
Ada pepatah jika sudah cinta maka apa pun yang di katakan seorang yang kita cintai seperti hipnotis bagi kita,begitu juga dengan arsenio ketika mendengar penjelasan Aqila Arsenio dengan mudah nya percaya begitu saja,padahal dia sangat yakin jika suara itu bukan berasal dari film yang Aqila tonton.
"Baik lah aku memaapkan mu kemarilah."ucap arsenio menarik Aqila ke pelukannya.
Namun, arsenio sedikit janggal melihat jendela kamar yang terbuka padahal Aqila tidak pernah membuka jendela itu karna sangat berat dan di rasa tenaga Aqila tidak akan sanggup untuk bahkan sekedar menggeser jendela besar itu.
********
"Kenapa itu terbuka apa kau yang membukanya?"tanya arsenio dengan mata menyelidik.
"Aku aku tidak tau tuan."jawab Aqila berbohong.
"Apa ada yang kau sembunyikan dariku?"tanya arsenio kembali.
"Ti..tidak ada."jawab Aqila dengan gugup.
Ketika arsenio hendak bertanya kembali,suara panggilan bi Marni mengalihkan perhatian mereka berdua.
"Tuan ,nona makanan sudah siap."ucap bi Marni di balik pintu.
"Baik lah Bi kami akan kesana sekarang."ucap arsenio.
Arsenio pun membawa Aqila ke bawah mansion untuk makan siang bersama.
*********
Rahel tidak berani menoleh sedikit pun ke arah David dan teman teman nya, Rahel hanya menyuruh Sindi untuk menghantarkan makanan yang mereka pesan.
"Ini tuan silahkan menikmati."ucap Sindi menyodorkan tiga mangkuk mie ayam ke hadapan mereka.
"Wah,,, terimakasih."ucap Lion.
"Sama sama tuan."jawab Sindi , dia tidak sengaja melihat David yang terus saja tidak melepaskan pandangannya pada Rahel.
Sindi pun menghampiri Rahel dan memberitahu kan padanya jika ada seorang pria yang terus saja memperhatikan nya.
"Hel lihat deh dia dari tadi liatin Lo."ucap Sindi
Namun Rahel yang terus melamun tidak mendengarkan sama sekali apa yang Sindi katakan.
"HEL RAHEL!!" teriak Sindi membuyarkan lamunan Rahel.
"Eh iya kenapa sin."tanya Rahel.
"Ah ga jadi." jawab Sindi dengan sedikit kesal.
__ADS_1
***********
Arsenio dan aqila pun turun untuk makan makanan yang telah tersedia di mansion.
"Tumben sepi kemana yang lainnya ?"tanya arsenio pada Arka yang ada di sana.
"Mereka sedang keluar mencari angin tuan."jawab Arka dengan mata yang terus tertuju pada Aqila.
Jantung Aqila seakan berpacu dengan cepat jika melihat Arka di sekitarnya sekarang,Arka sudah seperti bumerang bagi Aqila di dalam hidupnya,Aqila tidak merasa tenang sejak kejadian yang baru saja dia alami.
"Baiklah ayo kita makan."ucap arsenio sembari menarik kursi untuk Aqila.
Mereka pun makan dalam keheningan,hanya suara sendok,garpu dan piring yang saling bertautan yang terdengar di ruangan itu.
**********
Setelah selesai makan mie ayam ke tiga nya langsung membayar dan pergi dengan perut kenyang. Rahel bisa tenang karna David tidak melakukan apa pun padanya,dia hanya melihat terus menerus ke arah Rahel yang membuat nya sedikit tidak nyaman.
"Terimakasih mie ayam nya enak ,aku akan kembali lagi nanti."ucap Lion berlalu pergi dengan ke dua kawannya.
Mereka pun menaiki mobil yang di kendarai oleh David menuju mansion ,di sepanjang perjalanan Leo dan lion tertidur dengan pulas karna perut yang sudah terjadi penuh.
"Dasar monyet kalian ,sudah makan dengan enaknya langsung tidur." gerutu David dengan kesal.
********
Aqila dengan refleks melihat ke arah Arka dengan tatapan yang ketakutan.
