TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
LELAH


__ADS_3

Lion,Arka dan Leo sedang menyantap sarapan nya di mansion,mereka bingung karna pagi itu di mansion sangat sepi.


"Kemana yang lain nya bi?" tanya Arka pada bi Marni.


"Bibi tidak tau, tetapi jika tidak salah non Aqila dan tuan arsenio semalam pergi ke apartemen sekertaris nya ada urusan katanya." jawab bi Marni.


"Kalo David bi ,apa kau melihatnya?" tanya Leo.


"Kalo den David bibi kurang tau ." jawab bi Marni.


"Kemana bocah satu itu." ucap Lion sembari mengunyah makanan nya.


Akhirnya mereka melanjutkan sarapan paginya dengan mood yang kurang baik lantaran di mansion sangat lah sepi hingga yang terdengar hanyalah suara sendok dan garpu yang saling beradu .


*********


Perlahan Rahel membuka matanya, hal yang pertama kali dia lihat adalah wajah David yang sedang menatap dirinya.


"Apa kau liat liat." ucap Rahel yang terkejut.


"Memangnya tidak boleh?" tanya David dengan tersenyum.


Rahel hanya memalingkan wajahnya dari tatapan mata David yang tajam.


"Ough iya ini sudah pagi aku akan pulang." ucap Rahel dengan nekat mencabut jarum infus yang ada pada tangannya.


Melihat itu David sangat terkejut, seketika dia merasa sangat panik dan berusaha menghentikan Rahel yang berbuat nekat itu.


"Hey bodoh, hentikan kau melukai diri mu sendiri." teriak David dengan sangat panik.


"AKU INGIN PULANG KAU TIDAK BERHAK MELARANG KU." teriak Rahel dengan sangat keras.


"Aku akan mengantarmu pulang kau bersabar lah." ucap David memegangi kedua tangan Rahel.


"Sekarang!!" ucap Rahel dengan bersikeras.


Akhirnya David segera menuruti keinginan Rahel ,dia segera mengurus administrasi dan membawa Rahel ke dalam mobilnya menuju rumah rahel.


Di sepanjang perjalanan Rahel hanya memalingkan wajah nya ke arah jalan, David selalu berusaha membuka topik pembicaraan dengan Rahel namun,Rahel selalu mengabaikan apa yang David katakan dan tidak merespon nya sama sekali.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian mobil David terparkir tepat di tempat biasanya Rahel berjualan,Rahel segera keluar dan berlari ke arah Sindi yang sedang duduk melamun.


Sindi yang mendapat kan pelukan tiba tiba dari seseorang merasa terkejut ,tetapi setelah mengetahui jika itu adalah sahabatnya Sindi pun membalas pelukan erat yang Rahel berikan.


"Kau kemana saja aku tidak ada teman lagi,hanya kau yang mampu bersabar menghadapi teman sepertiku." celetuk Sindi yang sedang mengutarakan isi hatinya .


Rahel sangat menyayangi sahabatnya itu,baginya dia adalah satu satu nya orang yang selalu mengerti perasaan Rahel,meskipun Sindi sangat cerewet tetapi hatinya sangat baik dan tulus.


"Aku tidak kemana mana , mana mungkin aku akan meninggalkan sahabatku yang cerewet ini." jawab Rahel.


"Ekhem." tiba tiba David berdehem agar Rahel tidak melupakan jika David juga hadir di sana.


"Eh...kau apa dia yang menculik mu?" tanya Sindi pada Rahel.


"Kau jangan asal bicara aku sudah menolong teman mu itu tanyakan saja pada nya."jawab David dengan nada yang datar.


Akhirnya Sindi terus menerus mengintrogasi Rahel dan David layaknya seperti pewawancara yang sedang mewawancarai seorang artist, David yang tidak tahan dengan Sindi yang terus saja mengoceh akhirnya memutuskan pulang ke mansion dan menemui Rahel di lain waktu.


*********


DI HOTEL....


Aqila tampak sudah membersihkan dirinya begitupun dengan arsenio , terlihat wajah Aqila yang masih terdapat luka lebam yang belum pudar karna arsenio, sebenarnya arsenio sangat tidak tega melihat keadaan Aqila dengan tatapan mata nya yang kosong seperti itu namun, karna ego arsenio yang sangat tinggi, dalam keadaan salah pun arsenio masih tetap menekan Aqila dan menginjak injak harga dirinya.


