
Tetapi,ketika sampai di luar rumah sakit Roy berpapasan dengan Amara yang sedang melihat nya bersama Selina,Roy tidak sempat mengejar karna Amara langsung berlari masuk ke dalam mobilnya dan berlalu pergi sekarang Roy hanya bisa pasrah untuk sementara waktu.
"Dia cemburu pada ku." ucap Selina dengan bangga yang sudah melihat kejadian itu di tambah sekarang ekspresi muka Roy yang semakin tertekan di buatnya.
"Diam kau sialan." jawab Roy menghempaskan tubuh Selina ke dalam mobil sedikit kasar hingga Selina meringis kesakitan.
*******
Aqila menyelonong masuk kelas itu yang ternyata di dalamnya sudah di mulai kegiatan pembelajaran.
Namun,dosen yang melihat Aqila dan sudah mengetahui jika dia merupakan mahasiswi baru sekaligus calon istri dari seorang yan g berkuasa dengan ramahnya menyapa Aqila dan membiarkan nya masuk untuk memperkenalkan diri pada teman teman barunya,padahal dosen itu terkenal sangat killer dan sangat disiplin.
"Ayo tidak apa apa masuk lah perkenalkan dirimu." ucap dosen itu yang melihat Aqila hanya berdiri mematung di depan pintu karna malu.
Aqila pun menghampiri dosen itu dan meminta maap atas keterlambatannya nya lalu Aqila memperkenalkan diri di hadapan calon teman teman barunya.
"Hay nama ku Aqila aku mahasiswi baru di kampus ini." ucap Aqila.
Seisi kelas itu saling berbisik entah mengapa dan itu membuat Aqila merasa jika ada yang salah pada dirinya.
"Kau bisa duduk di bangku yang kosong." ucap dosen yang kemudian menerus kan sesi pembelajaran.
********
Di sisi lain seorang mafia berdarah suku maganda itu tersenyum puas karna rencananya yang berjalan dengan sangat mulus.
Ya,,,, arkanza lah yang menjadi dalang dari kasus terbakar nya perusahaan arsen company yang kini menjadi perbincangan hangat publik karna menduga duga jika perusahaan yang terkenal itu akan segera bangkrut.
"Ini baru permulaan,aku bahkan belum melakukan pemanasan." ucap arkanza meremas Poto arsenio yang berada pada genggaman tangan nya.
********
"Bos bos....cepat lah kemari." Teriak David yang tidak hanya menarik perhatian arsenio tetapi juga ke tiga kawannya yang lain.
David memperlihatkan sebuah benda kecil yang memiliki gambar seperti lambang khusus ,David langsung memberikan itu pada arsenio karna dia pun baru melihat benda asing itu.
"Apa itu kawan?" tanya Leo.
"Aku pun tidak tau." jawab David sembari memberikan benda itu pada arsenio.
Arsenio merasa tidak asing dengan gambar lambang pada benda kecil itu,tetapi dia yakin jika itu adalah kepunyaan orang yang bukan dari kalangan biasa dan ini membuat arsenio harus lebih berhati hati.
__ADS_1
"Aku akan menyimpan ini,untuk sekarang aku rasa kalian harus fokus untuk menyelidiki dalang di balik semua ini, dan aku akan menunda pernikahan ku , aku tidak ingin jika musuhku malah mengincar Aqila jika dia kelak menjadi istriku." ucap arsenio kepada ke empat sejoli itu.
"Apa kau yakin akan menunda pernikahan mu bos? padahal kami sudah mengerjakan sebagian besar untuk proses acara itu." ucap David pada arsenio.
"Aku yakin ini yang terbaik untuk sementara waktu." jawab arsenio dengan terus memperhatikan benda kecil itu di tangan nya.
Sebenarnya David sudah mempunyai pirasat buruk jika kejadian ini ada sangkut paut nya dengan arka tetapi, David berusaha berpikir positif dan sangat berharap jika apa yang dia pikirkan itu tidak benar sama sekali.
Mendengar perkataan bahwa arsenio menunda pernikahan nya dengan Aqila membuat sesuatu di hati Arka menjadi puas ,di satu sisi Arka juga merasa bersalah telah menjadi kan bos nya di buru oleh musuh yang sama sama hebat.
***********
Di kampus...
Setelah beberapa waktu kemudian akhirnya bel istirahat pun berbunyi tampak ada dua perempuan menghampiri Aqila yang sedang duduk sendirian di mejanya.
"Hay nama ku dela ini sahabat ku Dila,siapa namamu?" tanya dela .
"Aku Aqila." jawab Aqila dengan tersenyum manis.
"Apa kau ingin bergabung? kami akan pergi ke kantin." ucap Dila pada Aqila .
"Benarkah? apa aku bisa bergabung dengan kalian?" tanya Aqila dengan sangat antusias.
Aqila sangat senang sekali,di hari pertamanya dia dengan mudah mendapat kan teman teman yang baik dan sangat Wellcome dengan nya.
