
Di dalam mobil arsenio terus menerus memandangi pundak Aqila hingga sudah tidak terlihat lagi, akhirnya arsenio memutuskan untuk mengunjungi perusahaan nya.
Tetapi di tengah jalan,arsenio mendapatkan kabar yang sangat buruk dari pesan yang disampaikan oleh Roy, di sana juga terdapat beberapa panggil an tidak terjawab dari Roy.
isi pesan :
(Bos cepat lah ke perusahaan,ada kabar yang sangat buruk di sini sangat lah kacau ).
Arsenio yang membaca pesan itu langsung menambah kecepatan mobil nya karena khawatir jika terjadi sesuatu yang sangat serius di sana.
***********
Aqila mulai memasuki kampus barunya,dia sangat senang sekaligus tercengang melihat betapa megahnya kampus itu.
Aqila terus saja mengelilingi setiap lorong kampus itu karna dia belum tahu ruangan mana yang harus dia masuki,di sepanjang perjalanan Aqila menjadi pusat perhatian para mahasiswa maupun mahasiswi yang ada di sana karna melihat wajah Aqila yang begitu cantik dengan badan yang ideal.
"Hay kau anak baru ya disini." ucap seorang pemuda yang merupakan anak hits di kampus itu.
"Iya,," jawab Aqila merasa takut karna menyangka jika anak itu akan mem bully nya.
"Biar ku antar kau mengambil kelas apa?" tanya pemuda itu.
"Desain." jawab Aqila dengan singkat.
Brandon merupakan mahasiswa yang terkenal di kampus itu,dia di kenal karna paras tampan yang di miliki nya selain itu dia terlahir dari keluarga kalangan atas dan itu membuat para wanita tergila gila untuk mengejar nya.
Dengan tidak sengaja Brandon melihat Aqila yang tampak asing baginya hingga dia mengetahui jika Aqila merupakan siswa baru di kampus itu, Brandon pun berinisiatif untuk membantunya karna melihat wajah Aqila yang sangat cantik.
"nah ini kelas mu." ucap Brandon ketika sampai di ruang kelas yang Aqila cari.
"Ough Iyah siapa namamu namaku Brandon." ucap Brandon mengulurkan tangannya, Brandon sangat penasaran pada Aqila yang menurutnya berbeda dari kebanyakan wanita yang selalu merayunya setiap kali melihat dirinya tetapi Aqila bahkan sedikit pun tidak menunjuk kan rasa ketertarikan pada nya.
"Aku Aqila, terimakasih." jawab Aqila tanpa menerima uluran tangan Brandon dan langsung masuk ke kelas itu.
Brandon hanya tersenyum melihat tingkah laku Aqila itu yang membuatnya semakin penasaran dan tertantang.
*********
__ADS_1
Mobil arsenio terparkir di depan perusahaan nya, arsenio melihat sudah banyak karyawan yang berkerumun di luar juga ada mobil pemadam kebakaran di sana.
Tanpa berpikir panjang arsenio langsung menghampiri kerumunan itu dan di sana terlihat Roy dengan wajah yang tampak sangat pucat pasi.
"Ada apa ini Roy,mengapa bisa terjadi?" tanya arsenio pada Roy.
"Bos terjadi kebakaran tadi pagi untung nya pemadam datang tepat waktu hingga hanya sebagian kecil saja yang terbakar habis,tapi bos berkas berkas penting mengenai proyek besar perusahaan ini habis terbakar aku takut jika perusahaan kita akan rugi besar nantinya." Roy menjelaskan dengan suara yang bergetar karna panik.
"Apakah ada korban?" tanya arsenio.
"Selina bos...dia di larikan ke rumah sakit karna terkepung asap dari apo yang besar tadi." ucap Roy.
"Tenang saja aku akan mengurusnya, sekarang kau temani Selina dan pastikan dia tidak apa apa." perintah arsenio pada Roy.
Akhirnya Roy pergi menuju rumah sakit dimana tempat di rawatnya Selina yang terluka akibat tertimpa sesuatu karna terkepung asap hingga dia terjebak karna pandangan matanya menjadi tidak jelas.
Arsenio dengan segera menghubungi keempat sejoli itu,hingga David yang juga sedang menunggu Rahel di rumah sakit terpaksa harus meninggalkan nya untuk sementara waktu.
Dan tidak lama kemudian mereka ber empat telah sampai di lokasi.
