TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
PERTEMPURAN 1(903kata)


__ADS_3

HAY AUTHOR MAU BAGI BAGI HADIAH TEPAT SETELAH NOVEL INI MENCAPAI 100 EPISODE , CARANYA GAMPANG KOK TINGGAL LIKE DAN KOMEN SEBANYAK BANYAK NYA DAN JANGAN LUPA CANTUMKAN NOMOR PONSEL KALIAN YA .....SEMOGA BERUNTUNG 🥰🥰.


**********


Hallo sayang, tidak apa apa aku hanya mengkhawatirkan mu, apa kau baik baik saja? bagaimana dengan Aqila?" tanya Amara dengan penasaran.


"Aku kan menceritakan nya padamu dengan lengkap setelah kita bertemu, saat ini ada sangat banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan di perusahaan, aku harus cepat menghandle nya karna tidak ada yang membantuku." jelas Roy.


"Apa butuh bantuan ku? pulang dari kampus aku akan langsung ke perusahaan tempat mu bekerja sayang." ucap Amara.


"Ah..tidak usah kau pasti lelah setelah pulang dari kampus, aku bisa mengatasinya, setelah ini selesai aku akan mengabari mu." ucap Roy.


"Baik lah sayang aku akan menunggumu." ucap Amara menutup telponnya.


********


Entah mengapa Roy merasa ada yang kurang setelah Selina tidak lagi bekerja bersama sama dengan nya, terkadang Roy merindukan keusilan Selina yang selalu membuat nya jengkel hingga mengeluarkan amarah nya pada nya.


Namun Selina tidak pernah kapok untuk terus menggoda nya, membuat Roy merasa jengkel pada nya seperti sudah menjadi hobi bagi selina.


********


DI BASECAMP BAWAH TANAH.


Hari sudah mulai menggelap....


Dari tadi Arka terlihat sangat tidak tenang, rasa nya Arka mempunyai firasat buruk akan segera terjadi.

__ADS_1


"Aku tidak akan menganggap mu sahabat lagi jika kau sesekali berani mempunyai niat buruk pada bos." ucap Lion pada Arka yang terlihat gelisah.


"Aku bahkan rela menyerahkan hidup ku pada bos untuk menebus semua dosa yang telah aku lakukan."balas Arka dengan menatap ke arah lion.


"Sudah lah lupakan saja, kau beruntung karna Aqila menghentikan bos untuk mengambil nyawa mu tadi, jika tidak sekarang kau sedang di makan oleh buaya yang sedang kelaparan." jelas David.


"Apa kau tau apa yang akan di rencanakan oleh arkanza untuk menghancurkan bos?" tanya Leo.


"Itu dia, arkanza hanya bilang dia sudah merencanakan suatu hal untuk menghancurkan bos dengan tangannya sendiri, bodoh nya aku..." Arka tiba tiba menggantungkan ucapannya.


"Apa?" tanya mereka dengan penasaran.


"Seperti nya dia akan menghancurkan basecamp pasukan A, aku memberitahunya jika itu merupakan para prajurit bos yang paling lemah ,lalu dia mengatakan akan menyerang dari bagian mudah hingga habis pada intinya." ucap Arka sembari mengingat ingat apa saja yang di ucapkan oleh arkanza.


Tiba tiba bel darurat berbunyi, hal itu menandakan ada serangan musuh secara tiba tiba, dengan cekatan para anak buah arsenio berkumpul di luar mansion dan bersiaga.


Arsenio yang mendengar bel peringatan itu juga segera bergegas ke luar mansion dan menitip pesan pada Aqila agar jangan keluar dari kamar apa pun kondisinya.


"Sayang, dengar kau harus tetap diam disini, apa pun kondisinya di luar nanti kau harus tetap di sini apa kau mengerti?" tanya arsenio dengan wajah yang waspada.


Aqila Seketika merasa panik, apa lagi dalam keadaan hamil seperti ini dia sangat takut jika nantinya suatu hal buruk terjadi pada arsenio.


Namun tidak ada waktu untuk arsenio bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi pada Aqila, hingga dengan buru buru arsenio langsung bergegas keluar mansion dengan meninggalkan Aqila sendirian di kamar itu.


"Segera aktif kan earpiece kalian!!" ucap arsenio dengan suara lantang.


earpiece adalah sebuah alat komunikasi kecil yang di gunakan oleh seluruh prajurit inti arsenio agar memudahkan mereka untuk berkomunikasi.

__ADS_1


Para pelayan begitu juga dengan bi Marni yang sudah lama bekerja dengan arsenio mengetahui jika sekarang situasi sedang tidak aman dan jika sudah seperti ini mereka hanya di perintahkan untuk mengunci semua bagian pintu masuk mau pun celah lain seperti jendela untuk berjaga jaga.


"Bos... basecamp pasukan A di serang dan kami sangat kewalahan, jumlah musuh sangat banyak." suara serak itu terdengar jelas pada alat komunikasi kecil yang terpasang pada semua prajurit inti, di sana juga terdengar banyak suara tembakan yang sangat ricuh.


Tanpa berlama lama dengan sigap arsenio mengatur strategi dengan mengirimkan sebagian anak buah nya ke basecamp yang di serang oleh musuh sedangkan sebagian lagi akan bersiaga menjaga di luaran mansion.


"David , Arka kalian pimpin mereka untuk pergi kesana ." ucap arsenio yang belum sadar jika Arka baru saja dia hukum dan saat ini keadaan nya belum pulih.


"Tapi bos, Arka..." ucap Lion yang terpotong oleh suara di belakang nya.


"Aku akan ikut bos, aku mohon biarkan aku ikut ini sangat darurat ." ucap Arka dengan jalan nya yang masih terpapah papah dan wajah yang masih hancur.


Saat ini Arsenio memang sangat membutuhkan Arka, ini merupakan serangan pertama yang membuat prajurit nya kewalahan dan banyak yang telah tewas di sana , mau tidak mau akhirnya arsenio mengijinkan Arka untuk mengikuti peperangan ini.


"Apa kau kuat?" tanya arsenio dengan tidak yakin


karna melihat kondisi Arka yang sudah sangat lemah.


"Aku tidak apa apa bos." jawab Arka dengan tegap.


Akhirnya arsenio Arka dan David beserta anak buahnya yang telah siap untuk bertempur segera bergegas menuju tempat kejadian.


Arsenio Arka dan David menggunakan helikopter sedangkan sebagian anak buah nya menggunakan mobil dan motor besar yang telah di modifikasi lengkap dengan senjata yang mereka bawa.


Di sisi lain Leo dan lion mengawasi di sekitar mansion dengan memimpin prajurit yang berjaga di sana sembari menunggu aba aba yang nantinya akan di berikan oleh arsenio.


***********

__ADS_1


Melihat para anak buah arsenio tumbang di tangan nya arkanza menjadi sangat puas, meskipun masih banyak sebagian besar lagi yang belum dia kalah kan tetapi ini merupakan tahap awal yang sangat baik untuk melancarkan rencana selanjutnya.


"Bersiaplah arsenio, kau akan hancur di tangan ku." ucap arkanza dengan tersenyum licik.


__ADS_2