
Tetapi setelah melihat cincin yang di gunakan oleh Aqila pria itu tersadar bahwa cincin yang di kenakan nya terdapat alat penyadap di dalam nya.
"SIAL..."teriak pria itu.
****************
Pria itu pun memaksa Aqila untuk melepaskan cincin yang di pakainya.
"Apa kau memberi tahu seseorang kau akan datang kesini?"tanya pria misterius itu.
"Aku tidak memberitahu siapapun."jawab Aqila dengan gemetar.
"KAU PIKIR AKU BODOH HAH!!"bentak pria itu dengan menampar wajah Aqila.
Darah segar pun mengucur deras di hidungnya membuat Aqila merasa kesakitan.
"Bagaimana jika mereka datang bos."tanya bawahannya.
"Biarkan saja mereka datang ,penjaga kita jumlahnya juga banyak akan ku pastikan saat mereka sampai gadis ini telah menjadi mayat."ucap pria misterius itu dengan menodongkan pistolnya ke arah Aqila .
"Jangan tuan ku mohon jangan anak ku..."teriak ayah Aqila dengan tangan terikat.
Namun...
Dorrrrrr...
Suara peluru itu menggema di seluruh ruangan, darah mengucur deras di bagian perut Aqila. Yang terakhir dapat Aqila lihat ialah melihat wajah pria yang selama ini menyebut nya dengan sebutan gadis bodoh.
Saat pria misterius itu ingin kembali menembak bagian kepala Aqila, Lion meluncurkan pelurunya dari jarak jauh mengenai tangan pria tersebut.
Dorrr....
"Bos pasukan kita telah tumbang sebaiknya kau melarikan diri sekarang."ucap bawahan pria itu.
Namun tiba tiba ada sebuah tangan yang kokoh menarik pria misterius itu ,disana terjadi lah adu jotos antara arsenio dengan pria itu.
Sedangkan David Leo dan lion sedang berusaha menumbangkan semua pasukan yang sedang berjaga di sana di bantu dengan Arka yang mengarahkan mereka melalui alat komunikasi kecil yang telah di buatnya.
Setelah melalui pertarungan yang sengit akhirnya pria itu dapat di tumbangkan arsenio lalu menyuruh Roy untuk mengurus semuanya sedangkan dia segera membawa Aqila untuk dilarikan ke rumah sakit.
********************
"Ahhhhhhh sakittttt."teriak pria itu.
"Siapa kau... siapa yang telah menyuruh mu?"tanya Roy dan yang lainnya.
Namun pria itu seakan lebih mati dengan membungkam mulut nya dari pada memberi tahu siapa sebenarnya dalang di balik ini semua.
*******************
__ADS_1
Ketika Roy sedang menginterogasi pria itu,keempat sejoli yang telah mengalahkan pasukan itu sedang melepaskan keluarga Aqila yang masih terikat.
"Kau yang lepaskan ikatan nenek lampir itu."ucap Leo pada David.
"Kau saja ."ucap david.
Akhirnya dengan malas Leo melepaskan ikatan ibu tiri dari Aqila.
"Terimakasih tuan,tapi bagaimana dengan keadaan putriku."tanya ayah Aqila dengan khawatir.
Keempat sejoli pun teringat dengan kondisi terakhir Aqila yang sempat tertembak di bagian perut nya,sontak mereka langsung bergegas pergi menuju keberadaan bos nya sekarang,sedangkan Roy mengurus pria misterius itu untuk di bawa ke ruang tahanan mansion milik arsenio.
****************
Di dalam mobil.....
"Apa kau dapat mendengar ku gadis bodoh?"tanya arsenio menepuk nepuk pipi Aqila.
"sakit...."ujar Aqila dengan nada yang sangat lemah denga. keadaan mata yang masih tertutup.
"Bertahan lah sebentar lagi kita akan sampai ku mohon."ujar Arsenio dengan sangat paniknya.
Akhirnya mobil terparkir di depan rumah sakit milik arsenio para perawat dan dokter di sana langsung menghampiri kedatangan arsenio yang menggendong seorang gadis dengan luka yang cukup parah.
"Kalian cepat tangani dia."ucap arsenio dengan nada lantang.
