
Dengan tiba tiba Aqila menetaskan air matanya dan itu membuat Brandon sangat bingung.
"Kau kenapa?" tanya Brandon.
"Tidak apa apa." jawab Aqila sembari menjalani hukumannya.
"Aku bisa menolong mu jika kau bercerita padaku." ucap Brandon.
Aqila berhenti sejenak dan berkata dalam batinnya...
"Aku harap ada orang yang akan benar benar mengeluarkan ku dari pahit nya hidup yang sedang aku jalani ini Tuhan." gerutu Aqila dalam batinnya.
*********
Di satu tempat Arka tampak terlihat sedang menunggu seseorang di bar private,tidak berselang lama seorang pria datang menghampiri nya dan tidak lain itu adalah arkanza.
Tanpa basa basi Arka langsung berbicara to the point tentang maksud nya yang meminta bertemu dengan arkanza.
"Sampai kapan kau akan berhenti tuan,bukan kah dendam mu belum usai?" ucap Arka dengan menatap tajam ke arah arkanza.
"Arsenio bukan lah seorang biasa yang aku kira,aku harus merencanakan sesuatu hal dengan matang ." jawab arkanza dengan menyalakan rokok yang ada di tangannya.
"Lagi pula bukan kah acara pernikahan nya dengan wanita yang kau puja itu di undur?" tanya arkanza.
"Aku tidak tahan melihat wanitaku yang selalu dia sakiti." jawab Arka dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Aku akan membantumu jika kita sama sama menguntungkan." ucap arkanza.
Mereka berdua pun saling melemparkan tatapan tajam dan dingin, keduanya terlihat tenang tetapi tidak dengan pikirannya masing masing.
********
"Hey,,,apa kau tidak bisa mendengar Nona?" tanya Brandon menjentik jentikan jarinya tepat di wajah Aqila.
"Diam Lah aku sedang tidak ingin berbicara." jawab Aqila dengan bergegas pergi kembali ke kelas karna telah menyelesaikan tugas nya.
"Wanita cantik yang aneh." ucap Brandon yang semakin penasaran dengan kehidupan misterius Aqila.
**********
Kelas sudah berakhir ponsel Aqila berbunyi dan terlihat ada pesan masuk dari arsenio yang mengatakan jika dia sudah menunggunya di depan,Aqila pun langsung berpamitan pada teman teman nya dan menghampiri arsenio di dalam mobil.
"Sudah selesai?" tanya arsenio pada Aqila yang baru masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Aqila hanya mengangguk anggukan kepalanya tanpa berbicara.
Hal itu membuat arsenio sangat jengkel,tetapi arsenio sedang berusaha untuk menahan emosinya untuk membuat Aqila luluh kembali.
******
Di perusahaan arsen company..
Hari ini Selina sangat tidak fokus dalam bekerja hal itu membuat Roy bertanya tanya tentang apa yang sebenarnya sedang dia pikirkan di benaknya.
"Kau kenapa?" tanya Roy dengan tiba tiba hingga membuat Selina terkejut.
"Aih kau ini mengagetkan ku saja." jawab Selina.
"Kerja itu harus fokus,kau dari tadi hanya melamun lihat pekerjaan mu belum ada yang selesai sedikit pun,hari ini bos akan ke perusahaan jadi segera bereskan semuanya." ucap Roy dengan memperhatikan Selina.
"Iya iya,,,,tapi apa kau tidak mendengar kabar apa pun tentang Aqila?" tanya Selina.
"Tidak memangnya kenapa?" ucap Roy yang balik bertanya.
"Emmm aku hanya bertanya saja ." jawab Selina yang langsung melanjutkan pekerjaannya.
Roy sempat curiga dengan Selina yang tiba tiba menanyakan kabar Aqila,namun kecurigaan nya hanya sesaat karna Roy pun tidak mendengar atau pun mendapatkan kabar buruk dari bos nya.
*******
Di dalam mobil tiba tiba perut Leo berbunyi sangat kencang hingga itu menjadi bahan olok olokan oleh teman teman nya yang lain.
"Eh...perut mu berisik sekali seperti orang orang yang sedang demo." ucap Lion sembari tertawa.
"Hey kawan kau jangan seperti itu, aku ini memang sedang sangat lapar,jadi kita makan dulu yu." ucap Leo .
