TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
PERDANA BERBELANJA


__ADS_3

Seorang pelayan pun menghampiri mereka berdua.


"Nyonya kenapa tidak bilang kau akan datang kemari?"tanya pelayan itu pada amara.


"Orang lusuh seperti dia kau panggil nyonya,aku merasa geli saat mendengarnya."ucap Selina dengan wajah julid nya.


"Maap nona beliau pemilik toko perhiasan ini."ucap pelayan itu .


Pernyataan yang Selina dengar membuatnya tertegun,dia sangat malu ketika mengetahui bahwa Amara lah pemilik toko perhiasan berlian dengan brand terkenal itu.


*******


Setelah pulang dari perusahaan arsenio bergegas menuju mansion rasanya dia sangat ingin sekali cepat cepat bertemu dengan Aqila.


Berbeda dengan keadaan Aqila sekarang yang sangat menyedihkan , sepertinya arsenio lupa mengurung Aqila seharian di kamar nya tanpa di sediakan makanan atau pun minuman hingga Aqila hanya bisa terbaring lemah di ranjang.


Ceklek..


Pintu kamar di buka ,arsenio yang melihat Aqila sangat lemah merasa sangat bersalah akhirnya dia membawakan segelas susu hangat dan roti.


"Oh Tuhan maapkan aku ,aku melupakan mu."ucap arsenio menghampiri Aqila.


Aqila hanya melihat arsenio dengan tatapan mata yang lemah tanpa mengeluarkan satu patah kata pun.


"Ayo cepat makan ini."ucap arsenio menyodorkan makanan nya.


"Aku tidak mau."ucap Aqila Bersikeras.


"Jika keluarga mu ingin selamat ,maka turuti apa yang aku perintahkan."ucap arsenio yang tidak tau harus berbuat apa lagi selain mengancam untuk membuat Aqila tunduk padanya.


Akhirnya Aqila mau memakan roti yang arsenio bawakan , hatinya saat ini sedang hancur dan tidak ada rasa bahagia sedikit pun baginya untuk sekarang ini.


Arsenio memeluk Aqila yang sedang duduk memakan roti dari belakang.


"Jangan mencoba pergi dari ku lagi,aku tidak ingin menyakiti mu sayang."bisik arsenio di telinga Aqila.


"Kenapa kau menahan ku pergi tuan, siapa aku untuk mu?"tanya Aqila dengan suara lirih.


"Aku tidak tau mengapa aku begitu menginginkan mu maka dari itu tetap lah di samping ku."ucap arsenio dengan tegas.


Aqila hanya bisa menerima nasibnya dengan air mata yang selalu menetes menandakan bahwa dia sangat tidak bahagia.

__ADS_1


"Aku akan membawamu pergi nanti malam,ini kartu untuk mu,beli lah apa pun yang kau mau."ucap arsenio memberi black card kepada Aqila.


"Aku tidak menginginkan ini tuan."ujar Aqila.


"Lalu apa yang kau ingin kan?"tanya arsenio.


"Aku ingin.."Aqila tidak melanjutkan ucapannya.


"Apa saja asalkan kau tidak mencoba pergi dari ku."ucap Arsenio.


"Aku ingin bertemu keluarga ku tuan ,aku rindu pada mereka ."ucap Aqila dengan tulus.


"Baik lah nanti malam anak buah ku akan membawa mereka untuk makan malam di mansion."ucap arsenio.


Sontak Aqila pun memasang wajah yang ceria tanpa dia sadari dan hal itu membuat arsenio sangat senang.


"Terimakasih tuan,aku akan membantu bibi untuk memasak."ucap Aqila.


"Ambil ini belanja lah sepuas hatimu,aku akan menemani mu kemana pun kau pergi."ucap arsenio.


"Emmm baiklah tuan aku akan membeli perlengkapan dapur saja." ucap Aqila menerima black card dari arsenio.


*********


"Mana yang kau suka tuan?"tanya Aqila sembari memilik sayuran.


