
Amara ....kau menangis? sungguh aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuat mu kehilangan ku , aku sangat bersyukur memiliki mu saat ini dan tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisimu sebagai kekasih ku, Selina dan aku hanya sebatas teman dan kau prioritas ku , kau tidak pantas cemburu dengan nya sayang." kata kata itu terucap begitu saja, karna panik Roy mengeluarkan kata kata yang ada pada benaknya dan hal itu telah membuat Amara menjadi luluh.
"Apa kau berjanji sayang?" ucap Amara sembari mengacungkan jari kelingking nya.
"Tentu saja." bala Roy dengan menautkan kedua jari kelingking mereka.
************
"Ah sial....kemana dia, pasti saat ini dia membenciku karna keteledoran ku ini ARGH..." ucap David dengan frustasi karna tidak dapat menemukan keberadaan rahel.
Tiba tiba sebuah pesan masuk pada ponselnya dan ternyata itu dari lion yang meminta nya untuk segera pergi ke rumah sakit karna arka memaksanya agar di bawa pulang dan tidak betah di rumah sakit.
Akhirnya David pun segera menuju ke rumah sakit tersebut.
***********
DI KEDIAMAN SELINA.....
Terlihat boren sedang mengobrol dengan seorang pria yang seperti nya seumuran dengan nya.
"Hay baba teman ku, ada apa kau kemari?" tanya boren pada baba teman lama nya.
"Aku ingin menawarkan kerja sama yang sangat menguntungkan." jawab baba dengan di dampingi beberapa anak buah nya.
"Apa itu?" tanya boren dengan wajah yang penasaran nya.
Baba pun membisikkan sesuatu pada boren dan setelah mendengar itu mereka pun tertawa dengan puasnya.
Tidak lama kemudian.....
BRAK.....
Pintu rumah itu terbuka dengan sangat keras hingga membuat keduanya terkejut, setelah melihat ternyata itu adalah Selina dengan wajah nya yang penuh amarah ,boren pun segera menyusul anak nya yang berlari ke kamar nya.
"Maap, tunggu sebentar." ucap boren pada baba.
Baba hanya menaikkan salah satu alisnya sembari mengangguk kan kepalanya.
Boren sedikit khawatir dengan baba yang melihat putri cantik satu satu nya itu, karna bagaimanapun dia sudah mengetahui sikap baba yang selalu haus akan perempuan muda apalagi dia sempat bercerita jika dia sedang mencari pasangan nya yang baru untuk dia nikahi dan boren berharap baba tidak tertarik sama sekali pada putrinya itu.
*********
"Sayang kau kenapa?" tanya boren dengan memasuki kamar Selina yang tidak di kunci.
Selina tidak menjawab pertanyaan ayah nya dan terus membenamkan kepalanya di bantal sembari menangis.
"Katakan siapa yang menyakiti putriku ini , aku akan memberinya pelajaran!" ucap boren dengan tegas.
Mendengar hal itu membuat Selina berpikir agar menutupi semuanya karna bagaimanapun dia tidak ingin jika Roy sampai terluka karna ayah nya selalu berbuat nekat apalagi pada orang orang yang membuat selina tersakiti.
Selina pun mengubah posisi tubuhnya dan langsung memeluk ayah nya dengan erat.
"Aku tidak apa apa ayah, aku hanya lelah dan saat di jalan tadi aku melihat seorang pengemis yang ditindas itu membuat hati ku sedikit sedih." ucap Selina dengan berbohong.
Boren pun mengusap menenangkan anaknya itu dengan terus mengelus kepalanya.
"Tidak apa apa sayang, itu menunjukkan jika kedudukan dan kekuasaan sangat berpengaruh pada kehidupan." ucap boren dengan tegas.
"Kau istirahat lah ayah sedang kedatangan teman lama ayah." ucap boren sembari melepaskan pelukan putri nya itu.
"Baik lah ayah jangan lupa tutup pintunya." ucap Selina sembari tersenyum.
Memang boren selalu mempunyai kebiasaan tidak menutup pintu kamar Selina jika sudah masuk atau pun keluar dari ruangan nya itu.
"Siap putri cantik ku." ucap boren dengan menutup pintu nya lalu kembali menghampiri baba teman lamanya.
"Apakah dia putri mu?" tanya baba dengan ekspresi wajah yang datar.
"Ya..dia putri ku, maap kawan bukan nya aku mengusir mu tetapi ada satu urusan yang harus aku kerjakan sekarang." ucap boren yang ingin mengusir baba secara halus.
"Memang apa yang lebih penting dari ku teman?" tanya baba yang sudah mengetahui pikiran boren.
