TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
BERTUKAR PERAN(2124KATA)


__ADS_3

Melihat reaksi Aqila yang berlebihan membuat arsenio cemburu padanya, di sepanjang perjalanan menuju ruang kamar Arka , arsenio hanya memasang wajah masam nya.


"Aku akan menghukum mu malam ini sayang karna kau telah membuat ku cemburu." bisik arsenio pada Aqila.


"Aku sedang hamil anak mu tuan jangan lupa itu!" jawab Aqila dengan berani.


"Tenang saja, anggap lah hukuman ini sebagai tanda rinduku pada anak ku yang masih ada dalam rahim mu." ucap arsenio dengan seringai menakutkan bagi Aqila.


Entah mengapa Aqila mengerti maksud dari ucapan mesum suaminya itu dan mendengar hal itu membuat nya menjadi sangat gugup.


****************


Di rumah nya Amara segera menyiapkan diri untuk bertemu dengan kekasihnya Roy.


"Ahhh aku harus pakai gaun yang ini apa yang ini ya." ucap Amara dengan menenteng dua buah gaun di tangannya sambil bercermin.


Saat sedang bingung memilih baju, ponsel nya berdering dan ternyata itu adalah telpon dari Roy.


"Hallo sayang." ucap Amara dengan manja.


"Amara apa kau sudah siap?" tanya Roy yang masih kaku dengan wanita.


"Ah aku sudah siap,tinggal mengganti pakaian saja, apa kau akan menjemput ku sekarang?" tanya Amara pada Roy.


"Ya....aku sudah selesai dengan pekerjaan ku, aku akan menjemput mu sekarang." ujar Roy.


"Ahhh baik lah sayang sampai nanti." balas Amara dengan menutup ponselnya.


Semakin hari Amara menjadi semakin berperilaku manja pada Roy, dia semakin terbuka dan selalu ceria jika bersama Roy.


Sedangkan Roy meskipun sudah cukup lama menjalani hubungan ini tetapi dia masih kaku pada amara dan hal itu yang membuat Amara semakin suka dengan karakter Roy yang di nilainya sebagai pria unik.


*************


Amara telah siap dengan semuanya, Amara memakai gaun selutut berwarna putih dengan corak bunga mawar dan rambut yang tergerai membuat aura nya semakin terpancar dan manis.


Tit...tit...


Bunyi klakson itu membuat hati nya sangat berdebar, Amara tidak bisa mengontrol rasa senangnya hingga dia melompat lompat seperti anak kecil lalu kembali menenangkan dirinya untuk menemui Roy yang kini sudah menunggu di depan rumahnya.


"Kau mau kemana sayang?" tanya ibu Amara yang melihat anak gadis nya sudah sangat rapih.


"Hay mam aku ada urusan sebentar , secepatnya aku akan pulang." ujar Amara dengan langsung bergegas pergi.


**************


DI DALAM MOBIL......


"Kau...sangat cantik." ucap Roy dengan gugup.


Hal itu membuat Amara tersipu malu hingga membuat pipinya menjadi kemerahan.


"Terimakasih." balas Amara dengan tersenyum manis.


Di sepanjang perjalanan Roy hanya diam saja, dia memikirkan bagaimana cara untuk nya memberitahu Amara jika Selina menginginkan bertemu dengan nya untuk mengatakan sesuatu.


"Sayang kita mau kemana, apa kau mendengar aku berbicara? kenapa kau diam saja?" ucap Amara yang masih di diamkan oleh Roy.


"ROY!?" Teriak Amara yang berhasil membuat Roy terkejut.


"Ah...maap kan aku , aku terlalu fokus, kau bilang apa tadi?" tanya Roy.


Dengan malas Amara pun tetap menjawab pertanyaan kekasihnya itu.


"Kita mau kemana ,aku perhatikan dari tadi kita hanya mengelilingi tempat ini sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan hingga mengabaikan ku seperti itu?" tanya Amara dengan mengerucutkan bibirnya.


Akhirnya Roy pun menghentikan mobilnya untuk berbicara jujur pada amara.


"Amara sebenarnya Selina memintaku untuk menemui nya hari ini , katanya dia ingin menyampaikan sesuatu namun aku tidak ingin ada kesalahpahaman diantara kita karna itu aku akan membawamu untuk bertemu dengan nya sekarang apa kau tidak keberatan?" tanya Roy dengan wajah tidak enak nya.


