TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
GEJALA DEPRESI


__ADS_3

"Kau kenapa?" tanya arsenio memegang pundak Aqila.


"Kenapa teman teman mu sangat jahat." ucap Aqila sambil menangis dengan terisak Isak.


"Siapa yang kau sebut jahat?" tanya arsenio.


"Roy,,." jawab Aqila.


"Kau menangis gara gara Roy dan Selina?" tanya arsenio tidak percaya.


"Aku sangat sakit hati mendengar nya tuan" ucap Aqila dengan terbata bata.


Arsenio sangat bingung melihat tingkah Aqila yang seketika berubah menjadi sensitif seperti layaknya ibu ibu yang sedang mengandung.


************


Akhirnya arsenio memutuskan untuk membiarkan Aqila sendiri terlebih dahulu agar dia bisa menenangkan diri dan pikirannya.


"Nona kenapa tuan?"tanya bi Marni dengan muka yang cemas.


"Aku tidak tau bi,dia sedikit aneh." jawab arsenio.


"Memangnya kenapa?" tanya bi Marni kembali.


Arsenio pun menceritakan semua kejadian yang terjadi saat mereka makan bersama.


"Apa jangan jangan non hamil tuan?" ucap bi Marni dengan gembira.


"Apa? hamil? tidak mungkin bi." ucap arsenio sedikit panik karna dia belum pernah menyentuh Aqil sekali pun dan jika benar Aqila hamil siapa yang telah merenggut keperawanannya.


"Tuan bisa cek saja untuk memastikan." ucap bi Marni memberi saran pada arsenio.


"Baiklah." ucap arsenio dengan dingin.


*********


Arkanza tampak sedang bersantai di atas balkon apartemen dengan menyeruput secangkir kopi.


"tuan ini Poto perempuan yang akan di nikahi oleh arsenio, sesuai dengan yang kau inginkan." ucap salah satu anak buah arkanza.


Arkanza pun mengambil selembar Poto itu dari tangan anak buahnya,dia menatap dengan dalam wajah Aqila yang berada pada Poto itu.


"Manis ." ucap arkanza sembari tersenyum miring.

__ADS_1


"Lalu tuan apa yang akan kita lakukan untuk menghancurkan acara pernikahan nya." tanya anak buah arkanza.


"Aku tidak perduli dengan acara itu yang pasti nyawa di balas dengan nyawa aku akan menghabisi orang orang terdekat nya dahulu agar dia tau rasanya kehilangan orang yang sangat dia lindungi." ucap arkanza dengan tatapan mengerikan.


********


Sore hari Amara baru selesai berkutik dengan tugas tugas kuliahnya,dia terdiam sejenak dan entah mengapa rasanya Amara merindukan sosok Roy yang selalu berbaik hati dan perhatian padanya.


"Apa aku telpon saja ya." ucap Amara yang berniat untuk menelpon roy.


Akhirnya Amara memberanikan diri untuk menelpon Roy terlebih dahulu.


Sementara itu,Roy yang baru saja pulang dari mansion arsenio baru saja merebahkan tubuh nya di apartemen nya,dia mendapati handphone nya yang terus menerus bergetar.


"Siapa si aku baru merebahkan badan ku padahal."ucap Roy dengan kesal.


Tetapi, setelah melihat bahwa panggilan itu dari Amara Seketika mengubah mood Roy yang tadi nya kesal menjadi sangat senang dan bahagia, Roy pun mengangkat panggilan itu dengan sedikit gugup.


"Hallo." terdengar suara lembut Amara di telpon yang membuat jantung Roy berdebar.


"Hallo Amara apa ada yang bisa aku bantu?" ucap Roy.


Roy memang belum banyak pengalaman dengan wanita sehingga dia sedikit formal dan tidak bisa merangkai kata kata seperti pria lain nya.


Roy sangat bingung harus berbicara apa hingga roy hanya diam saja di telpon.


"Roy apa aku mengganggu mu,kenapa kau diam saja?" tanya Amara.


"Ah tidak kau sama sekali tidak menggangu ku bahkan aku senang jika kau menelpon ku lebih dulu, euh maksud ku...." Roy sangat gugup dan tidak bisa mengontrol apa yang dia ucapkan.


