
"Baiklah aku akan menerima taruhan kalian tetapi jika perkataanku yang benar siap siap kalian kehilangan nyawa di tanganku sendiri ".ucap arsenio tersenyum tipis.
Seketika bulu kuduk Roy dan ke empat sejoli itu berdiri merinding.
* * * * * * * * *
Setelah selesai mandi Aqila hendak pergi mengambil handuk.
"Ya ampun aku lupa handuk ku sepertinya di atas kasur, aduh..... bagaimana ini."
Tok tok tok.....
Arsenio menggedor pintu kamar mandi dengan keras.
"Hey gadis bodoh apa yang kau lakukan di dalam sana hah , apakah kau sedang bersemedi."ujar Arsenio.
Namun tetap tidak ada jawaban dari Aqila hingga menimbulkan pikiran pikiran yang lain muncul dalam benak arsenio.
"Dengar ya jika kau tidak membuka pintu ini maka dalam hitungan ke tiga aku akan mendobraknya."
"Satu..Dua...." lanjut arsenio.
"Tu..tunggu tuan aku bukannya tidak ingin keluar dari tadi aku sudah selesai tapi lupa membawa handuk, bisakah kau menolong ku ambilkan handuk itu." ucap aqila.
"Ohhhh kau sudah berani ya memberikan perintah untuk ku memang nya siapa kau!!"jawab arsenio.
"Aku tidak bermaksud untuk memberikan perintah padamu tuan tapi bagaimana caranya aku keluar dari tempat ini jika aku tidak mengenakan busana sehelai pun." Ucap Aqila dengan sangat polos.
Tiba tiba muncul pikiran di benak Arsenio untuk mengerjai Aqila,Menurutnya itu akan cukup menghibur.
"Aku tidak mau tau pokoknya kau harus keluar dari kamar mandi ini sekarang juga!" ucap arsenio dengan suara yang tegas.
"Jika perlu keluar Saja dengan tanpa busana lagi pula aku tidak akan tertarik dengan tubuh kerempeng mu itu."lanjutnya.
Mendengar perkataan itu Aqila menjadi bimbang di satu sisi ada benarnya juga yang di katakan oleh arsenio, dia tidak mungkin tertarik padanya karena wanita wanita yang selalu ada di sekeliling nya jauh lebih cantik dan seksi.
"Tapi tuan...aku malu..."ujar Aqila sambil menggigit bibir bawahnya.
"Keluar atau aku dobrak pintu nya!!!" bentar arsenio.
"Baiklah baiklah tuan ,tapi kumohon tutup matamu saat aku keluar nanti ya."pinta Aqila.
__ADS_1
Mendengar itu arsenio merasa lucu , baginya baru kali ini dia menemukan gadis sepolos Aqila. Dan ini sepertinya akan menjadi hobi baru arsenio dengan menekan atau pun menakut nakuti Aqila , karna entah mengapa arsenio sangat menikmati wajah Aqila bila dia sedang merasa panik.
"Cepat keluar saja."perintah arsenio.
Akhirnya mau tidak mau Aqila memberanikan diri keluar dari kamar mandi itu dan langsung berlari menuju handuk yang ada di atas kasur.
Pemandangan itu terlihat oleh arsenio dan entah mengapa itu membuatnya menjadi panas.
"Ohhhhh sial mengapa dia terlihat sangat seksi." tutur arsenio dalam batinnya.
Setelah mengenakan handuk Aqila tidak bisa menahan rasa malunya di hadapan pria yang ada di depannya itu. Wajah Aqila menjadi sangat merah bagaikan tomat. Dan itu membuat arsenio terkekeh geli.
"Heh gadis bodoh tadinya aku akan menghukum mu dengan kejam tetapi melihat tulang belulang di tubuh mu itu aku malah menjadi sangat prihatin." ucap arsenio sambil menatap Aqila dengan intens.
"Aku tidak menyangka ternyata dia ini memiliki rasa iba juga padahal kelakuannya lebih kejam dari pada setan."gerutu Aqila yang masih bisa terdengar oleh arsenio.
"Apa kau bilang gadis bodoh?!" tanya arsenio dengan mencengkram kuat pipi Aqila.
