
"Kenapa kau menjadi pendiam seperti ini?bukan kah ini yang kau ingin kan."tanya arsenio pada Aqila yang sudah seperti orang linglung sekarang ini.
"Tuan bukan kah ini terlalu cepat."ujar Aqila dengan pelan.
"Aku tidak suka menunggu,lebih cepat lebih baik dengan begitu kau tidak akan pernah bisa meninggalkan ku."ucap arsenio.
"Jangan bilang kau tidak mau menikah denganku karna itu akan membuat hidup mu menderita."lanjut arsenio.
*******
"Tunggu kau mau kemana."teriak David yang mengejar Arka.
"Aku hanya butuh waktu sendiri,jadi tolong biarkan aku sendiri. jawab Arka.
Akhirnya mau tidak mau David membiarkan Arka pergi dengan mobilnya keluar mansion.
*******
"KENAPA AQILA KENAPA!!!!" teriak Arka di dalam mobil.
Arka sudah seperti orang yang sangat frustasi sekarang,dia tidak bisa berpikir dengan jernih dan membuat dia tidak fokus saat menyetir hingga..
Bruk...
Mobilnya dengan tidak sengaja menabrak seorang pria ber jas di depan nya.
Arka pun keluar dari mobilnya dengan panik dan melihat keadaan orang yang baru saja dia tabrak secara tidak sengaja.
"Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan." ucap Arka mengacak ngacak rambutnya.
Akhirnya Arka mencari identitas orang itu di sekitar aku nya,tetapi Arka tidak menemukan apa pun hingga Arka melihat tato ular di lehernya dan Arka langsung teringat dengan kode tato yang tidak asing itu.
FLASH BACK ON.
Ketika Arka menembak seorang suku pedalaman itu dia melihat tato yang sama persis pada orang yang telah di tabrakannya yaitu sebuah tato ular berukuran kecil yang terletak pada lehernya dan Arka sudah tau jika tato itu hanya di miliki oleh orang suku maganda atau anak buah seorang mafia yang berasal dari suku itu yaitu arkanza.
FLASHBACK OF.
*******
Arka pun membawa pria itu ke dalam mobilnya untuk membawanya ke rumah sakit terdekat.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan tiba tiba Arka memikirkan rencana buruk untuk menggagalkan acara pernikahan arsenio dan aqila yang akan di laksanakan dalam waktu yang dekat.
"Maapkan aku tetapi aku tidak siap untuk kehilangan mu."ucap Arka dalam batin nya.
*******
Arkanza pun mendapat pesan dari anak buahnya dan mendapatkan kabar jika dia telah menemukan orang yang selama ini arkanza cari.
Dalam pesan tersebut arkanza dimintai untuk menemuinya di ruangan privat sebuah club' malam.
Arkanza merasa ada sesuatu yang tidak benar,tetapi dia tidak berpikir panjang dan langsung menyetujui nya untuk menemuinya di tempat yang sudah di tentukan.
******
Di kamar Aqila yang tadinya hanya diam melamun tiba tiba berbicara menanyakan suatu hal pada arsenio.
"Apakah tuan menikahi ku karna benar benar mencintaiku?atau hanya sekedar ingin menikmati tubuhku?."tanya Aqila pada arsenio.
Arsenio memeluk nya dari belakang sembari menyenderkan kepalanya dipundak Aqila.
"Aku tidak pernah menyukai wanita sampai seperti ini,apakah aku terlihat seperti pria yang tidak menghormati acara sakral pernikahan hmm?"tanya arsenio.
"Tetapi kenapa tuan menyukai ku bukan kah banyak wanita cantik yang lebih dari ku dan pastinya mereka akan tergila gila padamu, sedangkan aku hanyalah seorang wanita biasa."ujar Aqila.
"Aku tidak punya apa apa lagi selain keluarga ku apa kau akan menyayangi mereka ?"tanya Aqila.
"Aku mengerti pernikahan bukan hanya antara dua orang tetapi hubungan antar keluarga dan pastinya aku akan menyayangi mereka sebagai ucapan terimakasih karna telah membesarkan calon istri ku ini."ucap arsenio.