"Ya bilang saja." jawab arsenio sembari mengunyah makanan nya.
"Apa setelah kau memutuskan hubungan dengan boren ,dia tidak ada pergerakan apa pun lagi?" tanya Arka dengan serius.
Meskipun demikian Arka telah melakukan kesalahan yang akan menjadi sangat fatal nantinya,namun Arka masih tetap ada sedikit rasa khawatir pada arsenio yang selama ini telah menganggap nya sebagai saudaranya dan selalu menolong nya namun,karna wanita hati Arka telah di butakan oleh cinta.
"Aku rasa dia sedang merencanakan sesuatu ,kau tau aku mempunyai pirasat jika si tua itu bekerja sama dengan Abian untuk berusaha menghancurkan ku,tapi selama ada kalian aku tidak perlu takut dengan apa pun karna aku merasa sangat kuat dan kokoh."ucap arsenio tersenyum pada Arka.
Mendengar perkataan arsenio yang tulus membuat arka merasa bersalah karna telah membuat arsenio dalam bahaya yang besar sekarang,bahkan arsenio tidak mengetahui jika dirinya sedang banyak diincar oleh banyak musuh.
Aqila yang melihat Arka berbicara perhatian pada arsenio entah mengapa rasanya sangat menjengkelkan,karna dia tau jika Arka terus saja berusaha untuk meng khianati arsenio dengan terus menerus mengajaknya melarikan diri.
**********
"Hay bos ,Hallo semuanya." ucap Roy yang tiba tiba datang ke mansion.
"Roy,apa di perusahaan sedang tidak ada pekerjaan hingga kau meninggalkan nya?" tanya arsenio.
__ADS_1
"Tenang tuan ,aku membuat Selina mengerjakan semua pekerjaan ku."ucap Roy.
"Dia mau?" tanya Arka
"Ya aku menjanjikannya untuk makan malam nanti jadi dia dengan bodohnya mau begitu saja."jawab Roy dengan jujur.
"Kau belajar itu dari siapa kawan."ucap David yang baru memasuki mansion dengan lion dan juga leo.
"Kau yang memberiku ide seperti itu kawan." jawab Roy dengan tertawa.
"Kalian ini jahat ya selalu saja mempermainkan wanita." tiba tiba saja Aqila untuk pertama kalinya membuka suara.
Semuanya tercengang melihat keberanian Aqila yang berbicara dengan lantang seperti itu begitu juga dengan arsenio dan Arka.
"Hey sayang biarkan saja mereka tidak penting mengapa kau marah." ucap arsenio dengan menahan tawanya melihat ekspresi wajah kesal Aqila yang terlihat menggemaskan.
Aqila yang menyadari tindakan nya itu langsung lari ke dalam kamar nya,dan itu membuat semua orang terheran heran dengan tingkah Aqila yang tiba tiba menjadi aneh.
"Aku akan menyusul nya."ucap arsenio bergegas mengikuti Aqila ke dalam kamarnya.
"Semua ini gara gara kau lihat saja bos akan marah padamu nanti."ucap Lion menakut nakuti Roy.
"Diam kau payah."jawab Roy.
"Kau yang payah."ucap Leo membela Roy.
Mereka berdebat seperti bocah SD yang sedang bertengkar.
*******
Aqila berlari menuji kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya ke ranjang lalu tiba tiba menangis dengan sejadi jadinya.
Arsenio sangat khawatir melihat Aqila yang tiba tiba menangis begitu saja,arsenio pun menghampiri Aqila untuk berusaha menenang kan nya.
"Kau kenapa?" tanya arsenio memegang pundak Aqila.
"Kenapa teman teman mu sangat jahat." ucap Aqila sambil menangis dengan terisak Isak.
"Siapa yang kau sebut jahat?" tanya arsenio.
"Roy,,." jawab Aqila.
"Kau menangis gara gara Roy dan Selina?" tanya arsenio tidak percaya.
"Aku sangat sakit hati mendengar nya tuan?" ucap Aqila dengan terbata bata.
__ADS_1
Arsenio sangat bingung melihat tingkah Aqila yang seketika berubah menjadi sensitif seperti layaknya ibu ibu yang sedang mengandung.
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰.