
Setelah dokter itu pergi,arsenio tidak berhenti menatap Aqila dengan tatapan ayang sangat dalam dan itu berlangsung lama, Aqila tidak berbicara sepatah kata pun dan hanya kembali melihat arsenio yang menatapnya.
"Maap kan aku." ucap arsenio dengan tiba tiba memeluk tubuh Aqila.
"Kenapa kau meminta maap tuan."tanya Aqila mengelus pundak arsenio untuk menenangkan nya .
"Aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi,aku akan berjanji untuk selalu melindungi mu selama aku masih hidup." ucap arsenio dengan mata yang memerah.
*********
Hari sudah menjelang sore,Amara sangat sibuk menyiapkan gaun yang akan di pakai nya nanti saat makan malam dengan Roy.
Berbeda dengan Roy yang terus saja mondar mandir seperti orang linglung karna Selina terus saja menelpon nya dari tadi.
Akhirnya Roy pun memberanikan diri nya untuk mengangkat panggilan masuk dari Selina itu dengan tujuan membatalkan janjinya yaitu makan bersama malam ini.
"Kenapa kau lama sekali mengangkat panggilan dari ku astaga.." ucap Selina yang langsung mengomel ketika Roy mengangkat telepon dari nya.
"Selina maap sepertinya aku..." belum sempat Roy meneruskan perkataannya Selina langsung memotong ucapan Roy di telpon.
"Ahh sudah lah cepat keluar aku dari tadi menunggu mu ."ucap Selina yang berhasil membuat Roy semakin kebingungan.
Sebenarnya Roy bisa saja langsung membatalkan janjinya pada selina namun,roy takut jika nantinya Selina tidak bisa Roy manfaatkan lagi entah mengapa juga hati Roy sedikit tidak enak jika mengingkari janjinya yang lebih dulu berjanji pada selina dari pada amara.
"APA KAU DI DEPAN?" tanya Roy dengan kaget.
"Iya aku pikir kau bisa menemani ku ke butik dulu untuk memilih gaun yang akan aku kenakan cepat lah kau sangat lamban aku menunggu mu dari tadi."ucap Selina dengan suara manjanya.
"Tapi ad yang harus aku sampaikan padamu,maap sebelumnya tapi sepertinya makan malam kita di undur jadi besok." ucap Roy.
"Hah kenapa bisa, memangnya kau kenapa?" tanya Selina di telpon.
"Aku sedang tidak enak badan uhuk uhuk." tiba tiba Roy mempunyai ide untuk berpura pura sakit.
Namun cara itu malah memperburuk keadaan,Selina yang berada di dalam mobil yang terparkir di depan apartemen malah menghampiri Roy langsung ke apartemen nya.
tok tok tok...
"Roy aku Selina." ucap Selina.
"Sial..."gerutu Roy mengacak ngacak rambutnya.
"masuk."teriak Roy yang sedang terbaring di kasurnya.
"Ya Ampun kasian sekali yasudah tidak apa apa tidak jadi makan malam aku akan menemanimu di sini." ucap Selina.
Roy sudah berusaha untuk menyuruh Selina pergi tetapi Selina tetap bersikeras untuk tetap menemani Roy hingga malam pun tidak terasa sudah tiba,Roy terus saja mencari cara agar dia bisa pergi menjemput Amara yang pasti sudah menunggunya lama.
__ADS_1
*********
Amara yang sudah menunggu Roy dengan waktu yang cukup lama akhirnya memutuskan untuk menuju apartemen Roy yang waktu itu pernah Amara kunjungi,Amara pun pergi dengan supir pribadinya menuju apartemen Roy.
********
"Kenapa kau terus saja menyuruh ku pergi ?"tanya Selina yang merasa terusir.
"Bukan begitu aku tidak enak ini sudah malam." ucap Roy berusaha mengelak.
Tiba tiba suara bel pintu berbunyi,Roy membiarkan Selina untuk membuka pintu itu karna tidak menyangka jika yang datang adalah Amara.
******
Amara sangat terkejut melihat Selina yang berada di apartemen Roy dan dia langsung berpikir jika Roy melupakan janjinya karna ada Selina yang menemani nya.
"Hay, apa perlu apa?" tanya Selina memasang wajah judes nya.
"Aku..aku hanya ingin menitipkan ini."ucap Amara menyodorkan sebuah kado pada selina dan langsung bergegas pergi kembali ke mobilnya.
"Perempuan aneh." ucap Selina sembari menutup pintu kembali.
"Siapa tadi?" tanya Roy.
"Wanita yang waktu itu ku temui di cafe dia menitipkan ini."ucap selina memberikan kotak kado itu.
"APA!!!" ucap Roy tersentak kaget.
*********
Matahari mulai terbit menyapa kedua insan yang kini tengah berpelukan satu sama lain dengan mata yang tertutup.
Dengan perlahan Aqila membuka matanya dengan berat, dia melihat dada bidang arsenio tepat di depan matanya.
"Tuan bangun lah ini sudah pagi apa kau tidak ke perusahaan." ucap Aqila sambil mengamati wajah arsenio.
