
Tanpa di sadari Aqila ternyata arsenio juga berada di dalam kamarnya,hingga Aqila menyadari keberadaan arsenio dan dengan cepat Aqila segera menyusut air mata nya.
"Aku sudah minta maap ,apa itu tidak cukup?" tanya arsenio yang sudah mulai tidak tahan dengan sikap Aqila yang mengabaikan nya.
"Lebih dari cukup tuan." jawab Aqila dengan nada yang ketus.
"Aku tidak ingin kau berperilaku seperti itu atau aku akan menghukum mu." tegas arsenio.
"Hukum aku tuan, jika perlu bunuh saja aku, aku sudah tidak tahan dengan semua ini." teriak Aqila dengan frustrasi.
Hal itu terdengar oleh arka yang tidak sengaja berjalan melewati kamar Aqila dengan pintu yang tidak tertutup sempurna.
Mendengar itu Arka berpikir jika dia masih punya kesempatan untuk kembali merebut hati Aqila dari arsenio yang sudah menyakiti nya.
*************
Akhirnya arsenio mengantarkan Aqila dengan mobil nya menuju kampus x, sepanjang perjalanan keduanya saling diam terbawa oleh pikirannya masing masing.
Saat mobil arsenio tiba, terlihat sudah ada Dila dan dela yang menunggu Aqila di luar dengan melambai lambaikan tangan ke arah mobil yang di pakai Aqila.
Aqila hendak segera turun dari mobil,namun arsenio dengan cekatan menahan tangan nya.
"Aku akan bertanggung jawab aku akan menikahi mu secepatnya dan itu sebagai tanda permintaan maap ku padamu." ucap arsenio dengan sungguh sungguh.
"Aku tidak ingin di nikahi seseorang karna kasihan tuan,aku tidak butuh belas kasihan dari siapa pun." jawab Aqila dengan wajah yang datar.
"Aku menikahi mu karna aku menyukaimu, percayalah pada saat itu aku tidak bisa mengendalikan diri ku,aku pun tidak tau mengapa itu terjadi." ujar Arsenio dengan jujur.
Aqila hanya terdiam karna dia juga merasa suatu hal yang aneh yang terjadi pada arsenio,dia seperti di kendalikan oleh sesuatu entah obat atau apa pun itu.
"Aku butuh bukti jika kau melakukan itu dengan tidak sengaja." ucap Aqila karna ingin memastikan kebenaran yang telah arsenio katakan.
"Jika aku menemukan bukti nya kau harus siap menikah dengan ku kapan pun aku mau."ucap arsenio dengan sungguh sungguh.
"Baiklah." ucap singkat Aqila .
Arsenio memberikan black card kepada Aqila karna Aqila sempat mengembalikan itu pada arsenio.
__ADS_1
"Ambil ini,ingat lah pilih teman yang membuatu nyaman ." ucap arsenio sembari memberikan kartu itu.
Tidak ingin berdebat akhirnya Aqila menerima black card itu dari tangan arsenio dan segera keluar dari mobil menghampiri ke dua teman nya yang sudah lama menunggunya.
"Hay qil kami merindukan mu." ucap dela dan Dila dengan memeluk Aqila.
"Aku juga." jawab Aqila yang masih canggung dengan membalas pelukan kedua teman nya itu.
"Eh... tunggu tunggu bibir mu kenapa lebam begitu." ucap Dila dengan memperhatikan wajah Aqila yang sedikit berbeda .
"Ough Iyah wajah mu banyak luka lebam, apa ada yang menyakitimu?" tanya dela dengan khawatir.
Sebenarnya dela dan Dila adalah orang orang yang baik namun sayang nya merek di besarkan oleh keluarga yang selalu membatasi mereka dalam hal apa pun termasuk pertemanan karna menurut keluarganya derajat mereka akan terjaga jika bersosialisasi dengan orang orang yang sederajat, akhirnya mau tidak mau Dila dan dela harus mengikuti apa yang orang tua nya katakan,mereka juga sangat bahagia karna bertemu dengan Aqila yang menjadi teman baru mereka ,Dila dan dela tentunya akan membawa Aqila untuk di kenalkan pada orang tuanya untuk menjadi bukti jika Aqila benar benar sederajat dengan mereka.
"Ah..tidak apa apa aku ...eee..ini hanya luka biasa." ucap Aqila gelagapan.
Dengan polos keduanya percaya begitu saja. Namun, Brandon yang memperhatikan Aqila dari tadi merasa curiga pada gerak gerik Aqila yang tidak tenang dan sudah bisa di pastikan Brandon jika Aqila tampak sedang berbohong.
