TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
SPECIAL UNTUK AQILA


__ADS_3

"Aku juga tidak tau seperti nya ini sangat penting aku akan segera kembali." ucap Roy dengan buru buru meninggalkan Selina di apartemen nya sendirian.


"Ahhh dia sangat menyebalkan,aku kan sudah susah payah membuat nasi goreng yang tampak lezat ini yasudah lah aku akan menghabiskan ini sendiri." gerutu Selina dengan raut muka yang kesal.


Tetapi, ekspresi wajah Selina berubah setelah mencoba nasi goreng yang di buat nya yang ternyata sangat lah asin.


"Huekkk....ya ampun ini sangat asin bagaimana dia bisa menelan nya tadi." teriak Selina dengan memuntahkan makanan yang ada dalam mulutnya.


Selina merasa bersalah pada Roy karna telah menyuruh nya mencicipi makanannya yang belum sama sekali Selina cicipi terlebih dahulu karna rasa percaya dirinya jika makanan yang akan di buatnya itu pasti enak.


**************


DI KEDIAMAN AMARA....


"Ayah ibu,,,apa aku sudah terlihat cantik?" tanya Amara pada kedua orang tuanya yang sedang terlihat bersantai dengan menonton tv.


"Wah,,, putri ayah ini sudah terlihat sangat cantik sekali ,mau kemana putriku?" tanya tuan Toni sembari memperhatikan penampilan Amara yang nampak berbeda.


"Aku sekalian ingin meminta ijin pada ayah dan ibu ,hari ini aku akan pergi berkencan dengan seorang pria yang aku suka." ucap Amara dengan sangat bahagia.


"Masi pagi begini sayang?" tanya ibu Amara memastikan.


"Iya Bu,,mungkin aku akan pulang sedikit malam." ucap Amara dengan tersenyum manis.


"Tidak papa jika kau senang sayang, nikmati masa muda mu, pria pilihan mu itu ayah menyukai nya." ucap tuan Toni yang masih mengira jika pria itu adalah arsenio barram.


Amara bertanya tanya apakah ayah nya sudah tau jika dia menyukai Roy, sehingga dia mengatakan hal seperti itu,tetapi ketika Amara ingin menanyakan nya suara klakson mobil Roy berbunyi hingga Amara dengan buru buru berpamitan kepada keduanya dan bergegas masuk menuju mobil sport hitam di depan rumah nya.


***********


DI DALAM MOBIL....


Roy sedikit canggung ketika Amara masuk ke dalam mobil nya,Amara yang mengetahui itu, segera membuka topik yang ringan agar Roy merasa nyaman.


"Apa kau menunggu dari tadi?" tanya Amara dengan melihat ke arah Roy yang sedang menyetir.


"Tidak,,tidak terlalu lama." jawab Roy dengan sedikit kaku.


"Kita mau kemana sekarang?" tanya Amara.


Namun, dengan tiba tiba Roy menghentikan mobil nya saat sedang berjalan tanpa menjawab pernyataan yang Aqila berikan tadi.


"Ada apa Roy?" tanya Amara dengan penasaran.


Roy memegang kedua tangan Amara dan menggenggam nya dengan erat.


"Amara aku minta maap ,aku pernah menyakiti hati mu namun dengan sangat jujur apa yang kau lihat itu tidak seperti itu adanya." ucap Roy dengan wajah bersalah nya.


Amara terdiam sejenak, hatinya Seketika merasakan sakit kala mengingat Roy ketika sedang bersama dengan Selina.


"Aku akan mencoba melupakan nya Roy, tetapi aku masih butuh penjelasan mu.


Akhirnya Roy menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi , Roy menjelaskan dengan detail kepada Amara hingga tentang Selina yang memaksa ingin tinggal di apartemen Roy selama tiga hari karna mungkin mereka tidak akan bertemu lagi di karena kan Selina yang tidak akan melanjutkan pekerjaannya di perusahaan arsenio.


