
"Bos,kapan kita mulai bergerak?" tanya salah satu anak buah Abian.
"Aku akan menunggu sampai arsenio benar benar mencintai wanita itu dengan begitu akan sangat mudah untuk membuatnya gila dalam waktu yang singkat."ucap Abian mematikan rokok di tangannya.
**********
Pagi itu arsenio sedang memeriksa kembali berkas berkas yang di berikan oleh David.
"Aku akan sarapan di jalan ini sudah terlambat ada rapat penting kau jangan lupa untuk makan ya."ucap arsenio pada Aqila yang sedang menonton televisi.
"Baik lah tuan hati hati."
"Mulai sekarang kau jangan panggil aku tuan,kau mengerti?"ucap arsenio menghampiri Aqila.
"Lalu panggil apa tuan?."tanya Aqila
Cup..
Arsenio tiba tiba mengecup bibir Aqila,dan itu membuat Aqila terperanjat kaget.
"Panggil aku sayang,jika kau tidak memanggil ku dengan sebutan sayang,kau akan mendapatkan hukuman seperti tadi,kau paham gadis kecil."ucap arsenio tersenyum jahil.
"Tapi tuan.."
Cup..
Arsenio kembali mencium bibir Aqila.
"Aaaa ini tidak adil."ucap Aqila menutup bibir nya dengan kedua tangan kecil nya.
"Itu si terserah mu ,jika kau tetap memanggil ku dengan sebutan tuan berarti kau menyukai hukuman dariku."ucap arsenio.
"Tidak..."ucap Aqila menggeleng geleng kan kepalanya.
"Baiklah aku akan pergi ke perusahaan sebentar aku akan cepat pulang ."ucap arsenio bersiap pergi.
"Iya sa...sayang."jawab Aqila merasa aneh.
Akhirnya arsenio pergi meninggalkan Aqila dengan rasa gemas,baru saja keluar mansion arsenio sudah sangat merindukan nya.
*********
Di Perusahaan arsen company tampak tuan Toni yang sudah menunggu kedatangan arsenio di ruang rapat,Roy dan Selina terus saja menelpon arsenio tetapi tidak ada jawaban dari ponselnya.
"Selamat pagi tuan Toni maap aku sedikit terlambat."ucap arsenio yang baru saja tiba di sana.
"Ough tidak apa apa tuan."jawab tuan Toni menjabat tangan arsenio.
__ADS_1
"Kau dari mana saja tuan kami menunggu mu dari tadi."bisik Roy pada arsenio.
"Ada sedikit kendala."jawab arsenio.
"Baik lah pertama Tama saya sebagai asisten dari perusahaan arsen company ini akan menampilkan beberapa sketsa dari pembangunan perusahaan baru yang akan kita buat."ucap Selina memulai presentasi nya.
Meskipun Selina merupakan wanita yang suka menggoda,tetapi dia sangat proporsional dalam hal pekerjaan,Roy sempat terkagum melihat bagaimana Selina memaparkan semua materi dengan sangat detail dan membuat investor tertarik berinvestasi di perusahaan itu.
********
Aqila yang bosan sedang memainkan ponselnya yang waktu itu di berikan oleh sosok Abian,arsenio sempat mempertanyakan mengenai ponsel itu namun Aqila berbohong dan mengatakan jika itu ponsel pemberian ayahnya.
Terlihat satu pesan masuk di dalam nya.
*Aqila apakah kau benar benar ingin menikah dengan nya?*
Dan ternyata itu adalah pesan masuk dari arka yang sampai kini merasa tidak rela jika wanita yang dia cintai akan menikah dengan orang Selain nya.
*Maapkan aku Arka*
Aqila hanya membalas pesan itu dengan ucapan permintaan maap nya ,Aqila merasa bersalah telah memberikan harapan besar pada Arka dengan mengatakan dia akan mencoba membuka hatinya waktu itu.
********
Lion,Leo dan David yang sedang berkumpul di meja makan melihat Arka yang akhir akhir ini sering murung dan cenderung menjadi seorang yang pendiam,mereka merasa jika Arka yang mereka kenal sekarang bukan lah Arka yang dulu lagi.
