TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
PENCARIAN AQILA


__ADS_3

"Aku hanya perlu menenangkan diri ku bos,aku juga mencarikan informasi mengenai identitas pengawal yang berpulang kampung itu dengan lebih fokus jika berada di sana." jelas Arka.


"Baiklah kau boleh pergi,aku sangat berharap pada mu."ucap arsenio dengan tatapan yang sayu.


Melihat keadaan arsenio yang seperti itu sedikit membuat arka tidak tega,di satu sisi arsenio dan dirinya sudah seperti keluarga di sisi lain Arka tidak terima jika Aqila di perlakukan semena mena oleh nya.


Arka pun bergegas pergi menuju keberadaan Aqila dengan hati yang tidak tenang.


***********


Mendengar suara ketukan pintu Aqila langsung membuka nya dengan buru buru,dan benar saja di luar sudah ada arka yang menunggunya.


"Apa kau tidak apa apa?"tanya Arka melihat wajah Aqila yang terlihat ketakutan.


"Aku...aku sangat takut berada di sini sendirian."jawab Aqila.


"Tidak apa apa sudah ada aku di sini."ujar Arka sembari merangkul Aqila.


Mendapatkan rangkulan dari Arka sontak Aqila langsung menghindar.


"Maap aku tidak bisa."ucap Aqila.


"Baiklah."jawab Arka dengan tersenyum.


"Bagaimana di sana apakah tuan arsenio masih mencari ku?"tanya Aqila dengan penasaran.


"Dia pasti akan selalu mencari mu sampai kau di temukan. dia terlihat sangat kesal, tetapi itu pantas dia dapat kan karena telah berlaku kasar pada mu ."jelas Arka sembari menatap wajah Aqila yang tampak terlihat lelah.


Mendengar penjelasan Arka membuat Aqila sedikit menjadi gusar, ada sebagian rasa ingin kembali meskipun sedikit tetapi Aqila sudah bertekad untuk tidak akan menyakiti dirinya sendiri.


"Apa kau tidak ingin tidur?"tanya Arka.


"Aku sudah mengantuk tetapi di sini hanya ada satu ranjang apa aku sebaiknya tidur d bawah saja?"tanya Aqila .


"Jika kau tidak ingin tidur dengan ku biar aku saja yang tidur di lantai kau tidur lah sekarang ini sudah sangat larut."ucap Arka.


Aqila pun hanya menganggukan kepalanya.


********


Di mansion arsenio tidak bisa menutup matanya sedikit pun rasa amarah di hati nya begitu menggebu gebu.


"Kau akan menyesal karena telah berani melalukan ini semua gadis kecil."gumam arsenio sembari meminum obat penenang nya agar dapat tertidur.


********


"Bos ada informasi baru."ujar seorang anak buah Abian .

__ADS_1


"Apa itu?"tanya Abian.


"Sekarang seluruh pengawal arsenio sedang sibuk mencari seorang gadis muda yang waktu itu sempat bertemu dengan mu ,kabar nya dia melarikan diri dari mansion itu."ujar anak buah itu.


"Tidak mungkin dia bisa melarikan diri dari mansion yang penjagaan nya sangat ketat itu, kecuali..."ujar Abian menghentikan kalimat nya.


"Kecuali apa bos?"tanya anak buah itu.


"Ada seorang pengkhianat yang membantunya melarikan diri."lanjut Abian sembari tersenyum culas.


"Lalu apa yang harus kita lakukan bos?" tanya anak buah itu lagi.


Abian pun membisik kan sesuatu kepada anak buah nya dan mereka tertawa bersama.


"Kau memang sangat licik bos."ujar anak buah itu.


********


Malam telah berganti pagi sinar matahari pagi menyapa hangat wajah Amara yang masi tertidur pulas.


"Amara bangun sayang ,apa kau tidak pergi ke kampus hari ini?"tanya ibu Amara.


"Ahhhh ibu aku masi mengantuk."jawab Amara dengan mata yang masih tertutup.


"Eh..anak ibu jangan menjadi seorang pemalas ah ayo bangun."


Akhirnya dengan mata yang berat Amara membuka matanya.


