
Tiba tiba telpon berbunyi...
"Hallo tuan ada kabar buruk ,tawanan kita yang kemarin melarikan diri."ujar pengawal yang bertugas menjaga para tawanan.
"BAGAIMANA BISA SIALAN!!!!"ujar Arsenio sangat marah.
*****************
DI RUANG TAHANAN....
"Bagaimana bisa dia kabur ,bos pasti marah besar pada kalian."ucap David.
"Kami juga tidak tahu tuan..."ucap para pengawal yang lain.
"Siapa yang telah berkhianat pada ku?"Tiba tiba terdengar suara arsenio dengan lantangnya.
Hening...
Semua para pengawal yang ada di sana menundukkan kepalanya.
"Lebih baik cepat mengaku lah jika sudah aku yang menemukan pengkhianat itu ,keluarga kalian pun tidak akan aku lepaskan!!"bentak arsenio.
Arsenio tau jika tawanan nya tidak mungkin bisa melarikan diri jika tidak di bantu oleh orang dalam yang mengetahui jalan dan celah mansion nya,
oleh karna itu arsenio sangat marah karena Masih saja ada orang yang mengkhianati Nya padahal Arsenio sudah berlaku kejam pada para pengkhianat agar yang lain merasa jera.
"David ,Arka selidiki siapa orang di balik ini semua."ucap arsenio sembari meninggalkan ruangan itu.
"Baik bos."jawab mereka berdua .
***************
Di mansion....
Aqila yang melihat arsenio memasuki mansion menuju kamarnya dengan ekspresi wajah yang sangat kesal bertanya pada bi Marni apa yang sebenarnya tengah terjadi.
"Bi kenapa dia?"tanya Aqila.
"Mungkin tuan sedang ada masalah non."jawab bi Marni dengan wajah khawatir .
Tidak lama kemudian terdengar suara bantingan dan pukulan yang keras dari kamar arsenio.
"Ya ampun non...tuan.."ucap bi Marni sangat panik.
Bi Marni seakan tau apa yang sedang di alami arsenio ,sehingga tampak sangat cemas seperti sekarang.
"Ada apa bi,suara apa itu,kenapa dengan tuan?"tanya Aqila ikut panik.
__ADS_1
"Lebih baik non hampiri tuan ,tenangkan dia non...bibi yakin hanya non yang bisa membuat tuan merasa tenang."ucap bi Marni.
"Tapi apa yang sebenarnya terjadi aku tidak mengerti bi..."tanya Aqila .
"Non akan melihatnya sendiri."ucap bi Marni.
Akhirnya Aqila memberanikan diri untuk menghampiri arsenio yang sedang mengamuk di kamarnya.
Aqila begitu syok dengan apa yang dilihatnya,arsenio tampak menyedihkan dia membentur bentur kan kepalanya pada tembok dan terus memukul tembok itu sampai tangannya berdarah.
Melihat itu Aqila sontak langsung menghampiri arsenio ,rasa takut nya seakan menghilang begitu saja.
"Tuan apa yang kau lakukan hentikan."ucap Aqila berusaha menghentikan arsenio yang sedang menyakiti dirinya sendiri.
"PERGILAH GADIS BODOH AKU TIDAK BUTUH SIAPAPUN!!!!"teriak arsenio.
Namun Aqila tetap bersikeras untuk menghentikan arsenio yang sedang dalam amarah besarnya,hingga dengan tidak sengaja arsenio memukul wajah Aqila dengan keras hingga mengeluarkan darah pada ujung bibirnya.
BUGH...
"Aw..."Aqila tampak kesakitan.
Melihat itu membuat arsenio semakin marah pada dirinya sendiri dia semakin terlihat seperti orang orang yang sedang depresi berat.
"Aku memang sangat jahat tidak mempunyai perasaan pergilah sebelum aku berbuat menyakiti mu lagi aku tidak mau arrrghh!!!!"teriak arsenio memukul kepala nya sendiri.
"Sudah tuan... sudah...aku tidak mau kau seperti ini."ucap Aqila sembari memeluk arsenio dengan refleks.