Meskipun sedikit sesak mendengar pernyataan Roy yang demikian, tetapi Amara berusaha tersenyum dan memberi pengertian pada pria yang di cintai nya ini, di sisi lain juga Amara merasa tenang dan senang karna Roy sudah terbuka dan ingin berkata jujur pada nya.


"Aku lebih senang kau terbuka seperti ini Roy, baik lah tidak usah mengingat ingat nya lagi hari ini kita akan bersenang-senang." ucap Amara dengan wajah yang kembali ceria.


Roy mengangguk kan kepalanya nya dan akhirnya mereka berdua melanjutkan perjalanannya ke suatu tempat.


***********


DI MANSION ARSENIO....


Pagi ini Aqila terbangun dengan sangat awal, memang semalaman dia tidak bisa tidur karna terus mengingat jika hari esok dia dan Arsenio akan menjalani proses pernikahan.


Rasa nya Aqila sangat tidak siap dengan itu semua namun, arsenio terus bersikeras ingin segera menikahi nya.


Aqila melamun di sisi ranjang dia memikirkan mengenai kepergian Arka dalam beberapa hari ini, jujur Aqila sangat khawatir dan takut dengan keadaan Arka sekarang mengingat dari kejadian kemarin Aqila baru saja melihat sisi lain dari diri Arka yang ternyata dia adalah orang yang susah mengendalikan emosi nya dan bisa sangat nekat.


Arsenio meraba raba ranjang di sisi nya namun tangan nya tidak menemukan adanya Aqila hingga perlahan dia membuka mata nya dan melihat jika Aqila sudah bangun lebih awal dari nya.


Arsenio pun menghampiri Aqila yang sedang melamun itu ,dia melingkarkan tangan nya di pinggang Aqila dan menaruh dagu nya di pundak Aqila.


"Kau kenapa sayang?" tanya arsenio dengan suara yang masih berat.


Aqila terkejut dengan apa yang di lakukan oleh arsenio,dan itu membuat lamunan nya menjadi Buyar.


"AH...aku tidak apa apa ." balas Aqila dengan wajah yang sendu.

__ADS_1


"Apa kau tidak ingin menikah dengan ku? apa kau tidak mencintai ku ?" tanya arsenio yang melihat wajah Aqila tidak ceria pagi ini.


"Bukan seperti itu, aku hanya sedih karna aku akan menikah dengan seseorang tetapi bahkan ayah dan adik ku tidak tahu jika aku akan menikah." ucap Aqila.


"Hari ini aku akan meminta ijin ke rumah mu sekalian mengundang keluarga mu untuk hadir di pesta itu,setelah itu aku akan mengajak mu menemui kedua orang tua ku." ucap arsenio dengan tatapan yang dalam.


DEG....


Entah mengapa perasaan Aqila seketika menjadi sangat bahagia, sebenarnya sudah lama dia menunggu arsenio agar mau menceritakan tentang kehidupan nya Aqila juga penasaran dengan keluarga nya yang tidak pernah terlihat sama sekali.


"Benarkah?" tanya Aqila dengan sangat antusias.


"Tentu saja." balas arsenio dengan mengangguk kan kepalanya.


Tetapi tidak lama kemudian Aqila merasakan perut nya yang kembali mual hingga Aqila segera berlari ke kamar mandi .


"Huekkk Huekk...."Aqila berusaha memuntahkan apa yang ada di dalam perutnya namun tidak ada sedikit pun sisa makanan yang Aqila muntah kan.


Arsenio dengan cekatan mengelus elus punggung Aqila, arsenio yang berpengalaman sudah mulai curiga jika Aqila sedang mengandung anak nya namun, arsenio tidak ingin jika Aqila mengetahui nya karna mungkin kehamilan di luar pernikahan akan membuat nya sedih karna aqila merupakan gadis yang di didik baik oleh ayah nya.


"Kenapa aku mual mual terus yah." ucap Aqila yang kembali ke kasur.


"Mungkin kau masuk angin sayang aku akan memanggil kan mu dokter kau tenang saja tidak usah khawatir." balas arsenio menenangkan Aqila.


