
Arsenio dan aqila pun bergegas menuju jet pribadi Arsenio.
"Tuan aku takut ,aku tidak pernah naik sebelumnya."ujar Aqila.
"Kau tidak usah khawatir ada aku bukan."ucap arsenio dengan mengedipkan sebelah matanya.
***************
Di sepanjang perjalan tanpa sadar Aqila terus memeluk erat arsenio karena dia takut dengan ketinggian ini juga merupakan pengalaman pertamanya menaiki jet bersama seorang mafia Tampan.
Arsenio menikmati pelukan dari Aqila tanpa merasa risih baginya ini adalah kesempatan dalam kesempitan.
**************
"Nah begini kan terlihat lebih romantis ,kenapa tidak kepikiran dari awal saja ya untuk menyuruh mereka yang mengerjakan pekerjaan kita ."ujar Leo dengan bangga karena tugas dari bos nya sudah di selesaikan.
"Sudah lah mari kita menikmati pemandangan indah di sini."ucap David.
Ketika mereka hendak pergi melihat lihat pemandangan yang indah di pulau itu mereka melihat di atas sudah ada jet pribadi Arsenio yang sedang mendarat mereka pun memutuskan untuk pergi dulu ke sebuah vila besar arsenio di pulau itu.
*****************
"Kita sudah sampai."ucap arsenio.
"Akhirnya...."jawab Aqila dengan wajah pucat.
"Kau bisa berjalan tidak ?"ucap arsenio melihat keadaan Aqila yang menyedihkan.
"Bisa tuan, sebenarnya aku hanya takut dengan ketinggian."ucap Aqila
Tanpa mendengar keluhan Aqila Arsenio langsung menggendong nya keluar dari kapal itu menuju vila miliknya disana sudah ada empat sejoli yang tengah menunggu kedatangan mereka .
"Ehem... sepertinya bonusku akan di kali dua."teriak Lion.
Arsenio hanya tersenyum, melihat itu membuat mereka bersyukur akhirnya bos nya perlahan bisa bangkit kembali dan menjadi hangat.berbeda dari yang lain ekspresi wajah arka terlihat tidak suka melihat pemandangan yang ada di depan nya itu.
"Aku akan beristirahat dulu kalian boleh pergi kemana saja ."ucap arsenio.
"Pergi kemana saja bagaimana di sini tidak ada hiburan apa pun dasar bos."gerutu David.
********************
Arsenio tidak melepaskan Aqila dari gendongannya itu membuat Aqila menjadi risih.
"Tuan...aku bisa berjalan sendiri tolong turunkan saja."ucap Aqila membenamkan wajahnya ke dada arsenio karena malu.
"Kau kenapa tidak akan ada yang membuat mu malu semua orang di sini tunduk padaku."jawab arsenio dengan bangganya.
Mereka pun sampai pada sebuah ruang tidur luas yang langsung menyuguhkan pemandangan pantai yang sangat indah.Arsenio pun menurunkan Aqila dari gendongannya.
"Wahhhh tuannnnn indah sekali..."ucap Aqila melihat pemandangan di balik jendela kamar itu.
"Kau boleh suka dengan semua itu tetapi ingat lah aku lebih indah dari apa pun."ucap arsenio sedikit kesal.
__ADS_1
"hah.."ucap Aqila kebingungan.
Entah mengapa arsenio tidak menyukai jika Aqila lebih memperhatikan yang lain dari pada nya.
**************
Arka sedang berjalan menyusuri sisi pantai sendirian,dia terlihat sedang memikirkan sesuatu yang terlihat sangat menggangu pikirannya.
"Kenapa begini aku tidak boleh memiliki rasa ini."ucap nya dengan risih.
****************
Kau siapkan dirimu malam ini aku akan mengajakmu makan malam kau harus terlihat sangat cantik.
"Em...tuan aku tidak bisa menggunakan make up dengan tebal."ucap Aqila.
"Aku tidak mau yang penting kau harus terlihat cantik."tegas arsenio.
"Tapi tuan kenapa harus dengan ku."tanya Aqila.
"Tidak usah banyak tanya lakukan saja apa yang ku katakan itung itung saja sebagai bayaran kau telah menumpang hidup padaku."jelas arsenio.
Mendengar ucapan itu seakan mengingatkan Aqila kembali pada posisinya.
"Pakailah gaun ini persiapkan dirimu dari sekarang."perintah arsenio.
"Baiklah tuan."jawab Aqila.
*****************
"Wahhhh indah sekali."ucap Aqila sambil bercermin.
