
"Aku tidak lapar,aku ingin pulang." ucap Rahel Bersi keras.
"Aku tidak akan membiar kan mu pulang sebelum kau makan buah buahan ini." ucap David yang tidak kalah kekeh nya dari Rahel.
Akhirnya Rahel mengalah pada David dan memakan apel yang sudah di potong kecil kecil oleh nya agar dia bisa dengan cepat Keluar dari ruangan yang sangat tidak nyaman itu.
David tersenyum melihat Rahel yang lahap memakan buah buah an yang dia beli,ada rasa puas di dalam hati David ketika melihat Rahel baik baik saja.
*********
Tuan Toni dan istrinya akhir akhir ini sedang mencemaskan Amara yang terlihat murung dan mogok makan,seharian Amara hanya berasa di kamarnya untuk menghabiskan waktu sendiri an.
Tok..tok..tok...
"Tuan putri kau kenapa sayang,ada masalah apa?" tanya tuan Toni yang berusaha membujuk Amara agar keluar dari kamarnya.
"Makan lah sedikit sayang ibu sangat khawatir dengan kondisi tubuh mu." ucap ibu Amara dengan nada yang cemas.
"Amara baik baik saja ayah, ibu, amara hanya butuh waktu sendiri sebentar saja,tolong biarkan Amara sendiri." ucap Amara dengan suara yang serak karna telah menangis sedari tadi.
*********
Hari sudah menjelang sore,terlihat Aqila yang sudah mempersiapkan diri untuk menemani Arsenio yang akan pergi ke apartemen Roy untuk suatu kepentingan.
"Wahh kau sangat cantik sayang." ucap arsenio sembari memeluk Aqila dari belakang dan melihat pantulan nya di kaca.
Aqila sedikit gugup jika mendapatkan perlakuan hangat seperti itu,namun Aqila sangat pantang untuk memperlihatkan jika dia mulai mempunyai perasaan pada arsenio.
"Apa kita sebaiknya pergi sekarang sayang?" tanya Aqila.
"Iya ,,,aku rasa begitu ayo." ucap arsenio denga. jantung yang berdebar karna Aqila memanggilnya dengan sebutan sayang tanpa perlu di ingatkan atau pun di ancam lagi.
Aqila dan arsenik pun bergegas keluar dari mansion menuju apartemen Roy yang lumayan berjarak jauh dari Mansion nya.
*******
Sedang kan di apartemen,Roy sedang sibuk menyiapkan hidangan yang telah di belinya untuk menyambut bos nya itu,sedangkan Selina yang masih terluka hanya duduk di sopa dan memperhatikan Roy yang sedang sibuk itu.
"Aku akan menyiapkan minuman ." ucap Selina dengan tiba tiba.
__ADS_1
"Tidak usah,biar aku saja kaki kau masih sakit kan."ucap Roy yang melarang Selina mengerjakan apa pun.
Namun Selina tetap bersikeras untuk membantu menyiapkan minuman yang ternyata ,Selina mempunyai niat lain di balik itu semua.
"Tidak papa biar aku saja kau tidak boleh melarang ku." ucap Selina dengan bersi keras.
Akhirnya Roy pun membiarkan Selina membantunya untuk menyiapkan minuman nya.
Ketika Selina sudah membuat empat gelas minuman,Selina memasukan sesuatu ke salah satu minuman diantaranya,dan ternyata itu adalah obat perangsang yang Selina campurkan dalam minuman yang akan di berikan pada Roy, dengan tujuan malam ini Roy akan menyentuhnya karna efek samping yang kuat dari obat itu.
*********
Tidak lama kemudian, arsenio dan aqila sampai di apartemen Roy,keduanya di sambut dengan hangat oleh Roy meskipun begitu,Selina sepertinya tidak terlalu suka akan kehadiran Aqila yang di bawa oleh arsenio itu.
"Selamat datang tuan,sebelum kita membahas sesuatu ayo kita makan malam terlebih dahulu,aku tau kau pasti lapar." ucap Selina.
"Aku hanya ada keperluan dengan Roy bukan dengan mu." ucap arsenio pada selina yang genit.
Mendengar jawaban arsenio yang tegas membuat hati Aqila merasa puas dan senang.
"Ayo lah tuan mari kita makan dulu kasian nona Aqila , dia pasti lapar setelah selesai dari perjalanan yang lumayan jauh tadi." ucap Roy membujuk arsenio agar mereka bisa makan malam bersama dulu.
Mendengar Aqila yang di jadikan alasan oleh Roy, akhirnya arsenio luluh dan akhirnya mau menyantap makan malam yang sudah di sediakan oleh Roy.
"Aku dengar kau baru masuk kuliah ya?" tanya Selina dengan ekspresi wajah yang merendahkan.
"Iya." jawab Aqila dengan singkat sembari terus mengunyah makanannya.
