TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
CEMBURU


__ADS_3

DI MANSION...


Arka yang sedari tadi mondar mandir menghawatirkan keadaan arsenio dan aqila membuat yang lain pusing melihat nya.


"Kau kenapa kawan aku pusing melihat mu mondar mandir seperti itu dari tadi."ujar lion.


"Aku khawatir dengan keadaan Aqila."jawab Arka.


Seketika orang orang yang mendengar pernyataan Arka tercengang dengan jawabannya.


"Maksudku aku khawatir jika terjadi apa apa pada Aqila maka berimbas pada bos ".jelasnya.


"Oughh.."timpal yang lain.


***********


Roy yang mendengar kabar jika arsenio telah mengalami sesuatu hal buruk langsung bergegas meninggalkan perusahaan,namun dia bertemu Selina (sekertaris penggoda) saat dia hendak berjalan keluar.


"Kau mau kemana Roy."tanya Selina sembari mengikuti Roy.


"Bukan urusan mu!".jawab Roy dengan jutek.


"Yasudah aku ikut."ucap Selina dengan tiba tiba menggandeng tangan Roy.


Mata para pegawai di perusahaan arsen company itu pun seketika tertuju pada mereka berdua, dan cepat atau lambat gosip tidak benar akan mudah tersebar.


"Lepaskan kau ini gila ya!"bentak Roy melepaskan gandengan tangan Selina.


"Lagi pula aku bertanya padamu kau tidak mau menjawab nya."ucap Selina (tersenyum manis).


Roy yang hendak menaiki mobil di halangi oleh Selina yang memaksanya untuk ikut ,Selina terus saja menggoda Roy agar dia menuruti keinginannya.


"Wanita sialan cepatlah masuk"ucap Roy dengan nada yang kesal.


"Let's go baby."ucap Selina (menaiki mobil).


**************


Di saat keempat sejoli itu sedang menunggu kepulangan Arsenio,dengan kebetulan helikopter yang di naiki arsenio telah tiba di lapang mansion mereka langsung bergegas menghampiri helikopter itu untuk memastikan keadaan bos mereka.


Aqila yang dari tadi tidak sadarkan diri belum juga membuka matanya, sehingga dengan badan yang bercucuran darah arsenio kembali menggendong Aqila menuju kamar nya supaya dia bisa istirahat.


"Bos...apa kau baik baik saja?"tanya Lion.


"Seperti yang kau lihat."jawab Arsenio sambil berjalan.


"Apa aku boleh membantumu untuk beralih menggendong dia?"tanya leo dengan nada yang usil.


"Jaga mulutmu sialan atau bonusmu akan ku potong."jawab arsenio.


"Hehe bercanda bos."ujar Leo dengan cengengesan.

__ADS_1


Mereka pun masuk ke dalam mansion,bi Marni dan pa Anto yang melihat keadaan arsenio dan aqila begitu panik.


"Astaga tuan...apa yang sudah terjadi pada kalian?"tanya bi Marni.


"Aku tidak apa apa bi segera panggilkan dokter untukku."perintah arsenio.


Dengan segera bi Marni dan pa Anto pun menelpon dokter untuk mengobati luka arsenio di mansion nya.


************


Mobil Roy pun memasuki mansion arsenio terlihat beberapa pengawal langsung membukakan gerbang yang amat besar itu.


Selina melihat jika di mansion yang mewah ini keamanan sangat ketat hingga dia penasaran siapa kah yang tinggal di mansion itu.


"Kita mau bertemu siapa honey?"tanya Selina.


"Jangan memanggilku dengan sebutan sebutan bodohmu itu sialan."ucap Roy.


"Baiklah aku bertanya padamu kita mau bertemu dengan siapa?"Selina kembali bertanya.


"Bos."jawab singkat Roy.


"Ough jadi ini mansion bos besar yah."tanya Selina.


"Berhenti lah mengoceh ayo turun."ucap Roy.


Roy dan Selina pun Keluar dari mobil menuju ke dalam mansion.