"Ayo girls kita ke kelas ,nanti keburu ada dosen killer itu , sebenarnya aku sangat malas belajar hari ini." Dila yang cerewet terus mengoceh dan meledek seorang dosen killer yang banyak tidak di sukai para mahasiswa di sana dan itu membuat Aqila tidak bisa menahan tawa nya karna menurut nya Dila sangat lah lucu.
"Astaga kau ada ada saja Dil." ucap Aqila.
Setelah sampai di kelas, Aqila Dila dan dela pun menuju meja nya masing masing dengan jarak yang lumayan berjauhan.
Tidak berapa lama Brandon yang baru datang ke kelas itu langsung menghampiri meja Aqila dan menatap nya dengan tajam.
"Ada apa?" tanya Aqila dengan dingin.
"Setelah kelas ini berakhir aku akan mengajak mu makan siang." ucap Brandon.
"Aku tidak mau." jawab Aqila memalingkan wajahnya.
"Aku tidak suka penolakan ,jika kau tidak mau aku akan memaksamu." ucap Brandon sembari bergegas pergi ke meja nya karna dosen sudah tiba.
"Selamat pagi semuanya,hari ini saya akan mengadakan kuis." ucap dosen killer yang baru datang itu.
"Loh pa kok mendadak." ucap Angel yaitu salah satu teman sekelas Aqila yang dari dulu menyukai Brandon,setelah kehadiran Aqila angel merasa tersaingi karna melihat Brandon yang sepertinya menyukai Aqila hingga itu membuatnya kesal.
__ADS_1
"Saya dosen di sini tugas kalian sebagai mahasiswa hanya perlu mengerjakan apa yang saya perintahkan." ucap dosen itu.
Semua mahasiswa di kelas itu akhirnya mengerjakan kuis yang di berikan tanpa adanya persiapan.
Aqila yang merupakan seorang Maba sangat bingung karna tidak satupun materi yang dapat dia pahami. Dela dan Dila yang peka jika Aqila berasa dalam kesulitan berinisiatif menuliskan jawabannya ke dalam secarik kertas lalu dalam waktu yang sama keduanya melempar kan kertas masing masing yang sudah di remas ke arah Aqila namun,bukan nya sampai kertas itu malah bertabrakan hingga kenakalan yang mereka lakukan di ketahui oleh dosen.
Dosen itu menghampiri meja Aqila dan mengambil kedua kertas itu di lantai lalu memeriksa nya.
"Wah wah mahasiswa baru zaman sekarang ini sudah berani berbuat nakal yah, siapa yang memberikan contekan ini padanya?" teriak dosen laki laki paruh baya itu.
Namun Dila maupun dela tidak berani mengakui perbuatannya karna takut dengan hukuman yang akan di dapat kan.
"Saya pak." ucap Brandon mengacungkan tangan nya.
"KAU!!! Keluar sekarang bapak akan menghukum mu bersama mahasiswa baru ini." ucap dosen itu dengan marah.
Aqila yang tau jika sebenarnya yang melempar kan kertas itu adalah kedua teman nya hanya diam saja, karna tidak ingin membuat teman nya itu dalam kesulitan meskipun mereka telah melakukan kesalahan, setidaknya niat mereka tulus untuk membantu Aqila.
Brandon dan Aqila di hukum membersihkan perpustakaan di kampus itu, ekspresi Aqila hanya datar ketika menerima hukuman itu, begitupun dengan Brandon.
"Kenapa wajah mu menjadi jelek seperti itu?" tanya Brandon sembari membereskan buku buku di perpustakaan.
Namun Aqila hanya melamun dengan tatapan mata nya yang kosong,Aqila tidak menjawab pertanyaan yang Brandon tanyakan sama sekali.
"Hey nona kau mendengar ku." teriak Brandon tepat di telinga Aqila hingga membuatnya kaget.
Dengan tiba tiba Aqila menetaskan air matanya dan itu membuat Brandon sangat bingung.
"Kau kenapa?" tanya Brandon.
"Tidak apa apa." jawab Aqila sembari menjalani hukumannya.
"Aku bisa menolong mu jika kau bercerita padaku." ucap Brandon.
Aqila berhenti sejenak dan berkata dalam batinnya...
"Aku harap ada orang yang akan benar benar mengeluarkan ku dari pahit nya hidup yang sedang aku jalani ini Tuhan." gerutu Aqila dalam batinnya.
__ADS_1
*********
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