TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
HUKUMAN NAKAL(756kata)


__ADS_3

Brandon merasa aneh dengan apa yang di ucapkan gadis yang ada di hadapan nya itu, setelah terkurung beberapa hari di rumah itu bukan nya merindukan keluarga tetapi gadis ini malah merindukan sahabatnya, itu lah pikiran di dalam benak Brandon saat ini. "Hey apa kau jadi mengantar ku pulang?" ucap Rahel dengan sedikit keras karna melihat Brandon yang hanya melamun. Seketika Brandon tersadar dari lamunannya dan tanpa berlama lama mereka berdua bergegas pergi. "Pegangan ya, nanti kau jatuh." ucap Brandon dengan menarik tangan Rahel ke perut nya. Mendapatkan perlakuan itu membuat Rahel menjadi canggung karna bagaimanapun Brandon adalah orang yang baru saja dia kenal.


*************


Sindi tampak murung ketika dia sedang menunggu pembeli di dekat gerobaknya, melihat kedatangan David yang menghampiri nya seketika membuatnya antusias karna Sindi pikir David kemari membawa pulang sahabat nya yang sudah sangat dia rindukan.


Namun, ketika David keluar dari mobilnya tidak ada lagi orang yang mengikutinya di belakang.


"Kemana Rahel? kenapa dia tidak ikut turun ya." pikir Sindi.


"Di mana Rahel, apa dia baik baik saja?" tanya David dengan tiba tiba sembari menghampiri Sindi.


"Heh cowo gila , Lo kan yang bawa sahabat gue terus sekarang Lo nanya Rahel kemana? bener bener yah lu." ucap Sindi dengan berkacak pinggang.


"Jadi Rahel tidak ada di sini?" tanya David dengan bingung.


"Jangan bilang kalo sahabat gue itu ilang ya ,gue ga bakal lepasin Lo." ancam Sindi dengan memasang muka kesal nya.


Namun, David tidak menghiraukan nya setelah tahu jika Rahel tidak ada di tempat nya David pun segera kembali memasuki mobilnya dan berlalu pergi.


"Bener bener gila yah dia , ya Tuhan aku mohon jangan sampai Rahel kenapa Napa ,,,," ucap sindi dengan menahan rasa kesal nya pada David.


**********

__ADS_1


DI RUMAH SAKIT.....


"Keadaannya baik baik saja tuan, hanya saja suasana hati nyonya tidak karuan di karenakan ketidakstabilan hormon yang biasa di alami oleh ibu hamil seperti nya." jelas dokter kandungan wanita itu.


"Syukur lah dokter, aku tidak akan membiarkannya kemana mana dan akan menyuruhnya untuk tetap di kamar saja untuk beristirahat." ucap arsenio yang terdengar oleh doktor.


"Maap tuan, mungkin niat mu sangat baik untuk menjaga istri dan anak di kandungan nya tetapi membuat seorang wanita yang sedang hamil itu stres akan membuat janin yang di kandungnya menjadi tidak sehat, justru nyonya harus banyak menghirup udara segar agar dia merasa fresh misalnya dengan berjalan jalan atau pun melakukan sesuatu yang nyonya inginkan." jelas dokter itu pada arsenio.


Arsenio langsung melihat ke arah Aqila yang hanya cengengesan dan memperlihatkan ekspresi wajah nya yang senang mendengar kan penjelasan dokter.


"Baik lah dok saya permisi." ucap arsenio sembari menggandeng Aqila untuk pergi.


Namun seseorang berteriak di belakang dan menghampiri arsenio yang sedang berjalan menuju keluar rumah sakit itu bersama Aqila.


Mendengar itu sontak menghentikan langkah kaki Aqila dan Arsenio.


Namun, arsenio merasa kesal pada mereka karena arsenio telah berusaha menyembunyikan ini semua dari Aqila tetapi Karna ulah ceroboh mereka sepertinya Aqila akan mengetahui ini semuanya dalam waktu yang singkat.


"Memangnya kenapa Arka?" tanya Aqila pada lion dan Leo yang masih terlihat ngos ngosan.


Lion dan Leo pun saling melirik satu sama lain dan gerak gerik nya itu membuat Aqila merasa curiga jika ada sesuatu yang mereka sembunyikan dari nya.


"Ah tidak apa apa sayang ayo kita pulang." ujar Arsenio dengan menggandeng kembali tangan Aqila.

__ADS_1


Namun, genggaman nya di hempaskan oleh bumil muda itu.


"Apa yang terjadi padanya aku juga ingin tau." ucap Aqila dengan melipat kan kedua tangannya.


"Nanti aku akan memberi tahu mu setelah kita sampai di mansion ya." ujar Arsenio dengan lembut berusaha membujuk Aqila.


"Tidak mau!!!" balas Aqila dengan bersi keras.


Arsenio pun menatap tajam kedua anak buah nya itu,dan seketika baik Lion mau pun Leo sama sama merinding melihat nya.


Akhirnya mau tidak mau arsenio menceritakan semua yang terjadi pada Arka dan hal itu membuat Aqila merasa terkejut dan memaksa arsenio untuk melihat keadaannya sekarang.


Melihat reaksi Aqila yang berlebihan membuat arsenio cemburu padanya, di sepanjang perjalanan menuju ruang kamar Arka , arsenio hanya memasang wajah masam nya.


"Aku akan menghukum mu malam ini sayang karna kau telah membuat ku cemburu." bisik arsenio pada Aqila.


"Aku sedang hamil anak mu tuan jangan lupa itu!" jawab Aqila dengan berani.


"Tenang saja, anggap lah hukuman ini sebagai tanda rinduku pada anaknku yang masih ada dalam rahim mu." ucap arsenio dengan seringai menakutkan bagi Aqila.


Entah mengapa Aqila mengerti maksud dari ucapan mesum suaminya itu dan mendengar hal itu membuat nya menjadi sangat gugup.


************

__ADS_1


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰🥰


__ADS_2