Amara terkekeh kecil mendengar suara Roy di telpon yang sangat gugup,rasanya itu sangat lah lucu bagi Amara.


"Aku ingin mengajak mu makan malam apa kau tidak punya jadwal malam ini?" tanya Amara pada Roy.


"Tidak...tidak ada aku akan menjemput mu nanti malam ."jawab Roy dengan sangat antusias.


"Baik lah ,aku tutup dulu telpon nya ya Roy."


Amara pun menutup telponnya dan meninggalkan Roy yang sedang kebingungan karna dia baru saja mengingat jika malam ini dia berjanji pada selina untuk makan mam bersama nya sebagai upah karna dia telah mengerjakan semua pekerjaan Roy di perusahaan.


*************


Dokter yang telah di panggil oleh pelayan arsenio telah tiba, tanpa basa basi arsenio langsung menghampiri nya dan memberi tahu semua yang telah terjadi pada Aqila.

__ADS_1


"Baik lah tuan aku akan memeriksanya terlebih dahulu." ucap dokter itu.


Mereka pun bergegas menuju kamar Aqila untuk memeriksanya,tetapi ketika sampai di depan pintu arsenio mendengar suara Aqila yang sedang tertawa terbahak bahak seakan akan dia sedang sangat bahagia.


Tanpa aba aba arsenio langsung membuka pintu kamar Aqila,dan di sana terdapat Aqila yang sedang duduk melihat film di laptop sambil mengemil.


"Ada apa tuan, siapa yang sakit?" tanya Aqila dengan wajah yang kebingungan.


"Kau yang sakit ayo." arsenio menggendong tubuh Aqila dan membaringkan nya di atas kasur.


"Ayo dokter periksa dia ,apakah dia sudah gila." ucap arsenio dengan nada tinggi,arsenio sebenarnya tidak merasa tenang karna terus saja mengingat perkataan bi Marni bahwa Aqila bisa saja hamil karna mood nya dengan sangat cepat berubah.


"Tapi tuan aku tidak sakit."ucap Aqila enggan untuk di periksa.


"Diam lah kau jangan melakukan apa pun."ucap arsenio dengan memberi tatapan tajam pada Aqila yang membuat nya menjadi ketakutan.


Akhirnya dokter pun memeriksa keadaan Aqila,dan dokter sedikit terkejut dengan apa yang Aqila alami sekarang.


"Bagaimana dokter?" tanya arsenio dengan muka yang sudah sangat khawatir.


"Tuan sepertinya nona mengalami depresi,karna hormon yang ada di dalam tubuh nya tidak seimbang sehingga mengakibatkan suasana hati yang mudah untuk berubah,saran saya nona harus banyak pergi berlibur dan jangan mendapatkan tekanan apa apa dulu." ucap dokter menjelaskan apa yang sedang dialami oleh Aqila.


Mendengar itu arsenio sangat lega, Aqila tidak lah sedang mengandung anak,karna jika itu terjadi arsenio tidak akan segan segan untuk menyiksa dan membunuhnya dengan sangat kejam.


"Apakah itu bisa di sembuh kan dok?" tanya arsenio sedikit khawatir dengan keadaan Aqila sekarang.


"Tenang saja tuan,jika saran saya di lakukan maka hormon nya akan kembali seimbang." jawab dokter itu.


Aqila yang tidak mengerti apa pun hanya celingak celinguk mendengar kan perbincangan antara sang dokter dengan arsenio.


"Baik lah tuan saya pamit dulu." ucap dokter pribadi Arsenio.


Setelah dokter itu pergi,arsenio tidak berhenti menatap Aqila dengan tatapan ayang sangat dalam dan itu berlangsung lama, Aqila tidak berbicara sepatah kata pun dan hanya kembali melihat arsenio yang menatapnya.


"Maap kan aku." ucap arsenio dengan tiba tiba memeluk tubuh Aqila.


"Kenapa kau meminta maap tuan."tanya Aqila mengelus pundak arsenio untuk menenangkan nya .


"Aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi,aku akan berjanji untuk selalu melindungi mu selama aku masih hidup." ucap arsenio dengan mata yang memerah.


******


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA YAA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2