Amara pun tersenyum....


"Sayang....aku lebih menyukai mu jika kau terbuka dan jujur seperti ini padaku, aku tidak keberatan, aku akan menemanimu, apa cafe ini tempatnya?" tanya Amara dengan menunjukkan cafe dihadapannya.


Roy pun mengangguk pelan.


Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan ke arah cafe, di sana sudah terlihat selina yang sedang menunggu kedatangan Roy dan ketika melihat Roy di hadapannya membuat hati nya menjadi tenang tetapi....Selina melihat ke arah lain dan terlihat Amara yang sedang menggandeng tangan Roy di sebelah nya.


"Selina?" panggil Roy karna Selina hanya terus terdiam melihat Amara.


"AH...silahkan duduk, aku sedikit terkejut apa kalian sudah menjadi sepasang kekasih?" tanya Selina dengan senyuman palsunya.


"Ya..kami adalah sepasang kekasih sekarang dan Roy sangat mencintai ku." ucap Amara dengan menyenderkan kepalanya di bahu Roy.

__ADS_1


Amara dapat melihat jika Selina sebenarnya masih menyukai Roy dan tentunya hal ini tidak akan dia biarkan.


Sekarang Roy yang menjadi bingung dengan kedua wanita itu yang saling melemparkan tatapan tajam dan wajah yang tidak senang .


**********


Aqila sangat syok melihat keadaan Arka yang menyedihkan itu membuat harinya terasa nyeri setelah apa yang telah dia lakukan padanya namun Aqila mengingat kebaikan Arka yang selalu ada untuknya di kala Aqila membutuhkan nya.


"Ayo kita pulang sekarang." ucap arsenio dengan wajah yang kesal karna dia merasa jika istrinya itu masih menyimpan rasa untuk Arka.


Tanpa menunggu jawaban Aqila Arsenio langsung menggendong nya meninggalkan tempat itu.


"Lepaskan aku , apa kau tidak punya malu? banyak orang di sini." ucap Aqila dengan membenamkan wajahnya di dada bidang arsenio karna merasa malu sebab menjadi tontonan orang orang yang ada di lorong rumah sakit.


Mendengar hal itu malah membuat arsenio semakin bersemangat mengerjai istri mungilnya itu.


"Hey sayang tidak akan ada yang berani berkata apa pun mereka takut melihat ku yang gagah ini." ucap arsenio dengan menyombongkan diri nya.


"Kau gila!!" ucap Aqila dengan sangat kesal.


Belakangan ini banyak yang berubah dari sikap arsenio maupun Aqila, semenjak hamil Aqila menjadi sangat berani pada suami mafianya itu sedangkan arsenio yang selalu menekan dan mengancam Aqila kini menjadi seorang suami yang penurut dengan apa yang di katakan dan di perintahkan oleh istri nya itu.


Tentu saja Aqila semakin menikmati perannya itu sebagai istri dari seorang mafia kejam, dengan situasi terbalik seperti ini banyak sekali hal hal jahil yang sudah Aqila rencanakan untuk suami mesum nya itu.


***********


DI MANSION....


Arsenio kembali menggendong Aqila untuk menuju kamar mereka ,melihat pemandangan itu membuat bi Marni senyum senyum sendiri kala mengingat masa muda yang tak kalah romantisnya dengan mereka.


Saat sampai di kamar arsenio langsung membaringkan tubuh Aqila dengan lembut tetapi setelah itu tiba tiba arsenio memposisikan tubuh nya menjadi berada di atas tubuh Aqila dan menguncinya hingga Aqila tidak bisa bergerak.


"Apa yang kau lakukan." ucap Aqila sembari berusaha melepaskan diri dari arsenio yang agresif.


"Aku sangat menginginkan mu sayang." ucap arsenio dengan suara yang berat.


Aqila merasakan jika ada sesuatu yang mengganjal di bagian pahanya dan saat itu juga Aqila mengingat kejadian kelam nya saat bagaimana semua ini di mulai.


Mata aqila tiba tiba berkaca kaca dan seluruh tubuh nya bergetar menandakan jika Sekarang Aqila sangat lah ketakutan.


