TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
BERKORBAN(1094kata)


__ADS_3

Aqila yang melihat itu berusaha membekap mulut nya agar tidak mengeluarkan suara, melihat kondisi Arka yang menderita seperti itu membuat hati Aqila sakit karna bagaimanapun Arka pernah berbuat baik pada nya.


"Bahkan nyawa mu tak sebanding dengan pengkhianatan yang telah kau lakukan itu bajingan!!" ucap arsenio dengan mengangkat pistol yang ada di tangan nya.


Kini suasana tegang melekat di ruang gelap dan lembab itu, Arka sudah pasrah dengan semuanya dan hanya bisa menerima hukuman nya dengan Ikhlas.


**********


Tepat di saat arsenio akan mengeluarkan beberapa peluru pada pistolnya, Aqila tiba tiba keluar dari persembunyian nya dan memohon pada arsenio untuk tidak membunuh Arka.


"Berhenti!!" teriak Aqila sembari berlari ke arah arsenio.


"Tolong jangan membunuhnya,kasihani lah dia." lanjut Aqila sembari menangis.


"Kenapa kau disini?" tanya arsenio dengan terkejut.


Aqila sempat takut ketika melihat tatapan arsenio yang tajam padanya, di sana Aqila benar benar berpikir untuk mencari alasan bagaimana cara menghentikan arsenio.


"Aku mengikuti mu karna aku penasaran dengan apa yang akan terjadi padanya." ucap aqila


"Aku takut jika kau akan membunuhnya dan ternyata itu benar."lanjutnya dengan raut wajah panik.


"Apa kau menyukainya hingga menghentikan ku untuk membunuhnya setelah dia akan mencelakai mu hmm?" tanya arsenio dengan nada menekan.


"Bukan seperti itu, apa kau lupa jika aku sedang mengandung, apakah baik jika kau membunuh orang saat aku sedang mengandung anak mu?" ucap Aqila mulai memainkan dramanya.


Arsenio terdiam sejenak, sedangkan yang lainnya terkejut mendengar pernyataan Aqila yang mengatakan jika dirinya sedang mengandung.


Tetapi tetap saja Arka lah yang paling terkejut mendengar kabar itu, perasaan bersalahnya kian membesar setelah mengetahui keadaan Aqila yang sedang hamil.


"Lalu kau ingin menghukumnya seperti apa sayang?" tanya arsenio dengan nada yang berubah menjadi lembut setelah teringat jika Aqila sedang mengandung anak nya.

__ADS_1


"Aku...intinya aku tidak mau jika kau membunuh seseorang siapapun itu, aku takut jika itu akan berdampak pada anak di dalam perut ku ini." ucap Aqila dengan mengelus perut nya.


Tiba tiba di tengah pembicaraan itu Arka menyela dengan mengatakan sesuatu kabar buruk pada arsenio.


"Bos, aku akan memberi tahu mu sesuatu yang aku sembunyikan." ucap Arka dengan wajah yang serius.


"Katakan." jawab arsenio dengan nada yang dingin.


Arka mulai menceritakan semua yang telah dia lakukan hingga dia berurusan dengan mafia bernama arkanza dimana dia merupakan salah satu mafia yang berpengaruh dan mempunyai kekuasaan yang begitu besar.


Namun, tanpa terduga arsenio dengan tenang mengatakan...


"Sayang nya kau sedikit terlambat untuk berkata jujur pada ku." ucap arsenio.


"Apa..apa maksud mu kau telah mengetahui semuanya?" tanya Arka dengan wajah terkejut nya.


"Aku baru saja mengetahui hal itu dari mata mata pribadiku yang aku suruh untuk mencari tau siapa dalang yang melindungi hingga aksi bejat mu berjalan begitu lancar ." ucap arsenio dengan tersenyum sinis.


"Lalu aku menemukan orang itu dengan informasi lain yang begitu memukul telak kekecewaan ku." ucap arsenio dengan hati yang sakit yang ia sembunyikan.


"Aku akan mengakui perbuatan ku pada nya bos, sudah seharusnya aku menyerahkan nyawa ku untuk menebus dosa ku yang begitu besar." ucap Arka dengan menundukkan kepalanya.


