
Tiba tiba ibu Rahel memegang salah satu tangan Rahel dan tanpa di sangka dia memasukan tangan Rahel ke dalam sup yang masih panas itu.
"Rasakan ini." ucap ibu Rahel dengan memasukan salah satu tangan Rahel ke dalam sup nya.
"Aaaaaa panas Bu...ampun..." teriak Rahel yang merasa sangat kesakitan.
Setelah melakukan itu ibu nya hanya pergi tanpa merasa dosa, Rahel buru buru mencuci tangan nya yang sudah berubah menjadi merah itu, dengan rasa sakit hati yang sangat Rahel pun menuju ke dalam kamar nya untuk menangisi nasib buruk nya itu.
***********
Roy tiba di mansion arsenio ketika mereka semua telah menyelesaikan rapat untuk keamanan acara esok hari, semuanya sudah kembali pada tempat nya masing masing.
Hanya tersisa keempat sejoli itu yang sedang duduk sembari mengemil kacang dengan kulit nya yang tersebar di mana mana.
Roy yang melihat nya langsung menghampiri mereka dan menanyakan keberadaan arsenio.
"Kenapa sudah sepi , kau bilang sedang rapat kan." ujar Roy dengan ikut bergabung dan menikmati kacang yang ada di sana.
"Aku mengabari mu sudah cukup lama dan kau baru datang kesini jelas sudah selesai lah bodoh." jawab David.
"Hehe apartemen ku kan cukup jauh dari sini." ucap Roy dengan menggaruk garuk rambut nya yang tidak gatal.
Terdengar suara ponsel yang berdering yang ternyata itu adalah bunyi ponsel milik Arka, setelah melihat ponsel nya Arka pun memisahkan diri dari teman teman nya itu menuju tempat yang lebih sepi di mansion.
"Aku kebelakang dulu , ada telpon." ucap Arka sembari bergegas pergi.
"Kenapa ya aku merasa akhir akhir ini dia menjadi sedikit aneh." ucap Lion dengan mata yang tertuju pada Arka berjalan menjauh.
"Apa maksud mu aneh?" tanya Leo.
"Dia menjadi orang yang lebih pendiam juga tertutup menurut ku. apa pernah dia mengangkat telpon dengan pindah tempat seperti tadi, biasanya juga dia langsung angkat di hadapan kita." ujar lion.
Mendengar itu David terdiam sejenak, dia sangat takut jika Arka akan mengacaukan acara pernikahan bos nya karna cintanya yang tersembunyi pada Aqila meskipun,Arka sudah mengaku jika perasaan nya sudah tidak ada dan hanya menganggap Aqila sebagai adik nya ,entah mengapa rasanya David selalu mempunyai firasat yang buruk mengenai Arka.
Ketiga sejoli itu asyik mengobrol, terkecuali dengan Roy yang dari tadi asik mengotak atik handphone nya.
Roy sedang mengirimkan pesan pada amara untuk mengajaknya pergi bersama ke acara pernikahan bos nya itu.
ISI PESAN
*Amara aku ingin mengajak mu untuk pergi ke acara pernikahan bos ku besok*(Roy)
*Maksud mu tuan arsenio? kebetulan orang tua ku juga di undang ke acara pernikahan itu sayang, nanti aku akan mengenalkan mu pada mereka*(Amara)
*Baiklah selamat bertemu nanti*(Roy)
"Hey ini sudah malam lebih baik kita istirahat, masih banyak yang harus dikerjakan besok." ucap David pada yang lainnya.
"Aku rasa juga begitu badan ku sudah sangat lelah hua,,,." balas lion dengan menguap.
"Baik lah ayo." ujar Leo.
"Eh tunggu tunggu aku akan menginap di sini saja ya." ucap Roy yang menghentikan langkah ketiganya.
"Kau tinggal tidur banyak kamar kosong kan di sini." jawab David.
"AHH baik lah." ucap Roy.