"Aku tidak bilang apa apa tuan aku hanya bilang kau orang yang sangat dermawan, Telah memberi makan aku meskipun aku ini tidak berguna." ucap Aqila berbohong pada arsenio.
Dan entah mengapa mendengar perkataan yang di lontarkan oleh Aqila , Arsenio merasa senang dan bangga.
"Ta..tapi tuan bajuku kenapa tidak ada semua?"tanya Aqila dengan panik.
"Astaga..aku lupa sudah membuang koper jelek mu itu, setelah mandi aku akan mengajakmu untuk membeli semua baju yang kau mau."ucap arsenio.
Namun bukannya senang arsenio malah melihat ekspresi wajah Aqila yang tampak sangat sedih air matanya seketika mengalir dengan deras.
"Kemana tuan buang koperku?"tanya Aqila sambil menangis.
"Aku tidak tau, sudah lah kau tidak usah cengeng hanya kehilangan koper jelek seperti itu sudah seperti kehilangan apa saja."jawab arsenio tanpa merasa bersalah.
"Tapi tuan di dalam koper itu ada Poto keluarga ku satu satunya bersama ibuku yang sudah meninggal,aku tidak punya lagi barang berharga selain itu."jawab Aqila dengan menangis tersedu sedu.
Mendengar pertanyaan itu membuat arsenio sedikit merasa bersalah.
"Tidak usah membuang buang air mata aku tinggal menyuruh pengawalku untuk menemukan lagi koper jelek mu itu ."ucap arsenio dengan nada dingin.
"Apa semudah itu menemukan koperku??"tanya Aqila sembari mengusap air matanya.
"Apa kau lupa siapa aku??"arsenio malah kembali bertanya.
__ADS_1
Seketika Aqila langsung teringat kejadian kejadian mengerikan yang sudah dia lihat dan tersadar kembali jika orang yang ada di hadapannya seperti monster yang berkuasa. Namun entah mengapa semakin hari perlakuan arsenio kepadanya sudah tidak terlalu kasar meskipun nada bicara arsenio selalu tinggi saat sedang berbicara dengannya.
"Baiklah tuan aku akan menunggu mu selesai."ucap Aqila.
"Bagus jadilah wanita penurut aku menyukainya."balas arsenio.
* * * * * * * * * * * * * * *
DI MALL...
Aqila yang terus saja menundukkan wajahnya karna malu hanya memakai handuk di tubuhnya membuat arsenio terkekeh melihat ekspresi wajah Aqila yang menurutnya sangat lucu , menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana .
"Jangan menunduk tegakan pandanganmu belajar lah untuk mengacuhkan orang lain."ucap arsenio sambil berjalan menuju butik ternama langganan nya.
"Selamat datang kembali tuan apa yang harus saya bantu?"sambut pemilik butik itu.
"Aku ingin membeli semua baju terbaik yang kau punya."ucap arsenio dengan entengnya.
Mendengar perkataan arsenio membuat Aqila membelalakkan matanya.
"Tuan untuk siapa semua baju mewah itu kau beli kenapa banyak sekali."tanya Aqila berbisik.
"Untuk gadis bodoh yang sedang bertanya padaku,kau diam lah!!"jawab arsenio.
Setelah membeli banyak baju akhirnya arsenio dan aqila bergegas untuk pulang,namun di tengah perjalanan tiba tiba ada panggilan masuk hingga arsenio menjauh dari Aqila untuk menerima telpon.
"Kau tunggu disini."perintah arsenio.
* * * * * * * * * *
Di mall yang sama Abian sedang berjalan jalan dengan para wanitanya,Dan secara tidak sengaja dia melihat sosok wanita yang tidak asing menurut nya , Abian pun menghampiri gadis itu.
"Maap nona sepertinya aku pernah melihat mu."ujar Abian dengan tiba tiba.
Mendengar suara Abian yang tiba tiba itu membuat Aqila kaget.
"Ehh..maap tuan tapi aku tidak mengenal mu."jawab Aqila dengan sopan.
Abian pun kembali teringat bahwa gadis yang ada di hadapannya ini adalah wanita Arsenio dan niat jahat tiba tiba saja muncul di benak Abian.
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA DUKUNG TERUS AUTHOR YAA DENGAN CARA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰
__ADS_1