
Abian adalah anak angkat dari tuan Toni ,setelah lima tahun pernikahan antara tuan Toni dan istrinya mereka belum juga di karuniai seorang anak hingga memutuskan untuk mengadopsi seorang bayi dari langit asuhan yang mereka beri nama Abian,namun setelah dewasa Abian hidup mandiri dan sangat jarang menemui mereka,kadang tuan Toni dan istrinya sangat khawatir jika Abian mencari tahu tentang asal usul keluarganya yang sampai saat ini tuan Toni dan istrinya belum siap untuk mengatakan kebenaran jika Abian bukan anak mereka.
Satu hal yang tuan Toni dan istrinya tidak tau yaitu jika Abian sudah mengetahui semuanya baik identitas asal nya mau pun kehidupan kelam keluarganya yang kini menimbulkan dendam pada dirinya pada sosok arsenio barram.
**********
DI MANSION....
Mood Aqila kini tampak baik, Aqila sudah selesai memasak udang saus asam manis yang rasanya lebih enak dari Saud mentega,setelah selesai memasak dia langsung menyantap habis udang itu dan tentunya bi Marni yang melihat Aqila makan dengan sangat lahap merasa bahagia karna telah berhasil membujuknya.
"Sudah kenyang non?" tanya bi marni menyodorkan segelas air putih untuk Aqila.
"Sudah bibi terimakasih." jawab Aqila dengan meneguk habis air tersebut.
Ketika Aqila sedang duduk dan mengobrol bersama bi Marni, arsenio yang baru pulang dari perusahaan nya menghampiri Aqila dengan tergesa gesa.
"Ini aku sudah membuktikan nya sayang." ucap arsenio menyodorkan beberapa kertas.
"Apa ini?" tanya Aqila sembari memeriksa secarik kertas yang di terimanya.
Dalam kertas itu ternyata adalah hasil labolatorium dimana pada makanan yang telah di konsumsi oleh arsenio mengandung obat perangsang dengan dosis yang sangat tinggi dan hal itu lah yang membuat arsenio lepas kendali atas dirinya sendiri.
"Tapi siapa yang melakukan nya?" tanya Aqila dengan penuh penasaran.
"Ikut aku." ucap arsenio menarik tangan Aqila.
Bi Marni yang tidak tau apa apa hanya clingak clinguk tidak mengerti apa pun.
David lion Leo dan Arka yang memperhatikan dari jauh saling menyiku satu sama lain.
"Menurut kalian apa yang akan terjadi selanjutnya?" tanya Lion dengan terus melihat ke arah arsenio yang membawa Aqila.
"Akan ada drama seru seperti nya , Ayo jangan sampai tertinggal." jawab Leo sambil mengikuti ke arah arsenio membawa Aqila yang ternyata menuju ruang tahanan.
"aku ikut kawan." ucap Lion, dan karna penasaran akhirnya Arka dan David juga ikut mengekori teman teman nya itu.
********
Di ruang tahanan.....
__ADS_1
Di sebuah ruang yang lembab dan kurang pencahayaan,Selina di tahan di sana,,,ya,,,badan nya terikat pada satu kursi Selina telah kehabisan tenaganya untuk berteriak meminta tolong untuk di lepaskan karna dia sangat takut pada tempat sepi yang gelap itu.
Aqila yang telah sampai pada tempat yang di tuju arsenio sangat terkejut melihat Selina dalam keadaan yang seperti itu.
"Tuan,,kenap dia." tanya Aqila dengan rasa iba nya.
Tak hanya Aqila yang terkejut namun juga keempat sejoli itu,
"Bos kau akan kau apakan wanita menyebalkan itu,kenapa dia ada di sini, apa dia berbuat kesalahan?" tanya Lion dengan sangat cerewet.
"Siapa yang menyuruh kalian mengikuti ku hah?" tanya arsenio dengan nada kesal.
"Ee....aku di suruh Arka bos." jawab Lion.
"Sialan...aku hanya mengikuti mu." balas Arka.
Di sela sela itu, Selina tiba tiba menangis sejadi jadi nya,dia memohon pada arsenio agar dia melepaskan nya.