Mereka pun segera bergegas ke kamar nya masing masing untuk beristirahat dan melakukan aktifitas yang lainnya besok.
Karna kelelahan mereka menyuruh pengawal lain nya untuk menjemput keluarga Aqila ke rumah nya yang kini sudah di bantu oleh bi Marni untuk menunjukkan kamar tidur nya dan membawakan makan malam untuk mereka ke kamar nya.
**********
DI KEDIAMAN TUAN TONI....
Tuan Toni sempat terkejut mendapati undangan pernikahan rekan bisnis nya yaitu arsenio yang akan menikah dengan wanita lain dan bukan anak nya.
Hingga tuan Toni pun dengan tergesa gesa segera menghampiri Amara ke kamar nya dengan di ikuti oleh istrinya.
"Amara sayang buka pintunya.." ucap ibu Amara dengan mengetuk pintu cukup keras.
Dengan buru buru Amara segera membuka pintu itu dan orang tuanya langsung menerobos masuk ke dalam kamarnya.
"Kemari ." ucap tuan Toni pada amara.
__ADS_1
"Ada apa ini ayah ibu." tanya Amara kebingungan.
"Putriku bukan kah kau yang menjalin hubungan spesial dengan tuan arsenio lalu mengapa dia menikahi wanita lain." ucap tuan Toni dengan wajah kesal yang dia sembunyikan.
"Sejak kapan aku menjalin hubungan spesial dengan tuan arsenio? dari mana ayah dan ibu mendapatkan informasi itu?" balas Amara yang malah balik bertanya.
"Nak, bukan nya selama ini kau selalu pergi dengan tuan arsenio lalu siapa jika bukan dia pria yang selalu menjemput mu,kau juga pernah berkata akan makan malam di mansion milik tuan arsenio itu kan jika begitu kau pasti mempunyai hubungan dengan nya." ujar ibu Amara.
"Ya ampun...." ucap Amara dengan menepak keningnya.
"Kalian salah paham ayah...ibu...orang yang mempunyai hubungan spesial dengan ku itu bukan tuan arsenio tetapi sekertaris nya yaitu tuan Roy,,,dia pernah mengajak ku untuk makan malam di rumah tuan arsenio karna saat itu sedang ada acara keluarga di mansion nya dan kebetulan dia di undang dan mengajak ku pergi bersamanya." jelas Amara dengan detail.
"Jadi kau....." tuan Toni tidak melanjutkan ucapannya.
Dengan wajah yang kecewa tuan Toni langsung keluar dari kamar Amara dengan diikuti oleh istrinya yang berusaha menenangkan nya.
Amara tidak menyangka jika kedua orang tuanya mengira putri nya mempunyai hubungan dengan tuan arsenio yang terkenal kejam dan berdarah dingin itu.
***********
Arka tampak sedang berbincang dengan seseorang di ponselnya itu, setelah dia selesai berbicara Arka pun mengirimkan detail letak ruangan ruangan gedung yang akan di pakai untuk acara pernikahan itu pada nomor yang dia beri nama kontak itu dengan tulisan Arkan.
"Semoga ini berhasil, Aqila sayang ku bersiap lah untuk hidup bersamaku." gerutu Arka dengan menggenggam erat ponselnya.
***********
Sepanjang malam arsenio tidak bisa memejamkan matanya, dari tadi dia hanya memperhatikan wajah Aqila yang sedang pulas tertidur.
Malam ini rasanya membuat arsenio merasa tidak tenang, meskipun keamanan sudah di tingkatkan namun perasaan takut masih menghantui dirinya.
Arsenio tiba tiba teringat pada keluarganya yang sudah meninggal kan nya dan tanpa terasa matanya menjadi merah di penuhi dengan genangan air mata yang berusaha arsenio tahan agar tidak tumpah.
"Andai kan kalian masih ada di sini...aku pasti akan sangat bahagia." ucap arsenio dengan wajah yang sendu.