"Baik lah Bu..."jawab Amara memeluk ibunya.


Amara merupakan anak tunggal dari tuan Toni yang merupakan keluarga konglomerat yang saat ini sedang menjalin bisnis dengan perusahaan arsenio,tuan Toni sangat ingin jika putrinya menikah dengan arsenio dengan begitu kekayaan nya tidak akan pernah habis.



Setelah selesai membersihkan dirinya Amara pun pergi ke ruang makan di sana dia sudah di sambut oleh kedua orang tua nya. ya,,,bisa di bilang Amara adalah seorang gadis yang dari kecil selalu di manja oleh kedua orang tua nya. selain dia anak tunggal keluarganya juga berada di kalangan masyarakat.


"Wahhh putri ayah cantiknya."ucap tuan Toni.


"Selamat pagi ayah dan ibu."sapa Amara memeluk keduanya.


"Selamat pagi putti ayah dan ibu."


"ayah ibu aku sarapan di jalan saja ya ini sudah terlambat."ujar Amara.


"Kau ini kebiasaan,yasudah hati hati yah."


Akhirnya Amara pergi menuju kampus nya di antar dengan sopir pribadinya.

__ADS_1


********


Pencarian Aqila masih berlangsung sampai sampai arsenio membuat sebuah iklan di mana jika ada seseorang yang menemukan Aqila akan dia beri imbalan yang sangat menggiurkan dan berita itu sangat booming sehingga sampai di telinga keluarga Aqila .


"ayah lihat apakah Kaka di culik , kenapa dia bisa menghilang?"tanya Kania (adik Aqila) pada ayahnya.


"Ayah tidak tau nak apa kah sebaiknya kita ke rumah tuan untuk menanyakan kebenaran nya."ujar ayah Aqila dengan terbata bata.


"Heh kalian jangan macam macam ya!! hidup kita baru saja tenang kau mau mencari masalah baru lagi hah?"timpal ibu tiri Aqila dengan nada tinggi.


"Tapi Bu..sudah lama aku tidak bertemu dengan kakak aku sangat merindukan nya."ujar Kania dengan menyusut air mata nya.


"Diam kau anak kecil, tidak ada yang boleh berurusan lagi dengan si tuan kejam itu,jika tidak kalian rasakan sendiri akibatnya!!!"ancam ibu tiri Aqila.


Kania hanya bisa menangis dan memeluk ayah nya yang sedang sakit stroke itu,dia berharap agar secepatnya bisa bertemu dengan kakak kesayangan nya Aqila.


********


Roy yang sedang makan di sebuah cafe karena lelah dengan tugas perusahaan nya yang dia handel sendiri karena bos nya arsenio sedang sibuk mencari aqila, melihat seorang gadis cantik yang masuk ke dalam cafe dan itu tidak terasa asing baginya.


Akhirnya Roy memutuskan untuk menghampiri nya.


"Apa kah kita saling kenal?"tanya Roy pada amara.


Amara yang sedang melihat lihat buku menu sontak melihat ke arah sumber suara itu


"Ough Hay aku Amara anak dari tuan Toni."ucap Amara tersenyum manis.


Melihat Amara yang tampak sangat manis membuat hati Roy sangat berdebar.


"Apa aku boleh bergabung?"tanya Roy dengan gugup.


"Silahkan tuan."jawab Amara dengan lembut.


Mereka pun memesan makanan dan minumannya.


"Aku lupa siapa nama mu tuan?"tanya Amara.


"Panggil saja aku Roy kita pernah bertemu saat makan malam itu aku mengingatnya."jawab Roy.


"Ough tuan Roy."ujar Amara.


"Jangan memanggilku dengan sebutan tuan aku jadi merasa sudah sangat tua jika begitu."ucap Roy.


Mendengar itu Amara tertawa hangat.


"Kau sangat lucu ,aku memanggil mu tuan hanya untuk menghargai tapi jika kau tidak mau tidak apa."jawab Amara terkekeh kecil.

__ADS_1


Di tengah obrolan mereka dengan tiba tiba Selina muncul dan mengubah suasana hati Roy menjadi sangat buruk.


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰


__ADS_2