TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
MENGINGINKAN MU


__ADS_3

"Cepat mandi atau kau ingin aku yang memandikan mu yah."arsenio mengangkat Aqila dengan ala ala bridal menuju kamar mandi.


"Tuan tuan turunkan aku...."teriak Aqila memohon pada arsenio.


*****************


Keempat sejoli yang baru saja Ter bangun dari tidur nya langsung menuju dapur untuk menyantap makanan ,disana sudah ada Aqila dan Arsenio yang sedang sarapan.


"Eh bos...kau sudah makan duluan ternyata."ucap David.


"Aku akan berjalan jalan hari ini kalian kemasi barang barang sore ini kita pulang." perintah arsenio.


"Di pikir pikir hanya kau yang menikmati liburan ini bos..kita hanya seperti babu mu saja."ucap Leo menyiapkan makanan ke mulutnya.


"Aku tidak perduli,ayo!"arsenio menarik tangan Aqila menuju pantai.


***********


Melihat suasana pantai yang tenang di pagi hari membuat Aqila tidak bisa mengontrol tubuhnya,dia melompat lompat dan buru buru menghampiri tepi pantai.



"Ayo tuan cepatlah kau lambat sekali."ucap Aqila menarik narik tangan arsenio,dia tidak sadar apa yang telah di ucapkan nya karena terlalu bersemangat.


Arsenio hanya fokus melihat wajah Aqila yang tampak sangat imut dan cantik.


"Sabarlah sedikit gadis kecil."jawab arsenio.


"Wahhh lihat tuan disini indah sekali banyak ikan kecil yang sangat lucu."ucap Aqila menangkap ikan ikan kecil dengan tangannya.


"Aku ingin berenang bersama ikan ikan itu tuan."lanjutnya.


"Tapi jangan terlalu lama ya sebentar lagi air nya akan pasang."ucap arsenio.


Tanpa mendengar kan ucapan arsenio Aqila langsung membasahi tubuh nya dengan air dia berjalan mengikuti arah ikan ikan kecil yang sedang berenang dekat terumbu karang.


Seakan terhipnotis oleh keindahan alam di pantai itu Aqila lupa jika dia tidak bisa berenang di pantai lepas yang sangat dalam dengan keadaan air yang sedang pasang.


Arsenio yang sedang memperhatikan Aqila dari tadi melihat Aqila yang sepertinya dalam kesusahan,dia pun berenang menghampiri Aqila yang hampir tenggelam.


"Tuuu tuan...."ucap Aqila sudah payah untuk menampakan mukanya di permukaan air.


Arsenio pun berhasil menarik tangan Aqila yang bernapas dengan terengah engah.


"KAU INI BISA BERENANG APA TIDAK HAH!!!"bentak arsenio membawa tubuh Aqila ke permukaan pantai.


"Aku aku tidak bisa tuan.."ucap Aqila.


"Terus kenapa kau ingin berenang sangat bodoh."ucap arsenio dengan kesal.


"Maksudku hanya ingin bermain air saja tuan.."ucap Aqila sambil menunduk.


Arsenio pun menggendong Aqila dan membawanya menaiki kapal pesiar pribadinya.


__ADS_1


"Em...tuan kapan kita pulang?"tanya Aqila.


"Apa kau tidak senang berada disini?"tanya arsenio.


"Aku sangat senang tapi aku merindukan tempat kelahiran ku aku juga rindu bi Marni."jawab Aqila.


"Nanti sore kita pulang."jawab singkat arsenio.


Ketika Aqila sedang memandang indahnya pemandangan pulau itu ,Tiba tiba arsenio memeluknya dari belakang.


"Aku menginginkan mu sayang.."ucap arsenio dengan nada yang berat.


"Apa maksudmu tuan?"Aqila berusaha melepaskan diri dari pelukan itu.


Tanpa menjawab pertanyaan Aqila Arsenio menggendong Aqila dan menghempaskan tubuhnya di kasur dengan perlahan.


Arsenio menindih tubuh Aqila yang mungil dengan tubuhnya yang berotot.


"Tuan apa yang akan kau lakukan."tanya Aqila dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Arsenio mencium lembut bibir Aqila yang ranum dan itu seperti hipnotis baginya,rasanya seakan akan menjadi candu bagi arsenio.


Ketika tangan Arsenio mulai membuka kancing baju Aqila satu persatu...


"Tuan ku mohon jangan...ini sangat berharga bagiku..."ucap Aqila dengan suara serak.