"Aku tidak suka sayur."ucap arsenio dengan sedikit kesal lantaran sudah lumayan lama dirinya menemani Aqila berbelanja yang sampai saat ini belum selesai juga.


"Apa kau bercanda tuan ini sangat bagus untuk kesehatan mu,aku akan membuatkan salad sayur untuk mu ya."Aqila yang di ajak berbelanja seakan lupa dengan semua kejadian yang telah menimpanya.


"Untuk kau saja,aku tidak mau."ucap arsenio.


"Yasudah aku akan membeli susu sapi saja untuk mu,jika tuan tidak menyukai sayur."ucap Aqila dengan tersenyum manis.


"Aku menginginkan susu tetapi bukan yang itu."ucap arsenio yang melihat Aqila sedang sibuk memilih merk susu sapi.


"Lalu yang mana tuan apakah kau suka yang kaleng atau dalam botol seperti ini?"tanya Aqila menenteng dua merk susu di tangan kanan dan kirinya.


"Aku ingin yang ini saja ."ucap arsenio menunjuk ke arah dua buah dada Aqila.


Sontak wajah Aqila menjadi merah padam,Aqila sangat malu karna arsenio berbicara seperti itu di depan banyak orang.

__ADS_1


"Tuan apa maksudmu."tanya Aqila dengan mimik muka yang lucu.


"Aku tidak mau tau nanti malam kau harus menyerahkan dirimu padaku."bisik nakal arsenio.


"Te..tapi tuan aku..aku sedang dapat."ucap Aqila berusaha berbohong.


"Apa kau sedang membohongi ku gadis kecil?"ucap arsenio.


"Tidak aku tidak berbohong,aku sudah selesai tuan ayo kita pulang."Aqila berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


Arsenio hanya tersenyum gemas melihat kelakuan Aqila yang sangat polos,berbeda dengan wanita wanita lain yang pernah dia temui sebelumnya.


********


Keluarga Aqila sedang berkumpul di rumah nya yang tampak sederhana,disana terlihat ibu tiri Aqila yang sedang mengomel.


"Aku bosan hidup miskin,aku sangat menyesal telah menikah dengan pria cacat seperti mu."teriak ibu tiri Aqila.


"Ibu kau jangan begitu ,dia ayah ku."jawab Kania membela ayahnya.


Ketika ibu tiri nya hendak menampar Kania,Tina tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar dan itu membuat nya merasa sangat kesal.


"Apa kau tidak bisa bertamu di saat yang tepat."teriak ibu tirinya sambil membuka pintu rumahnya.


Betapa kagetnya ibu tiri Aqila yang melihat di balik pintu itu ternyata adalah Lion Leo Arka dan David,ibu tiri Aqila pun langsung mengubah nada bicaranya menjadi sangat lembut.


Keempat sejoli itu yang memang di tugaskan arsenio untuk menjemput keluarga Aqila di rumahnya hingga mereka sampai di kediaman keluarga Aqila,mereka malah mendengar keributan di dalam rumahnya.


"Eh tuan..apa perlu apa kalian datang kemari?"tanya ibu tiri Aqila dengan sangat lembut.


Bukannya menjawab pertanyaan ibu tiri itu,mereka berempat malah langsung menerobos pintu rumah itu.


"Hallo paman ,kami di suruh oleh bos kami untuk mengundang kalian makan malam di mansion ."ucap Arka dengan sopan.


"Apakah aku akan bertemu dengan kakak?"tanya Kania dengan tiba tiba.


"Tentu saja gadis kecil."ucap David sembari mengelus rambut nya.


"Baik lah tuan kami akan segera menyiapkan diri."ucap ayah Aqila.


"Ough benarkah ,aku tidak percaya aku akan makan di mansion mewah itu,dengan senang hati tuan kami akan segera mempersiapkan diri kami."ucap ibu tiri Aqila yang tidak mendapatkan respon apa pun dari keempat sejoli itu.

__ADS_1


"Dasar monyet baru saja jadi pengawal tingkahnya sudah sombong bagaikan tuan."gerutu ibu tiri Aqila dalam hatinya.


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰


__ADS_2