TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
PANTAI


__ADS_3

Setelah melihat rekaman yang membuat arsenio menjadi depresi berat, mereka terus mengorek informasi orang yang selama ini arsenio cari, meskipun arsenio tidak menyuruh mereka karna dia ingin menuntaskan balas dendam nya sendiri tetapi mereka Bersi keras untuk membantu nya secara diam diam.


*********


"Ada apa kalian memanggil ku kemari, dimana bos?" tanya Roy yang baru saja sampai di mansion dan menghampiri mereka ke basecamp bawah tanah.


"Kemari lah." ucap Arka dengan mimik muka serius.


Mereka kembali menceritakan apa misi yang sedang mereka bahas dengan penuh ketegangan, dan Roy mengerti apa peran nya dalam misi kali ini.


"Aku akan mengecek ruangan kerja bos di perusahaan untuk mendapatkan petunjuk yang lain tetapi aku sedikit takut jika hal itu di ketahui oleh nya lewat cctv."ucap Roy dengan melirik ke arah keempat sejoli itu.


"Menurut ku tempat yang akan membuat kita menemukan petunjuk ialah rumah peninggalan barang barang bersejarah yang selalu bos jaga." ucap Lion.


"Aku pikir juga begitu, tapi bagaimana caranya kita masuk ke sana bisa bisa aku mati jika ketahuan menyelinap ke dalam ruangan privat bos itu." jawab Leo.


"Sudah lah untuk sekarang kita fokus pada pencarian petunjuk di ruang kantor bos siapa tau ada kaset yang lain nya di sana, kau tidak usah khawatir mengenai cctv cctv yang ada di sana aku akan mengaturnya." ucap Arka pada Roy.


"Yasudah ini sudah malam aku mau tidur dulu." timpal David di ikuti dengan yang lain nya.


"Aku menginap yah ini sudah terlalu malam." ujar Roy.


"Pulang bodoh!! nanti bos curiga." bentak lion.


Roy pun hanya bisa menghembuskan napas nya dengan dalam, rasanya hari ini tubuh nya terasa sangat lelah karna jadwal yang sangat padat.


*************


Matahari mulai terbit, pagi ini arsenio bangun lebih awal dari biasanya karna berniat untuk menyiapkan sarapan pagi untuk istri mungilnya itu.


Arsenio terbangun dengan keadaan hati yang sangat baik, dia merasa bahagia karna tadi malam merupakan pertama kali nya dia menyentuh Aqila dengan keduanya sama sama menikmati moment indah tersebut.


Dengan pelan arsenio langsung pergi membersihkan dirinya setelah selesai arsenio segera bergegas ke dapur dan menyiapkan semua bahan yang dia perlukan.


"Eh tuan kau mau makan apa biar bibi yang siap kan." ucap bi Marni yang baru saja memasuki dapur dan melihat arsenio sedang memasak.


"Tidak usah bi, aku membuat masakan ini khusus untuk istri cantik ku." jawab arsenio dengan bersemangat.


Bi Marni senang mendengar itu, dia berharap hubungan keduanya akan terus baik baik saja dan jauh lebih baik dari pada sekarang.

__ADS_1


"Baik lah bibi akan menyiapkan sarapan untuk yang lain nya." ucap bi Marni yang segera memasak di bantu oleh chef chef yang lain.


**********


Di kamar, tangan Aqila meraba raba ranjang di sebelahnya dengan mata yang masih tertutup rapat.


Dia tidak menemukan keberadaan arsenio di sampingnya itu hingga aqila dengan cepat membuka matanya yang langsung melihat ke sekeliling ruangan kamarnya.


Saat hendak turun dan berniat mencari arsenio, tiba tiba pintu kamar terbuka dan tampak arsenio berjalan menuju ke arah nya dengan membawa beberapa makanan di tangannya.


"Kau mau kemana sayang?" tanya arsenio dengan suara yang lembut.


"Kau dari mana kenapa meninggalkan ku?" Aqila malah balik bertanya dengan tangan nya yang mengkucek kucek kedua matanya.


"Ini sarapan special untuk mu, aku yang membuatnya sendiri." ucap arsenio dengan rasa bangga.


