
Mobil Roy telah sampai di kediaman Selina,namun di sana tidak terdapat satu orang pun yang berada di rumah nya hingga roy memutuskan untuk membawa Selina ke apartemen nya dulu untuk sementara waktu.
Setelah sampai di sana,Roy membantu Selina untuk keluar dari mobil dan memapahnya menuju apartemen nya.
"Pelan pelan sakit tau." ucap Selina.
"Cepat lah kau berat sekali." jawab Roy.
Ketika sampai Roy langsung meninggalkan Selina yang terduduk di sopa dan menuju balkon.
Roy ingin segera menjelaskan pada amara mengenai apa yang dia lihat ,Roy tidak ingin jika diantara mereka berdua terjadi kesalah pahaman namun,ketika Roy mencoba menghubungi kontak Amara ternyata kontak Roy sudah di blokir oleh Amara dan itu membuat Roy benar benar sangat kesal.
*******
Di sepanjang perjalanan amara menanggung rasa sakit hati yang begitu dalam,hingga dia memutuskan untuk tidak mempunyai kontak apa pun lagi dengan Roy,Amara merasa dirinya sangat bodoh karna mempercayai perkataan roy jika Selina hanya lah rekan kerjanya,tetapi sudah beberapa kejadian Amara melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kedekatan Roy dengan Selina yang sudah seperti sepasang kekasih.
*********
Mobil arsenio sudah memasuki mansion terlihat arsenio dan aqila keluar dan berjalan menuju mansion dan hal itu membuat bi marni sangat heboh,dia langsung menanyakan keadaan arsenio dan mengatakan apa yang baru saja dia dengar pada arsenio di hadapan Aqila,padahal arsenio ingin menyembunyikan semua itu dari Aqila.
"Tuan tuan apa kau tidak apa apa apakah pelaku yang membakar perusahaan tuan sudah di temukan,bibi sangat khawatir." ucap bi Marni yang sudah seperti ibu bagi arsenio.
Sebenarnya arsenio sangat kesal jika bi Marni sudah begini,tidak bisa mengontrol mulutnya.
"Perusahaan mu terbakar tuan?" tanya Aqila dengan wajah syok.
"Tidak ada apa apa semua nya baik baik saja bi Marni hanya melebih lebihkan." ucap arsenio dengan menatap bi Marni.
Bi Marni pun langsung paham ketika melihat tatapan tajam dari arsenio,dia langsung buru buru bergegas pergi ke belakang.
"Saya permisi dulu non,tuan." ucap bi Marni.
"Ayo ikut aku." ucap arsenio menarik tangan Aqila.
Arsenio membawa Aqila ke kamarnya untuk membicarakan sesuatu yang sepertinya sangat penting untuk nya.
"Ada apa ?" tanya Aqila sesampainya di kamar arsenio.
"Setelah di pikir pikir,kau benar juga pernikahan kita seperti nya terlalu cepat oleh karna itu aku mengundur acara pernikahan kita dan memberi mu waktu untuk segera mencintai ku." ucap arsenio membuat alasan dengan begitu lihai nya.
__ADS_1
Aqila sedikit tercengang mendengar itu,dia tidak menyangka jika arsenio ternyata tidak se egois itu namun,Aqila tidak mengetahui alasan yang sebenarnya mengapa arsenio mengundurkan rencana pernikahannya karna arsenio telah menyuruh arka untuk mencegah berita berita yang sedang marak sampai ke sosial media Aqila.
"Aku juga berpikir seperti itu tuan,eh maksudku sayang." ucap Aqila ketika melihat ekspresi wajah arsenio yang tidak suka di panggil tuan.
"Malam ini aku akan menemui Roy ke apartemen nya,dia memberitahu jika Selina juga ada di sana apa kau mau ikut?" tanya arsenio.
"Sepertinya aku di sini saja sayang." jawab Aqila.
"Emh baik lah dengan begitu aku bebas jika ingin bermesraan dengan sekertaris ku itu." ucap arsenio berusaha menggoda Aqila.
Dan benar saja dalam hitungan detik pikiran Aqila langsung berubah seketika.