"Ah kau ini seperti nya tidak pernah merasa kenyang." ucap David sembari melihat lihat tempat makan terdekat di jalan.
Meskipun mereka sering bercanda sampai bertengkar tetapi satu sama lain memiliki rasa kasih sayang layaknya saudara,toh dari kecil mereka sudah di rawat oleh ayah arsenio dan telah terbiasa hidup bersama.
Mobil pun terparkir di sebuah resto di dekat pantai,mereka bergegas turun dari mobil menuju ke dalam restauran itu,namun....
"Eh eh tunggu,,," ucap Leo yang menghentikan langkah teman teman nya.
"Kau ini kenapa hah."ucap Lion dengan suara kesal .
"Lihat pria kemeja putih itu..bukan kah dia Abian yang pernah mencari gara gara pada bos kita?" tanya Leo.
__ADS_1
David dan lion segera memperhatikan pria yang Leo maksud dan benar saja mereka mengenali muka yang tampak tak asing itu.
"Tetapi kenapa dia duduk bersama gadis yang pernah di bawa oleh Roy pada saat acara makan malam ya." ucap Lion.
"Apa mungkin dia gadis bayaran Abian untuk menjalankan rencana rencana payah nya yang lain?" tanya Leo.
"Aku tidak tau tapi ini harus di jadikan bukti untuk kita kirim pada bos." jawab David yang langsung memotret kebersamaan Abian dan Amara.
Setelah itu mereka memasuki restoran tersebut dengan berpura pura tidak mengenal dan melihat abian di sana.
Abian yang melihat kehadiran tiga anak buah terpercaya arsenio merasa tidak nyaman berada di sana, dia takut jika dia akan di mata matai oleh mereka dan takut jika rencananya yang telah di atur sedemikian rupa akan terbongkar hingga dia memutuskan untuk pergi dari sana.
"Mah,,pah Abian pamit ya." ucap Abian dengan suara yang pelan.
"Hati hati nak kenapa kau sangat buru buru." ucap tuan Toni.
"ada urusan mendadak pah..aku pergi dulu." ucap Abian dengan berlalu pergi.
David dan yang lain nya terus saja memperhatikan gerak gerik Abian yang sangat mencurigakan terlebih lagi,Abian seperti memiliki ikatan yang khusus dengan tuan Toni yang merupakan seorang rekan bisnis arsenio hingga membuat Abian terlihat sudah sangat akrab dengan nya.
"Tunggu di sini." ucap David pada Leo dan lion.
David segera menghampiri tuan Toni dan keluarga nya untuk berpura pura menyapa mereka ,sedangkan tujuannya adalah mengorek informasi mengenai hubungan tuan Toni dan Abian.
"Hay tuan selamat siang,apa kau masih ingat dengan ku." ucap David dengan mengulurkan tangan nya.
"Tentu saja kau orang terpercaya tuan arsenio bukan." jawab tuan Toni dengan menerima jabatan tangan David.
"Kau pergi bersama siapa? apa kau ingin bergabung?" tanya tuan Toni yang menyambut David dengan sangat baik .
Amara hanya terlihat cuek melihat kedatangan David yang menghampiri mereka.
"Ah..aku kesini bersama rekan rekan ku juga tuan, kebetulan tadi aku melihat teman lama ku Abian yang sedang duduk bersama mu, tetapi setelah aku menghampiri tempat ini, dia sudah tidak ada." ucap David yang memancing tuan Toni agar mengatakan apa yang ingin David dengar.
"Ough ya,,,dia baru saja pergi ." ucap tuan Toni .
"Apakah kau mengenalnya tuan? kau terlihat sangat akrab." ujar David.
Ketika tuan Toni ingin menjawab pertanyaan yang David berikan,istri tuan Toni segera memotong pembicaraan mereka.
"Sudah lah kau ini seperti pewawancara saja,,,ayo bergabung kita makan bersama di sini." Ajak ibu Amara.
"Ough tidak usah nyonya aku akan kembali saja ke meja ku selamat bersenang-senang." ucap David dengan berjalan kembali ke mejanya membawa perasaan nya yang penasaran bercampur kesal karna obrolannya tadi terpotong padahal sedikit lagi,dia akan mendapatkan informasi yang belum dia ketahui.
__ADS_1
*******
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