TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
MERENGGUT KESUCIAN


__ADS_3

"Ampuni aku tuan aku bukan wanita yang kau maksud,kau sedang mabuk ampuni aku ku mohon."ucap Rahel yang terus berusaha meminta ampunan berharap bisa untuk di lepaskan.


Tetapi arsenio tidak mendengarkan perkataan Rahel sedikitpun.


Srak...


Dengan satu tarikan pakaian yang di kenakan Rahel terkoyak sehingga tinggal menyisakan pakaian dalamnya yang dia pakai.


"Aku tidak akan mengampuni mu."ucap arsenio sembari mengikat tangan Rahel yang terus memberontak dengan dasinya.


*********


Arsenio yang sedang dalam keadaan mabuk berat tidak memperdulikan teriakan rahel yang terus saja meminta ampun.


Arsenio dengan paksa melucuti semua pakaian Rahel hingga tidak ada yang tersisa satu helai pun.


Arsenio merenggut kesucian Rahel dengan sangat kejam dan kasar,Rahel yang baru melakukan hal itu harus menanggung rasa sakit yang sangat karena milik arsenio yang terus memaksa masuk pada kepunyaan Rahel yang masih sangat sempit,Rahel merasakan seperti badan nya terbelah menjadi dua.


mulut Rahel yang berteriak kesakitan di sumpal oleh arsenio dengan menciumi nya secara brutal hingga Rahel mengeluarkan sedikit darah pada ujung hidungnya.


Setelah puas bermain dan menikmati tubuh suci Rahel,arsenio kembali mengenakan pakaiannya dan bergegas pergi meninggalkan Rahel yang kini tidak sadarkan diri.


********


DI PERUSAHAAN ARSEN COMPANY...


Roy terus saja uring uring an kepada Selina yang telah menghancurkan suasana hatinya pagi ini.


"Jika kau bukan wanita,aku sudah pasti akan menghabisi mu sekarang juga."ucap Roy dengan kesal.


"Hey jaga ucapan mu ya lagi pula apa yang sudah aku lakukan hah?"tanya Selina dengan lantang.


Mendengar perkataan Selina yang merasa tidak berdosa membuat Roy semakin kesal dan jengkel kepadanya.


"Kau...setelah apa yang kau lakukan itu kau tidak merasa ber dosa hah?apakah kau...."


Cup...


Selina tiba tiba mencium bibir Roy yang sedang mengomel pada dirinya.


Roy tidak melanjutkan ucapannya dan hanya berdiri mematung.


"Sudah lah lagi pula kau milik ku sayang aku cemburu melihat mu dengan wanita lain."ucap Selina mengedipkan satu matanya.


"Wanita sialan kau!!!" ujar Roy pada selina.


Mereka terus saja saling adu mulut hingga akhirnya terdiam karena menyadari bahwa mereka sudah menjadi pusat perhatian di Kantor.


*******

__ADS_1


David , Leo dan lion yang melihat arsenio sudah keluar dari kamar di club' itu langsung menghampiri nya.


"Kalian antar bos pulang aku akan mengurus gadis malang itu."ucap David.


"Awas kau jika ikut ikutan memakai nya."ucap Lion


"Aku tidak sekejam itu bodoh."jawab David.


Akhirnya Leo dan lion mengantar arsenio untuk pulang ke mansion karena khawatir dengan kondisinya yang terlihat sangat kacau dan masih sempoyongan.


*****


Rahel yang baru saja membuka matanya tidak kuasa untuk menahan rasa sakit hatinya yang begitu dalam ,dia pun menangis sejadi jadi nya mengingat kejadian kejam yang menimpanya tadi.


David yang baru saja masuk ke dalam kamar mendapati seorang gadis yang sedang menangis terisak,David menghampiri nya dan berniat untuk mengantar kan nya pulang.


"Sudah lah jangan menangis cepat bersihkan dirimu aku akan mengantarmu pulang."ucap David.


Rahel hanya menangis tersedu sedu,seluruh badannya terasa sakit dan dia merasakan energi nya sudah habis terkuras.


"Siapa kau? apa kau anak buah tuan kejam itu,?pergilah aku tidak butuh bantuan mu."ucap Rahel dengan suara yang lemah.


