TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
SEPERTI TERTOLAK


__ADS_3

"Apapun itu sekarang kau telah menjadi milikku hanya milikku kau mengerti?"tanya arsenio dengan tatapan yang dalam.


"Tapi tuan sampai kapan."tanya Aqila.


"Selamanya...kau sudah masuk kedalam hidupku dan jangan pernah berpikir kau bisa keluar kembali."jawab arsenio dengan nada penekanan.


************


Melihat cincin yang di pakai kan arsenio pada nya membuat Aqila merasa aneh di sisi lain dia takut jika harus selamanya hidup terikat dengan arsenio karna perilaku nya yang tidak bisa di prediksi kadang dia kasar dan tiba tiba menjadi lembut.


Selain itu Aqila juga ingin membuat lembaran baru di hidupnya jika sudah terlepas dari arsenio,dia ingin hidup dengan sederhana tanpa terikat dengan siapapun dan dengan apa pun.


Melihat ekspresi wajah Aqila yang hanya melamun membuat arsenio sedikit kesal.


"Apa kau tidak suka berada di kehidupan ku?"tanya arsenio dengan nada yang kesal.


"Emm tuan aku hanya ingin tidak terikat dengan siapapun dan mempunyai kehidupan yang biasa, dengan menikah dengan pria yang aku cintai dan hidup sederhana."ucap Aqila dengan jujur.


Pernyataan Aqila membuat amarah arsenio memuncak,arsenio merasa di tolak mentah mentah oleh seorang gadis kecil seperti Aqila .


"Dengar ya gadis kecil!!"arsenio mencengkram pipi Aqila.


"Mau tidak mau ,suka tidak suka kau selamanya akan menjadi milikku sampai aku merasa bosan padamu kau mengerti gadis bodoh!!"lanjutnya.


Mendapat perlakuan kasar seperti itu membuat hati Aqila terasa sesak,dia sadar bahwa arsenio akan sangat berbahaya dalam kehidupan nya.


Air mata Aqila pun tak terasa terjatuh, melihat itu arsenio melepaskan cengkraman tangan nya dari pipi Aqila dan meninggalkan nya begitu saja.


Arka yang sedari tadi memperhatikan mereka memutuskan untuk menghampiri Aqila yang kini duduk sendiri sambil menangis tersedu sedu.


"Ayo ikut aku."Tiba tiba saja Arka menarik tangan Aqila dan membawanya ke suatu tempat di sana.


*************


Di pinggir pantai....


Angin kencang menerpa Aqila dan Arka yang kini sedang duduk di atas bebatuan besar sisi pantai.


"Kenapa kau membawaku kemari?"tanya Aqila sembari tetap menangis.


"Aku hanya ingin kau tenangkan dirimu,kau lihat kan perlakuan nya tadi padamu ,kau jangan pernah berharap pada seseorang yang hatinya sudah mati."ucap Arka mempengaruhi Aqila.


"Aku tidak pernah berharap apapun ,aku tau posisiku yang rendah ,aku hanya ingin terlepas dari hidup yang seperti neraka ini."Aqila mencurahkan seluruh isi hatinya,dan itu membuatnya sedikit lebih lega.


Kebersamaan Aqila dan Arka dari tadi terpantau oleh David.


"Dasar bodoh dia cari mati ya!"gerutu David.


*****************


Arsenio yang langsung pergi meninggalkan Aqila kini sedang melampiaskan amarahnya dengan melemparkan semua benda yang ada di dalam kamarnya.

__ADS_1


"Lebih baik dia mati jika tidak hidup bersamaku,memangnya siapa dia yang berani beraninya menolak ku seperti itu."ucap arsenio.


****************


Di tengah vila Leo dan lion sedang menonton televisi mendengar keributan di atas mereka bertanya tanya apa yang telah terjadi pada bosnya.


Mereka sudah biasa melihat cara bos nya untuk melampiaskan amarahnya,dan ketika itu terjadi mereka hanya khawatir jika arsenio menyakiti dirinya sendiri.


"Kau dari mana kawan?"tanya Leo yang melihat kehadiran David.


"Hanya mencari angin."jawab David dengan lesu.


"Apa yang sudah terjadi pada bos,mengapa ia menjadi seperti itu padahal tadi bos terlihat sangat bahagia."tanya Lion.


"Entah mungkin ada masalah ."jawab David menghempaskan tubuhnya ke sofa.


"Aku tidak melihat Arka kemana dia?"tanya Lion.


