
Deg...
Mendengar kabar itu membuat keempat sejoli merasa terpukul mereka memikirkan bagaimana keadaan bos nya yang kehilangan wanita yang baru dia cintai.
*****************
Ketika mereka hendak pergi ke mansion tiba tiba mereka melihat arsenio di kejauhan.akhirnya keempat sejoli itu berlari menghampiri arsenio dan langsung memeluk nya.
"Bos kau yang sabar yah mungkin dia belum jodohmu."ujar Leon sambil memeluk arsenio.
"Apa yang kalian lakukan ini lepas kan bodoh orang orang melihatku."jawab arsenio.
"Dimana jasadnya bos."tanya Leo.
"Jasad siapa yang kau maksud?"arsenio malah bertanya kembali.
"Bukannya Aqila sudah tidak ada."ujar David.
"kata suster itu pasien yang bernama Aqila sudah di bawa pulang karna tidak bernyawa lagi."lanjutnya.
"Kau lihat para dokter di rumah sakit ini masih hidup kan."ucap arsenio.
Keempat sejoli itu hanya mengangguk
"Jika masih hidup berarti aqila ku selamat bodoh."lanjut arsenio .
"terus mengapa suster itu bilang Aqila meninggal."tanya Leo.
"Akan ku potong lidah kalian jika sekali lagi berbicara Aqila ku sudah meninggal."ancam arsenio.
Ternyata yang suster katakan itu adalah pasien korban kecelakaan yang mempunyai nama persis dengan Aqila hanya saja kepanjangan nya yang berbeda.
******************
DI RUANG VIV
"Dokter terimakasih atas bantuannya aku akan memberi mu upah sebanyak yang kau mau."ujar Arsenio.
"Terimakasih atas kemurahan hati mu tuan."jawab dokter Andres.
FLASHBACK ON
Ketika para dokter telah menyerah untuk menangani Aqila karena keadaannya yang sangat lemah sehingga persentase keselamatan nya hanya beberapa persen saja ,arsenio terus saja berusaha yang terbaik untuk keselamatan Aqila ,dia menyuruh anggota nya untuk menjemput dokter Andres yang merupakan dokter ahli bedah terbaik dunia untuk menangani Aqila.
Dengan keahlian dokter Andres itu Aqila menjalani proses operasi dengan lancar tanpa kendala dan keadaan nya menjadi stabil kembali.
FLASHBACK OFF.
*******************
Arsenio menyuruh keempat sahabat nya itu untuk menjaga Aqila karna dia harus kembali ke mansion untuk mengurus orang orang yang telah mencari masalah dengannya.
"Kalian jaga dulu dia jika sampai terjadi sesuatu pada nya kalian lah yang bertanggung jawab."ucap arsenio sembari bergegas pergi.
"Baik bos asalkan bonus kita aman ."jawab Lion dengan cengengesan.
__ADS_1
Arsenio pun pergi meninggalkan Aqila dan keempat sahabat nya di ruang ICU .
"Kau lihat sekarang bos kita menjadi sangat bucin."ucap Lion.
"Tidak sia sia asisten si bos itu menyetujui permintaan si nenek lampir."timpal Leo mengundang gelak tawa yang lainnya.
Berbeda dengan yang lainnya Arka hanya ter fokus pada Aqila yang sedang terbaring lemah belum sadarkan diri .
"Jangan menatap nona arsenio terlalu lama kawan nanti kau jatuh cinta padanya hahaha."ucap Leo.
Arka hanya tersenyum miring mendengar candaan Leo kepadanya.david pun melihat gerak gerik Arka yang sedikit janggal menurutnya.
****************
DI MANSION
Terlihat mobil arsenio memasuki mansion milik nya,Roy yang melihat itu segera menghampiri bosnya.
"Bagaimana?"tanya arsenio pada roy.
"Dia tetap tidak mau membuka mulutnya bos bahkan menantang dengan hukuman yang akan di berikan untuknya nanti."Jawab Roy.
Arsenio tersenyum sembari melangkah kan kakinya kearah ruangan tempat menyekap pri misterius itu.
*******************
Di ruang penyekapan......
tak....tak..tak...