"Tidak....hari ini aku hanya ingin di rumah saja bersama mu." ucap arsenio dengan masih menutup matanya.
"Tuan...aku ingin berbicara sesuatu padamu." ucap Aqila pada arsenio yang masih tertidur.
"Mau apa hah?" tanya arsenio sembari membuka matanya melihat ke arah Aqila dan mengeratkan pelukannya.
"Sebenarnya kapan aku masuk kuliah ,kau bilang besok besok besok kenapa sampai sekarang tidak." protes Aqila pada arsenio yang sangat kesal karna arsenio selalu mengundur undur kan waktu jika Aqila ingin pergi kuliah.
"Sebenarnya aku khawatir pada mu bagaimana jika di sana banyak pria usil pada wanita cantik ku ini hah." ucap arsenio sembari mengecup kening Aqila.
"Tapi kan aku ingin kuliah kata tuan aku sudah bisa masuk kuliah yang aku ingin kan ." ucap Aqila terus saja membujuk arsenio agar membiarkan nya pergi kuliah.
__ADS_1
"Emm baik lah sebenarnya kau sudah menjadi mahasiswi si kampus x aku sudah mendapatkan mu dari hari hari lalu tetapi kalau pun kau malas atau tidak ingin masuk tidak apa,kau akan tetap mendapatkan gelar dan lulus tepat waktu sayang."ucap arsenio tersenyum bangga karna arsenio mengira Aqila akan menyukai apa yang baru saja dia ucapkan tetapi malah sebaliknya,Aqila tidak suka jika arsenio menggunakan kekuasaan nya dengan seenaknya.
"Aku tidak mau begitu tuan,aku ingin pergi ke kampus itu dan menjadi mahasiswi yang baik di sana." ucap Aqila Bersikeras.
Ketika arsenio hendak melarang nya, dia teringat pada ucapan doktor yang mengatakan jika Aqila merasa tenang dan tidak tertekan maka hormon nya akan membaik.
"Yasudah kau bisa pergi hari ini juga sayang tapi dengan satu syarat." ucap arsenio.
"Apa itu?" tanya Aqila dengan muka yang bingung.
"Ku ingat kan sekali lagi, kau jangan memanggilku tuan tapi kau harus memanggil ku sayang,apa kau mengerti?" tanya arsenio mendekat kan wajah nya dengan wajah Aqila.
"Emmm aku.." Aqila tidak meneruskan perkataannya.
"Jika kau tidak mau kau tidak akan pergi ke kampus , kebetulan hari ini adalah jadwal kelas mu." ucap arsenio berusaha mempengaruhi Aqila.
"Baik lah baik lah aku akan memanggil tuan dengan panggilan sayang." ucap Aqila yang masih saja memanggil arsenio dengan sebutan tuan.
"Ayo panggil aku sayang ." arsenio berusaha menggoda Aqila.
"Sayang..." ucap Aqila dengan perasaan aneh dan geli.
Arsenio sangat terhibur dengan ekspresi wajah Aqila yang tampak menggemaskan.
**********
Pagi ini David dengan sengaja menuju lokasi tempat di mana Rahel biasa berjualan mie ayam,tetapi ketika David sampai dia tidak menemukan adanya Rahel dan hanya melihat Sindi dengan seorang ibu paruh baya yang berjualan mie ayam gerobak itu.
Akhirnya David memutuskan untuk menanyakan di mana keberadaan Rahel sekarang kepada Sindi.
"Selamat pagi tuan mau pesan berapa porsi." ucap Sindi yang melihat David menghampiri nya.
"Aku tidak ingin makan aku ingin menanyakan di mana Rahel kenapa tidak ada di sini." tanya David pada Sindi.
"Oughhhh ingin menanyakan Rahel,memang nya tuan ini siapa nya Rahel apa jangan jangan pacar diam diam nya ya,,,,,,kapan kalian jadian dan bagaimana bisa" tanya Sindi yang sudah seperti wartawan yang sedang mewawancarai David sekarang.
David tiba tiba mengeluarkan uang merah dengan jumlah yang cukup banyak dan memberikan nya kepada Sindi.
"Kau hanya perlu menjawab di mana Rahel." ucap David Dengan sedikit kesal.
"Dia sedang sakit tuan,jadi hari ini dia tidak berjualan hehe,,,". jawab Sindi dengan cengengesan karna senang mendapat kan yang yang banyak hanya dengan menjawab hal hal yang mudah.
"Dimana rumah nya?" tanya David.
"Itu pripasi tuan aku tidak bisa..."
Tanpa mendengar kan Sindi David langsung mengeluarkan sejumlah uang yang banyak kembali dari dalam sakunya.
__ADS_1
"Rumah nya tidak terlalu jauh dari sini kau tinggal lurus lalu akan ada gang kau masuk saja nanti akan ada rumah kecil berwarna biru, terimakasih." ucap Sindi sembari mengambil uang itu dari tangan David.
Tanpa banyak bicara akhirnya David segera bergegas menuju alamat yang di berikan Sindi kepadanya.