
Aqila hanya terdiam mulutnya seperti terkunci,dia sangat tercengang dengan apa yang di lakukan oleh kedua teman barunya itu.
Brandon hanya tersenyum miring melihat ekspresi wajah Aqila yang syok melihat kelakuan Dila dan dela padanya.
"Seharusnya kau lebih pandai dalam memilih milih teman agar tidak menyusahkan diri mu sendiri." bisik Brandon yang langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Semua orang di kampus di buat heboh Dengan seorang mahasiswi baru yang tak lain adalah Aqila ,Aqila menjadi perbincangan hangat setiap mahasiswa di sana yang di duga duga berasal dari keluarga ternama di kota itu.
Setelah memasuki kelas kembali,Aqila hanya terdiam,dia takut akan amarah yang akan dia terima karna telah menghabiskan uang dengan jumlah yang tidak sedikit di hari pertamanya masuk kuliah.
**********
"Aku ingin sebisa mungkin berita ini tidak sampai ke telinga Aqila aku tidak mau jika dia khawatir,arka aku berharap padamu jika kau bisa membantu Roy membuat berkas berkas proyek yang sudah terbakar ini."ucap arsenio sembari menunjuk tumpukan kertas yang sudah menjadi abu.
"Bos apa kau rugi besar?" tanya Arka.
"Aku bukan orang bodoh yang akan menyimpan sesuatu yang sangat penting di ruangan tanpa pengamanan ketat seperti ini jadi kau tenang saja." ucap arsenio.
Mendengar bos nya berkata seperti itu dengan santai membuat keempat sejoli itu tidak terlalu cemas atas kerugian yang akan di tanggung bos nya.
Handphone arsenio tiba tiba berbunyi dan itu merupakan notifikasi dari bank yang menunjukkan sejumlah uang yang sudah di pakai oleh black card yang di berikan nya pada Aqila,arsenio sempat penasaran Aqila menggunakan uang itu untuk apa karna ini merupakan pertama kalinya Aqila memakai black card yang di berikan arsenio dan dalam jumlah yang cukup banyak.
"Aku akan menjemput Aqila ke kampus nya kalian bereskan kerusakan ini." ucap arsenio.
"Beres bos." ucap Lion.
Arsenio pun segera bergegas pergi menuju kampus Aqila yang jaraknya lumayan jauh dari perusahaan nya.
************
Jam kelas pun telah usai Aqila sudah menunggu di depan gerbang kampus bersama kedua teman nya yaitu dela dan Dila.
Mereka penasaran dengan siapa Aqila akan pulang dan mengenakan mobil merek apa,berbeda dengan Dila dan dela ,Aqila hanya memasang wajah yang sedikit ketakutan Aqila hanya memikirkan apa hukuman yang akan di terimanya karna telah menghabiskan uang dalam jumlah yang banyak dan waktu yang singkat,karna di sisi lain Aqila tidak berani menghentikan perbuatan teman nya itu meskipun Aqila sangat ingin menghentikan nya.
Tidak lama kemudian sebuah mobil rolls royce yang merupakan salah satu merek mobil termahal dunia terhenti tepat di depan gerbang kampus,dan ketika Aqila melihat nya dia langsung buru buru berpamitan untuk pulang pada teman teman nya itu.
"Aku sudah di jemput aku duluan ya." ucap Aqila tanpa ekspresi.
Dila dan dela menjawab perkataan Aqila dengan mata yang terus saja melihat pada mobil mewah itu,mereka ber dua sangat terkagum kagum dengan kekayaan yang Aqila miliki tanpa mengetahui bagaimana kehidupan aqila yang sebenarnya.
__ADS_1
"Hari hati Aqila." teriak keduanya sambil melambaikan tangannya.
Aqila pun langsung memasuki mobil yang di dalam nya sudah ada arsenio yang sedang menunggu.
*******
Di dalam mobil.....
Aqila hanya duduk terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun dengan kepala yang tertunduk.
Arsenio khawatir jika ada orang yang membuat Aqila seperti ini sekarang,Karna tadi Aqila terlihat baik baik saja.
"Kau kenapa? apa ada orang yang menyakiti mu?"tanya arsenio dengan khawatir.
Tiba tiba Aqila menangis dan meminta maap pada arsenio dengan suara yang tersedu sedu.
"Maap kan aku tuan aku memang keterlaluan aku siap jika harus menanggung hukuman yang berat dari mu aku benar tidak sengaja melakukan itu." ucap Aqila yang terus meminta maap pada arsenio.
Merasa khawatir arsenio menghentikan mobil nya untuk memastikan bahwa Aqila baik baik saja.