Aqila hanya diam tanpa menjawab sepatah kata pun.


Arsenio yang tidak sabaran kemudian menarik tangan Aqila dan membawanya ke dalam mobil.


***********


DI MANSION....


Di benar Arka kini di penuhi dengan rasa khawatir nya pada Aqila,meskipun Arka tau arsenio sangat mencintai nya,namun entah mengapa hati Arka sekarang begitu gelisah memikirkan Aqila yang entah dimana.


Tidak lama kemudian bi Marni berteriak menghampiri Aqila dan Arsenio yang baru saja tiba di mansion.


"YA AMPUN NON, WAJAH NON KENAPA??" teriak bi Marni sembari memeriksa keadaan Aqila yang tampak memprihatinkan.


Sontak suara bi Marni memancing perhatian Arka dan yang lainnya,selain itu David yang baru saja tiba di mansion juga di buat bingung dengan suara kerusuhan yang ada.

__ADS_1


"Aku tidak apa apa bi." jawab Aqila berusaha menahan tangis nya.


"Cepat lah siap siap kau harus pergi ke kampus." ucap arsenio dengan bergegas ke kamar nya meninggalkan Aqila dan yang lainnya yang masih dalam berada kebingungan.


Melihat keadaan Aqila yang seperti itu membuat dada Arka terasa sesak,tanpa di sadari siapapun Arka mengepalkan tangannya,di matanya kini menyorotkan rasa amarah yang begitu besar.


Aqila sempat melihat ke arah Arka yang sedang menatapnya namun dengan buru buru juga Aqila segera memalingkan wajah nya kembali.


"Aku harus siap siap bi,aku harus pergi ke kampus." ucap Aqila sembari bergegas pergi menyusul arsenio.


David sang mafia playboy yang tentunya sudah banyak berpengalaman dengan wanita sedikit curiga melihat cara berjalan Aqila yang sedikit berbeda, layaknya seorang gadis yang baru saja kehilangan kesuciannya,namun David percaya jika arsenio bos nya benar benar mencintai Aqila dan tidak mungkin melakukan itu secara paksa.


"Mereka kenapa ya terlihat sangat berbeda,tidak seperti biasanya." ucap Leo.


"Aku pun tidak tau ." jawab David.


"Eh kau,,, dari mana saja baru kelihatan batang hidung mu." ucap Lion.


"Itu tidak penting aku pulang karna aku tau kalian akan merindukan ku ."jawab David dengan berjalan menuju meja makan.


"Dasar bocah baru saja datang sudah numpang makan." ucap Leo dengan mengikuti David.


Arka mengeluarkan ponsel nya lalu mengirim pesan singkat pada arkanza,setelah itu dia ikut berkumpul kembali dengan teman teman nya.


*******


Aqila memasuki kamar nya dengan air mata yang sudah tidak bisa di bendung lagi,sakit rasanya jika teringat kembali peristiwa semalam yang akan menumbuh kan rasa trauma yang mendalam di hidupnya.


Tanpa di sadari Aqila ternyata arsenio juga berada di dalam kamarnya,hingga Aqila menyadari keberadaan arsenio dan dengan cepat Aqila segera menyusut air mata nya.


"Aku sudah minta maap ,apa itu tidak cukup?" tanya arsenio yang sudah mulai tidak tahan dengan sikap Aqila yang mengabaikan nya.


"Lebih dari cukup tuan." jawab Aqila dengan nada yang ketus.


"Aku tidak ingin kau berperilaku seperti itu atau aku akan menghukum mu." tegas arsenio.


"Hukum aku tuan, jika perlu bunuh saja aku, aku sudah tidak tahan dengan semua ini." teriak Aqila dengan frustrasi.


Hal itu terdengar oleh arka yang tidak sengaja berjalan melewati kamar Aqila dengan pintu yang tidak tertutup sempurna.

__ADS_1


Mendengar itu Arka berpikir jika dia masih punya kesempatan untuk kembali merebut hati Aqila dari arsenio yang sudah menyakiti nya.


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰


__ADS_2