
"Apa kau menyukainya?" tanya Roy dengan menatap dalam dalam wajah Amara yang tampak cantik dan anggun.
"Tentu saja apa lagi aku menikmati ini bersama mu." ucap Amara dengan tersenyum manis.
"Eee Amara aku ingin mengatakan sesuatu pada mu." ucap Roy dengan mengubah ekspresi wajah nya menjadi serius.
"Ya...bicara saja Roy." jawab Amara.
Roy berencana untuk mengungkapkan isi hati nya pada amara dan memberikan cincin cantik untuk Amara tetapi....
"Sebenarnya aku...."
Belum sempat Roy meneruskan perkataannya tiba tiba datang seorang pria menghampiri mereka berdua dan membuat Roy sangat kesal karna dia telah mengganggu momen nya.
***************
"Hay Amara kau di sini." ucap Brandon menyapa Amara.
"Eh Hay Brandon ya aku sedang menikmati ice cream di sini." balas amara.
"Ough iya,,,kenal kan ini Roy ,Roy perkenalkan dia teman kampus ku." ucap Amara memperkenalkan Roy dan Brandon.
"Brandon teman kampus amara." ucap Brandon dengan mengulurkan tangan nya.
"Aku Roy pacar Amara." jawab Roy dengan menerima uluran tangan Brandon.
"Wow kau sudah punya pacar ternyata." ucap Brandon dengan melihat ke arah Amara yang nampak sangat terkejut.
*Kenapa Roy mengatakan aku ini pacar nya ya* ucap Amara di dalam hatinya.
Meskipun demikian itu membuat hati amara menjadi berbunga bunga karna senang tentunya setelah ini Amara akan menanyakan tentang perkataan Roy barusan.
"Yasudah maap sudah mengganggu kalian berdua, aku pamit dulu ya Amara." ucap Brandon.
"Hati hati." ucap Amara dengan melambai kan tangan nya.
__ADS_1
Di meja kembali menyisakan mereka berdua yang saat ini diantara keduanya sangat lah Canggung.
"Emmm Roy."
"Amara."
Amara dan Roy dengan bersamaan ingin memulai pembicaraan.
"Kau dulu." ucap Roy.
"Tidak kau dulu saja." jawab Amara.
Akhirnya Roy berbicara terlebih dahulu.
"Aku ingin meminta maap tentang apa yang aku ucapkan tadi." ucap Roy dengan muka yang merah merona.
"Yang mana?" tanya Amara pura pura tidak tahu.
"Emm,,,,itu,,,,aku memperkenalkan diri ku sebagai pacar mu." jelas Roy dengan gugup.
"Jika apa?" tanya Roy dengan penasaran.
"Jika apa yang kau katakan tadi itu memang benar adanya." jawab Amara dengan malu malu.
"Ya,,,maap kan aku aku sudah berbohong." ucap Roy yang tidak peka.
Amara menarik dalam dalam napas nya hati Amara sudah sangat berdebar menunggu jawaban Roy yang Amara kira akan menembak nya tetapi Roy adalah pria yang sangat kaku dan tidak peka dengan perasaan wanita.
"Maksud ku bukan begitu Roy,,,,." ucap Amara dengan memasang wajah cemberut.
"Lalu...?" tanya Roy yang masih belum mengerti.
"Apa kau tidak ingin menjadi kan aku sebagai pacar mu yang sesungguhnya." ucap Amara dengan to the point.
"Apa kau akan menerima ku Amara?" tanya Roy dengan wajah yang penuh harap.
__ADS_1
Amara hanya mengangguk kan kepalanya dengan ekspresi wajah yang masih cemberut.
"Sebenarnya aku sudah menyiapkan ini untuk mengungkapkan isi hati ku pada mu Amara hanya saja teman mu itu mengacaukan semuanya." ucap Roy dengan mengeluarkan sebuah cincin dalam saku nya.
Amara menutup mulutnya dengan kedua tangan nya saking merasa bahagia, dia tidak menyangka Roy akan memberikan sebuah cincin yang sangat indah untuk nya.
"Jadi sekarang kita sudah menjadi pacar?" tanya Roy dengan dengan wajah bahagianya.
"Tentu saja ." ucap Amara dengan memeluk tubuh Roy yang ada di hadapan nya.
Mendapatkan pelukan pertama dari Amara membuat sekujur tubuh Roy menjadi gemetar, sebelumnya Roy adalah pria yang hanya sibuk mementingkan karir nya tidak ada satu pun wanita yang membuat nya tertarik padahal banyak sekali gadis gadis cantik yang selalu berusaha untuk mendekati Roy, namun Roy selalu berperilaku dingin pada mereka.
Berbeda dengan saat pertama kali dia bertemu bersama Amara, rasa ketertarikan itu tiba tiba muncul dan sekarang merupakan kali pertama Roy jatuh cinta pada seorang wanita.
"Amara Amara sudah,aku tidak bisa mengontrol perasaan ku rasanya sangat bahagia sekali." ucap Roy dengan jujur.
"Kau kenapa tangan mu bergetar ." tanya Amara dengan menahan tawanya.
"Ini kali pertama aku jatuh cinta Amara ternyata dunia percintaan itu sangat menyenangkan." ucap Roy yang mulai berbicara melantur .
Amara hanya tertawa melihat Roy yang gelagapan seperti itu, Amara percaya jika Roy tidak pernah dekat dengan gadis mana pun dan itu tergambar dalam sikap Roy yang sekarang yang sangat gugup.
***************
Mobil yang di tumpangi keempat sejoli itu sudah sampai di sebuah gedung mewah dengan bertema kan malam sesuai keinginan Aqila yang menginginkan Dekorasi pernikahan nya bertema malam dengan banyak bintang di atas nya.
Mereka pun memasuki gedung itu untuk mengecek persiapan nya.
Baik Arka David lion mau pun Leo mempunyai tugas nya masing masing di gedung itu, mereka pun berpencar saat sudah sampai di dalam gedung untuk mengerjakan tugasnya masing masing.
********
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰
__ADS_1