"Emm... baik lah aku rasa memang sebaik nya aku memeriksakan diri." ucap Aqila.


"Kau istirahat saja di sini yah aku akan membawakan sarapan special untuk mu." ucap arsenio sembari mengelus rambut Aqila yang tergerai dan masih acak acak kan.


"Kenapa bisa special ?" tanya Aqila dengan polos nya.


"Karna aku yang membuat kan nya khusus untuk mu." balas arsenio sembari tersenyum.


"Memangnya tuan bisa memasak? eh maksud ku sayang apa kau bisa memasak?." ucap Aqila yang mengulang ucapan nya karna melihat tatapan tajam dari arsenio.


"Kau tunggu saja ya." ucap arsenio sembari melangkah kan kaki nya.


**************


Saat arsenio menuruni tangga, dia melihat Arka dan yang lain nya sedang bercanda satu sama lain.


"Kau sudah kembali Arka?" tanya arsenio pada Arka.


"Ough... tentu saja kau harus hadir di acara itu." balas arsenio.


"Bos bos,,,, persiapan nya sudah 95 persen, setelah sarapan kita akan menyurvei gedung pernikahan nya dan memastikan jika semuanya aman." ucap Lion.


"Bagus,,baik lah kalian sarapan duluan saja tidak usah menunggu ku." ucap arsenio kepada. keempat sejoli itu.


"Kenapa bos?" tanya David.


"Aku akan membuat sup." balas arsenio sembari bergegas ke arah dapur.



"Apa kau yakin bos bisa memasak?" tanya Leo dengan wajah tidak percaya.


"Kita lihat saja." ucap David sembari mengunyah makanan di mulutnya.


Setelah sampai di dapur arsenio langsung menyiapkan bahan bahan yang dia perlukan lalu dia mencuci semua sayur yang dia bawa.


"Tuan,,,biar bibi bantu." ucap bi Marni yang ada di dapur itu.


"Tidak usah bi aku bisa sendiri." jawab arsenio dengan percaya dirinya.


Akhirnya bi Marni membiarkan arsenio di dapur itu.


Arsenio mulai memotong motong sayuran seperti wortel dan yang lain nya lalu dia mendidih kan air.


Arsenio tampak sudah hapal langkah *** langkah makanan yang akan di buat nya hanya saja dia memasak dengan membuat dapur itu menjadi sangat berantakan.


"AH....aku memang sangat pandai memasak." ucap arsenio setelah mencicipi masakannya dan ternyata enak.


Akhirnya arsenio memindah kan sup itu ke dalam sebuah mangkuk dan membawanya bersama segelas susu menuju kamar Aqila.


"Sudah jadi bos?" teriak David yang melihat arsenio keluar dari dapur.


"Yaps..tentu saja." jawab nya sembali terus melanjutkan langkah kaki nya.


Aqila melihat kedatangan arsenio dengan semangkuk sup dan segelas susu di tangan nya dengan antusias Aqila bertepuk tangan melihat nya.

__ADS_1


"Yeay,,,,,sudah jadi." ucap Aqila sembari bertepuk tangan seperti anak kecil.


"Silahkan tuan putri." ucap arsenio sembari ikut tersenyum bahagia melihat Aqila yang kini kembali ceria.


"Apa aku boleh memakannya sekarang sayang?" tanya Aqila yang terlihat sangat tidak sabar untuk mencicipi semangkuk sup hangat itu.


"Tentu saja ayo makan lah." jawab arsenio.


Dengan sangat gembira Aqila mencoba sup itu, dia sangat suka dengan rasanya yang pas Aqila tidak menyangka jika arsenio seorang pria yang kaku dan terlihat kejam itu bisa memasak dan masakannya sangat lah enak.


Dengan lahap Aqila terus menyantap sup tersebut.


"Pelan pelan saja sayang, jika kau mau lagi aku akan membuat kan nya untuk mu." ucap arsenio dengan mengusap punggung Aqila.


"Ini sangat enak rasanya badan ku terasa segar kembali sayang." ucap Aqila dengan masih mengunyah makanannya.


