TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
KISAH BOREN PADA SELINA


__ADS_3

"Hari ini aku akan pulang dan besok aku akan mengurus surat resign ke perusahaan." jawab Selina dengan mata yang berkaca kaca.


"Aku yakin bos akan memaafkan mu, aku akan berbicara pada nya kenapa kau harus keluar?" balas Roy yang kasihan melihat Selina.


"Tidak usah Roy aku sudah memikirkan hal ini dengan bulat ." balas Selina dengan tersenyum.


"Aku akan mengantarmu pulang." ucap Roy.


"Baik lah." jawab Selina dengan wajah muram nya.


Akhirnya Roy mengantar kan Selina pulang ke rumah nya ada sedikit perasaan iba dari hati Roy pada Selina karna bagaimanapun Selina adalah wanita baik dan selalu ceria kebersamaan nya bersama Selina selama beberapa hari membuat Roy mengetahui karakter yang sebenarnya dari wanita menyebalkan itu.


*****************


DI DALAM MOBIL....


"Berarti besok kau akan datang ke perusahaan untuk meminta tanda tangan kontrak yang terputus?" tanya Roy pada Selina.


"Ya,,,,mau tidak mau aku harus kesana , aku sangat di buat sakit hati oleh mereka Roy, ini kali pertama aku di rendahkan dengan begitu rendahnya oleh orang namun aku tidak berniat memberitahu hal buruk itu pada ayah ku karna aku tidak ingin membuatnya merasakan sakit hati yang sama dengan ku." ucap Selina.


Dengan cerita Selina tadi Roy tiba tiba menghentikan mobil nya yang sedang melaju hal itu karna roy baru tersadar jika ayah Selina adalah salah satu musuh nya yaitu boren . di tambah arsenio yang memutuskan kerjasama perusahaan dengan boren dan mempermalukan nya membuat boren akan semakin memendam dendam pada arsenio dan semua orang orang nya.


"Kenapa berhenti Roy ada apa ini?" tanya Selina dengan ekspresi bingung karna melihat Roy yang sedang melamun tiba tiba.

__ADS_1


"Ah...aku...aku tidak bisa mengantar mu sampai ke rumah mu Selina." ucap Roy.


Dalam benak Roy sedang bimbang memikirkan apakah sebaiknya Selina tau ini semua atau kah membiarkan waktu yang akan memberitahu kan kepadanya nanti.


"Kenapa??? apa ada yang kau sembunyikan dariku Roy??" tanya Selina dengan mimik wajah yang curiga.


Setelah berpikir keras dan mempertimbangkan akhirnya Roy memberitahu Selina apa yang sebenarnya dia sembunyikan dari nya.


"Aku ingin memberi tahu mu sesuatu Selina , Ayo kita turun dulu." ucap Roy yang membawa Selina ke sebuah cafe di dekat sana.


Sesampainya di sana Roy langsung menceritakan semuanya pada Selina tentang siapa ayah nya, kenapa bisa sampai bermusuhan dengan arsenio dan detail detail lain nya yang membuat Selina sedikit tidak percaya karna selama ini di mata Selina ayah nya boren adalah seorang malaikat yang selalu memperlakukan nya secara lembut dan tidak pernah kasar sedikit pun padanya.


"Aku tau aku jahat waktu itu setelah mengetahui jika kau putra dari boren bos menyuruhku untuk mendekati mu dan mendapatkan semua informasi tentang ayah mu namun hal itu tidak terjadi karna bos memberhentikan kerjasama perusahaan dengan ayah mu karna dia telah melakukan kecurangan." jelas Roy pada Selina.


"Aku mengerti Roy, tidak apa aku akan pulang sendiri, terimakasih untuk semuanya." ucap Selina dengan tersenyum bergegas meninggalkan Roy.


Roy ingin menghentikan Selina tetapi dia rasa Selina butuh waktu untuk menenangkan diri nya sendiri akhirnya Roy hanya melihat pundak Selina yang semakin menjauh darinya .


**************


Mobil Arsenio dan para pengawalnya telah sampai di mansion semua prajurit di sana telah bersiap jika arsenio akan menyuruh mereka untuk bertempur hari itu juga.


Arsenio keluar dari mobilnya dengan menggendong Aqila yang sudah tidak sadarkan diri, bi Marni dan pak Anton langsung buru buru menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Ya ampun kenapa bisa begini tuan?" tanya pa Anton dan bi Marni dengan wajah yang cemas.


"Aku tidak tau pak, bi aku akan mengantarkan Aqila ke kamar aku titipkan Aqila pada kalian ya." ucap arsenio sembari bergegas ke dalam kamar untuk membaringkan tubuh Aqila di sana.


"Aku titip dia ya bi jangan sampai terjadi apa apa padanya, jika sudah sadar beri segelas susu untuk nya, aku harus pergi dulu." ucap arsenio pada bi Marni.


"Baik tuan." jawab bi Marni dengan menundukkan kepalanya.


********


Arsenio segera bergegas pergi ke halaman mansion itu yang terlihat para prajurit nya yang sudah bersiap siaga.


"Aku meminta pada kalian untuk meningkatkan keamanan di sekitar mansion ini, apa kalian mengerti!!" perintah arsenio dengan sangat tegas.


"Baik tuan." jawab para anak buah arsenio itu.


Mereka segera menyebar ke sekeliling mansion untuk berpatroli dengan senjata api yang lengkap.


Arsenio merasa cemas lantaran ada musuh yang mengincar nya ,musuh nya memang lah banyak hingga arsenio belum mengetahui siapa dalang di balik ini semua.


************


"SELAMAT BERBUKA PUASA"🤗

__ADS_1


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰


__ADS_2