"Kau kenapa sayang?" tanya arsenio yang sudah di penuhi dengan nafsu birahinya.


"Aku takut,,, aku belum siap jika harus melakukan itu sekarang." jawab Aqila dengan jujur.


"Aku akan melakukan dengan lembut tidak seperti dulu.." ucap arsenio dengan langsung menjelajahi leher jenjang Aqila.


Mendengar kata anak membuat arsenio berhenti melakukan itu dan dengan kesal dia segera bergegas ke kamar mandi untuk menuntaskan nafsu nya yang belum tersalurkan.


"Kau mau kemana?" tanya Aqila dengan wajah yang masih syok.


"Aku ingin menuntaskan hasrat ku." jawab arsenio dengan wajah yang muram.


Aqila hanya bengong mendengar jawaban arsenio dan berusaha mencerna maksud kata kata nya.


**********


"AH SIALLL." teriak arkanza dengan membantingkan semua barang yang ada di sana.


Semua anak buahnya yang ada di sana menjadi sasaran empuk arkanza untuk melampiaskan amarahnya.


BUGH.....


Salah satu anak buah arkanza terkena amarah tuannya.


"Kalian tidak becus!!! dasar bodoh, aku tidak pernah menerima kekalahan dari siapapun sialan!!" teriak arkanza sembari terus memukuli anak buahnya hingga dia kehilangan nyawanya di tangan arkanza.


"HENTIKAN ARKANZA!!!" ucap seseorang pada arkanza.


"Baba." ucap arkanza dengan langsung menghentikan perbuatan kejam nya itu.


Baba merupakan seorang pria yang sudah cukup tua tetapi di usianya yang sudah tua dia memiliki tubuh yang bugar dan kekar, baba sudah di anggap sebagai orang tua nya oleh Arkanza karna dari kecil baba mengurus arkanza yang terlantar di jalanan hingga dia dewasa dan di bawa ke suatu suku hingga arkanza di angkat oleh ketua suku di sana sebagai anak nya juga pemegang dan pelindung suku itu.


"Kau jangan gegabah menghadapi nya, aku sudah memperingatkan mu berkali kali!!" ucap baba dengan menatap tajam ke arah arkanza.


"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang baba, aku merasa sangat hina karna telah kalah daru permainan yang ku buat sendiri." ucap arkanza.


"Tidak usah khawatir Arkanza, aku akan membuat semua musuh arsenio untuk bersatu dengan mu dan dengan itu kekuatan mu akan sangat besar untuk menumbangkan arsenio barram." ucap baba dengan seringai licik nya.


Begitupun dengan arkanza yang senang dengan ide yang di cetuskan oleh nya, meskipun sudah tua otak baba memanglah sangat berbahaya.


*********


"Itu , di sana ." ucap Rahel dengan menunjuk ke arah tempat gerobak mie ayam nya.

__ADS_1


"Ough...baiklah." ucap Brandon dengan membawa motornya ke arah itu.


Rahel melihat sindi yang hanya melamun hingga dia tidak sadar dengan kedatangan nya.


"Sindi.." panggil Rahel.


Namun Sindi masih tetap terlarut dalam lamunannya.


"Woy....Sindi." teriak Rahel dengan kencang.


Sindi pun terkejut karna teriakan itu, tetapi setelah melihat jika itu adalah Rahel sahabatnya Seketika membuat Sindi merasa sangat bahagia hingga langsung memeluk erat sahabatnya itu.


"AAAAA RAHELL..." teriak Sindi sembari memeluk erat Rahel.


"Kau dari mana saja aku sangat mengkhawatirkan mu." ucap Sindi dengan memasang wajah kesal.


Lalu tatapan nya tertuju pada Brandon yang sedang memperhatikan tingkah mereka.


"Sut sut siapa pria tampan itu." bisik Sindi dengan terus menatap ke arah bandon.


Brandon sang pria playboy itu tentunya tau gerak gerik Sindi yang ingin tahu siapa dirinya.


"Saya brandon teman baru Rahel." ucap brandon dengan tersenyum manis.


Dan tentunya hal itu membuat Sindi semakin salah tingkah di buatnya.


"Ah...aku juga sahabat Rahel namaku sindi hehe." balas nya dengan cengengesan.