Arsenio pun seakan tersadar dengan apa yang ia lakukan.


"Apa kau benar benar tidak pernah melakukan ini sebelumnya?"tanya arsenio.


"Aku akan memberimu waktu untuk mempersiapkan diri,kali ini aku melepaskan mu kau mengerti?"ucap arsenio


"Aku akan menyerahkan nyawaku dari pada menyerahkan tubuhku pada orang yang bukan berstatus suamiku."jawab Aqila dengan menundukkan wajahnya.


"Sebelum aku mengambil nyawamu ,aku akan pastikan aku sudah menikmati tubuhmu."tegas arsenio.


Perkataan itu bagaikan silet yang mengiris hati Aqila,sakit...itu yang Aqila rasakan.


***********


"Aku akan menelpon bos ,mengabarinya jika semuanya sudah siap."ucap Arka pada teman teman nya.


DI TELPON..


"Halo bos kami sudah mengemasi semua barang sekarang tinggal berangkat saja kau dimana."tanya Arka.


"Aku akan segera menyusul kalian pulanglah dahulu."jawab arsenio.


Keempat sejoli itu pun berangkat pulang terlebih dahulu menuju mansion.


"Liburan yang sangat membosankan."ucap Lion dengan ekspresi menyedihkan.


"Makannya bro kau harus punya pasangan agar ada sesuatu yang bisa kau mainkan."ucap Leo.


Mendengar itu entah kenapa yang lainnya saling tatap menatap dan tertawa terbahak bahak seakan bisa bertukar pikiran.

__ADS_1


*********


Setelah beberapa saat arsenio dan aqila pun menyusul keempat sejoli itu untuk pulang,di perjalanan Aqila hanya memeluk arsenio Karena merasa takut sampai akhirnya Aqila pun tertidur di pelukan arsenio.


***********


DI PERUSAHAAN ARSEN COMPANY.....


"Roy...kenapa bos beberapa hari ini tidak masuk ke perusahaan?"tanya Selina.


"Bukan urusanmu."Jawab Roy dengan singkat.


Bukan selina namanya jika tidak berusaha menaklukkan hati para lelaki yang dingin seperti Roy dan Arsenio,itu seakan obsesi baginya, menaklukan pria tampan dengan harta yang berlimpah.


Selina mendekat kearah Roy yang sedang duduk memeriksa berkas berkas perusahaan,bela dengan sengaja berbicara dengan mendekatkan dadanya kearah Roy.


"Roy aku tidak mengerti bagaimana cara mengerjakan proyek ini bisakah kau membantuku."ucap Selina berusaha menggoda.


"Singkirkan tubuh mu itu,aku tidak akan tertarik ."ucap Roy.


"Ough benarkah?"Selina dengan tiba tiba duduk di pangkuan Roy dan ******* bibir nya.


Mendapatkan perlakuan yang liar seperti itu membuat Roy jiji dia langsung menghempaskan tubuh bela hingga Selina jatuh tersungkur ke lantai.


"Kurang ajar!! jika kau tidak mengerti batasan mu aku akan merekomendasikan sekertaris lain untuk menggantikan John, Aku sangat jiji dengan. kelakuan liar mu itu."bentak Roy.


Mendengar itu entah mengapa membuat Selina merasa lucu dan tertawa seketika.


"Kenapa kau malah tertawa ini sama sekali tidak lucu."ucap Roy.


"Mulutmu berkata jiji tapi lihatlah di bawah ada yang tegang."ucap Selina dengan tertawa terbahak-bahak.


Sontak Roy melihat aset miliknya dan bum...dia merasa sangat malu karna itu hingga meninggal kan Selina yang masih tersungkur di lantai sendirian.


"Bisa bisanya kau tertarik pada wanita seperti itu."gerutu Roy pada aset miliknya.



*************


Arsenio dan aqila yang baru saja sampai di mansion di sambut oleh bi Marni dengan suka cita.


"Ah..non bibi kangen sekali."ucap bi Marni memeluk Aqila.


"Aku juga kangen bibi."jawab Aqila yang juga memeluk bi Marni.


"Kalian ini berpisah beberapa hari saja sudah seperti seabad."ucap arsenio memasuki mansion.


Tiba tiba telpon berbunyi...


"Hallo tuan ada kabar buruk ,tawanan kita yang kemarin melarikan diri."ujar pengawal yang bertugas menjaga para tawanan.


"BAGAIMANA BISA SIALAN!!!!"ujar Arsenio sangat marah.


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2