
Itulah yang menyebabkan arsenio memiliki sikap dingin dan sangat kejam, arsenio hidup hanya karna ingin membalaskan dendam pada orang yang telah membantai keluarganya hingga tidak ada kehangatan di dalam hati nya dan hanya di penuhi dengan amarah hingga Aqila masuk ke dalam hidupnya dan memberi sedikit demi sedikit warna di hidupnya.
***********
Dengan mata yang merah arsenio membereskan barang barang yang sudah berdebu di sana.
Ketika arsenio memindahkan figura besar, terlihat satu amplop coklat yang terjatuh di belakang nya, amplop itu terlihat masih utuh dengan penasaran arsenio membukanya dan terdapat sebuah CD di dalam nya akhirnya arsenio pun memutuskan untuk membawa CD itu pulang dan melihat rekaman di dalam nya.
**************
Dila dan dela melihat Aqila yang memasuki kelas dengan seorang perempuan dan tampak mereka bergandengan tangan.
"Siapa dia ya aku baru melihatnya ." ucap Dila.
"Aku juga tidak tahu." jawab dela.
Aqila menghampiri kedua teman nya itu bermaksud untuk memperkenalkan Amara kepada mereka siapa sangka perlakuan Dila dan dela akan seburuk itu pada amara karna mereka merasa Amara bukan lah orang kelas atas karna penampilan yang sama sekali tidak mengenakan barang branded satu pun.
"Hay Dila ,dela, perkenalkan ini teman ku namanya Amara dia mahasiswa baru di sini, dan kebetulan dia mengambil jurusan sama seperti kita,kita akan berteman baik bukan." ucap Aqila dengan sangat antusias.
Tetapi Dila dan dela hanya acuh tak acuh pada amara dan mereka sama sekali tidak meliriknya meskipun hanya sebentar.
"Ough...." jawab Dila dengan singkat.
ketika Aqila ingin berbicara kembali , Amara segera menghentikan nya,dia tidak mau jika pertemanan mereka hancur karenanya meskipun Amara sendiri bingung karna dia tidak melakukan kesalahan apa pun pada mereka tetapi di hari pertamanya bertemu saja sudah ada saja yang tidak menyukai nya.
"Sudah sudah biarkan saja,,,mungkin mereka juga butuh waktu untuk mengenal ku." ucap Amara.
Brandon yang dari tadi memperhatikan dan jika dela dan Dila memperlakukan Amara dengan tidak baik, akhirnya dia menghampiri para wanita itu.
"Girls,,,Amara ini saudaraku ayah nya adalah sahabat bisnis ayah ku Amara ini baik,dan yang terpenting dia sederhana meskipun mampu membeli apa pun yang dia mau." ucap brandon dengan melihat ke arah Dila dan dela.
Mendengar perkataan Brandon,Dila yang sejak dulu menyukai nya langsung merubah sikap nya 180° pada amara,dia berharap jika Amara dapat membantu nya dalam perjuangannya mendapatkan Brandon.
"Ough maap yaa tadi aku hanya emm maksud ku suasana hati ku sedang tidak baik, perkenalkan aku Dila dan ini dela sahabat ku sejak kecil hehehe." ucap Dila dengan mengulurkan tangannya begitupun dengan dela.
"Aku Amara." jawab Amara dengan tersenyum heran.
Aqila hanya melihat ke arah Brandon,dalam hatinya dia bertanya tanya apakah benar Amara itu saudara Brandon???.
Tidak lama kemudian kelas pun d mulai,tak lupa dosen yang mengisi kelas hari ini memperkenalkan Amara kepada orang orang di kelas itu.
"Silahkan nak... perkenalkan dirimu." ucap dosen itu.
Amara pun segera memperkenalkan dirinya di depan kelas.
"Baiklah kau boleh duduk." ucap dosen itu.
"DUDUK DISINI SAJA." teriak seorang pria berambut pirang.