Aqila melihat ke arah arsenio yang wajahnya kini terlihat murung dan seperti menahan tangis nya.
"Kau tidak apa apa tuan?"tanya Aqila sedikit khawatir.
"Aku tidak apa apa."ucap arsenio.
Aqila tiba tiba teringat dengan gelang yang di buatnya untuk hadiah hari ulang tahun arsenio tetapi Aqila baru beres membuatnya hari tadi karna dia sangat kesusahan saat membuat gelang yang sedikit rumit itu.
"Tuan aku ada sesuatu untuk mu tetapi aku tidak yakin kau akan menyukainya."ucap Aqila berusaha menghibur arsenio yang terlihat sedih meskipun Aqila tidak tau apa yang membuat arsenio tiba tiba begitu.
"Apa itu?"tanya arsenio.
Aqila pun mengambil gelang itu dari laci namun,Aqila tidak langsung memberikan nya pada arsenio tetapi Aqila malah menggenggamnya karna malu memperlihatkan itu pada arsenio.
__ADS_1
"Emm tuan,aku sebelumnya minta maap mungkin ini tidak sebanding dengan apa telah kau berikan padaku, sebenarnya aku ingin memberikan ini di hari ulang tahun mu tetapi aku belum selesai membuatnya."ucap Aqila dengan jujur.
"Memang apa yang kau buat?"Tanya arsenio sangat penasaran.
Aqila pun memberikan gelang itu pada arsenio,gelang hitam yang di bingkai sedemikian rupa dengan kepala singa berwarna emas sebagai hiasannya.meskipun bukan barang mewah dan mahal namun itu menjadi barang yang sangat berharga bagi arsenio,dia sangat tersentuh dengan apa yang di berikan Aqila padanya.
"Ini sangat bagus, terimakasih gadis bodoh ku."ucap arsenio mengacak gemas rambut Aqila.
"Apakah kau menyukai nya tuan?"tanya Aqila dengan antusias.
"Aku sangat menyukainya ini barang yang sangat berharga bagiku aku ingin kau memakainya."ucap arsenio.
Aqila pun memakai kan gelang itu dengan wajah yang sangat senang.
"Tapi kapan kau membuat gelang cantik ini?"tanya arsenio.
"Karna tuan terus saja mengikuti ku di mansion ini kemana pun aku pergi terkecuali aku sedang di kamar mandi,jadi aku membuatnya ketika aku sedang mandi ."Jawab Aqila dengan polosnya.
Arsenio tidak bisa menahan tawanya mendengar pernyataan jujur dari seorang gadis polos seperti Aqila.
"Jadi kau mandi dengan waktu yang lama itu sembari membuat gelang ini?"tanya arsenio dengan tertawa.
"Maap tuan apa kau jiji?"tanya Aqila dengan menundukkan kepalanya.
"Aku tidak jiji bahkan cara pembuatan nya ini membuat gelang nya menjadi lebih berharga."ujar Arsenio.
"Mengapa bisa tuan?"tanya Aqila dengan wajah polosnya.
"Karna kau membuat nya dalam keadaaan telanjang."bisik arsenio dengan nakal.
Wajah Aqila sudah seperti tomat matang sekarang,dia sangat malu dengan apa yang arsenio katakan dan Arsenio sangat menyukai ekspresi wajah Aqila saat seperti ini.
*********
Arkanza telah sampai di sebuah ruang privat di club',namun yang berada di sana bukan lah anak buahnya tetapi seorang pria yang tidak lain adalah Arka.
"Siapa kau."tanya arkanza mengeluarkan senjata nya.
"Tenang tuan,aku tidak sengaja menabrak anak buah mu tetapi kau tenang saja dia sedang di rawat di rumah sakit dan baik baik saja."ucap Arka dengan tenang."
"Apa yang kau mau?"tanya arkanza.
__ADS_1
"Aku mengetahui semua apa yang ingin kau ketahui."ucap Arka dengan tatapan yang tajam.
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