TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
MENCARI BUKTI


__ADS_3

Amara hanya terlihat cuek melihat kedatangan David yang menghampiri mereka.


"Ah..aku kesini bersama rekan rekan ku juga tuan, kebetulan tadi aku melihat teman lama ku Abian yang sedang duduk bersama mu, tetapi setelah aku menghampiri tempat ini, dia sudah tidak ada." ucap David yang memancing tuan Toni agar mengatakan apa yang ingin David dengar.


"Ough ya,,,dia baru saja pergi ." ucap tuan Toni .


"Apakah kau mengenalnya tuan? kau terlihat sangat akrab." ujar David.


Ketika tuan Toni ingin menjawab pertanyaan yang David berikan,istri tuan Toni segera memotong pembicaraan mereka.


"Sudah lah kau ini seperti pewawancara saja,,,ayo bergabung kita makan bersama di sini." Ajak ibu Amara.


"Ough tidak usah nyonya aku akan kembali saja ke meja ku selamat bersenang-senang." ucap David dengan berjalan kembali ke mejanya membawa perasaan nya yang penasaran bercampur kesal karna obrolannya tadi terpotong padahal sedikit lagi,dia akan mendapatkan informasi yang belum dia ketahui.


**************


Mobil arsenio sudah terparkir di depan mansion, arsenio menggenggam kedua tangan Aqila dengan kuat.


"Aku minta maap, aku akan bertanggung jawab sayang aku akan menikahi mu dengan segera." ucap arsenio.


"Aku meminta bukti itu tuan, kau harus bisa membuktikan nya." ucap Aqila dengan dingin.


"Aku akan segera mendapatkan nya." jawab arsenio dengan menatap dalam wajah Aqila.


Akhirnya arsenio dan aqila memasuki mansion, tampak suasana sepi menyelimuti mansion itu.


"Eh non,tuan sudah pulang silahkan makan bibi sudah menyiapkan semuanya." ujar bi Marni menyambut Aqila dan Arsenio.


"Kemana yang lain nya bi tumben mereka tidak ada di mansion." ucap arsenio.


"Ough den David Leo dan den lion ingin mencari angin segar katanya tuan mereka sangat terus. menerus berada di mansion." jawab bi Marni.


"Arka?" tanya arsenio.


"Kalau den Arka katanya ada urusan sebentar tuan." ujar bi Marni.


"Baik lah kita makan berdua saja ayo sayang." ucap arsenio dengan menarik tangan Aqila membawanya menuju meja makan.


Bi Marni sangat heran dengan keduanya itu,baru saja membuat seisi mansion terkejut karna mereka pulang dengan wajah Aqila yang penuh dengan lebam tetapi sekarang arsenio malah terlihat seolah mereka baik baik saja.


Di meja makan Aqila hanya terdiam, hati dan pikiran Aqila sedang tidak sinkron dimana hati Aqila sudah mulai luluh dengan keteguhan arsenio yang ingin menebus kesalahan nya tetapi otak nya menolak dan memerintahkan Aqila untuk segera meninggalkan arsenio.


"Apa kau tidak lapar? makan lah." ucap arsenio dengan menyodorkan sepiring udang yang dari tadi sudah di kupas kulitnya oleh arsenio.


Perhatian kecil seperti ini yang membuat Aqila selalu gelisah dan sangat sukar rasanya untuk menutup dan mengubur dalam dalam perasaan yang dia miliki pada arsenio.

__ADS_1


"Terimakasih." ujar Aqila sembari langsung melahap udang saus mentega yang merupakan makanan favorit nya.


Melihat itu sedikit membuat arsenio merasa tenang,dia ingin segera menyelidiki penyebab dirinya hilang kendali dan melakukan hal yang tidak ingin dia lakukan.


**********


"Hay bos kau sudah pulang."teriak Lion yang baru datang bersama kawan kawan nya.


"Habis dari mana kalian.?" tanya arsenio.


"Kami bosan bos di mansion terus jadi kami pergi cari angin segar tapi bos itu tidak sia sia coba lihat ini." ucap Leo dengan memberikan Poto yang David potret.


Arsenio mengambil Poto tersebut terlihat pada Poto itu sosok Abian yang sedang duduk dengan keluarga rekan bisnis nya yang tidak lain adalah tuan Toni.


"Kenapa mereka bisa bersama?" tanya arsenio.