Dela dan Dila sudah bersahabat sejak mereka duduk di meja SMA, kemana mana mereka selalu saja berdua hingga semua orang mengira jika mereka adalah saudara kembar.
Mereka terlahir dari keluarga yang serba ada di kampus juga mereka berdua merupakan mahasiswi populer,dan ketika melihat Aqila yang merupakan mahasiswi baru,Dila dan dela langsung bisa melihat jika Aqila berasal dari keluarga yang setara dengan mereka karna barang barang seperti tas dan pakaian yang di kenakan Aqila adalah barang barang branded yang terbatas,padahal Aqila tidak tahu sama sekali mengenai barang barang branded yang di belikan oleh arsenio untuk nya,dia hanya memakai nya dan merasa nyaman dengan barang itu.
Dila dela dan Aqila telah sampai di kantin,ketika mereka tiba semua mata tertuju pada mereka karna baru kali ini mereka melihat kedua kembar Siam itu memiliki member baru yang berarti mereka tahu jika Aqila berasal dari keluarga yang sangat kaya raya karna Dila dan dela di kenal sangat pemilih dalam hal pertamanan bagi mereka,kasta sangat penting untuk menjaga harga diri dan martabat keluarganya.
"Ayo kita duduk di sini saja." ucap dela.
Akhirnya mereka duduk di meja yang tepat bersebelahan dengan meja sekumpulan lelaki yang salah satu diantara mereka adalah Brandon.
Brandon terus menerus melihat Aqila dengan tatapan yang nakal.
"Ough Iyah rumah mu dimana? orang tua mu pemilik perusahaan yang mana kau pasti sangat kaya hingga bisa membeli barang barang limited edition seperti ini." ucap dela sembari mengecek jam tangan yang Aqila pakai,itu merupakan jam tangan yang sangat dia inginnya tetapi orang tuanya melarang dia untuk membelinya karna harganya yang terlalu fantastis.
Pertanyaan itu membuat Aqila merasa tidak nyaman Aqila tampak bingung dengan apa yang harus dia katakan untuk menjawab pertanyaan pertanyaan dari teman baru nya itu.
__ADS_1
"Aduh kau cerewet sekali Del lebih baik kita pesan dulu makanan ya kan ." ucap Dila tidak tahan dengan perut kosongnya.
Akhirnya Aqila merasa lega karna tidak harus menjawab pertanyaan itu, mereka pun memesan makanan di kantin itu.
"Hay girls apa aku boleh bergabung?" tanya Brandon pada Dela dan yang lainnya.
"Tentu." jawab Dila dan dela.
Aqila hanya tertunduk melihat Brandon yang tidak melepaskan tatapan nya pada Aqila.
Tidak begitu lama makanan pun tiba mereka pun tampak menikmati makanan yang sudah di pesan masing masing.
Namun,Aqila baru tersadar jika dia tidak membawa uang sepeserpun.
"Hey kau kenapa melamun begitu?" tanya Dila.
"Ah..aku....aku..." Aqila tampak sangat panik dan gelagapan,dia sangat malu jika harus meminjam uang kepada orang yang baru dia temui meskipun mereka kini sudah berteman.
"Kenapa?" tanya Brandon.
"Aku lupa membawa uang." ucap Aqila dengan jujur karna tidak bisa berbohong.
"Apa kau bercanda?" tanya dela.
Namun kemudian dila melihat black card yang terselip di dalam casing telpon Aqila.
"Kau ingin pamer ya tidak membawa uang tunai tetapi membawa black card begitu?" ucap Dila dengan tersenyum.
"Maksud mu?" tanya Aqila yang memang tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Dila.
"Ohhh ya ampun kau bahkan menyimpan black card yang sangat berharga ini seperti kartu ATM biasa ,aku memang benar benar tidak salah memilih mu sebagai teman, apa kau akan mentraktir semua ayang ada di kantin ini untuk merayakan hari pertamanan kita sayang?" tanya dela dengan mengeluarkan black card yang berada pada casing ponsel Aqila.
"Tentu saja kenapa tidak." ucap Dila.
Aqila hanya terdiam mulutnya seperti terkunci,dia sangat tercengang dengan apa yang di lakukan oleh kedua teman barunya itu.
Brandon hanya tersenyum miring melihat ekspresi wajah Aqila yang syok melihat kelakuan Dila dan dela padanya.
"Seharusnya kau lebih pandai dalam memilih milih teman agar tidak menyusahkan diri mu sendiri." bisik Brandon yang langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Semua orang di kampus di buat heboh Dengan seorang mahasiswi baru yang tak lain adalah Aqila ,Aqila menjadi perbincangan hangat setiap mahasiswa di sana yang di duga duga berasal dari keluarga ternama di kota itu.
__ADS_1
Setelah memasuki kelas kembali,Aqila hanya terdiam,dia takut akan amarah yang akan dia terima karna telah menghabiskan uang dengan jumlah yang tidak sedikit di hari pertamanya masuk kuliah.