"Tenang saja, aku belum tertarik pada putri mu itu, aku pamit." lanjut nya.
Tanpa berbicara lagi baba segera berdiri dan berjalan keluar dengan diaping oleh beberapa anak buahnya.
**********
Aqila sedang menonton Drakor kesukaan nya dengan memakan popcorn sembari menunggu arsenio yang dari tadi belum keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Hahahaha oppah kau sangat lucu." teriak Aqila yang tidak menyadari sedari arsenio sudah keluar dari kamar mandi nya dengan sebuah handuk yang melilit di pinggangnya.
"Ekhem.." arsenio berdehem.
Aqila hanya melihatnya sebentar lalu Ter fokus lagi pada Drakor yang sedang dia tonton.
Hal itu membuat arsenio merasa terabaikan dia cepat cepat memakai baju nya lalu memeluk istri mungilnya itu dari belakang.
"Kenapa kau mengacuhkan ku hmmm." tanya arsenio sembari mempererat pelukannya
"Aku tidak mengacuhkan mu." balas Aqila dengan terus menonton Drakor kesukaan nya itu.
Tidak suka di acuhkan seperti itu arsenio mematikan film yang sedang Aqila tonton dan itu membuat Aqila langsung menatap tajam ke arah arsenio.
"kenapa kau mematikan nya aku kan sedang menonton itu." ucap Aqila dengan merengek seperti anak kecil.
"Karna aku tidak suka kau lebih fokus pada yang lain dan mengacuhkan ku seperti tadi sayang." ucap arsenio.
"Kenapa tidak pergi bekerja keperusahaan mu saja dan biarkan aku sendiri di sini." ucap Aqila mengatakan sebuah ide yang tidak bagus.
"Apa kau tidak mau melihat ku sayang?" tanya arsenio dengan mengerutkan dahinya.
Dengan polosnya Aqila mengangguk kan kepalanya.
"Semenjak hamil aku sedikit tidak menyukai mu tuan, melihat mu selalu membuat ku geram." jawab Aqila dengan mulut yang penuh dengan popcorn.
"Ooo begitu...jadi kau sudah berani pada ku hah?." tanya arsenio dengan menggelitiki perut Aqila.
"Hey hentikan." teriak Aqila dengan tawa nya yang terbahak bahak.
Ya.... belakang an ini pasangan baru pasutri itu semakin akrab saja, hidup arsenio yang dulu sangatlah tidak berarti dan hanya di penuhi oleh dendam kini kian berwarna berkat kehadiran gadis kecil yang pada awalnya hanya dia jadikan sebagai alat tukar hutang.
***********
"Kenapa kau ngotot ingin pulang hah?" tanya David dengan kesal pada Arka yang selalu memaksa teman teman nya agar membawa dia pulang ke mansion saja.
"Aku tidak betah disini aku sangat rindu pada suasana mansion dan aku tidak sabar ingin. meminta maap pada bos ." ucap Arka dengan uring uring an.
Lion Leo dan David di buat bingung oleh arka yang mengotot ingin pulang sedangkan pihak rumah sakit menyarankan untuk masih merawat nya karna kondisi Arka yang belum stabil.
"Baik lah jika kau keras kepala seperti ini, jangan salahkan kami jika kau mati!!" jawab David dengan kesal.
"Terimakasih kawan kau memang yang terbaik." ucap Arka dengan senang.
*************
Abian mendapatkan pesan dari arkanza dan dia tahu betapa berkuasanya dia hingga banyak di segani oleh para mafia yang lain, satu hal yang Abian tidak tahu dari arkanza ialah sama sama tidak menyukai arsenio.
"Ada apa dia mengajak ku untuk bertemu?" ujar Abian sembari melihat pesan dari arkanza yang mengajaknya bertemu malam ini.
"Honey...aku ingin shopping apa kau mau menemani ku?" tanya Bella dengan bergeliat manja.
"AH....ya..."jawab Abian dengan malas.
Sebenarnya Abian sudah tidak memiliki perasaan pada Bella tetapi dalam kondisinya yang sekarang Abian masih membutuhkan harta Bella untuk menunjang bisnis baru nya yang baru dia dirikan.
***********
Keempat sejoli itu telah sampai di mansion, para pengawal di sana menatap ke arah Arka dengan heran, tidak biasanya bisa mereka memaafkan pengawal nya yang berkhianat apalagi setelah pengkhianatan yang di lakukan oleh arka yang menurut mereka sudah keterlaluan.
"Apa kalian sudah bosan mempunyai mata ?" ucap David yang tau jika mereka sedang di perhatikan.
