
Namun,karna luka David cukup dalam dan darah yang ada di luka itu tidak berhenti menyebabkan David sedikit demi sedikit merasakan pusing hingga tatapan nya mulai tidak jelas dan dunia seakan berputar di kepalanya dan,,,,,BRUK.
David pingsan tepat di depan Rahel dan Sinta hingga membuat keduanya teriak histeris.
"Ya ampun bagaimana ini dia sangat keras kepala akhirnya tumbang juga kan ah elah." ucap Sindi .
Akhirnya Rahel dan Sindi berteriak meminta pertolongan warga sekitar agar membawa David ke rumah sakit terdekat,hingga para warga berkumpul dan akhirnya mereka membawa David ke rumah sakit terdekat untuk menjahit luka nya itu.
**********
Aqila telah sampai di restoran kalangan orang orang elit di meja nya tampak sudah di hidangkan berbagai macam menu makanan yang sangat mewah mulai dari steak daging yang di balut dengan emas sampai hidangan penutup yang bertema kan gold dessert.
"Sayang apa ini tidak terlalu mewah?" tanya Aqila dengan melihat arsenio yang ada di depan nya.
"Apa kau tidak suka?" tanya arsenio.
"Aku suka tetapi seperti nya ini terlalu berlebih-lebihan." balas Aqila dengan terus menatap makanan yang ada di depan nya.
"Khusus untuk calon istri arsenio barram,silahkan kau makan apa pun yang engkau ingin kan." ucap arsenio sembari menatap wajah Aqila dengan penuh arti.
Mood Aqila seketika berubah menjadi sangat happy, Aqila seperti orang yang tidak terkontrol dengan memakan makanan yang ada di depan nya dengan sangat banyak dan lahap.
Arsenio sempat terheran heran dengan porsi makan Aqila karna melihat tubuh dia yang mungil tetapi porsi makan nya sangat banyak melebihi dirinya sendiri.
Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang terus menerus memperhatikan arsenio dan aqila.
__ADS_1
"perempuan itu cukup cantik,tetapi apa yang istimewa dari nya hingga Arka ingin mengkhianati tuan nya itu." ucap arkanza dengan menghembuskan asap rokok di mulutnya.
*************
DI RUMAH SAKIT X....
Rahel dari tadi terus mondar mandir karna khawatir dengan keadaan David yang sekarang sedang di tangani oleh dokter,begitu pula dengan Sindi yang tidak kalah khawatir nya.
Mereka merasa bersalah sebab keadaan David yang sekarang itu terjadi karna menyelamatkan kalian berdua.
Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruangan David, Rahel segera bertanya tentang keadaan David Sekarang.
"Dok, saya teman nya David, bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya Rahel pada dokter itu dengan mimik wajah panik.
"Pasien tidak apa apa, luka nya juga sudah berhasil di jahit hanya saja pasien kehilangan banyak darah dan itu lah yang menyebabkan nya tidak sadar kan diri." jelas dokter.
"Silahkan nona, saya permisi dulu." balas dokter meninggalkan tempat itu.
Rahel dan sindi pun masuk ke dalam ruangan David,di sana terlihat David yang sedang terbaring lemah,tiba tiba Sindi menutup mulutnya dengan kedua tangan nya sendiri.
"Kau kenapa?" tanya Rahel dengan bingung melihat kelakuan teman nya itu.
"Aku merasa lucu saja dengan kejadian ini, dia itu pria angkuh hingga membuat diri nya sendiri kesusahan hanya demi terlihat sangat kuat oleh orang lain, lihat lah akhirnya dia menanggung semua akibat nya sendiri." ucap Sindi dengan menahan tawa nya.
"Kau tidak boleh begitu, dia kan sudah menyelamatkan kita dari preman preman jahat itu." balas Rahel membela David.
__ADS_1
"Tumben kau membela nya apa kau sudah mulai suka pada pria tampan itu hah." ucap sindi menggoda Rahel .
"Tidak aku tidak suka,aku hanya kasihan saja." jawab Rahel enggan mengaku.
"Dia gengsi jika harus mengatakan bahwa dia sudah jatuh cinta pada ku." ucap David dengan tiba tiba dan hal itu membuat Rahel dan sindi terkejut.
"Kau sudah sadar ku kira kau akan mati." ucap Rahel dengan memutarkan bole mata nya.
"Jika aku mati, siapa jodoh mu sayang." ucap David dengan suara yang masih lemah.
"Cie cie...." teriak sindi dengan bertepuk tangan melihat wajah Rahel yang sudah mulai memerah.
*********
DI RESTORAN MEWAH....
Piling arsenio sangat kuat, dari tadi dia merasa kan seperti ada yang memperhatikan dirinya bersama Aqila hingga itu membuatnya sedikit risih,bukan nya apa apa arsenio tidak takut sama sekali dengan para musuh nya hanya saja saat ini dia sedang bersama dengan Aqila dan Arsenio tidak mau jika Aqila terluka karna hal hal yang tidak di ingin kan.
"Cepat lah habis kan kita harus pulang sekarang juga." ucap arsenio pada Aqila yang masih lahap menyantap makanan nya.
" tapi kenapa ?" tanya Aqila dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Ada seseorang yang sedang mengintai kita." bisik arsenio di telinga Aqila.
Mendengar itu membuat Aqila seketika merasa takut,hingga dia dengan buru buru menyelesaikan memakan makanannya.
__ADS_1
*******
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰 (744KATA)