TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
UNGKAPAN PERASAAN (997)


__ADS_3

"Apa baba yakin kali ini kita akan berhasil?" tanya arkanza.


"Tenang saja anak ku, kita pasti bisa mengalahkan Arsenio dengan bantuan mafia lain nya." jawab baba dengan tersenyum licik.


"Baik lah aku akan pergi dulu ke club" ucap arkanza dengan mempersiapkan diri nya.


"Jangan lupa acara pertemuan malam ini." ucap baba pada arkanza.


"Baiklah." balas singkat Arkanza dengan bergegas pergi.


*******


Di club arkanza langsung meneguk beberapa botol alkohol di ruang VIP nya, dia di temani wanita cantik bernama sintia yang menemani nya selama dia berada di sana.


"Sayang,, ada masalah apa kau bisa bercerita padaku." ucap Sintia sembari merayu arkanza.


"Aku hanya ingin menenangkan diri disini dan menikmati mu sekarang sayang." ucap arkanza dengan suara yang berat.


Saat arkanza mulai melucuti satu per satu baju Sintia, wanita itu tertarik pada kalung liontin yang selalu arkanza kenakan.


"Sayang aku menginginkan kalung liontin yang kau pakai rasanya itu sangat spesial." ucap Sintia sembari menahan geli sentuhan dari arkanza.


Dengan tiba tiba Arkanza menghentikan aksi panas nya itu dan melihat sesaat pada kalung liontin yang dia pakai.


"Kenapa berhenti sayang?" tanya Sintia dengan tangan yang menggerayangi dada bidang Arkanza.


Namun, tanpa sepatah kata pun arkanza langsung meninggalkan Sintia sendirian di sana yang terus memanggil manggil arkanza yang pergi meninggalkan dirinya.


"Sial...dia kenapa meninggalkan ku seperti ini!!" teriak Sintia Dengan mengacak acak rambutnya.


*********


Arkanza memasuki mobil nya dengan perasaan yang campur aduk seketika dia mengingat masa indah yang pernah dia rasakan sewaktu kecil.


FLASH BACK ON...


"Anak anak kemarilah ayah ada hadiah untuk kalian." ucap ayah arkanza.


Arkanza kecil bersama dengan adiknya dengan antusias berlari ke arah ayah mereka.


"Hadiah apa ayah ,aku mau!!" teriak arkanza yang menuntun adiknya.


Lalu ayah arkanza memberikan mereka kalung liontin yang sama dengan Poto kecil mereka yang ada di dalam nya.

__ADS_1


Kenangan manis itu sekaligus membuat arkanza teringat akan kejadian kematian orang tuanya yang tragis.


Dan sampai saat ini arkanza belum menemukan adik kecilnya yang dia sembunyikan pada saat kejadian itu.


FLASH BACK OF.


"ARGH....." teriak arkanza dengan memukul setir mobil nya.


Suasana hatinya kini tak menentu, arkanza menjalani hidup nya tanpa semangat dan gairah dia seperti patung yang di beri nyawa lalu di beri peran sebagai dewa yang di tuan kan oleh banyak orang.


************


Aqila terbangun dari tidur nya dia melihat jam yang ternyata hari sudah sore.


Dia melihat di sebelahnya, arsenio yang masih menutup matanya dengan luka yang sudah di perban oleh Aqila, ketika Aqila terus menatap nya tiba tiba arsenio membuka matanya yang sangat merah.


Aqila segera mengambil kan segelas air minum untuk arsenio yang langsung di teguk habis oleh nya.


"Apa kau baik baik saja?" tanya Aqila dengan khawatir.


Namun arsenio tidak menjawabnya tetapi dia langsung memeluk erat Aqila dalam dekapannya.


"Aku mencintaimu Aqila aku sungguh tidak ingin kehilangan diri mu dalam hidupku." ucap arsenio dengan pelukan nya yang semakin erat.


DEG....


Hati arsenio sangat berdebar mendengar pernyataan cinta yang di ucapkan oleh istri mungilnya.