Langkah kaki terdengar dari jauh pria itu mulai gusar seakan tau siapa yang akan datang padanya.
Pria misterius itu hanya memandang wajah arsenio dengan tatapan kebencian.
Arsenio membawa pisau kecil dan diarahkan tepat ke arah wajah pria itu.
"Aku akan melepaskan mu jika kau memberi tahu ku siapa yang menyuruhmu melakukan ini semua!"ujar Arsenio.
"Aku tidak akan pernah memberi tahu mu siapa dalang di balik ini semua aku hanya akan memberitahu bahwa hidupmu sebentar lagi akan hancur akan hancur kau tau itu!!!!"teriak pria misterius.
"Baiklah jika itu mau mu."ucap arsenio dengan menggores goreskan pisau kecil nya itu pada wajah pria itu seketika ruangan itu di penuhi dengan teriakan yang mengerikan.
"Siram lukanya dengan air garam pastikan dia tidak mati dengan mudah."ujar Arsenio meninggalkan tempat itu.
******************
DI RUMAH SAKIT..
Aqila mulai membuka matanya perlahan dengan berat badan nya terasa hancur dia merasakan sakit yang luar biasa.
"Hey lihat dia sudah sadar aku akan mengabari bos."ucap Leon.
Melihat Aqila yang sudah mulai membuka matanya membuat Arka dengan spontan menghampiri kearahnya.
"Apakah sangat sakit?"tanya Arka dengan khawatir.
__ADS_1
"Sakit sekali.."jawab Aqila dengan nada yang lemah.
David yang menyadari perilaku Arka yang aneh itu memutuskan untuk menghampiri keduanya.
"Jangan macam macam dia gadis bos kita."bisik David pada Arka.
"Dia sudah seperti adikku kau tenang saja."jawab Arka dengan tatapan yang berbeda.
*****************
"HALO BOS GADIS BODOH MU SUDAH SADAR."Ucap Lion dalam telpon dengan berteriak.
"Kecilkan suaramu sialan dan jangan berani beraninya kau menyebut dia dengan sebutan gadis bodoh."ucap arsenio dengan tegas.
"Hehe maap bos aku terlalu senang,kau sedang dimana?"tanya Leon.
"Aku sedang di perjalanan."ucap arsenio mematikan telponnya.
********************
Di sebuah markas....
"DASAR ORANG TIDAK BERGUNA!!!!!!"
Seorang pria berperawakan cukup tua itu tampak sangat marah dan melempar kan barang yang ada di depannya.
Para pengawalnya hanya bisa terdiam takut menjadi sasaran amukan tuannya.
"Aku tidak mau tau kalian harus mendapatkan gadis itu hidup atau pun mati!"ucapnya.
*****************
"Apa kau baik baik saja ?"tanya arsenio kepada Aqila yang sedang terbaring lemah.
"Bagaimana keluargaku tuan apakah mereka selamat?"aqila malah balik bertanya pada arsenio.
"Kau pikirkan dulu dirimu baru orang lain kau mengerti!"bentak arsenio.
Di sela sela pembicara arsenio dan aqila dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Aqila.
"Selamat siang tuan saya akan memeriksa nona Aqila."ucap dokter .
Arsenio pun membiarkan dokter itu memeriksa keadaan Aqila.
"Dokter apakah dia bisa di bawa pulang sekarang juga?"tanya arsenio.
"Tuan mohon maaf untuk sekarang nona Aqila masih harus berada dalam penanganan dan pengawasan dokter."jawab dokter itu.
"Aku akan membeli semua peralatan yang kau butuhkan dan berapapun bayaran yang kau minta untuk merawat dia di mansion ku saja,ini perintah."ucap arsenio dengan penuh penekanan.
Arsenio seperti itu karena takut akan musuh nya yang kini tengah mengincar keberadaan Aqila.
Entah mengapa arsenio semakin ingin melindungi aqila dari segala bahaya yang sedang mengintainya yang di sisi lain bahaya itu timbul karena ulah arsenio sendiri.
"Maap kan aku,aku akan menjagamu."ucap arsenio menggenggam tangan Aqila.
__ADS_1
Entah mengapa Aqila merasa nyaman dengan perlakuan arsenio meskipun masih sedikit kasar.
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