
"Apa kau benar benar akan membantu?"tanya Aqila penuh harap.
"Apa pun itu hanya untuk mu."ucap Arka sembari mengecup kening Aqila dan segera pergi dari kamarnya.
Aqila yang mulai tersadar bahwa Arka benar benar mencintai nya,dia merasa sedikit bersalah karna dia malah pernah menaruh hati pada seorang lelaki yang memperlakukan nya dengan kejam.
********
Malam tiba Roy yang sedang menginap di mansion arsenio dan keempat sejoli tampak sudah berada di meja makan untuk makan malam bersama.
"Bos kemana Aqila mu?"tanya David.
Arsenio tidak menjawab pertanyaan yang David katakan.
Mereka bertiga saling tatap menatap seakan tau apa yang sedang terjadi pada bosnya itu.
"Bos malam ini kita ada undangan makan malam dari tuan Tomi apa kau mau datang?"tanya Roy.
"Kau saja yang menghadiri."jawab arsenio.
"Tapi bos tuan Toni merupakan investor dengan investasi di cabang perusahaan kita,bukan kah dia akan senang jika kau sendiri yang akan menghadiri nya."ucap Roy.
"Baik lah ayo berangkat."ucap arsenio.
"Sekarang bos?"tanya Roy.
"Aku belum makan sama sekali padahal."Lanjutnya.
"Kita sekarang kan untuk makan malam bodoh."ucap arsenio.
Yang lain nya tertawa mendengar Roy yang di sebut bodoh oleh arsenio.
Melihat kesempatan emas ini Arka tersenyum tipis.
**********
Di kamar Aqila telah mempersiapkan barang barang yang hendak dia bawa, dan itu terlihat oleh bi marni yang kebetulan sedang melewati kamar Aqila .
"Non..kau mau kemana?"tanya bi marni.
Aqila kaget melihat bi Marni yang ada di hadapannya.Tetapi mau tidak mau Aqila harus berbicara jujur pada bi Marni yang sudah dia anggap sebagai ibu nya sendiri.
__ADS_1
"Bi aku harus pergi aku sudah tidak tahan jika harus tetap disini."ucap aqila dengan air mata yang mengalir.
Bi Marni yang mengetahui jika niat Aqila adalah untuk kabur dari mansion sangat khawatir karna dia tahu betapa luas jangkauan arsenio di karenakan kekuasaan nya yang begitu besar .
"Non apa tidak sebaiknya non urungkan niat itu,bibi tidak ingin jika sampai terjadi sesuatu padamu."ucap bi Marni memeluk Aqila.
"Tidak bisa bi..aku hanya meminta pada bibi untuk tidak memberitahu siapapun akan hal ini apakah bibi bisa berjanji padaku?"tanya Aqila.
Melihat wajah Aqila yang lebam bi Marni tahu jika Aqila sering menjadi sasaran amarah arsenio yang tempramen akhirnya mau tidak mau bi Marni harus rela berpisah dengan Aqila yang sangat dia sayangi.
"Hati hati non...semoga kehidupan mu jauh lebih baik dari yang non harapkan."ucap bi Marni.
Aqila dan bi Marni pun saling berpelukan meskipun Aqila dan bi Marni hanya bertemu baru baru ini tetapi mereka sudah memiliki ikatan batin yang kuat layaknya ibu dan anak.
******
Di belakang mansion Arka sedang menunggu kedatangan Aqila ,Arka yang tampak mondar mandir terlihat sangat khawatir karna aqila belum juga datang menemuinya.
Tidak lama kemudian, Aqila datang menghampiri nya dengan beberapa barang bawaan ayang di bawanya.
"Arka apa kau yakin ingin membantu ku?,ini akan sangat beresiko untuk mu."tanya Aqila.
"Kau tenang saja aku akan membawamu pergi jauh dari kehidupan yang kejam ini, kita akan hidup tenang dan membuka lembaran hidup yang baru."
"Apa maksudmu?" tanya Aqila sedikit bingung karna arka menyebutkan bahwa mereka akan membuka lembaran baru.