"Bos aku mohon aku tidak bermaksud sama sekali mencampur kan obat itu pada minuman yang kau minum,aku sudah jelaskan itu untuk Roy,,,ku mohon bos lepaskan aku,,," teriak Selina dengan putus asa.
Aqila akhirnya mengerti jika arsenio sudah berbicara jujur padanya, dia melakukan itu pada Aqila dengan kondisi yang tidak sadar akibat ulah Selina yang menjijikan.
"Tidak tuan,,, dia sudah berkata jika dia tidak sengaja maapkan saja dia." jawab Aqila.
"Kenapa kau selalu dengan mudah nya memaafkan orang lain hah." bisik arsenio dengan nada dingin.
Seketika badan Aqila merinding, dia baru sadar jika orang yang di hadapinya ini sudah terbiasa menghabisi nyawa orang seperti merenggut nyawa binatang.
"Aku akan memaafkan mu dan menikah dengan mu jika tuan melupakan ini semua." ucap Aqila yang berusaha ingin melepaskan Selina karna sangat iba.
DEG,,,,
Dada Arka terasa sesak mendengar pernyataan Aqila yang siap di nikahi oleh arsenio.
"Kenapa aku tidak bisa melupakan nya saja, bajingan." gerutu Arka dalam hati.
Merasa sangat kesal Arka dengan refleks menghampiri Selina yang masih terikat itu lalu dengan sangat keras dia menampar nya karna menurut Arka semua ini gara gara Selina yang membuka mulutnya.
PLAK,,,,,
__ADS_1
Semua orang tercengang dengan apa yang di lakukan oleh arka,Selina langsung tidak sadarkan diri saking kerasnya tamparan Arka.
"APA YANG KAU LAKUKAN ARKA!!!" teriak Aqila pada Arka.
Arka yang tersadar dengan apa yang sudah dia lakukan segera mencari alasan agar tidak ada yang mencurigai nya.
"Maap kan aku tuan, aku sangat kesal dengan apa yang sudah dia lakukan padamu, lalu jika dia tidak di beri hukuman aku tidak ingin jika dia bebas tetapi dalam perasaan tidak kapok dan nanti nya akan berbuat hal yang serupa yang akan membahayakan mu." ucap Arka yang pandai bersilat lidah.
Mendengar pernyataan Arka , arsenio tidak merasa marah sedikitpun,tetapi Aqila terus saja menatap tajam ke arah Arka ,arsenio berpikir jika itu semata mata hanya karna dia merasa marah dengan apa yang Arka lakukan.
"Lepaskan dia, siram saja dengan air agar dia bangun." ucap arsenio.
"Tidak usah tuan, biar aku yang akan membawanya." ucap Roy yang tiba tiba datang ke ruang tahanan itu.
"Terserah padamu." ucap arsenio dengan tidak peduli ,dan membawa Aqila ke dalam mansion.
*******
DI DALAM MANSION....
Arsenio kembali mengumpulkan semua pelayan dan prajurit yang ada di mansion nya, Setelah itu arsenio mengumumkan kembali jika pernikahan nya dengan Aqila akan di laksanakan tiga hari lagi oleh karna itu arsenio tidak ingin tau apa pun persiapan acaranya harus sudah siap dalam hati yang singkat itu.
"Aku mengumpulkan kalian di sini ingin mengatakan jika acara pernikahan ku dengan nyonya Aqila akan di laksanakan tiga hari lagi bagaimana pun caranya kalian harus sudah selesai mempersiapkan semua yang aku butuhkan." tegas arsenio
Aqila tercengang mendengar hal itu, namun ada rasa berdebar di jantungnya yang membuat Aqila juga tidak mengerti dengan perasaannya saat ini
"Apa kau yakin?" tanya Aqila dengan menaikan pandangan nya untuk melihat arsenio yang lebih tinggi.
"Aku ingin tidur bersama mu malam ini,aku merindukan nya." bukannya menjawab pertanyaan Aqila Arsenio malah berkata hal yang lain.
Tanpa sempat menjawab tubuh Aqila di gendong oleh arsenio menuju kamarnya...
"Sudah biarkan seperti ini...aku merindukan nya." ucap arsenio yang sudah berada di ranjang nya dengan memeluk erat Aqila.
Keduanya pun menutup matanya dalam keadaan yang nyaman dan hangat malam itu....
******
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰
__ADS_1