
Mereka pun memasuki gedung itu untuk mengecek persiapan nya.
Baik Arka David lion mau pun Leo mempunyai tugas nya masing masing di gedung itu, mereka pun berpencar saat sudah sampai di dalam gedung untuk mengerjakan tugasnya masing masing.
**************
Keempat sejoli itu mulai menyebar ke seluruh sudut gedung pernikahan, di sepanjang perjalanan Arka menyusuri gedung itu, dia menyempatkan untuk memotret setiap detail gedung itu lalu mengirimkan Poto Poto itu pada satu kontak di handphone nya.
"Aku akan segera mendapatkan mu sayang." gerutu Arka di dalam hati nya.
************
DI APARTEMEN ROY.....
Telpon Selina berdering, dia mendapatkan panggilan dari ayah nya dengan segera Selina pun menjawab panggilan itu.
"Hallo ayah." ucap Selina di telpon.
"Putri ku kapan kau pulang ,ayah sangat khawatir."ucap boren yang ingin segera bertemu dengan putrinya Selina.
"Hari ini aku akan pulang ayah, ayah tidak usah khawatir, maap ya sudah membuat mu cemas, aku sayang ayah muach."jawab Selina yang merasa senang mempunyai ayah yang sangat mencintai dan menyayangi nya.
"Baik lah nak apa perlu ayah jemput?" tanya boren.
"Tidak usah ayah aku akan di antar oleh teman ku." jawab Selina.
"Yasudah hati hati ayah menunggumu sayang."ucap boren di telpon.
"Baik ayah." jawab Selina dengan mematikan telponnya.
Dari tadi Selina menunggu kedatangan Roy yang katanya pergi sebentar karna ada urusan di perusahaan namun sampai hari menuju sore pun roy belum juga kembali ke apartemen nya.
Akhirnya Selina memutuskan untuk menelpon roy untuk mengetahui kabar nya.
**********
__ADS_1
DI DALAM MOBIL......
Mobil Roy sudah terparkir tepat di depan rumah Amara.
"Terimakasih sayang untuk hari ini." ucap Amara pada Roy.
"sayang?" ucap Roy dengan wajah bingung.
"Kita kan sudah resmi berpacaran jadi jangan panggil nama lagi ya mulai sekarang kita akan memanggil satu sama lain dengan panggilan sayang." jelas Amara.
"Ough,,ya tentu saja sayang." jawab Roy dengan jantung yang berdebar.
Amara pun keluar dari mobil Roy ,dan melambaikan tangan nya pada Roy yang akan pulang meninggalkan Amara.
Setelah mobil Roy menjauh Amara pun masuk ke dalam rumah nya dengan wajah yang tersenyum di sepanjang langkah nya.
Tepat setelah itu, di dalam mobil Roy mengecek ponselnya dan terdapat beberapa panggilan tak terjawab dari Selina.
Roy pun menambah kecepatan mobil nya Agar cepat sampai di apartemen untuk menemui Selina.
************
Tampak Aqila sudah menyiapkan dirinya untuk pergi ke suatu tempat yang arsenio katakan.
"Aku sudah siap." ucap Aqila pada arsenio.
"Kau sangat cantik sayang." balas arsenio dengan mengecup kening Aqila dan mengelus perutnya.
Aqila merasa heran dengan apa yang di lakukan arsenio nya yang memperlakukan nya seperti pada orang orang hamil pada umum nya.
"Apa orang tua mu akan setuju jika kau menikahi seorang gadis miskin seperti ku?" tanya Aqila yang merasa minder dengan kekayaan arsenio.
"Orang tua ku pasti sangat senang sayang, karna mu aku menemukan kembali kebahagiaan yang lama menghilang , mereka akan menyukai mu karna kau cantik dan Sangat baik." puji arsenio pada Aqila.
Mendengar itu membuat Aqila sedikit menjadi lega dan tidak terlalu grogi, akhirnya arsenio membawa Aqila dengan menyetir mobil nya sendiri kali ini arsenio pergi dengan di kawal beberapa pengawal tingkat elit nya, dia tidak ingin jika terjadi hal hal yang tidak dia inginkan karna dari awal entah mengapa arsenio mempunyai firasat buruk mengenai acara pernikahan nya itu.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan Aqila hanya memperhatikan wajah arsenio dengan sangat dalam, Aqila rasanya baru menyadari jika arsenio benar benar memiliki wajah yang sangat tampan dan auranya yang sangat berwibawa.
"Aku tau aku sangat tampan sayang." ujar Arsenio yang menyadari jika dia dari tadi di perhatikan oleh Aqila.
Mendengar itu membuat Aqila buru buru memalingkan tatapannya karena merasa sangat malu dengan arsenio.
Arsenio hanya tersenyum lucu melihat ekspresi Aqila dengan pipinya yang merah karna malu telah terciduk sedang memperhatikan dirinya.
Beberapa waktu kemudian, mobil arsenio terparkir di sebuah tanah wakaf di sana terdapat dua makam yang tidak lain adalah makam kedua orang tuanya.
Aqila yang masih belum mengerti mengapa arsenio membawa nya ke tempat ini hanya clingak clinguk karna mengira jika di sana terdapat rumah yang di tinggali kedua orang tua arsenio.
"Ayo kita keluar." ucap arsenio.
Arsenio pun membuka kan pintu mobil untuk Aqila dan menggandeng tangan nya menuju ke dua makam tersebut.
Aqila yang membaca nama baru nisan kedua makam itu seketika mengerti jika orang tua arsenio telah tiada sejak lama.
Arsenio terduduk di samping makam itu dengan tatapan wajah yang sendu,terlihat kesedihan yang mendalam dalam tatapan nya itu.
Aqila mengerti perasaan arsenio saat ini karna Aqila juga pernah merasakan orang yang sangat dia cintai yaitu ibunya.
"Jangan sedih sayang, orang tua mu pasti sudah bahagia di sana, jika melihat anak nya murung seperti ini nanti mereka ikut bersedih." ucap Aqila dengan mengelus pundak arsenio dan berusaha menghibur nya.
Arsenio menarik napas nya dan menatap wajah Aqila dengan tersenyum.
"Mah,,,pah,,,ini calon istriku dia cantik bukan , meskipun aku pernah menyakiti nya namun saat ini aku berjanji akan selalu melindungi nya dengan segenap jiwaku." ucap arsenio dengan memandang dalam wajah Aqila.
Mendengar ucapan itu membuat Aqila sangat tersentuh, lambat Laun perasaannya pada arsenio semakin tumbuh dan menjadi kasih sayang yang sangat tulus tanpa adanya paksaan.
Arsenio pun membenamkan kepala Aqila pada dada bidang nya, begitupun dengan Aqila yang merasa nyaman menyandarkan kepalanya di dada bidang arsenio.
Namun, kenyamanan itu tidak lah bertahan lama, ketika arsenio dan Aqila sedang terlarut ke dalam pikirannya masing masing dengan tiba tiba terdengar suara tembakan dan peluru yang meleset tepat di depan mata Meraka , seketika kondisi di sana menjadi sangat tidak kondusif.
Para pengawal pribadi arsenio dengan sigap membentuk formasi untuk melindungi tuan nya itu dan terjadilah aksi saling tembak menembak di sana yang terjadi dengan sangat ricuh.
__ADS_1
"Jangan sampai mengenai wanita itu." ucap seorang pria yang memperhatikan kejadian itu dari jarak jauh.