"Kau....sialan kau berani beraninya ingin membuat bos celaka dengan perbuatan mu sendiri Arka!!" teriak David yang tidak habis pikir dengan tingkah laku yang telah Arka lakukan.


Sedangkan yang lain nya hanya bisa menggeleng geleng kan kepala nya.


"Semua itu tidak akan berguna ,kau pikir arkanza adalah mafia yang bodoh hingga langsung percaya dengan semua ucapan dan bukti yang kau berikan ?" tanya arsenio dengan raut wajah yang serius.


Arka dan yang lain nya semakin di buat bingung dengan apa yang arsenio katakan.


"Dia mengetahui jika kau adalah pembohong tetapi dia berpura pura mempercayai mu agar dia bisa mengetahui informasi yang dia inginkan mengenai diri ku, kau tau untuk apa dia melakukan nya?" tanya arsenio dengan mengangkat salah satu alis nya.

__ADS_1


"Karna jika nyawaku berhasil di renggut oleh nya maka perkumpulan mafia besar yang saat ini aku pegang akan beralih tangan pada nya bodoh." jelas arsenio dengan mengepalkan tangannya berusaha mengontrol emosinya karna ada Aqila di sana.


Memang saat ini arsenio menjadi ketua pemegang perkumpulan para mafia mafia yang ada di kota itu,sebut saja namanya ANJAYA GROUP, setiap setahun sekali para mafia akan berkumpul untuk membahas perkembangan bisnis gelap mereka yang tentunya di lindungi oleh pemerintah karna kekuasaan nya yang menandingi, dari awal arsenio sudah menduga jika arkanza tidak menyukai dirinya sebagai ketua dan pemegang perkumpulan besar itu, karna dulu arkanza merupakan saingan terberat arsenio pada saat pemilihan ketua group para mafia itu selain sama sama muda mereka juga mempunyai jaringan luas dalam dunia bisnis gelapnya namun, yang terpilih adalah arsenio hingga menyebabkan arkanza sempat tidak menerima kekalahan nya secara terang terang an dan menyimpan rasa dendam nya untuk arsenio untuk meluapkan nya suatu saat nanti.


Arka begitu tercengang mendengar hal itu, dan dia berjanji akan melakukan apa pun bahkan mempertaruhkan nyawanya demi melindungi arsenio dan yang lainnya.


Tanpa sepatah katapun arsenio langsung pergi dari tempat itu dengan membawa Aqila bersamanya, David dan yang lainnya akhirnya membawa Arka ke basecamp bawah tanah untuk kembali merawat luka nya yang kian terlihat semakin parah.


*********


Roy segera menuju perusahaan untuk menghandle semua pekerjaan yang telah tertunda, semenjak Selina tidak ada Roy menjadi kewalahan karna tidak ada yang bisa membantunya se gesit Selina.


Saat sampai di perusahaan Roy langsung melihat berkas berkas perusahaan yang sudah menumpuk,saat hendak membereskannya tiba tiba ponselnya bergetar dan saat Roy mengecek nya ternyata itu panggilan masuk dari Amara.


Terlihat banyak pesan dan panggilan dari nya yang banyak dan tidak sempat terjawab, Roy pun segera menelepon balik Amara untuk meminta maap padanya.


PERCAKAPAN TELEPON..


"Hallo Amara, maap kan aku baru sempat mengabari mu." ucap Roy ketika panggilan telah tersambung.


Hati Amara sedikit tenang setelah mendengar suara kekasihnya itu yang berarti jika Roy sudah baik baik saja.


"Hallo sayang, tidak apa apa aku hanya mengkhawatirkan mu, apa kau baik baik saja? bagaimana dengan Aqila?" tanya Amara dengan penasaran.


"Aku kan menceritakan nya padamu dengan lengkap setelah kita bertemu, saat ini ada sangat banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan di perusahaan, aku harus cepat menghandle nya karna tidak ada yang membantuku." jelas Roy.


"Apa butuh bantuan ku? pulang dari kampus aku akan langsung keperusahaan tempat mu bekerja sayang." ucap Amara.


"Ah..tidak usah kau pasti lelah setelah pulang dari kampus, aku bisa mengatasinya, setelah ini selesai aku akan mengabari mu." ucap Roy.


"Baik lah sayang aku akan menunggumu." ucap Amara menutup telponnya

__ADS_1


*********


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰


__ADS_2