"Aku sempat menanyakan itu bos namun istri tuan Toni memotong pembicaraan kita,tapi kau tenang saja kita akan segera menyelidiki nya untuk mendapatkan kebenaran." ucap David.


"Baik lah aku percayakan pada kalian." jawab arsenio.


"Sayang aku harus ke perusahaan ada sedikit urusan disana, aku pergi dulu." ucap arsenio sembari mengelus rambut Aqila yang sedang makan udang yang sudah di kupas itu.


Aqila hanya mengangguk angguk kan kepalanya.


Setelah arsenio meninggalkan mansion itu,lion Leo dan David duduk di meja makan melihat betapa lahapnya Aqila makan.


"Mau?" tanya Aqila .


"Boleh." ucap Lion dan Leo yang langsung membawa piring berisi udang itu dari tangan Aqila.


Namun, ketika hendak di ambil tangan Aqila dengan kokoh nya tetap memegang piring itu dan enggan melepaskan nya.


"Kemari kan aku mau kau tadi kan menawari kami."ucap Leo .


"Tapi jangan semua." jawab Aqila dengan lantang.


Ketiga sekawan itu merasa terkejut melihat Aqila yang semakin hari semakin berani saja,berbeda dengan hari pertama di mana Aqila sangat lugu dan penakut.


Namun lion yang selalu jahil langsung menyomot udang yang berada di atas piring itu dan langsung memasukan udang itu ke dalam mulutnya.


David dan Leo tertawa terbahak bahak melihat tingkah nya yang seperti anak kecil.


Namun, tidak dengan Aqila, matanya langsung berkaca kaca bibir nya bergetar menahan tangisan.


Bi Marni yang melihat Aqila yang sedang di ganggu oleh mereka langsung menghampiri nya.

__ADS_1


"Heh dasar anak nakal kalian apa kan non Aqila hah." tanya bi Marni dengan berkacak pinggang.


"Nah bi dia nih pelakunya aku tidak ikutan." ucap Leo.


"Iya bi aku juga hanya diam dan melihat saja, aku tidak melakukan apa pun ,nanti bibi bisa melaporkan nya pada bos agar gajih dia di potong." ucap David yang membuat lion seketika ketakutan.


"Mereka jahat bi aku masih mau udang nya." ucap Aqila sembari menangis.


"Tidak apa apa non jangan menangis ,bibi akan membuatkan udang nya lagi untuk mu ya." ujar bi Marni Mencoba membujuk Aqila yang menangis.


"Maap Aqila aku hanya bercanda jangan di laporkan ke bos yah aku masi ingin hidup." ucap Lion dengan merengek.


"Kau....jahat!!!" ucap Aqila dengan berlari menuju kamar nya di lantai atas.


"Nah lhooo non marah habis lah kalian." ucap bi Marni yang mengikuti Aqila ke kamar nya.


"Astaga,,,dia sangat cengeng sekali." ucap Lion dengan menggaruk garuk kepalanya.


"Kau si.." ucap Leo yang juga takut akan di salahkan.


Mereka akhirnya saling menuduh satu sama lain seperti anak kecil yang tidak mau di salahkan.


*********


Arsenio sudah tiba di ruang kerjanya yang sudah di perbaiki ,dia memanggil Roy dan Selina ke dalam ruangan itu.


"Hay bos apa kabar." ucap Selina dengan sedikit gugup ketika teringat h yang sudah dia lakukan.


"Apakah kalian membuang sisa makanan kemarin?" tanya arsenio dengan tiba tiba.


"Apa maksudmu bos." tanya Roy.


"maksudku apa makanan tadi malam masih ada sisa?" tanya arsenio.


"Ada bos tapi...sudah di masukan ke dalam tong sampah." jawab Roy.


Badan Selina berkeringat dingin, sepertinya arsenio sudah mencurigai makanan yang dia makan mengandung obat dan itu tidak lain adalah ulah nya.


"Bawa sekarang juga kehadapan ku."ujar Arsenio.


Meskipun merasa aneh,namun Roy tidak berani bertanya banyak hal,Roy langsung menuju ke rumah nya untuk mengambil sisa makanan itu dan meninggalkan Selina yang kini hanya ber dua dengan arsenio di ruangan itu.


"Apa kau yang melakukan nya?" tanya arsenio dengan sorot mata yang tajam.


DEG...BADAN SELINA BERGETAR SEKETIKA...

__ADS_1


********


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰


__ADS_2