"Ntah lah."jawab David dengan singkat.


****************


Setelah Aqila mulai tenang dia banyak bercerita mengenai apa yang dia rasakan pada Arka ,Arka pun mengajaknya untuk pulang.


"Aku senang kau mau bercerita padaku,tapi ini sudah malam sebaiknya kita pulang."ucap Arka.


"Baik tuan."jawab singkat Aqila.


"Jangan panggil aku tuan,panggil saja namaku okey."ucap Arka mencolek hidung Aqila .


******************


Arsenio yang sedari tadi mencoba untuk tidur tidak bisa melupakan kejadian makan malam tadi, Akhirnya dia keluar untuk mencari aqila.


Dia melihat aqila yang sudah tertidur di sopa dengan meringkuk tanpa memakai selimut ,menahan dinginnya malam ini.


Arsenio pun menggendong Aqila dan membawanya ke kamar.


setelah sampai arsenio menidurkan Aqila dan menyelimuti nya dia pun ikut berbaring di sebelah nya.


"Kau sangat cantik gadis bodoh,tetapi mengapa kau selalu membuatku merasa sangat marah."ucap arsenio menatap wajah Aqila.


Setelah beberapa saat arsenio pun memeluk tubuh Aqila dan ikut tertidur bersamanya.


*************


Melihat kehadiran Arka David pun bergegas menghampiri nya.


"Ikut aku."ucap David pada Arka .


"Kemana?"tanya Arka.

__ADS_1


David tidak menjawabnya , akhirnya Arka hanya mengikuti nya dari belakang .


"Sebaiknya kau bunuh perasaan itu sekarang juga jangan sampai itu menjadi malapetaka untuk hidupmu."ucap David.


"Apa maksudmu?"tanya Arka.


"Aku melihat mu tadi bersama Aqila."jawab David.


Mendengar itu membuat arka terdiam.


"Aku tidak mencintainya kawan ,aku hanya menganggap nya sebagai adik kau tenang saja."ucap Arka merangkul David,lalu meninggalkan nya begitu saja.


"Aku hanya tidak ingin kau kenapa Napa kawan."Ucap David menatap kepergian Arka.


**************


Malam telah berganti pagi, suasana pagi itu sangat indah ,arsenio terbangun dari tidurnya yang lelap itu,dia melihat Aqila yang ada di pelukannya masih lelap tertidur.


"Selamat pagi gadis bodoh ."ucap arsenio mengelus wajah Aqila, kemarahan nya semalam seakan menghilang tidak tersisa.


Namun tampaknya Aqila tampak kelelahan hingga masih tetap menutup matanya.arsenio pun bergegas untuk membersihkan dirinya.


**************


Setelah beberapa saat akhirnya Aqila membuka matanya hal yang pertama dia lihat adalah arsenio yang sedang berdiri dengan hanya memakai handuk.



"Aaaaaaaa."teriak Aqila.


"Berisik!!!kenapa kau selalu berteriak seperti itu ?"tanya arsenio menghampiri Aqila.


"Tuan kau tidak melakukan apa pun padaku kan."ucap aqila memeluk tubuhnya dengan kedua tangan nya.


Arsenio yang entah mengapa selalu saja mempunyai pikiran usil saat sedang bersama Aqila terbesit pikiran untuk mengerjai nya.


"Apa kau lupa tadi malam kita melalukan kegiatan orang dewasa ."ucap arsenio tersenyum jahil.


"Tidak mungkin,aku tidak ingat apa pun ."jawab Aqila dengan wajah paniknya.


"Kau tampak sangat menikmati nya sayang,bahkan kau sangat agresif."ucap arsenio dengan berbisik di telinga Aqila .


"Ya ampun bagaimana bisa bahkan aku tidak pernah melakukan nya."jawab Aqila dengan menutupi wajahnya karna malu.


Melihat Aqila dengan ekspresi kagetnya yang sangat lucu membuat arsenio tertawa dengan lepas.


"Hahahaha gadis bodoh, cepat lah pergi bersihkan dirimu aku akan mengajakmu menaiki kapal."ucap arsenio.


"Aku tidak mau tuan aku sedang tidak enak badan."ucap Aqila berbohong.


"Cepat mandi atau kau ingin aku yang memandikan mu yah."arsenio mengangkat Aqila dengan ala ala bridal menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Tuan tuan turunkan aku...."teriak Aqila memohon pada arsenio.


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰


__ADS_2