"Kenapa? ayo katakan." ucap arsenio dengan memegang kedua pundak Aqila.
"Tuan...aku menghabiskan banyak uang di dalam kartu yang kau berikan itu...aku,,,aku benar benar tidak sengaja,,,"ucap Aqila dengan terbata bata.
"Terus?" tanya arsenio yang belum mengerti jika tangisan Aqila di sebabkan oleh uang yang dia habiskan.
"Aku memakai uang mu untuk mentraktir makan semua orang di kampus,,,,aku sungguh tidak sengaja tuan teman ku tiba tiba mengambil kartu itu dan mengatakan jika aku akan membayar semua orang" ucap Aqila dengan tangisnya yang semakin pecah.
"Ough jadi uang itu untuk mentraktir semua orang,tidak ada Masalah lalu kenapa kau menangis?"ucap arsenio.
Aqila merasa bingung karna reaksi arsenio padanya sungguh di luar sangkaan Aqila.
"Kenapa kau tidak marah tuan?" tanya Aqila dengan heran.
"Aku hanya akan marah jika kau tidak memanggil ku sayang." ucap arsenio yang kesal jika Aqila tidak memanggil nya dengan sebutan sayang.
"Apa kau tidak marah sayang?" tanya Aqila pada arsenio.
"Tidak ada hal yang membuat ku kesal lagi pula aku memberiku black card memang untuk menghabiskan uang ku jadi kau dapat memakainya sepuas hatimu." ucap arsenio sembari mengelus kepala Aqila dan melanjutkan mengemudikan mobil nya.
__ADS_1
"Aku rasa kau memasukan aku ke kampus yang bukan kelas ku,aku mendapat teman yang ternyata menghampiri ku hanya karna barang barang mahal yang kau berikan dan ku pakai." curhat Aqila pada arsenio.
"Tidak semua begitu,kau hanya kebetulan bertemu dengan orang seperti mereka,tetapi memang benar kebanyakan manusia sangatlah serakah oleh karna itu harta dan kekuasaan sangat di perlukan." ucap arsenio dengan tatapan yang sendu.
Aqila memperhatikan wajah arsenio yang berubah seakan menjadi sendu ketika mengucapkan perkataan itu, namun Aqila tidak berani jika harus bertanya terlalu dalam mengenai kehidupan arsenio yang masih misterius.
*******
Mendengar berita di televisi yang menyiarkan tentang kejadian di perusahaan arsenio membuat orang orang mansion begitu sangat khawatir pada arsenio,begitu juga dengan bi Marni yang dari tadi mondar mandir karna merasa sangat khawatir melihat berita berita yang beredar jika perusahaan itu akan mengalami kebangkrutan.
"Ya Tuhan,,,,semoga berita ini tidak benar." ucap bi Marni dengan hati yang tidak tenang.
"Marni diam lah saya pusing lihat kamu dari tadi mondar mandir." ucap pa Anto yang melihat bi marni tidak bisa diam.
"Anto aku khawatir jika perusahaan tuan benar benar bangkrut, kasihan tuan." jawab bi Marni.
"Tidak usah khawatir lagi pula tuan itu kekayaannya melimpah kehilangan satu perusahaan tidak akan berpengaruh." ucap pa Anto dengan santai nya.
"Ah bicara sama kamu bikin nambah pusing tau." jawab bi Marni meninggalkan pa Anto.
*********
Keempat sejoli telah memerintahkan bawahan mereka untuk mengurus semua kerusakan di perusahaan arsenio dengan begitu,mereka bisa menyelidiki kasus ini dengan lebih dalam.
*******
Mobil Roy telah sampai di kediaman Selina,namun di sana tidak terdapat satu orang pun yang berada di rumah nya hingga roy memutuskan untuk membawa Selina ke apartemen nya dulu untuk sementara waktu.
Setelah sampai di sana,Roy membantu Selina untuk keluar dari mobil dan memapahnya menuju apartemen nya.
"Pelan pelan sakit tau." ucap Selina.
"Cepat lah kau berat sekali." jawab Roy.
Ketika sampai Roy langsung meninggalkan Selina yang terduduk di sopa dan menuju balkon.
Roy ingin segera menjelaskan pada amara mengenai apa yang dia lihat ,Roy tidak ingin jika diantara mereka berdua terjadi kesalah pahaman namun,ketika Roy mencoba menghubungi kontak Amara ternyata kontak Roy sudah di blokir oleh Amara dan itu membuat Roy benar benar sangat kesal.
******
__ADS_1
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰🥰