
DI RESTORAN MEWAH....
Piling arsenio sangat kuat, dari tadi dia merasa kan seperti ada yang memperhatikan dirinya bersama Aqila hingga itu membuatnya sedikit risih,bukan nya apa apa arsenio tidak takut sama sekali dengan para musuh nya hanya saja saat ini dia sedang bersama dengan Aqila dan Arsenio tidak mau jika Aqila terluka karna hal hal yang tidak di ingin kan.
"Cepat lah habis kan kita harus pulang sekarang juga." ucap arsenio pada Aqila yang masih lahap menyantap makanan nya.
" tapi kenapa ?" tanya Aqila dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Ada seseorang yang sedang mengintai kita." bisik arsenio di telinga Aqila.
Mendengar itu membuat Aqila seketika merasa takut,hingga dia dengan buru buru menyelesaikan memakan makanannya.
**************
David memutuskan untuk pulang ke mansion saat itu juga,meskipun dokter dan perawat di sana sudah melarang karna melihat keadaan David yang masih terlihat pucat namun David sangat keras kepala hingga tidak ada satu pun yang bisa melarang nya.
"Kau mau kemana buru buru begitu kata dokter kau masih sakit." ucap Rahel yang berusaha menghentikan David yang bersi keras untuk pergi.
"Aku ada urusan penting maapkan aku, aku akan menemui mu lagi." ucap David sambil bergegas meninggalkan Rahel dan Sindi di rumah sakit itu.
"Dia pria yang sangat aneh ."ucap Sindi sembari melihat kepergian David.
***********
"Siapa yang memata matai kita sayang?" tanya Aqila dengan mengikuti langkah cepat arsenio.
"Aku juga tidak tau , tapi lebih baik kita kembali saja ke mansion." balas arsenio dengan langkah nya yang cepat.
Arkanza yang melihat arsenio pergi dengan tergesa gesa seperti itu hanya tersenyum miring.
__ADS_1
"Piling nya sangat kuat, aku suka lawan yang sepadan." ucap arkanza dengan masih berduduk santai di restoran itu.
**********
DI KEDIAMAN TUAN TONI...
Amara yang dari tadi sudah pulang dari kampusnya diantar kan oleh Brandon kini sedang mempersiapkan gaun yang akan dia kenakan untuk bertemu dengan seorang pria pujaan hatinya yang tidak lain adalah Roy, karna dia telah menjanjikan untuk menemuinya besok.
Hal itu membuat mood Amara membaik dan dia sangat antusias mempersiapkan diri nya dari sekarang untuk acara besok.
*********
Berbeda dengan Amara, kini Roy sedang memindahkan tubuh Selina yang tertidur sehabis menonton film bersama Roy, melihat Selina yang tertidur dengan sangat pulas membuat Roy tidak tega untuk membangunnya.
"Ah sudah lah biar aku yang angkat saja." ucap roy dalam hatinya.
*********
Arsenio pun menggandeng tangan Aqila dan memasuki mansion bersama sama layaknya sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara.
"Apa saja yang kalian sudah siap kan?" tanya arsenio pada lion dan Leo yang tampak sedang sibuk mencicipi catering untuk acara pernikahan bos nya yang akan di selenggarakan dua hari lagi.
"Tenang saja bos kami sudah menyiapkan hampir dari 70% persiapan, kami sangat lelah karna selain Arka yang tidak ada, si kampret David juga tidak kelihatan dari sehabis pulang di perusahaan." keluh Lion pada arsenio.
"Kemana dia?" tanya arsenio.
"Aku di sini bos." teriak David dengan tiba tiba yang baru datang di mansion itu.
Aqila sangat terheran melihat penampilan David yang sedikit kacau dari biasa nya.
__ADS_1
"Dia kenapa nya." tanya Aqila dalam hatinya.
"Huuu kau dari mana saja sialan ,kami kewalahan dengan pekerjaan yang sangat banyak ini, kau malah enak enak kan pergi begitu saja." ucap Leo pada David.
David hanya menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal karna merasa tidak enak,di rumah sakit tadi David langsung tersadar jika bos nya telah memberikan mereka tugas yang sangat penting yaitu menyiapkan acara pernikahan nya tetapi David yang baru saja sadar kan diri membuat otak nya sedikit lelah hingga dia baru ingat beberapa saat setelahnya dan itu lah yang menyebabkan David buru buru pergi ke mansion,tentu nya karna takut terkena amukan arsenio di tambah lagi dia sangat takut jika gaji nya di potong oleh bos nya itu.
"Maap, aku habis di rumah sakit apa kalian tidak lihat ini." ucap David dengan memberi lihat luka yang sudah di balut dengan perban kepada orang orang yang ada di sana.
"Ya ampun den kau kenapa." ucap bi Marni dengan khawatir.
"iya kau kenapa?" tanya arsenio.
"Aku tadi sudah menghajar preman preman yang menggangu warga bos, tapi sayang aku terkena luka sayatan ini." jawab David.
"Ahhh kau payah masa sama preman kalah." ujar lion.
"Mereka ber tiga dan membawa senjata tajam bodoh." ucap David.
"Lalu kenapa kau sangat lama untuk kembali ke mansion?" tanya arsenio.
David pun dengan malu malu menjawab pertanyaan arsenio itu.
"Aku pingsan karna banyak mengeluarkan darah bos hehe." jawab David dengan jujur.
"ppfftttt..." Aqila menahan tawanya karna takut jika David mempunyai dendam padanya,
Tidak seperti yang lain nya yang dengan puas menertawakan David yang baru saja pingsan karna para preman,,,,,,
"Sangat konyol." ucap arsenio dengan tersenyum.
__ADS_1