS_1


"Dih aku tidak mau.." jawab Selina dengan santai nya.


"Kau ini sekertaris di perusahaan tetapi kerjaan mu hanya bermalas malas an kemari kau."ucap Roy menarik tangan Selina dengan terlalu kuat hingga Selina terjatuh menimpa Roy yang ikut tergeletak di lantai.


Tidak sengaja keempat sejoli yang kebetulan sedang di perintahkan oleh arsenio untuk mengambil berkas yang telah di siapkan Roy di ruang pribadi nya Melihat kejadian itu.


"Astaga...ini Masi pagi untuk melalukan olahraga hots."ucap Lion menahan tawa nya.


"Aku tidak menyangka seleramu sangat tinggi Roy."timpal David.


Dan mereka tidak bisa menahan tawanya melihat Roy dengan keadaan begitu bersama Selina.


Roy dengan cepat segera bangkit begitu juga dengan Selina yang malah terlihat sangat bahagia bisa terjatuh di pelukan Roy.


"Aku tidak sengaja bodoh."ucap Roy dengan wajah jengkel.


"Ahhh sayang tapi tadi kau yang menarik ku."ucap Selina berusaha menggoda Roy.


"Ayo lah kawan kau akui saja jika kau jatuh cinta padanya,lagi pula dia ini sering cerita pada kami jika sebenarnya dia mencintai mu."ucap Leo dengan usil.


"Diam lah kalian sangat menjengkelkan." jawab Roy yang terlihat muram.


Berbeda dengan ekspresi wajah Selina yang terlihat semu merah karna menganggap jika Roy benar benar suka padanya.


"Mana berkas yang bos minta?"tanya Arka.


"Pergi kalian pengacau."ucap Roy .


"Dih dasar si sekertaris payah."jawab Lion.


Mereka memang sudah seperti tom and Jerry yang hampir tidak pernah akur saat bertemu di mana pun.walaupun begitu jika ada tugas yang harus di selesaikan bersama mereka akan kompak untuk melakukan nya.


*******


Arsenio yang lebih awal terbangun melihat Aqila yang masih menutup matanya dengan pulas.


"Si gembul ini jika sudah tidur tidak tahu waktu."ucap arsenio dengan memandangi wajah Aqila.


Arsenio mengecup kening Aqila kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


******


Seperti hari hari biasanya Amara sudah siap untuk pergi ke kampus diantar dengan supir pribadinya.


"Ayah bunda Amara berangkat yahh."teriak Amara di rumah nya.


"Kau kebiasaan sering tidak sarapan di rumah sayang." ucap ibu Amara menghampiri nya.


"Aku bisa membeli makanan di cafe biasanya bunda."

__ADS_1


"Yasudah hati hati ya sayang."ucap ibu Amara.


"Kemana ayah?" tanya Amara celingak celinguk mencari keberadaan ayah nya di rumah itu.


"Ayah sudah berangkat ke perusahaan tuan arsenio,ada rapat katanya."jawab itu Amara.


Akhirnya Amara pergi ke kampus nya dengan sedikit kesal karna tidak berpamitan dulu dengan ayahnya,Amara dari kecil memang sedikit manja ,dia tidak pernah merasakan apa yang di namakan kurang nya kasih sayang dari orang orang sekitar nya.


******


Arsenio yang sudah membersihkan dirinya keluar dari kamar mandi,dia melihat Aqila yang masih saja menutup matanya.


Arsenio pun dengan usil menyiprat nyiprat kan air pada wajah Aqila yang masih pulas tertidur itu.


"Emhh apa ini."ucap Aqila dengan mata yangasih tertutup.


"Bangun gadis gembul kau ini sudah seperti kerbau yang kerjanya hanya tidur saja.ucap arsenio.


"Yaampun tuan,ini sudah sangat siang kenapa tidak membangun kan aku."ujar Aqila bangun dari tidur nyenyak nya.


"Tidak apa apa mungkin ini hari terakhir kau bangun tidur se siang ini,karena mulai besok kau harus pergi kuliah."ucap arsenio mengelus rambut Aqila.


"Apa maksudmu besok aku sudah mulai masuk kampus tuan?" tanya Aqila dengan sangat antusias.


"Ya kau harus kuliah agar tidak bodoh."ucap arsenio dengan usil.


Tetapi Aqila tidak menghiraukan nya,dia sangat senang karena kuliah merupakan hal yang sangat dia inginkan dari sejak tamat sekolah.


Dengan tidak sengaja Aqila refleks memeluk arsenio yang belum menggunakan pakaian selain sehelai handuk yang melilit di pinggang nya.


"Terimakasih tuan."ucap Aqila.


Beberapa detik setelah nya Aqila menyadari dengan apa yang baru saja dia lakukan.


"Eh maap tuan aku tidak sengaja."ucap Aqila menundukkan kepalanya.


Namun sudah terlambat,karna di bawah sana sudah ada yang berdiri tegak terbangun kan oleh pelukan Aqila yang hangat,hingga arsenio dengan buru buru kembali ke kamar mandi karna tidak ingin Aqila melihatnya,Selian itu arsenio harus menuntaskan hasrat nya itu oleh dirinya sendiri.


"Sial."gerutu arsenio sembari melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Sedangkan aqila hanya terdiam di tempatnya tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada arsenio.


*******


"Bos,kapan kita mulai bergerak?" tanya salah satu anak buah Abian.


"Aku akan menunggu sampai arsenio benar benar mencintai wanita itu dengan begitu akan sangat mudah untuk membuatnya gila dalam waktu yang singkat."ucap Abian mematikan rokok di tangannya.


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰 N

__ADS_1


__ADS_2