*************


"Tuan kau harus banyak istirahat,kau banyak kehilangan darah dan itu akan menyebabkan mu sedikit pusing nantinya,aku akan memberikan obat penambah darah untukmu."ucap dokter setelah selesai mengobati dan menggunakan perban pada luka arsenio.


"Lalu bagaimana dengan keadaannya dok."tanya arsenio menanyakan keadaan Aqila yang ada di sampingnya.


"Nona hanya syok tuan sebentar lagi dia akan pulih."jawab dokter.


"Baiklah kau boleh pergi ."ujar Arsenio.


*****************


Keempat sejoli yang sedang berkumpul di tengah mansion melihat kehadiran Roy dengan seorang perempuan yang pernah bertemu dengan mereka sebelumnya.


"Bukan kah dia sekertaris pengganti Jhon yang menyebalkan itu."tanya David.


"Kurasa iya."jawab Lion memperhatikan wajah Selina.


"Dimana bos kalian?"tanya Roy (menghampiri keempat sejoli).


"Kalian hidup menumpang ternyata."timpal Selina mulai mengibarkan bendera perang pada keempat sejoli itu.


"Hey nenek lampir ini mansion kami juga,kau siapa berani beraninya masuk kesini."ujar David.

__ADS_1


Yang lainnya menahan tawa mendengar cemoohan David yang biasanya lembut pada wanita.


"Sudah lah dimana bos?"tanya Roy.


"Dia ada di kamar nya nanti juga kemari ."jawab Arka.


"Kau tunggu dulu saja di sini, ngomong ngomong kenapa kau membawa nenek lampir ini?"tanya Lion menahan tawanya.


Selina sangat tidak terima di sebut dengan panggilan Nenek lampir, itu seperti penghinaan baginya.


"Berhenti menyebutku nenek lampir payah kalian memang tidak punya mata ya sampai sampai wanita secantik diriku di samakan dengan nenek lampir!!"celoteh Selina.


Roy hanya diam menikmati perdebatan mereka yang sudah seperti sinetron baginya.


*************


Aqila perlahan membuka matanya dia melihat arsenio dengan perban di tubuhnya dan sontak teringat pada kejadian yang baru saja mereka alami.


"Tuan apa kau tidak apa apa ,apa ada yang sakit?"tanya Aqila (khawatir).


Melihat sikap Aqila yang mencemaskan nya membuat arsenio bahagia entah kenapa.


"Ini hanya luka kecil bagiku, kau jangan terlalu khawatir sayang."ucap arsenio tersenyum nakal.


Wajah Aqila tiba tiba merah padam mendengar perkataan arsenio yang menyebutkan dengan panggilan sayang.


"Kenapa wajah mu merah begitu ,apa kau malu ?"arsenio kembali menggoda Aqila yang baru saja sadarkan diri itu.


"Ti..tidak ."jawab Aqila memalingkan wajahnya.


"Ayo kita kebawah sepertinya banyak orang disana kau dengar kan keributan manusia manusia konyol itu?"ucap arsenio.


"Kau saja tuan aku malu"jawab Aqila.


"Apa kau ingin aku terjatuh nanti jika dibiarkan berjalan sendiri menuruni tangga ?"arsenio memulai drama nya.


Akhirnya Aqila mau menemani Arsenio untuk turun ke bawah mansion,dan disana sudah terlihat banyak orang sedang berkumpul dan tampak sangat berisik.


"Ada apa ini kalian sangat berisik!"ujar Arsenio menghampiri mereka.


Selina yang melihat arsenio tercengang dengan semua perban yang ada pada tubuhnya.


"Tuan apa kau baik baik saja?"tanya Selina menghampiri arsenio dan dengan lancang memegang wajahnya.


Arsenio yang tadinya ingin marah ,namun dia melihat wajah Aqila yang tampak cemberut layaknya seorang wanita yang sedang cemburu.


Akhirnya arsenio memiliki niat untuk membuat Aqila benar benar cemburu agar dia mengakui cinta nya pada arsenio.


"Badan ku sangat sakit seperti nya butuh di obati oleh mu ."jawab arsenio .


Mendengar itu seperti angin segar bagi Selina,dia mengira jika arsenio sudah mulai menyukai nya.

__ADS_1


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰


__ADS_2