"Masuk lah dulu."ujar Arka menyuruh Aqila naik ke dalam mobil.
*************
DI RESTORAN MEWAH...
Ketika baru sampai Roy dan Arsenio langsung di arahkan menuju ruang VVIP dimana terdapat rekan kerja arsenio yaitu tuan Toni.
"Selamat malam tuan tuan sebuah kesenangan anda bisa menghadiri undangan makan malam yang sederhana ini."ucap tuan Toni menjabat tangan arsenio.
"Selamat malam tuan Toni senang juga bisa bertemu dengan anda."jawab arsenio menerima jabatan tangan.
Roy salah fokus melihat seorang gadis yang duduk tepat di sebelah tuan Toni ,gadis itu memiliki mata yang bulat dengan bulu mata yang tebal serta rambut panjang yang pirang dan di biarkannya dengan terurai.
"Perkenalkan tuan arsenio ini putri tunggal saya namanya Amara dia baru saja menyelesaikan pendidikan nya di luar negeri."ucap tuan Toni memperkenalkan anaknya.
__ADS_1
"Amara."ucap Amara mengulurkan tangannya pada arsenio.
"Arsenio."ucap arsenio menerima tangan Amara.
"Amara."ucap Amara mengulurkan tangannya pada Roy.
"Roy."balas Roy dengan tatapan mata yang tidak bisa dialihkan.
Sampai sini arsenio langsung mengerti jika tujuannya diundang ke acara makan malam ini adalah supaya dia tertarik pada amara yang merupakan anak dari tuan Toni (rekan bisnis arsenio).
Amara melihat sekilas kearah Roy yang terus saja memperhatikan nya sehingga membuat amara sedikit malu di perhatikan secara intens oleh nya.
Makan malam pun selesai akhirnya arsenio dan Roy memutuskan untuk segera pulang ke mansion.
*********
Di dalam mobil sangat hening baik Aqila mau pun Arka sama sama tidak ada yang membuka suara.
Yang pada akhirnya Aqila kembali menanyakan perkataan Arka yang tadi dia ucapkan .
"Jadi apa maksud perkataan mu tadi?"tanya Aqila mencairkan suasana.
Arka menarik napasnya...
"Aku sudah pernah mengungkapkan perasaan ku pada mu Aqila,dan itu susah untuk ku jika harus melupakan nya ,aku tidak bisa membohongi diri ku sendiri." jelas Arka.
"Aku sudah memperhitungkan resiko yang akan aku terima jika bos mengetahui akulah orang yang telah membawa mu pergi, arsenio adalah orang yang tidak bisa di remehkan tetapi aku akan berusaha sebaik mungkin agar keberadaan kita aman,untuk sementara aku akan menemanimu dan berpura pura seakan tidak tau jika kau kabur dan menghilang dari mansion."Lanjutnya.
Aqila menjadi sangat khawatir dengan situasi yang saat ini dia alami, aqila tidak ingin jika orang lain terhukum karna diri nya, mengingat betapa Kejamnya arsenio membuat Aqila ragu dengan niat nya.
"Apa sebaiknya kita gagal kan rencana ini?"tanya Aqila.
"Mengapa?"tanya Arka memberhentikan mobil.
"Aku...aku takut Arka ,aku tidak peduli dengan diriku sendiri tetapi aku tidak ingin jika orang'lain terluka karna ku."ujar Aqila samb tertunduk.
Arka menarik kedua tangan Aqila dan menggenggam nya.
"Aqila lihat aku tatap mata ku , aku tidak akan pernah menyakiti mu aku tidak akan pernah memaksakan perasaan mu padaku,aku melakukan ini semua atas dasar cinta yang ku rasakan sekarang padamu,apa kau percaya padaku?"tanya Arka sembari menatap Aqila.
"Aku merindukan keluargaku aku tidak tau apakah aku akan kuat atau tidak jika hidup dengan jarak jauh dari keluarga ku tetapi mungkin ini yang terbaik bawa aku pergi Arka."ucap Aqila dengan air matanya yang kembali jatuh.
__ADS_1
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