"Terimakasih Brandon, terimakasih banyak." ucap Rahel pada Brandon yang telah menolong dirinya.


"Sama sama...jika tidak keberatan boleh aku meminta nomor ponsel mu?" tanya Brandon pada Rahel.


"Ah...iya ." ucap Rahel sembari memberikan nomor telepon nya.


Sedangkan Sindi hanya terus terfokus melihat wajah tampan Brandon tanpa berkedip sedikit pun sampai Brandon berlalu pergi dia masih membayangkan betapa sempurnanya dia bagi Sindi.


"Dih kau kenapa senyum senyum sendiri?" tanya Rahel dengan tertawa.


"kau jangan coba coba mengalihkan pembicaraan ya!! aku ada banyak pertanyaan untuk mu ayo duduk." ucap Sindi dengan menyeret Rahel ke kursi untuk mengintegrasinya.


******


DI CAFE....


"Jadi apa yang kau ingin kau katakan Selina?" tanya Roy pada selina yang terlihat tidak suka dengan kehadiran Amara.


Tadinya Selina akan berkata jujur pada Roy jika dia tidak bisa melupakan semua hal tentang nya tetapi Selina tidak mungkin mengatakan itu semua di depan kekasih Roy.


"Ehhh Roy sebenarnya aku masih membutuhkan pekerjaan ku di perusahaan bos apakah mungkin aku akan di berikan kesempatan kedua untuk kembali bekerja disana." ucap Selina yang sebenarnya hanya mengalihkan tujuannya saja.


"Aku rasa bos akan menerima mu ,jika kau sangat membutuhkan pekerjaan itu aku akan berbicara pada bos." jawab Roy dengan serius.


"Baik lah Roy aku harus segera pergi dari sini, rasanya sangat tidak nyaman." ucap Selina sembari melirik ke arah Amara.


Amara pun tidak mau kalah dengan wanita gatal itu, dia berbalik menatap tajam Selina sampai dia benar benar pergi meninggalkan cafe itu.


"Bagaimana kalau kita memesan makanan saja disini." ucap Roy pada amara.


"Terserah ." jawab singkat Amara.


"Apa kau marah pada ku?" tanya Roy yang masih belum sadar dengan Amara yang sedang terbakar cemburu.


"Tidak !" jawab Amara dengan ketus.


Roy di buat bingung dengan sikap Amara sekarang yang sedang kesal kepadanya, Roy belum pernah menghadapi kemarahan seorang wanita khususnya yang sekarang menjadi pasangan nya.


"Aku minta maap padamu Amara tetapi aku masih belum tau apa salah ku padamu hingga kau menjadi kesal seperti ini." ucap Roy.


"Apa kau tidak sadar dengan apa yang kau lakukan barusan Roy? kenapa kau tidak langsung menjawab tidak pada permintaan wanita gatal itu."


"Aku yakin dia hanya ingin kembali bekerja agar dia bisa selalu dekat dekat dengan mu lalu menggodamu agar kau meninggalkan ku dan pergi bersamanya." jelas Amara dengan panjang lebar dan wajah yang memerah.


Roy tidak habis pikir dengan apa yang di ucapkan oleh amara, ternyata wanitanya itu sangatlah pencemburu.


"Apa kau cemburu padaku?" tanya Roy dengan menahan tawa nya karna menurut nya Amara sangat lucu dengan ekspresi wajah kesal nya sekarang.


"Tidak, aku hanya takut jika semua yang aku katakan akan terjadi ." ucap Amara dengan mata yang mulai berkaca kaca.


"Amara ....kau menangis? sungguh aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuat mu kehilangan ku , aku sangat bersyukur memiliki mu saat ini dan tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisimu sebagai kekasih ku, Selina dan aku hanya sebatas teman dan kau prioritas ku , kau tidak pantas cemburu dengan nya sayang." kata kata itu terucap begitu saja, karna panik Roy mengeluarkan kata kata yang ada pada benaknya dan hal itu telah membuat Amara menjadi luluh.


"Apa kau berjanji sayang?" ucap Amara sembari mengacungkan jari kelingking nya.


"Tentu saja." bala Roy dengan menautkan kedua jari kelingking mereka.

__ADS_1


**********


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰🥰🥰


__ADS_2