Tetapi ketika dia duduk di meja rias,Aqila tampak kebingungan karena tidak terlalu pandai merias.
"Aduhhhh kenapa alis nya tidak mau sama aku sudah lelah harus menghapusnya."Aqila mengomel sendiri.
Akhirnya dia merias wajahnya sebisa nya tidak memakai yang berlebihan hanya sekedar polesan biasa untuk lebih memancarkan kecantikan nya.
************
Malam pun tiba arsenio sedang menyiapkan dirinya di bantu dengan lion dan Leo sedangkan Arka dan David sedang menyiapkan yang lainnya.
"Apakah ini sudah bagus?"tanya arsenio pada keduanya.
"Memakai apa pun kau tetap akan terlihat sangat keren bos."jawab Lion.
"kau keren bos."timpal Leo.
Mereka tampak seperti remaja yang sedang di mabuk cinta.padahal arsenio sudah berpengalaman memiliki hubungan dengan wanita tapi entah mengapa setiap berhadapan dengan Aqila selalu saja menjadi sedikit gugup.
****************
Tok tok tok....
__ADS_1
Mendengar suara pintu Aqila pun bergegas membuka nya. Terlihat Arka di balik pintu itu sedang menatap dirinya dengan tatapan aneh .
Melihat penampilan Aqila yang sangat cantik mbiat Arka tidak bisa menyembunyikan perasaannya lagi. Arka menarik tangan Aqila dan tiba tiba memeluknya.
"Tuan lepaskan kau kenapa."ucap Aqila berusaha melepaskan diri dari pelukan erat Arka.
"Aku tidak bisa menyembunyikan nya lagi aku menyukaimu aku mencintaimu aku juga tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi ."ucap Arka berterus terang dengan perasaannya sambil menetaskan air mata dengan tiba tiba.
Deg...
Mendengar perkataan itu membuat hati aqila tidak enak.
"Maap tuan aku bukan siapa siapa aku tidak pantas untukmu."jawab Aqila melepaskan diri dari pelukan itu.
"Aku tau arsenio mencintai mu tapi ingat lah cinta dia sangat kejam aku tidak akan membiarkan mu terluka aku akan membawamu pergi jika waktu nya sudah tepat sekarang keluarlah arsenio sudah menunggumu."ucap Arka meninggalkan Aqila.
Aqila mematung beberapa saat dia tidak mengerti apa yang terjadi saat ini,namun untuk sekarang dia harus segera menghampiri arsenio yang sudah menunggunya.
***************
"Kemana gadis bodoh itu kenapa dia sangat lama sekali."gerutu arsenio sembari mondar mandir menunggu kedatangan Aqila.
Arsenio pun ingin menyusul sendiri ke dalam kamar Aqila karena tidak punya kesabaran lagi untuk menunggunya dan itu membuat amarahnya memuncak.namun ketika membalikan tubuhnya Aqila tiba tiba sudah ada di hadapannya.
Amarah yang dirasakan arsenio seketika menghilang ketika melihat seorang gadis sangat cantik dihadapannya.
Dengan memakai gaun hitam dan mahkota disertai polesan natural pada wajahnya membuat aura kecantikan Aqila semakin terlihat, warna kulitnya yang putih membuat nya kontras dengan gaunnya.
Aqila sangat terkejut melihat tempat makan malam yang indah di hadapannya.
"Kau sangat cantik malam ini ."puji arsenio tanpa ekspresi.
"Dia memujiku tapi mukanya sangat kaku seperti kanebo kering ,tapi dia lumayan tampan juga."gerutu aqila dalam hatinya.
Arsenio dan aqila pun menikmati acara makan malamnya itu.
"Tuan...apa kau boleh bertanya sesuatu?"ucap Aqila .
"Kenapa harus meminta ijin bicaralah."jawab arsenio.
"Aku bingung dengan status ku saat ini ,aku budak mu mengapa kau memperlakukan aku seolah aku ratu."tanya Aqila,setelah dia mengungkapkan pertanyaan dalam hatinya itu entah mengapa rasanya sangat lega.
Mendengar pertanyaan Aqila tiba Tiba arsenio menarik tangan nya dan memakaikan sebuah cincin di tangan Aqila .
"Apapun itu sekarang kau telah menjadi milikku hanya milikku kau mengerti?"tanya arsenio dengan tatapan yang dalam.
"Tapi tuan sampai kapan."tanya Aqila.
__ADS_1
"Selamanya...kau sudah masuk kedalam hidupku dan jangan pernah berpikir kau bisa keluar kembali."jawab arsenio dengan nada penekanan.
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