"Tapi... sepertinya aku ikut saja,di sini bosan." ucap Aqila yang sebenarnya tidak ingin jika Selina berusaha mendekati arsenio entah apa sebabnya yang Aqila tau jika dia hanya tidak suka melihat hal itu terjadi.
"Baik lah setelah sekarang kau pergi makan dulu lalu bersihkan dirimu , badan mu sudah sangat bau." ucap arsenio sembari menutup hidungnya.
Aqila langsung mengendus ngendus badan nya karna arsenio mengatakan jika dia bau badan.
"Tapi parpum yang kau berikan masih tercium harum sekalipun aku tidak mandi." jawab Aqila yang menanggapi perkataan arsenio dengan serius .
Arsenio seketika tertawa melihat tingkah gemas dan polos Aqila, rasanya hanya Aqila yang bisa membuatnya tertawa lepas seperti ini,bersama Aqila Arsenio merasakan hidup nya kembali menghangat.
********
Akhirnya Roy pun duduk di sopa yang berbeda dengan Selina tentunya.
"Apa?" tanya singkat Roy.
"Apa kau benar benar mencintai gadis itu?" ucap Selina.
"Siapa maksud mu." tanya Roy.
"Amara,nama nya Amara kan." ucap Selina dengan menatap dalam mata Roy.
"Bukan urusan mu." jawab Roy menyalakan rokok di tangannya.
Meskipun Roy tidak mengatakannya secara langsung,namun Selina mengetahui jika Roy benar benar mencintai wanita cantik itu, hingga muncul ide gila di otak Selina.
"Jika aku tidak memiliki hatimu setidaknya aku akan memiliki tubuh mu Roy." ucap Selina dalam hatinya.
__ADS_1
**********
Di rumah sakit, Rahel dengan perlahan membuka matanya, terlihat di sekeliling nya merupakan ruangan yang sangat asing baginya.
Melihat Rahel yang sudah mulai siuman,seorang suster menghampiri nya.
"Kau sudah sadar nyonya,biar aku memeriksa mu sebentar." ucap suster itu sembari memeriksa keadaan Rahel.
"Suster aku di mana, siapa yang telah membawaku kemari?" tanya Rahel dengan suara yang masih lemah.
"Yang membawamu kesini adalah tuan..." belum sempat suster itu mengatakan namanya,David tiba di ruangan tempat Rahel di rawat dengan membawa banyak buah buahan,dia memotong perkataan Suster itu.
"Aku yang membawa mu kemari." ucap David.
Suster yang sudah melihat kedatangan David akhirnya pergi setelah menyelesaikan pemeriksaannya.
"Ku permisi tuan." ucap suster itu pergi dari ruangan.
"Kenapa kau membawa ku kemari,aku tidak sakit,aku akan pulang sekarang juga." ucap Rahel dengan berusaha mencopot selang infus di tangannya.
Namun dengan cekatan David langsung menahan tangan Rahel dan menggenggam nya.
"Dengar kan aku, aku tidak ingin kau kenapa Napa anggap saja semua yang aku lakukan ini sebagai tanda permintaan maap atas perlakuan yang kau dapatkan dari tuan ku dan aku yang tidak menolong mu saat itu."ucap David menatap mata Rahel.
Rahel tidak menjawab apa pun,hanya terlihat air mata yang menetes di kedua matanya hingga membasahi kedua pipi Rahel.
"Aku akan memotong apel ini untuk mu,kau harus makan meskipun sedikit." ucap David sembari mengambil buah buah an yang sudah di belinya di perjalanan tadi.
"Aku tidak lapar,aku ingin pulang." ucap Rahel Bersi keras.
"Aku tidak akan membiar kan mu pulang sebelum kau makan buah buahan ini." ucap David yang tidak kalah kekeh nya dari Rahel.
Akhirnya Rahel mengalah pada David dan memakan apel yang sudah di potong kecil kecil oleh nya agar dia bisa dengan cepat Keluar dari ruangan yang sangat tidak nyaman itu.
David tersenyum melihat Rahel yang lahap memakan buah buah an yang dia beli,ada rasa puas di dalam hati David ketika melihat Rahel baik baik saja.
*********
MINIMAL LIKE YA GUYS😗
__ADS_1