"Aku tidak apa apa." jawab Arka dengan singkat.
"Kau ini selalu saja begitu." timpal Leo.
David yang mengetahui alasan di balik sikap Arka yang sekarang hanya bisa berharap jika teman baik nya itu bisa melupakan Aqila yaitu wanita yang sebentar lagi akan di nikahi oleh bos nya.
"Aku akan membeli beberapa cemilan sekalian mencari udara segar apa kalian ingin ikut?"tanya David berusaha mencairkan suasana.
"Aku ikut dong."jawab Leo.
"Aku juga pastinya di sini tidak ada wanita cantik selain bi Marni aku bosan melihat nya."ucap Lion yang usil melihat kedatangan bi Marni.
"Heh awas kau dasar anak kecil."jawab bi Marni.
Mereka semua tertawa melihat kelakuan lion yang sangat hobi menggangu bi Marni di mansion,mereka layaknya sudah seperti ibu dan anak saja di mansion itu.
**********
Rahel merupakan anak sulung dari dua adik kecil di keluarga nya,Rahel hidup dalam keluarga yang serba kurang,kedua orang tua nya sangat pemalas hingga Rahel lah yang menggantikan mereka menjadi tulang punggung keluarga, setiap hari Rahel berjualan mie ayam di pinggiran jalan menggunakan gerobak yang dia dorong dari rumahnya bersama sahabatnya Sindi.
"MIE AYAM MIE AYAM." teriak Sindi dengan semangat,dia memang sedikit pecicilan di bandingkan dengan Rahel yang cenderung pendiam.
__ADS_1
"Mbak mie ayam nya satu ya."ucap Anton,dia adalah langganan di sana tetapi sangat gemar berhutang.
"Yaelah lo lagi Lo lagi yang kemarin juga blom di bayar tonn ton."ucap Sindi dengan nada yang kesal.
"Sudah tidak papa dia juga kan bayar sin jika sudah ada uang nya."ucap Rahel melerai mereka berdua.
"Tuh denger neng jangan pelit jadi orang."jawab Anton.
"Sailah boke mah boke kali."teriak Sindi.
Rahel hanya tersenyum melihat sahabatnya yang membuatnya tetap kuat menjalani kehidupan malang nya.
********
DI PERJALANAN.....
"Aku lapar nih ada yang jualan ga sekitar sini."ucap Leo mengelus ngelus perutnya.
"Di depan ada mie ayam tuh kayak nya enak ."jawab Lion menunjuk ke arah gerobak mie ayam di depan sana.
"Kita baru makan kalian ini memang memiliki perut karet selalu tidak kenyang sudah lah pulang saja."ucap David ingin segera kembali ke mansion.
"Ah kau ini."jawab Lion dengan sedikit kesal karna David ingin segera ke mansion.
Tetapi saat mobil itu semakin mendekat dengan gerobak mie ayam David melihat ternyaga Rahel lah yang berjualan mie ayam tersebut hingga David dengan tiba tiba menghentikan mobil yang sedang di kendarai nya.
"Ada apa kawan kenapa berhenti?"tanya Lion.
"Aku rasa aku juga lapar ayo kita membeli mie ayam itu."ucap David sembari mengarahkan mobil nya ke sana.
"Wihhh ada apa ini,apa karna yang berjualan nya cantik kawan?"ujar Leo sembari tertawa.
David hanya tersenyum mendengar perkataan itu.
********
"Hel lihat mereka sangat tampan apakah mereka akan makan mie ayam kita."ujar Sindi dengan sangat antusias.
"Mungkin saja."jawab Rahel tanpa menoleh ke arah David dan kawan kawan nya.
David lion dan Leo pun turun ke mobilnya dan memesan mie ayam yang akan mereka makan.
"Mie ayam tiga porsi di makan di sini."ucap David.
Rahel merasa mengenali suara itu dan ketika dia menoleh dia sangat terkejut ternyata itu adalah para anak buah dari lelaki yang telah merenggut kesucian nya.
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰
__ADS_1