*******
Mendengar kabar jika arsenio akan menikah dengan seorang gadis membuat Bella merasa tidak terima, meskipun kini dia hidup dengan Abian tetapi tidak dapat di pungkiri jika masih ada sedikit perasaan nya untuk arsenio yang dia simpan.
"Sialan siapa wanita itu!!!" teriak Bella di dalam kamarnya.
Mendengar keributan di dalam kamar nya Abian segera mengetuk pintu untuk memastikan apa yang sedang terjadi di dalam sana.
"honey apa kau baik baik saja, suara apa itu?" tanya Abian dengan terus mengetuk pintu yang tidak di buka buka oleh Bella.
"Tidak apa apa aku hanya ingin sedang sendirian honey." jawab Bella yang tidak ingin memulai pertengkaran nya dengan abian.
*******
Fajar baru terbit,namun semua orang yang ada di mansion sangat terlihat sibuk dengan tugasnya masing masing.
Arsenio yang tidak tidur semalaman membangunkan Aqila yang sedang tertidur pulas karna hari ini Aqila sudah mempunyai jadwal dengan tata rias ternama yang sengaja arsenio pesan dari luar negri khusus untuk orang yang dia cintai.
Aqila pun perlahan membuka matanya dan mendapati wajah arsenio dengan kantung mata yang cukup hitam.
"Astaga sayang apa kau tidak tidur semalam kenapa matamu sangat hitam seperti itu." ujar Aqila dengan mata yang masih terkantuk.
"Sudah tidak usah memperdulikan aku, hari ini adalah hari pernikahan kita dan kau harus siap siap untuk perawatan aku sudah menyewa tata rias terbaik untuk mu sayang namun sebelum itu temui keluarga mu,aku sudah menyuruh anak buah ku untuk menjemput keluarga mu semalam dan harus nya mereka sudah ada di kamar utama 2." ucap arsenio.
Mendengar perkataan arsenio jika keluarganya ada di sini membuat Aqila segera meloncat dari tempat tidur nya, dengan rambut yang masih acak acak kan dia segera berlari menuju kamar utama yang arsenio katakan dengan hati yang girang.
Arsenio hanya tersenyum melihat tingkah Aqila yang sangat menggemaskan.
Saat sudah sampai Aqila langsung mengetuk pintu itu dengan sangat keras.
Ibu tiri Aqila yang masih tertidur sangat terganggu dengan suara bising itu.
"Siapa sih itu mengganggu ku saja, dia tidak tau apa aku baru merasakan tidur di atas kasur seempuk ini." ucap ibu tiri Aqila dengan masih menutup matanya.
Ayah Aqila pun menyuruh Kania (adik Aqila ) untuk membuka pintu itu, dan saat Kania membukanya betapa senang nya dia melihat kakak kesayangan nya yang kini sedang berdiri di hadapannya.
"KAKAK" teriak Kania dengan menghamburkan pelukan nya pada aqila.
"Ough adik ku sayang." ucap Aqila dengan terharu,Aqila membalas erat pelukan adik nya dengan air mata yang bercucuran.
Sesudah itu, Aqila menghampiri ayah nya yang masih terduduk di kursi roda. Aqila pun langsung mencium kaki ayah nya dengan tangis yang pecah.
__ADS_1
"Maap kan Aqila ayah,,,aku tidak menjagamu dengan baik." ucap Aqila yang masih tersungkur di kaki ayah nya.
"Jangan begitu nak,,,ayah tau kau sangat menyayangi keluarga mu." ucap ayah nya dengan suara yang terbata bata.
Mereka ber tiga pun berpelukan melepaskan rindu yang kian menggebu di hati mereka.
Mendengar suara aqila ibu tiri nya buru buru terbangun dari tidur nya.
"Hay nak apa kabar." ucap nya dengan memeluk Aqila.
"Jangan lupa ya kau bisa sampai di titik ini karna aku, jadi kau jangan melupakan kami, kau akan menikah kan dengan pria kaya itu pasti setelah nya kau banyak uang tentu saja seharusnya kau membagi bagi uang itu pada keluarga kecil mu ini." lanjutnya.