Para perawat dan dokter pilihan di rumah sakit itu pun segera menangani Aqila dengan membawanya ke ruang operasi.
"Biarkan aku masuk atau nyawa kau ku renggut sekarang juga."ancam arsenio pada dokter itu.
Akhirnya dokter yang ketakutan akan ancaman arsenio membiarkan arsenio untuk masuk ke dalam ruang operasi dimana disana Aqila sedang di tangani oleh beberapa dokter.
Melihat para dokter yang sepertinya kesusahan mengambil peluru yang bersarang di Perut Aqila membuat arsenio merasa geram.
"Jika terjadi sesuatu dengan nya maka nyawa kalian yang akan menjadi gantinya."ancam arsenio pada para dokter itu.
****************
"AH...gara gara anakmu yang tidak berguna itu nyawa kita hampir saja melayang."gerutu ibu tiri Aqila.
Ayah Aqila tidak menghiraukan ocehan istrinya saat ini yang dia pikirkan adalah bagaimana keadaan putri nya sekarang.
"Ayah bagaimana keadaan Kakak aku ingin bertemu dengan nya sekarang."rengek Kania pd ayahnya.
"Untuk sekarang kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan kakak mu yah nak."ucap ayah Aqila dengan terbata bata.
*****************
DI RUANG TAHANAN....
__ADS_1
"Ayo jawab siapa yang menyuruhmu sialan."tany Roy pada pria misterius.
"Lebih baik aku mati dari pada menjadi seorang pengkhianat seperti sahabat mu Abian ."ujarnya.
Mendengar itu membuat Roy tersadar bahwa pria yang belum di ketahui identitas nya ini sepertinya mengetahui banyak hal tentang dirinya dan informasi bos nya.
"Lihat saja bos ku arsenio akan membuat mu mengemis untuk meminta kematian dari pada hidup dalam siksaan kejamnya."ucap Roy dengan dingin.
"Aku akan menunggu dengan apa yang kau ucapkan itu."jawabnya.
***************
DI DALAM MOBIL......
"Hey menyetir lah dengan benar kalau kau ingin mati jangan mengajak orang lain bodoh."ucap Leo pada David.
"Diam lah jangan banyak omong aku khawatir dengan keadaan bos yang sedang emosi bisa bisa dia membunuh nyawa orang sama seperti membunuh seekor semut."jawab David.
***************
DI RUMAH SAKIT....
Para dokter yang menangani Aqila sedang dalam masalah dimana kondisi Aqila sedang kritis dan membuat tindakan operasi tidak bisa di lanjutkan dengan paksa ,jika di lanjutkan maka persentase untuk keselamatan Aqila hanya tiga puluh persen saja.
"Tuan.. keadaan nyonya sangat kritis jika tindakan operasi di lakukan dengan paksa aku khawatir akan keselamatan nya."jelas dokter itu dengan sangat gemetar karna takut akan murkanya seorang arsenio barram.
"Apa maksud perkataan mu itu hah kau memang tidak becus menjadi dokter."ucap arsenio dengan wajah yang sangat murka.
Arsenio pun memerintahkan pengawalnya untuk menjemput seorang dokter ahli bedah luar negeri yang merupakan seorang dokter terbaik di dunia.
Melihat keadaan Aqila yang semakin lemah membuat hati arsenio merasa sangat teriris dan putus asa.
***************
Setelah melewati banyak drama di sepanjang perjalanan akhirnya keempat sejoli itu sampai di rumah sakit tempat bos nya berada.
Mereka pun langsung bergegas menanyakan kepada perawat mengenai kamar yang di tempati oleh Aqila.
"Maap sus kau tadi melihat seorang wanita cantik datang kesini tidak."tanya Lion.
"Maap tuan siapa nama pasien nya?"tanya suster itu.
"Dasar bodoh biar aku saja yang berbicara ."ucap Leo.
"Nama pasiennya Aqila sus di kamar nomor berapa ya?"tanya Leo.
"Ough pasien yang tadi sudah di bawa pulang tuan tuan dia sudah meninggal dunia."jawab suster itu.
Deg...
__ADS_1
Mendengar kabar itu membuat keempat sejoli merasa terpukul mereka memikirkan bagaimana keadaan bos nya yang kehilangan wanita yang baru dia cintai.
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