Semua karyawan di pulangkan untuk hari itu,karna arsenio merasa ada yang tidak beres dari terjadinya sebuah insiden tersebut.
"Ikut aku." ucap arsenio dengan bergegas masuk ke area yang terbakar.
Disana terlihat jika ruangan yang paling hangus ialah ruangan kerja arsenio dimana,disana tempat tempat di simpannya berkas berkas penting perusahaan.
"Aku merasa insiden ini di lakukan dengan sengaja, orang yang melakukan ini bukan orang biasa hingga dia bisa dengan mudahnya menyamar dan mengetahui tempat berkas berkas penting perusahaan ku hingga akhirnya membakar dan membuat seolah olah ini terjadi karna ada nya suatu masalah." ujar Arsenio sembari meneliti setiap sudut ruangan yang kini telah hangus itu.
David,Leo dan lion juga ikut menyelidiki tempat itu untuk menemukan jejak pelaku seperti yang di katakan oleh arsenio.
Berbeda dari yang lain Arka tampak sangat cemas,insting seorang mafia seperti Arsenio sangat tajam begitu juga dengan Arka yang sepertinya sudah mengetahui dalang yang di maksud dalam perkataan arsenio tadi.
*********
Selina yang kini sedang di obati oleh seorang dokter terus saja berteriak kesakitan, padahal Selina hanya mengalami luka ringan di bagian kaki kiri nya yang terkena reruntuhan kecil bangunan yang terbakar.
"Aaaaa dokter pelan pelan sakit tau." ucap Selina.
__ADS_1
Dokter itu hanya bisa pura pura tidak mendengar teriakkan teriakan bising dari Selina, hingga tiba tiba Roy datang dan langsung menghampiri ke arah selina.
"Apa kau baik baik saja?" tanya Roy dengan muka sedikit khawatir melihat kaki Selina yang telah selesai di perban.
"Nona tidak apa apa tuan ini hanya luka ringan aku sudah membersihkan nya." Jawab dokter dengan tiba tiba.
"Heh dok luka ringan bagaimana kaki ku sakit bergini kau ini memang tidak becus menjadi dokter." ucap Selina dengan suara yang lantang.
Roy yang merasa malu dengan ucapan Selina segera meminta maap pada dokter itu dan mengurus semuanya administrasi pembayaran agar Selina bisa di bawa pulang secepatnya.
"Kau kemana saja kenapa tidak menemani ku?" tanya Selina dengan memasang muka masam nya.
"Aku harus menunggu bos dulu tadi, sekarang keadaan sangat kacau berkas berkas penting perusahaan habis terbakar jika begitu mungkin perusahaan akan mengalami kerugian yang amat besar." ucap Roy mengatakan itu dengan penuh kekhawatiran.
Mendengar itu Selina terdiam sejenak,,,,
" Kau tidak khawatir Roy aku akan berusaha sebisa ku untuk membantu mu mengatasi semua masalah ini." ucap Selina mengusap pundak Roy .
Roy hanya mengangguk kan kepalanya.
"Ayo aku akan mengantarmu ke rumah mu." ucap Roy.
"Aku tidak bisa berjalan bodoh,kaki ku di perban."ucap Selina.
"Ku kira kau memiliki tiga kaki hingga Masih bisa berjalan dengan lancar." ucap Roy berusaha mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang.
"Sialan kau ayo Gendong aku." ucap Selina.
"Dih ogah badan mu sangat gendut pasti kau berat kau tunggu disini aku akan membawakan mu kursi roda." ucap Roy.
Tetapi Selina bersi keras meminta agar Roy saja yang menggendong nya menuju mobil hingga mau tidak mau dengan terpaksa Roy mengikuti keinginannya.
Tetapi,ketika sampai di luar rumah sakit Roy berpapasan dengan Amara yang sedang melihat nya bersama Selina,Roy tidak sempat mengejar karna Amara langsung berlari masuk ke dalam mobilnya dan berlalu pergi sekarang Roy hanya bisa pasrah untuk sementara waktu.
"Dia cemburu pada ku." ucap Selina dengan bangga yang sudah melihat kejadian itu di tambah sekarang ekspresi muka Roy yang semakin tertekan di buatnya.
"Diam kau sialan." jawab Roy menghempaskan tubuh Selina ke dalam mobil sedikit kasar hingga Selina meringis kesakitan.
__ADS_1
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