Banyak sekali pertanyaan di benak Aqila yang ingin Aqila tanyakan langsung pada arsenio, namun sepertinya sekarang bukan lah waktu yang tepat untuk menanyakan itu semua.


"Apa ini sakit?" tanya Aqila dengan menunjuk ke arah luka arsenio.


"Tentu saja tidak, ini hanya luka kecil yang sudah diobati oleh istri cantik ku.." jawab arsenio dengan menatap dalam mata Aqila.


"Euh....apa kau ingin mencari udara segar?" tanya aqila mengalihkan pembicaraan.


"Ide bagus, aku akan siap siap dulu." ucap arsenio dengan bergegas untuk menyiapkan dirinya begitu juga dengan aqila.


********


Sore itu , mereka pergi ke sebuah taman yang cukup ramai, di sana banyak sekali berbagai bunga yang indah dan banyak penjual yang menjual berbagai macam makanan.


"Rasanya aku ingin memakan sesuatu yang masam." ucap Aqila dengan berjalan bergandengan tangan dengan arsenio layaknya pasangan pasutri baru.

__ADS_1


"Apa itu keinginan baby kita?" tanya arsenio dengan antusias.


Aqila pun mengangguk dengan memasang wajah gemas nya.


"Baik lah kau tunggu disini yah, aku akan membeli beberapa jajanan enak untuk mu." ucap arsenio dengan cepat berlalu pergi.


Aqila sangat menikmati suasana sore itu, rasanya sudah lama dia tidak menghirup dan menikmati udara segar seperti ini.


Tetapi, pikirannya terus terpacu pada arsenio, Aqila di buat seperti mati penasaran memikirkan penyebab arsenio menjadi seperti orang yang depresi seperti tadi, ada banyak ke khawatiran yang Aqila miliki untuk arsenio, rasanya dia sangat tidak ingin kehilangan suami mafia nya itu.


Tidak berselang lama, arsenio berjalan menghampiri nya dengan menenteng banyak kantung kresek di tangan nya.


Melihat itu Aqila tertawa kecil, dia baru pertama kali melihat suaminya membawa jajanan sebanyak itu hanya untuk nya.


"Kau membeli apa saja sayang, di tangan mu banyak sekali kantung kresek." ucap Aqila dengan terkekeh.


"Aku bingung harus membeli apa saja untuk baby dan momy nya jadi aku membeli semua ini untuk kalian berdua." ucap arsenio dengan meletakkan tentengan yang di bawanya.


Aqila membuka satu persatu kantong keresek yang berisi jajanan itu, ada rujak, salad buah, salad sayur, dan masih banyak lagi namun semuanya tetaplah jajanan yang berbahan dasar buah dan sayur hingga membuat Aqila mengerucutkan bibirnya.


"Apa kau tidak suka sayang?" tanya arsenio yang melihat Aqila cemberut.


"Yang benar saja jajanan sebanyak ini hanya berisi buah dan sayur." jawab Aqila dengan kesal.


"Tapi kan ini sehat untuk mu dan juga baby kita, kau tidak boleh makan sembarangan." bujuk arsenio dengan mengelus rambut Aqila.


"Apa kau tidak tahu jika keinginan anak yang belum lahir tidak di penuhi maka dia akan terus mengeluarkan air liur saat dia lahir!!" bentak Aqila dengan melipat kan kedua tangannya.


"Aku sempat mendengar tapi aku tidak percaya takhayul seperti itu." jawab arsenio.


"lalu jika ini terjadi pada bayi kita bagaimana?" tanya Aqila dengan mendekatkan wajahnya dengan wajah arsenio.


CUP...


Tanpa di duga arsenio malah mencium nya di depan umum dan itu membuat Aqila mematung karna malu.


"Tidak akan, baik lah apa yang kau inginkan?" tanya arsenio pada Aqila.


"Sudah lah ayo aku akan ikut berkeliling di taman ini." ucap Aqila sembari cepat cepat meninggalkan tempat duduk nya.


**********


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2