
Mendengar itu seketika membuat arsenio merasa cemburu.
"Maksud ku jika dia ikut maka dia bisa mengajak Amara untuk menemani ku di sana." jelas Aqila yang melihat wajah masam arsenio.
"Tidak , dia harus mengerjakan proyek perusahaan." jawab arsenio dengan ketus.
Ketika sudah siap mereka pun langsung melakukan perjalanan nya dengan pengawalan yang cukup ketat, hal ini arsenio lakukan untuk menjamin keselamatan keluarga yang dia sangat cintai.
**********
"Meskipun sarapan ku terganggu tapi tidak apa apa lah jika ini untuk berlibur hahaha." ucap Leo dengan gembira.
"Aku sudah memesan penginapan di sekitar pantai, bawa barang bawaan ku ke sana sekarang juga." titah arsenio dengan sebelah tangannya merangkul pundak Aqila.
"Kenapa tidak di hotel punya mu saja bos itu kan tidak terlalu jauh dari sini." tanya Arka.
"Ini keinginan istriku." jawab arsenio dengan singkat.
"Tapi bos bukan kah itu beresiko untuk memancing musuh menyerang kita?" tanya Arka yang tidak mau terjadi sesuatu pada kedua orang yang dia sayangi.
Arsenio terdiam sejenak dan memikirkan perkataan Arka yang benar adanya, dia harus mementingkan keselamatan istrinya apa lagi saat ini dia sedang mengandung buah hati nya.
"Tapi aku tidak mau menginap di hotel itu, aku ingin tinggal di penginapan yang sederhana saja." ucap Aqila dengan cemberut.
"Tapi sayang..." arsenio selalu seperti ini, kehabisan kata kata untuk memberi pengertian pada orang yang benar benar dia cintai hingga mau tidak mau arsenio harus mengambil resiko ini.
***********
Arsenio dan aqila langsung merebahkan tubuhnya di ranjang penginapan ketika mereka sampai di sana, karna dalam keadaan nya yang sekarang Aqila sangat mudah merasa lelah ketika sedang melakukan apa pun.
__ADS_1
"Kita istirahat dulu saja ya sayang pinggang ku terasa sakit." ucap Aqila pada arsenio.
"Aku akan memijat mu ." balas arsenio dengan memasang muka mesum nya.
"Astaga.. sebaiknya kita cepat keluar." ujar Arka yang melihat keduanya sedang bermesraan.
Keempat sejoli itu pun bermain main menikmati deburan ombak di siang hari yang terik, rasanya sudah lama mereka tidak berlibur karna terlalu fokus pada misi misi yang harus mereka selesai kan.
"Hey hey kalian mau apa?" tanya Lion dengan panik karna ke tiga teman nya itu memaksanya untuk berbaring di pasir.
"Diam lah kami akan membuat sebuah karya." ucap David dengan sedikit demi sedikit menutupi badan lion dengan pasir yang juga diikuti oleh arka dan Leo.
Mereka semua tertawa setelah berhasil membuat tubuh lion terkubur dengan pasir hingga yang terlihat sekarang hanyalah kepala nya saja.
"Ayo kita berfoto!!" ucap Lion yang malah senang dengan karya yang di buat oleh ke tiga sahabat nya itu.
"Aku lapar." ucap David.
"Di sana ada cafe yang cukup besar sepertinya menu menu nya enak." jawab Arka.
"Baik lah ayo kita makan siang di sana." ucap Leo.
Mereka bertiga pun berdiri sembari membersihkan pasir pasir yang menempel pada celana pendek yang mereka pakai.
"Hey bodoh kalian tidak lihat aku tidak bisa berdiri sendiri." teriak lion yang tubuh nya masih terkubur di dalam pasir.
Mereka ber tiga pun menoleh dan melihat sejenak ke arah lion dengan wajah nya yang pasrah sembari berkata.
"Bangun saja sendiri, sudah gede hahahaha." balas Arka dengan diikuti tawa dari yang lain.
__ADS_1
"Hey cepat bantu aku!" tegas Lion pada pengawal arsenio yang pangkatnya lebih rendah.
"Baik bos." ucap pengawal itu dengan menghentikan tawanya karna takut.
*********
Mereka berempat pun telah sampai di cafe yang di tuju itu, suasana di sana cukup tenang karna sedang tidak banyak pelanggan tanpa berlama lama David segera memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan yang akan merek makan.
"Ada lagi tuan?" tanya pelayan itu.
"Sudah cukup." jawab David dengan singkat.
Ketika sedang asik mengobrol tanpa di sengaja pandangan mata David tertuju pada seorang gadis di depan nya yang sedang asik mengobrol dengan seorang pria layaknya sepasang kekasih.
DEG.....
Tanpa di sengaja mereka melakukan kontak mata dengan saling menatap beberapa saat satu sama lain nya.
"Rahel....Rahel...kau kenapa?" tanya Brandon yang melihat Rahel menjadi tidak fokus.
"Ah...tidak apa apa." jawab Rahel dengan membuang pandangannya dari David.
Rahel mulai tidak nyaman ketika melihat David dengan tidak sengaja , sekarang David dengan tatapan mata tajam nya terus saja melihat ke arah dirinya seakan tidak terima jika Rahel dekat dengan seorang pria.
"Ah Brandon aku sudah tidak lapar lagi, apa sebaiknya kita pergi dari sini?" tanya Rahel dengan wajah mencurigakan.
"Kenapa Rahel bukan nya kita belum memakan apa pun." jawab Brandon dengan heran.
Tetapi Rahel langsung menggenggam tangan Brandon dan menariknya untuk keluar dari cafe itu setelah dia melihat David yang sepertinya ingin berjalan menuju ke arah nya.
__ADS_1