"Aku dengar kau mengambil jurusan desain ya,,,kalo menurut ku si jurusan itu tidak cukup menunjang masa depan,rata rata anak lulusan desain itu menjadi pengangguran setelah selesai kuliah." ucap Selina dengan tersenyum miring.
Roy memberi kode pada selina agar dia diam,tetapi Selina terus saja mengoceh tanpa berhenti,sedangkan Roy tampak membiarkan Selina karna ingin mengetahui apa tindakan yang Aqila akan lakukan untuk menghadapi hinaan halus dari Selina.
"Apa kau lupa nona baju yang kau pakai itu di rancang oleh siapa? apakah di rancang oleh wanita karir? tentu saja bukan ,karna dia tidak punya keahlian itu,lagi pula dalam hidup ku ini aku tidak pernah tidak mempunyai suatu pekerjaan hingga aku memperhatikan orang lain terlalu dalam seperti kau memperhatikan ku." ucap Aqila dengan santai.
Roy terkagum dengan keberanian Aqila yang terang terang an membalas Selina dan membalikan keadaan secara cepat hingga sekarang,Selina tidak mampu berkata apa pun,hanya wajah nya yang merah yang dapat menggambar kan betapa kesal nya dia sekarang.
Mendengar itu arsenio mengelus kepala Aqila di depan Selina dan Roy,dan itu membuat hati Selina bertambah kesal.
"Aku akan mengambil minum." ucap Selina bergegas ke belakang.
__ADS_1
Roy hanya menahan tawa nya karna baru pertama kali melihat Selina yang di permalukan.
*******
"Dasar gadis kampung!! dia pikir dia siapa bisa bicara padaku seenak jidatnya awas saja kau aku akan membalas mu." ucap Selina sembari mengambil minuman yang telah di buat nya itu.
Tetapi,Karna keadaan Selina yang sedang dilanda amarah menyebabkan Selina lupa yang mana minuman yang sudah di berikan obat perangsang itu,dan ketika dia hendak kembali lagi untuk membuat ulang minuman,tiba tiba arsenio mengambil salah satu minuman itu dan meneguk nya hingga habis karna tersedak.
"Kau mau kemana lagi, ayo duduk simpan minuman nya di sini." ucap Roy pada selina.
Selina berharap dalam hatinya agar minuman yang di minum oleh arsenio bukan lah minuman yang telah tercampur dengan obat.
Makan malam telah usai,namun setelah beberapa saat arsenio meminum minuman itu,dia merasa ada yang berbeda dalam tubuh nya, arsenio merasakan jika sekujur tubuh nya mulai terasa panas,dan bagian bawah tubuh nya mulai memberontak dan mengeras
"Bos,ayo bukan kah kita akan membahas sesuatu yang penting?" ucap Roy.
Namun kini arsenio sudah mulai hilang konsentrasi nya hingga dia memutuskan untuk menunda hal yang akan di bicarakan nya dengan roy.
"Aku lupa aku harus pergi."ucap arsenio dengan tiba tiba .
"Tapi bos.."
tidak sempat Roy berbicara arsenio dengan segera menarik tangan Aqila dan membawanya pergi dari apartemen itu. Selina yang curiga jika arsenio meminum minuman yang dia buat khusus oleh Roy hanya terdiam tanpa berkata apa pun.
********
DI DALAM MOBIL....
"Tuan kita akan kemana?" tanya Aqila yang sedari tadi memperhatikan arsenio yang tampak berbeda.
Arsenio tidak menjawab pertanyaan yang Aqila tanyakan,hingga mobil mereka terparkir di sebuah hotel yang bertuliskan nama arsenio barram,dan ya,,,itu memang hotel milik arsenio,tanpa berlama lama,arsenio menarik tangan Aqila menuju ke ruangan paling atas di hotel itu.
Di sepanjang jalan Aqila selalu bertanya pada arsenio kemana dia akan membawanya pergi,namun arsenio tetap tidak menjawab nya hingga muncul perasaan tidak enak pada hati Aqila.
"Ayo cepatlah masuk." ucap arsenio mendorong Aqila masuk ke dalam sebuah kamar mewah di hotel itu lalu segera mengunci pintu nya.
"Tuan kau kenapa?" ucap aqila yang sudah merasa ketakutan.
Arsenio perlahan telah kehilangan kesadaran nya,kini hanya hasrat yang menggebu yang ada di dalam dirinya, mata arsenio perlahan telah berangsur menjadi merah layaknya orang yang sedang mabuk,suaranya menjadi berat dan apa yang nada dari setiap perkataan nya berubah menjadi sedikit kasar.
__ADS_1
"Aku sudah tidak sabar untuk menikmati tubuh mu sayang,,,,," ucap arsenio sembari membuka satu persatu pakaian di tubuh nya.
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