Brandon menatap tajam ke arah teman nya itu yang bernama Zidan , Zidan juga merupakan mahasiswa yang populer di kampus itu,bisa di bilang dia adalah saingan terberat Brandon karna mereka sama sama memiliki paras yang menawan juga terlahir di keluarga yang elit.
Akhirnya tanpa berpikir panjang Amara pun duduk di meja sebelah Zidan yang kosong dan kelas pun di mulai.
__ADS_1
**********
Roy membawa Selina pulang ke apartemen nya, tidak lupa dia juga memberikan kabar melalui pesan di ponselnya pada arsenio jika dia ijin tidak masuk hari ini.
"Aku akan membersihkan diriku dulu kau duduk dan jangan bertingkah." ucap Roy pada selina yang sedang duduk di sopa nya.
"Iya iya...kau jangan lama ya aku ada sesuatu yang ingin di bicarakan." ucap Selina.
"Apa itu?" tanya Roy sembari mengambil handuknya.
"Nanti saja ku beritahu, ayo cepat bersihkan dirimu kau sangat bau." ucap Selina dengan menutup hidungnya.
"Kau juga sangat bau dari kemarin belum mandi." jawab Roy dengan muka usil nya.
"KAU INIIII." Teriak Selina dengan melemparkan bantal ke arah Roy yang berlari ke kamar mandi.
Sembari menunggu Roy membersihkan dirinya,dia menelpon ayah nya boren karna Selina sangat merindukan nya.
Boren yang pada saat itu sedang mengadakan meeting di perusahaan nya, mendapatkan panggilan dari putrinya dia segera menghentikan meeting nya itu dan segera mengangkat telpon dari putri kesayangannya.
"Hallo ayah ,,, aku merindukan mu." ucap Selina sembari menahan air matanya.
"Kau ini bilang merindukan ayah tetapi malah belum pulang juga dan terus menginap di rumah teman mu." jawab boren.
"Memangnya sedang ada acara apa sayang?" tanya boren di telpon.
Selina seketika teringat perlakuan yang dia dapatkan dari arsenio,rasanya ketakutan itu sangat melekat pada diri nya karna selama ini Selina di besarkan dengan penuh kasih sayang oleh ayah nya dan hal buruk yang baru saja dia dapatkan seakan Boomerang dalam hidup nya yang membuat nya trauma.
"Ayah aku akan menghubungi mu kembali." ucap Selina dengan segera mematikan telponnya karna tidak bisa menahan tangis yang sedari dari dia tahan.
*******
Roy yang baru saja membersihkan dirinya keluar dari kamar dan ingin menghampiri Selina , tetapi dia malah melihat Selina yang sedang menangis tersedu sedu di sopa.
"Kau kenapa?" tanya Roy dengan panik.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Roy,Selina dengan tiba tiba memeluk tubuh Roy dengan tubuh nya yang bergetar hebat.
Selina terus menangis tersedu sedu dengan memeluk tubuh Roy dengan sangat erat .
"Aku takut Roy,,,jika saja Aqila tidak menghentikan bos,entah apa yang akan terjadi padaku.." ucap Selina dengan terbata bata.
"Tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi pada mu,,aku akan melindungi mu sebisa ku sudah kau jangan menangis lagi yah apa kau mau beli ice krim?" tanya Roy dengan tujuan mengalihkan rasa takut Selina.
Roy baru pertama kali melihat Selina yang seperti itu,Roy juga mengerti keadaan Selina yang saat ini,sudah pasti dia sangat trauma dengan perlakuan arsenio padanya.
"Ayo kita beli makanan yang banyak aku akan mentraktir mu yah ." ucap Roy sembari menyusut air mata Selina di wajah nya.
"Aku tidak ingin keluar Roy,makanan nya saja yang harus menghampiri kita." ucap Selina dengan mata yang sembab.
"Baik lah aku akan memesankan banyak makanan untuk mu." jawab Roy.