"Wah.... seperti nya enak." ucap Aqila yang langsung merebut makanan itu dari tangan arsenio.


Aqila tampak menikmati hidangan nasi goreng yang arsenio buat itu, hal itu membuat arsenio merasa sangat bahagia dan puas dengan usaha yang sudah dia lakukan.


"Pelan pelan saja makan nya aku tidak akan meminta itu." ucap arsenio yang melihat Aqila makan dengan sangat lahap.


"Sayang, aku ingin pergi ke pantai, aku sangat bisa. seharian berada di kamar ini apa lagi kau melarangku pergi ke kampus rasanya aku sangat merindukan teman teman ku di sana." ucap Aqila.


"Kau kan sedang hamil sayang, aku tidak mau terjadi sesuatu pada mu." jawab arsenio dengan mengelus perut Aqila yang mulai membesar.


"Aku kan pergi bersama mu dan itu pasti aman karna suamiku ini adalah seorang mafia yang hebat." Aqila berusaha memuji arsenio agar keinginan nya bisa di penuhi.


Dan benar saja mendengar pujian manis dari istri mungilnya membuat arsenio salah tingkah dan jantung nya berdebar dengan sangat kencang.


"Yayaya...kita pergi bersama yang lain nya, pasti seru ini kan keinginan bayi kita." ucap Aqila dengan melihat ke arah perut nya.


"Ah...baik lah baik lah...aku akan mengajak keempat beban itu untuk mengawal."balas arsenio dengan pasrah.


"Siapa keempat beban?" tanya Aqila dengan mengerutkan keningnya.


"Arka lion Leo dan David, jika musuh tidak melakukan apa pun mereka tidak berguna sayang." ucap arsenio dengan memeluk gemas Aqila dari belakang.


Aqila tertawa mendengar celetuk kan suami nya yang arogan itu.

__ADS_1


**********


"wahh sudah banyak makanan di meja, perut ku sudah sangat lapar." ucap Lion dengan memegang perut nya yang kekar.


"Ayo silahkan kalian makan dulu, bibi sudah menyiapkan ini semua." jawab bi Marni.


Tanpa banyak berbicara mereka pun segera menyantap sarapan pagi nya itu dengan lahap, tidak lama setelah itu beberapa pengawal turun dari atas mansion dengan membawa beberapa koper.


"Hey kau mau kemana dengan koper koper bos itu?" tanya David dengan memperhatikan mereka.


"Tuan arsenio menyuruh kami untuk membawa koper koper ini ke pantai,kami permisi." jawab pengawal itu dengan melanjutkan langkah nya.


"Apa bos akan tinggal di sana?" tanya Arka dengan bingung.


"Aku tidak tau, bos tidak memberi tahu kita apa pun kan." jawab David.


"Kita akan berlibur ke pantai dan menginap di sana selama dua hari kalian ikut sekarang juga dan segera bersiap." ucap arsenio di sela sela pembicaraan mereka.


"Eh bos...kenapa mendadak?" tanya Lion.


"Tidak usah banyak tanya segera lakukan!" ucap arsenio dengan tegas.


Mereka pun dengan buru buru meninggalkan sarapan nya untuk menyiapkan apa saja yang perlu mereka bawa termasuk senjata api untuk berjaga jika ada musuh menyerang.


"Kau sangat kejam." ucap Aqila pada arsenio.


"Memangnya kenapa?" tanya arsenio dengan tidak mengerti.


"Mereka sedangkan menikmati makanan nya kau malah mengganggu." ucap Aqila.


"Tidak apa apa sayang." jawab arsenio dengan santai.


"Apa kita tidak mengajak Roy?" tanya Aqila.


Mendengar itu seketika membuat arsenio merasa cemburu.


"Maksud ku jika dia ikut maka dia bisa mengajak Amara untuk menemani ku di sana." jelas Aqila yang melihat wajah masam arsenio.


"Tidak , dia harus mengerjakan proyek perusahaan." jawab arsenio dengan ketus.

__ADS_1


Ketika sudah siap mereka pun langsung melakukan perjalanan nya dengan pengawalan yang cukup ketat, hal ini arsenio lakukan untuk menjamin keselamatan keluarga yang dia sangat cintai.


__ADS_2