"SANAH!!!" Bentak ayah tiri Aqila pada istrinya yang tidak punya hati itu.
"Tidak apa apa ayah, aku kemari ingin meminta restu mu, aku akan menikah ayah, putri mu akan menikah." ucap Aqila dengan tangis nya.
"Ayah sudah tahu nak, ayah tidak bisa memberikan apa apa padamu selain doa ayah yang akan menyertai mu." ucap ayah Aqila.
Tidak lama setelah itu seorang pelayan mengetuk pintu dan memberi tahukan jika Aqila harus pergi karna penata rias nya sudah tiba di mansion.
Akhirnya Aqila terpaksa meninggalkan keluarganya itu meskipun rindu di dalam hati nya masih menggebu-gebu.
*************
Pagi itu , David sudah bersiap siap akan pergi ke rumah rahel, dia berencana akan mengajak Rahel ke tempat acara pernikahan bos nya itu.
Tanpa memberitahu kan teman teman nya yang lain David pun segera bergegas pergi menuju kediaman Rahel.
Sesampainya di sana ,David langsung mengetuk pintu rumah rahel yang terlihat masih sepi.
"Aduhhh siapa sih tamu pagi pagi begini ." ucap ibu Rahel dengan membuka kan pintu rumah nya.
"Eh tuan rupanya silahkan masuk." ucap nya yang berubah Seketika menjadi sangat ramah ketika melihat tamu itu yang ternyata pria yang telah memberinya banyak uang.
David pun masuk ke dalam rumah kecil itu.
"Tuan mau aku buat kan kopi atau teh?" tanya ibu Rahel.
"Tidak usah aku hanya ingin Rahel dimana dia?" tanya David.
"Jika berkenan ada perlu apa tuan pada dia?" tanya ibu Rahel.
Ketika hendak berbicara dengan kebetulan Rahel keluar dari kamarnya dengan perban di tangan nya dan mata yang sembab.
Melihat itu David terkejut dan buru buru menghampiri nya.
"Kau kenapa?" tanya David dengan khawatir.
"Sedang apa kau di sini?"tanya Rahel dengan wajah bingung.
"Tidak apa apa tuan ini hanya kecelakaan kecil saat berjualan yakan sayang." ucap ibu Rahel yang memperlakukan nya dengan lembut.
David seakan tahu jika perbuatan itu pasti dalangnya adalah keluarganya sendiri, namun David tidak punya waktu untuk berdebat dan dia ingin segera membawa Rahel pergi dari rumah nya.
"Ayo ikut aku." ucap David dengan melemparkan segepok uang pada ibu Rahel, dengan begitu dia tidak akan banyak berbicara atau pun menghalanginya.
"Lepaskan aku tidak mau." ucap Rahel yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Rahel.
Ibu Rahel hanya memandangi uang yang banyak itu dan tidak melirik sedikit pun keadaan anak nya yang sangat sengsara.
"Aku tidak akan membunuh mu kau tenang saja." ucap David dengan memasukkan Rahel ke dalam mobilnya dengan paksa.
DI DALAM MOBIL..
"Kau mau membawa ku kemana !!" ujar Rahel dengan berteriak.
"Aku hanya ingin kau menemaniku ke acara pernikahan bos ku." jawab David dengan santai.
"Apa kau sudah gila, kenapa haru aku yang kau bawa." ucap Rahel dengan tidak terima.
"Karna aku hanya menyukai mu." jawab David.
Rahel hanya bisa mengelus elus dadanya yang seakan akan akan meledak menghadapi banyak nya cobaan yang Tuhan berikan padanya.
"Aku akan membawamu ke butik terkenal dan kau akan di ubah menjadi wanita yang semakin cantik." ucap David.
__ADS_1
Rahel hanya diam saja tidak menjawab karna lelah akan semuanya.