David Masi tetap berdiri di sana dan melihat betapa menyedihkannya gadis polos yang baru saja terenggut kesuciannya itu.


"Aku tau perasaan mu tapi semuanya tidak bisa di kembalikan sekarang kau hanya perlu menerima nasib mu cepat lah bersihkan dirimu."ucap David .


Akhirnya David menggendong Rahel menuju kamar mandi.


"Jika kau sudah selesai panggil saja aku."ucap David sembari berjalan keluar.


******


Setelah puas bermain air akhirnya Aqila dan Arka memutuskan untuk mengisi perutnya yang lapar.


"Arka aku lapar ."ujar Aqila.


"Yasudah ayo kita pulang ." jawab Arka .


Di sepanjang jalan menuju rumah Arka merasakan jika ada seseorang yang mengikuti mereka berdua.


"Kau kenapa?" tanya Aqila yang melihat wajah arka seperti orang yang khawatir.


"Apa kau tidak merasakan ada orang yang menguntit?"tanya Arka.


Aqila yang mendengar itu langsung merasa panik dia langsung ketakutan dan memegang erat tangan Arka yang ada di sampingnya.


"Ku kira hanya aku yang merasakan nya." jawab Aqila dengan menoleh kan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


Arka langsung bersiap siaga mengeluarkan pistol di dalam sakunya.

__ADS_1


"Jangan melihat ke belakang teruslah berjalan ke arah depan ."ucap Arka sembari menggunakan insting tajam nya memilih arah untuk dia menembak.


DAN DOR...


Arka menembak ke arah atas pohon besar yang ada di belakang nya dan benar saja seseorang terjatuh di atas pohon itu.


Aqila menjerit ketakutan melihat pemandangan di hadapannya.


"Syutt diam lah jangan khawatir ayo kita lihat."ucap Arka.


Aqila pun berjalan mendekati orang itu dengan memeluk Arka sangat erat karena merasa sangat takut.


Ketika mereka berdua sampai di depan orng yang sudah menjadi mayat itu,Arka sedikit gelisah ,karna orang itu berpakaian sangat aneh seperti orang orang pedalaman.


"Sial dia orang pedalaman kita harus segera pergi dari sini."ucap Arka sedikit merasa cemas.


Aqila hanya memeluk Arka dengan erat tanpa suara.


Arka pun segera membawa Aqila pergi ke rumah untuk membereskan barang barang nya.


********


Akhirnya arsenio sampai di mansion di temani oleh Leo dan lion, arsenio yang kini sudah sangat sempoyongan akhirnya di bopong oleh keduanya menuju kamar.


Bi Marni sangat tidak tega melihat keadaan arsenio yang begitu sangat prihatin hingga terbesit niat dalam hati bi Marni untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


Namun bi Marni juga merasa takut jika nantinya dia akan ikut menerima hukuman yang kejam dari arsenio.


*******


Boren yang memiliki jadwal menghadiri rapat pertemuan di perusahaan arsenio sedang bersiap siap untuk pergi dan sudah berada di perjalanan.


Di perusahaan Roy yang teringat akan pertemuan itu sangat bingung,dia takut jika boren mengetahui bahwa anaknya Selina ternyata bekerja di perusahaan arsenio dan itu akan menimbulkan kekacauan pada rencana yang sudah di siapkan bos nya dengan matang.


Akhirnya Roy berinisiatif mengajak Selina untuk berbelanja karna roy tau jika wanita tidak mungkin menolak jika di ajak berbelanja.


"Selina aku ingin kau menemaniku berjalan jalan."ucap Roy menghampiri Selina yang sedang mengerjakan suatu berkas.


"Saat jam bekerja? apa kau tidak salah?"tanya Selina merasa aneh dengan sikap Roy.


"Sudah lah cepat kau ikut aku."ucap Roy menarik tangan Selina.


"Tapi bukan kah akan ada tamu penting sekarang ya Roy?"tanya Selina.


"Sudah lah kau jangan banyak bicara ikut saja."ujar Roy tidak mendengarkan Selina yang terus saja mengoceh menanyakan ini itu padanya.


******


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2