Roy pun memesan banyak makanan untuk Selina mulai dari ice cream, pizza,burger,bakmie hingga nasi goreng dan berbagai minuman yang segar.
__ADS_1
Tidak lama kemudian makanan yang di pesan oleh Roy sudah tiba,Selina sangat terkejut karna banyak sekali makanan yang di pesan oleh Roy .
"Apa kau gila memesan makanan sebanyak itu,kita mau makan apa berjualan hah." tanya Selina yang melihat Roy menenteng banyak makanan.
"Ayolah,,,kita makan ini sambil menonton tv pasti seru,kemarilah." ucap Roy.
"Selina menghampiri Roy di ruang khusus menonton, mereka duduk lesehan dengan tv besar yang ada di depannya.
Selina dan Roy sudah mulai semakin akrab, kedua nya saling bercanda dan tertawa bersama.
Selina diam diam memperhatikan Roy yang manis ketika sedang tertawa,hatinya merasa ikut bahagia melihat itu.
Ketika sedang asik menonton,tiba tiba ponsel Roy berbunyi dan terlihat ada notifikasi pesan dari Amara,Roy begitu terkejut sekaligus senang akhirnya kontak dia yang telah di blokir di buka kembali oleh pujaan hati nya.
Isi pesan :
[Aku kira aku bisa menjauh dari mu meskipun kau telah membuat ku sakit , tetapi tidak, aku tidak bisa berhenti memikirkan mu,aku akan memberi mu kesempatan untuk menjelaskan kesalah pahaman diantara kita]
Balasan Roy :
[Akhirnya kau memberiku kesempatan itu,aku berjanji padamu Amara ,aku akan membuktikan jika apa yang kau lihat itu tidak lah seperti yang kau sangka,aku akan menemui mu besok].
Melihat Roy yang senyum senyum sendiri melihat ponsel nya membuat Selina penasaran dengan apa yang di lihat oleh Roy itu.
"Ada apa Roy,kau tampak sangat senang." tanya Selina.
"Ough tidak ada apa apa ayo kita lanjutkan menonton film nya." jawab roy mengalihkan pembicaraan.
*********
DI PERUSAHAAN ARSEN COMPANY....
Tampak David,lion dan Leo sedang sibuk mengerjakan tugas tugas berkas perusahaan yang seharusnya di kerjakan oleh Roy,karna dia tidak masuk maka mereka lah yang harus mengerjakan itu semua.
Di tambah dengan Arka yang tidak ada karna sedang pergi membuat ketiga sejoli itu kewalahan karna mereka mengerjakan sesuatu yang bukan mereka kuasai.
"Ahhh sial,,kenapa si sekertaris payah itu ikut ikutan tidak masuk kantor hari ini padahal kan yang sedang di hukum itu si nenek lampir." ucap Lion dengan kesal.
"Kau ini dari tadi hanya mengeluh saja ayo cepat kerjakan aku ingin cepat cepat keluar dari tempat yang membosankan ini." balas David.
"Memangnya setelah ini kau akan pergi kemana kawan?" tanya Leo.
"Aku akan menemui pujaan hati ku." jawab David dengan membayangkan wajah Rahel, rasanya dia sangat merindukan gadis polos itu setelah beberapa hari dia tidak menemuinya.
"Pujaan hati yang mana wanita mu kan banyak hahaha." ucap Lion dengan tertawa mengejek.
"Kau sirik ya tidak bisa mendapatkan banyak gadis seperti ku." ucap David dengan bangga nya.
"Aku tidak sirik, aku bangga menjadi diri ku sendiri sudah tampan, setia, banyak uang pula." jawab Lion dengan menepuk nepuk dadanya.
"Bukan setia, bilang saja tidak ada yang mau dengan mu ha ha ha ha ." balas Leo dengan tertawa sangat lepas.
Pada akhirnya mereka terus mengejek satu sama lain dan membuat pekerjaan yang mereka kerjakan tidak cepat selesai.
__ADS_1
*******
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