"Ha ha ha ha kau ini ada ada saja, tetapi jika kau merasa lebih baik setelah ini bersiap lah kita akan pergi ke rumah mu." ucap arsenio.


"Tentu saja." ucap Aqila sembari mengangguk kan kepalanya dengan hati yang sangat bahagia pagi ini.


************


Keempat sejoli itu tampak nya sudah menyelesaikan sarapan paginya lalu mereka segera bersiap untuk bergegas menuju gedung yang aman di gunakan untuk acara pernikahan arsenio dan aqila besok.


"Ayo kita pergi." ucap Arka.


"Santai saja kawan kau ini sangat bersemangat sekali." jawab Lion dengan bercanda.


"Apa kau tidak membawa oleh oleh apa pun dari sana untuk kita?" tanya Leo.


"Tentu saja ada." jawab Arka dengan memasang wajah kaku nya.


"Kau membawa apa?" tanya yang lain nya dengan sangat antusias.


"Pakaian kotor." jawab Arka dengan tersenyum jahil dan segera berlari ke luar.


"Hey awas kau yan dasar bocah sialan."ucap Lion dan yang lain dengan menyusul Arka menuju luar mansion.


Setelah pertengkaran seperti anak kecil, Meraka pun memasuki mobil dan bergegas menuju lokasi dengan di kawal oleh beberapa pengawal untuk memastikan keamanan di jalan yang pada hari ini cukup ramai dari pada hari hari biasanya.


***********


Mobil Roy terparkir di sebuah cafe ice cream yang merupakan tempat aice cream termahal di kota itu,selain itu tempat nya juga sangat romantis untuk pasangan pasangan anak muda seperti Amara oleh karna itu Roy memutuskanmembawa Amara ke tempat tersebut.


Roy membuka kan pintu mobil untuk Amara setelah itu Amara menggandeng tangan Roy dan mereka masuk ke dalam cafe itu bersama sama.


Roy dan Amara pun memesan beberapa varian ice cream di tempat itu dan tanpa memerlukan waktu yang lama pesanan yang mereka pesan sudah diantarkan ke meja.



"Wah Roy,,,kau sangat romantis ternyata." ucap Amara memuji Roy.


Mendapatkan pujian seperti itu dari Amara membuat jantung Roy kembali berdebar dan pipinya mulai memerah.


"Kenapa pipi mu memerah?" tanya Amara yang sengaja menggoda Roy ketika melihat pipi Roy memerah.


"Ah...tidak mungkin...mungkin di sini sangat gerah."ucap Roy dengan gelagapan.


Amara merasa lucu dengan tingkah Roy yang sedang salting itu, rasanya Amara semakin di buat jatuh hati pada Roy yang bertingkah manis dan polos seperti anak kecil.


Amara dan Roy pun segera menikmati ice cream yang telah di pesan nya yaitu ice cream vanila dengan balutan emas yang tampak terlihat elegan dan mewah, selain itu juga ada ice cream roll coklat dengan biskuit yang terbuat dari bahan bahan premium hingga membuat rasanya begitu lezat dan membuat Amara lahap menyantapnya.


"Apa kau menyukainya?" tanya Roy dengan menatap dalam dalam wajah Amara yang tampak cantik dan anggun.


"Tentu saja apa lagi aku menikmati ini bersama mu." ucap Amara dengan tersenyum manis.


"Eee Amara aku ingin mengatakan sesuatu pada mu." ucap Roy dengan mengubah ekspresi wajah nya menjadi serius.


"Ya...bicara saja Roy." jawab Amara.


Roy berencana untuk mengungkapkan isi hati nya pada amara dan memberikan cincin cantik untuk Amara tetapi....


"Sebenarnya aku...."


Belum sempat Roy meneruskan perkataannya tiba tiba datang seorang pria menghampiri mereka berdua dan membuat Roy sangat kesal karna dia telah mengganggu momen nya.


*********


NGEBUBURIT BARENG NOVEL INI YU....

__ADS_1


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰


__ADS_2