TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
PERTARUNGAN DUA SINGA


__ADS_3

Arsenio yang tadinya ingin marah ,namun dia melihat wajah Aqila yang tampak cemberut layaknya seorang wanita yang sedang cemburu.


Akhirnya arsenio memiliki niat untuk membuat Aqila benar benar cemburu agar dia mengakui cinta nya pada arsenio.


"Badan ku sangat sakit seperti nya butuh di obati oleh mu ."jawab arsenio .


Mendengar itu seperti angin segar bagi Selina,dia mengira jika arsenio sudah mulai menyukai nya.


*************


Mereka pun duduk berkumpul di tengah mansion,sembari menceritakan kejadian yang telah arsenio alami.


Tetapi,fokus Aqila hanya tertuju pada selina yang duduk bersebelahan dengan arsenio dengan begitu lengketnya.


"Makannya tuan mau jauh atau pun dekat kau itu harus tetap di dampingi pengawal."ujar Roy.


"Aku juga bisa menghabisi mereka semua tanpa bantuan siapapun, hal tadi hanya kebetulan saja."jawab arsenio dengan angkuh.


"Tuan apa kau ingin ku buatkan minum?"tanya Selina mencari perhatian.


"Boleh ku rasa minuman buatan mu akan sangat segar ."ucap arsenio sembari melirik ke arah Aqila yang duduk di hadapannya.


"Tidak usah repot repot nyonya biar aku saja."ucap Aqila sambil berdiri.


Namun arsenio menghentikan langkahnya.


"Aku ingin Selina yang membuatkan minuman untukku, kau duduk saja."ucap arsenio.


Ekspresi wajah tak senang Aqila sudah tidak bisa di sembunyikan lagi dia benar benar memasang wajah yang cemberut dan itu membuat arsenio semakin ingin membuatnya cemburu.


Roy dan keempat sejoli yang dari tadi memperhatikan kelakuan arsenio yang tidak biasanya seperti itu kini mengerti apa maksud dan tujuan bos nya itu yang tidak lain untuk membuat Aqila cemburu.


"Siapa dia tuan?"tanya Selina.


"Hanya pelayan."jawab arsenio.


Mendengar pernyataan itu sedikit membuat hati Aqila tergores entah mengapa.


"kenapa aku ini tidak seharusnya aku sakit hati melihat orang kejam seperti dia berdekatan dengan wanita lain toh aku bukan siapa siapa ayo Aqila sadar lah."ujar aqila bergelut dalam batinnya.


Akhirnya Selina pergi menuju dapur untuk membuatkan minuman arsenio,Aqila pun di suruh Roy untuk menemani nya.


"Kenapa kau menyuruh nya pergi?"tanya arsenio.


"Bos,ada sesuatu yang perlu aku sampaikan ."jawab Roy dengan serius.


"Bicaralah."ucap arsenio.

__ADS_1


Yang lainnya pun ikut memperhatikan apa sesuatu yang hendak Roy sampai kan.


"Bos kau tau saat kau berlibur boren mengunjungi


perusahaan,dan tanpa sengaja aku melihat jika Selina memanggilnya dengan sebutan ayah saat mereka bertemu."ucap Roy.


"Jadi maksudmu si nenek lampir itu anak dari si tua Bangka?"tanya Lion.


"Ya...aku harus menyelidiki nya lebih dalam."jawab Roy.


"Tetapi bos sampai saat ini boren belum melakukan sesuatu apa pun yang membuat kita merugi, apa informasi yang aku dapatkan itu palsu?"tanya Arka.


"Yang pasti kita harus tetap berhati hati,jika suatu saat dia melancarkan niat buruk nya itu."jawab arsenio.


**************


DI DAPUR....


Bi Marni yang melihat kedatangan Selina menyambut nya dengan baik layaknya seperti memperlakukan tamu.


"Apa ada yang bisa saya bantu nyonya?"tanya bi Marni dengan sopan.


"Tidak aku tidak akan membutuhkan bantuan mu bi tua biar dia saja."jawab Selina dengan angkuh menunjuk ke arah Aqila.


Melihat itu bi Marni sedikit merasa tidak senang.


Akhirnya mau tidak mau bi marni pun meninggalkan dapur dengan hati yang berat.


"Apa kau wanita simpanan Arsenio?"tanya Selina.