Mendapatkan pelukan yang hangat membuat arsenio perlahan lahan menjadi tenang.
Rasanya arsenio baru mendapatkan kehangatan seperti ini lagi setelah sekian lama.
Arsenio yang di didik keras oleh keluarganya sehingga dia tumbuh menjadi seseorang yang kejam ,tidak pernah mendapatkan perlakuan kasih sayang dari siapapun kecuali ibunya yang selalu lemah lembut dan perhatian padanya. namun,arsenio telah di tinggalkan oleh ibunya ketika dia masih kecil. Arsenio mengetahui dari ayahnya jika ibu nya pergi berselingkuh dan lebih memilih pacar gelap nya dari pada keluarganya sendiri hingga sampai saat ini menyebabkan arsenio terus saja merasakan dendam yang tidak pernah usai.
"Jangan di lepaskan tetaplah seperti ini ."ucap arsenio yang merasa nyaman berada di pelukan Aqila.
Aqila mengelus rambut arsenio dengan lembut,dia sangat tidak menyenangkan jika arsenio bisa se menyedihkan ini.
***************
DI TEMPAT LAIN...
"Terima kasih bos terimakasih sudah membebaskan aku dari tahanan itu,aku sudah tidak tahan dengan siksaan kejam pria itu rasanya aku ingin mati saja."ucap pria yang berhasil keluar dari tawanan arsenio.
"Jika kau ingin mati, matilah sekarang juga."jawab seseorang yang dia sebut sebagai bos.
"Maksud mu?"tanya pria itu.
__ADS_1
DOR...
Bos dari pria misterius itu tiba tiba saja menembak mati pria yang berhasil dia selamat kan dari tawanan arsenio,namun setelah di bebaskan naasnya malah dia sendiri yang membunuhnya.
"Aku sengaja membebaskan lalu membunuh nya agar identitas ku tetap terjaga,bereskan mayatnya!"ucap bos kejam itu.
************
Dikamar arsenio sekarang hening, kamar yang tadinya rapih sekarang terlihat berantakan,Aqila yang melihat arsenio sangat kacau akhirnya memapah arsenio menuju kasurnya.
"Kau jangan kemana mana ini perintah ku."ucap arsenio dengan mata yang merah .
"Aku tidak akan kemana mana tuan tunggulah sebentar ."ucap Aqila sembari membawa kotak p3k untuk mengobati tangan arsenio yang masih terluka.
"Aku tidak butuh itu aku tidak lemah."ucap arsenio tidak mau lukanya di obati.
"Aku tau kau kuat tuan,aku hanya tidak ingin membersihkan luka nya sedikit saja."ucap Aqila sembari mengambil tangan arsenio.
Arsenio hanya memperhatikan wajah Aqila yang tampak sedang serius mengobati luka yang menurutnya kecil dan tidak perlu untuk di obati.
"Sudah tuan."ucap Aqila samb tersenyum.
"Terimakasih."ucap arsenio.
Mendengar arsenio mengatakan terimakasih membuat Aqila merasa sedikit gugup karna itu merupakan pertama kalinya arsenio berterimakasih kepada nya.
"Tuan aku akan kembali ke kamar ku."ucap Aqila.
"Sekarang kamar ini menjadi kamar mu juga aku ingin kau selalu tidur bersama ku ingat ini perintah kau tidak bisa menolak nya."ucap arsenio dengan tegas.
Aqila hanya bisa menarik napas nya untuk menghadapi sikap arsenio yang sesulit ini.
****************
DI MARKAS BAWAH TANAH...
"Menurut kalian siapa dalangnya?"tanya Lion.
"Kita tidak bisa asal menuduh sebelum menemukan bukti nya."jawab David.
"Ku rasa musuh bos sekarang sangat berbahaya dia sepertinya mengetahui kehidupan masa lalu bos kita dan menggunakan itu sebagai senjata untuk menyerang mentalnya."ucap Arka.
"Kau benar kita harus secepatnya mengumpulkan bukti untuk menemukan pelaku yang sebenernya."ucap Leo.
Mereka pun berdiskusi dengan serius untuk mengatasi masalah yang cukup berat ini.
**********
__ADS_1
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