TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
BRANDON DAN RAHEL(757kata)


__ADS_3

"Aku tidak mau." balas Aqila dengan menutup mulutnya.


"Kau harus meminumnya tidak ada alasan apa pun untuk menolak,kau mengerti sayang." ujar Arsenio sembari menyiapkan segelas air minum.


Namun, tiba tiba mata Aqila menjadi berkaca kaca dan tidak lama setelah itu dia menangis sesenggukan dan membuat arsenio menjadi panik.


"Hey kau kenapa apa ada yang sakit?" tanya arsenio dengan memeriksa keadaan Aqila.


Namun tangisan Aqila malah semakin kencang dan hal itu membuat arsenio semakin khawatir dengan keadaan nya.


************


Melihat keadaan Aqila yang menghawatirkan dengan mood yang berubah ubah akhirnya arsenio memutuskan untuk membawa Aqila ke rumah sakit di mana arka juga di rawat di sana untuk melakukan pemeriksaan, tanpa memberitahu Aqila Arsenio pun langsung membawanya pergi ke rumah sakit itu dengan beberapa orang pengawal.


*********


Di sepanjang perjalanan menuju lokasi , Brandon dan Rahel terus saja mengobrol tanpa kehabisan topik meskipun ini adalah kali pertama mereka bertemu namun entah mengapa rasanya sangat akrab.


"Kau kuliah di mana?" tanya Brandon dengan Masi mengendarai sepeda motor besarnya.


Mendengar pertanyaan itu membuat Rahel terdiam sejenak.


"Aku...aku tidak kuliah." jawab Rahel dengan canggung.


"Lalu kau bekerja dimana?" tanya Brandon kembali.


"Aku hanya seorang penjual mie ayam." jawab Rahel dengan hatinya yang merasa minder.


Mengetahui hal itu akhirnya Brandon segera mengalihkan topik pembicaraan nya menjadi lebih santai dan asik.


Tak berapa lama kemudian mereka berdua telah sampai pada lokasi yang di tuju, terlihat di sana terlihat banyak orang yang sedang mempersiapkan untuk berlangsung nya acara program yang akan di adakan oleh ayah Brandon.

__ADS_1


"Sebentar ya." ucap Brandon sembari menelpon ayah nya untuk mengabari kondisi tempat tersebut.


Rahel pun mengangguk dan memperhatikan nya dari jauh.


***********


Di rumah sakit kini Aqila sedang menjalani pemeriksaan, sembari menunggu arsenio menyempatkan diri nya untuk mengunjungi ruangan Arka.


Terlihat di sana David lion dan Leo yang sedang berjaga.


Melihat kedatangan bos nya mereka bertiga pun segera menghampiri nya.


"Bos kau disini?" tanya Lion.


"Ya..aku sedang mengantar kan Aqila untuk pemeriksaan." ujar Arsenio.


"Ough iyh kau kan calon ayah ya, selamat bos." ucap Leo dengan wajah yang ikut berbahagia.


Di tengah perbincangan David memeriksa ponselnya yang beberapa hari ini tidak dia buka.


Dengan buru buru dia pun pamit kepada arsenio dan teman teman nya untuk segera menemui Rahel.


"Bos , aku melupakan sesuatu aku akan segera kembali." ucap David dengan tergesa gesa pergi.


Arsenio hanya memasang wajah yang bingung melihat tingkah laku David yang tidak biasanya begitupun dengan yang lain nya.


"Arka masih koma bos, kami selalu siaga di dekat nya ." ujar lion.


"Aku tau itu, aku pergi dulu." ucap arsenio yang seakan cuek dengan keadaan Arka.


Meskipun begitu lion Leo dan David tau bagaimana perasaan arsenio saat ini hingga dia masih menyempatkan waktunya untuk menjenguk keadaan Arka.

__ADS_1


***********


Di sepanjang jalan David mengomel pada dirinya sendiri,dia tidak habis pikir jika dia bisa melakukan ini semua, saat ini David sangat khawatir dengan keadaan Rahel yang dia kunci beberapa hari tanpa persediaan makanan yang cukup dan pentilasi udara yang minim, David sungguh mengutuki dirinya sendiri.


Saat dia sudah tiba di sana David dengan buru buru menghampiri rumah itu untuk membukakan pintu kokoh yang terkunci rapat.


Namun saat hendak melakukan itu David sangat terkejut karna pintu rumah itu sudah hancur seperti di dobrak dari luar.


"Siapa yang mengeluarkan Rahel dari sini, lalu kemana dia sekarang?" ucap David dengan perasaan yang campur aduk.


Dengan pikiran yang masih Ling lung David pun memutuskan untuk mencari Rahel ke tempat biasanya dia berjualan bersama Sindi sahabatnya, tanpa berlama lama David pun segera bergegas ke tempat itu.


*********


"Ah...maap telah membuatmu menunggu ." ucap Brandon setelah menutup telpon nya.


"Tidak apa apa....." balas Rahel.


"Aku akan mengantarmu pulang sekarang jika kau mau,." ucap Brandon pada Rahel.


"Tentu saja, aku sangat merindukan sahabatku." balas Rahel dengan antusias.


Brandon merasa aneh dengan apa yang di ucapkan gadis yang ada di hadapan nya itu, setelah terkurung beberapa hari di rumah itu bukan nya merindukan keluarga tetapi gadis ini malah merindukan sahabatnya, itu lah pikiran di dalam benak Brandon saat ini.


"Hey apa kau jadi mengantar ku pulang?" ucap Rahel dengan sedikit keras karna melihat Brandon yang hanya melamun.


Seketika Brandon tersadar dari lamunannya dan tanpa berlama lama mereka berdua bergegas pergi.


"Pegangan ya, nanti kau jatuh." ucap Brandon dengan menarik tangan Rahel ke perut nya.


Mendapatkan perlakuan itu membuat Rahel menjadi canggung karna bagaimanapun Brandon adalah orang yang baru saja dia kenal.

__ADS_1


**********


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰🥰🥰


__ADS_2