"Tidak mungkin dengan rupa yang lumayan cantik kau hanya di jadikan sebagai pelayan bukan."lanjutnya.


"Apa maksudmu nyonya?"tanya Aqila merasa tersinggung.


"Kau tidak usah berpura pura bodoh,aku bertanya apa statusmu tinggal di mansion ini apa sebagai wanita simpanan nya arsenio,apa mungkin hanya sebagai budak **** nya."ujar Selina berusaha merendahkan Aqila.


Mendengar perkataan Selina yang begitu tajam membuat Aqila sangat tidak terima,karena Aqila merasa bahwa dirinya adalah seorang gadis yang baik.


"Maap sebelumnya nyonya tapi kau sangat lancang dengan apa yang kau ucapkan barusan."ucap Aqila dengan lantang.


"Kenapa kau seperti tidak terima, memang betul kan apa yang aku katakan karna tidak mungkin seorang wanita rendahan seperti mu di jadikan pacar apalagi seorang istri arsenio barram."ucap Selina dengan tertawa meledek.


Merasa terhina, Aqila dengan reflek menampar wajah Selina tanpa merasa takut sedikitpun, Selina tercengang dengan apa yang baru saja dia terima.


"Dasar kau gadis sialan!!!!terima ini!" Selina hendak menampar kembali wajah Aqila tetapi tangannya berhasil di tangkap oleh Aqila.


"Dengar yah nyonya meskipun aku terlahir dari keluarga miskin sekalipun tetapi aku bukan lah wanita yang menjual harga diri nya hanya demi uang."ucap Aqila dengan lantang (menghempaskan tangan Selina).

__ADS_1


Tidak terima di perlakukan seperti itu oleh seorang wanita rendah seperti Aqila,Selina kembali menjambak rambut Aqila dan terjadilah perkelahian saling Jambak menjambak antara Aqila dan Selina.


***********


Bi Marni yang melihat itu segera melapor pada arsenio dan yang lainnya.


"Tuan.. tuan..nyonya Selina dan Aqila sedang berkelahi di dapur bibi tidak bisa memisahkan mereka berdua."ujar bi Marni dengan napas yang ngos ngos an.


"Yang benar bi?"tanya Lion dan yang lainnya sembari bergegas menuju dapur mansion.


Ketika sampai disana benar saja mereka melihat Selina dan Aqila yang sedang berkelahi layaknya perkelahian antara dua ibu singa yang memperebutkan suaminya.


"Kalian lihat apa bodoh,cepat pisahkan mereka!!!"bentak arsenio.


"Kau saja bos kami tidak berani jika harus berhadapan dengan wanita."ujar lion.


"Roy cepat lah pisahkan mereka atau kau aku pecat!" Ancam arsenio pada Roy.


Akhirnya Roy pun menghampiri mereka berdua yang sedang berkelahi dengan niat untuk melerai perkelahian itu namun, ketika Roy mencoba menghentikan nya Roy malah ikut terseret dan ter jambak oleh dua ibu singa itu.


Pemandangan di depan keempat sejoli itu membuat mereka sangat terhibur,Meraka tidak bisa menahan tanya nya hingga mereka pun tertawa terbahak-bahak.


"Ayo Aqila aku mendukungmu."ucap Lion.


Namun...


"Berhenti kalian!!" ujar Arsenio dengan suara yang menggema di seluruh ruangan.


Mendengar suara itu pun,sontak Aqila dan Selina tersadar bahwa mereka telah menyiksa Roy dan menjadi tontonan banyak orang sekarang.


"Tuan...dia menampar wajah ku."ucap Selina yang langsung menghampiri arsenio dan memeluknya.


"Tapi tuan dia yang pertama merendahkan ku."Aqila mencoba membela dirinya.


Aqila berpikir jika arsenio akan mendukung nya tetapi semuanya di luar dugaan ,Aqila malah mendapat kan kembali penghinaan yang merendahkan dirinya.


"Aku hanya bertanya padanya apa kah dia simpanan mu,tetapi dia malah marah dan langsung menampar wajah ku."ujar selina memasang wajah manjanya.


"Kenapa kau marah gadis bodoh,memang benar bukan statusmu disini tidak lebih tinggi dari seorang budak."ujar Arsenio.


DEG...


Dunia seakan runtuh kembali bagi Aqila.


*************


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2