Seketika semuanya menundukkan pandangan mereka.
"Aku tau apa yang mereka pikirkan, sudah lah ." ucap Arka .
"Hati hati kawan biar aku bantu." ucap Lion dengan menggandeng Arka yang kesusahan untuk berjalan karna kakinya masih di perban.
"Ya ampun den...kau tidak apa apa?" tanya bi Marni yang melihat keadaan menyedihkan Arka .
"Tidak apa apa bi , hanya luka kecil." jawab Arka dengan senyum jahil nya.
Arsenio yang mendengar suara mereka segera menghampiri asal suara itu begitupun dengan Aqila yang ingin memastikan apakah benar suara yang dia dengar adalah suara arka.
"Kau tunggu disini, aku akan segera kembali." ucap arsenio.
"Aku ikut..." jawab aqila, namun arsenio menatapnya dengan tajam hingga nyali Aqila kembali menciut dan menuruti perkataan arsenio untuk menunggu di kamar itu.
"Eh..bos." ucap Leo.
__ADS_1
Semua orang pun melihat kearah arsenio yang sedang menuruni tangga.
Dengan terpincang-pincang Arka menghampiri arsenio dan bersingkuh di bawah kaki nya.
"Bos, aku ingin meminta maap padamu meskipun aku tau kata maap ku susah untuk di terima oleh mu tetapi sungguh aku akan melakukan apa saja untuk menebus semua kesalahan bodoh ku." ucap Arka dengan sungguh sungguh.
BI Marni yang melihat itu sangat terharu, karna bagaimanapun dia dan keempat sejoli itu sudah sangat dekat dan memiliki ikatan batin yang kuat.
"Aku sudah memaafkan mu Arka tetapi aku kehilangan rasa percaya ku padamu." ucap arsenio dengan mengepalkan tangannya.
Di satu sisi kemarahan arsenio akan meluap ketika mengingat apa yang telah Arka lakukan padanya tetapi di sisi lain melihat Arka yang sungguh sungguh untuk menebus kesalahannya hingga dia hampir mengorbankan nyawanya untuk arsenio membuat arsenio sedikit tersentuh.
"Berdiri lah." ucap arsenio dengan tegas.
Dengan ter papah papah Arka berdiri dengan pandangan yang masih tertunduk.
"Aku akan memberimu satu kesempatan lagi dan aku harap kau tidak akan menyia nyiakan kesempatan itu kembali." ucap arsenio sembari berlalu pergi ke ruang kerjanya.
Mendengar itu bagaikan angin segar bagi Arka, akhirnya hatinya merasa lega karna bos nya telah memberinya kesempatan kedua dan Arka berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah di berikan.
"Kau sangat beruntung bos bisa memaafkan kesalahan mu yang begitu patal." ucap Leo dengan menepuk pundak Arka.
"Aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan sedikit pun." jawab Arka dengan senyum bahagia di wajah nya.
"Sudah sudah... sebaiknya kalian istirahat sekarang, lihat lah wajah kalian tampak begitu lelah, bibi akan membuatkan hidangan spesial untuk makan malam nanti." ucap bi Marni.
"Wah...bibi memang yang terbaik." balas lion dengan mengacungkan jempolnya.
************
Roy dan Amara memesan beberapa makanan dan minuman di cafe itu, Setelah pesanan mereka datang Amara pun dengan segera menyantap hidangan itu karna merasa perut nya sangat lapar setelah merasa emosi yang cukup lama tadi.
Roy terus memperhatikan Amara yang lahap , Roy merasa beruntung bisa mempunyai pasangan yang cantik dan baik seperti Amara.
"Aku tau aku cantik, tapi hanya dengan menatapku tidak akan membuat perut mu menjadi kenyang sayang ." ucap Amara dengan terus mengunyah makanan nya.
Roy tertawa mendengar ucapan gemas Amara itu.
"Kau ini sangat percaya diri ternyata." balas Roy.
"Aku kan hanya berbicara sesuai dengan fakta, apa kau tidak menyadari hal itu jika pacar mu ini sangat lah cantik." ucap Amara dengan percaya diri.
"Tentu saja pacar ku ini sangat lah cantik , aku tidak pernah melihat seorang wanita seperti mu rasanya kau sangat sempurna." ucap Roy dengan tatapan yang dalam.
Seketika jantung Amara berdetak dengan kencang, hatinya bergejolak dengan sangat senang, entah mengapa hari ini kata kata roy begitu manis hingga sering kali membuat Amara meleleh di buat nya.
"Aaaa terimakasih....ayo makan." ucap Amara dengan gugup.
Roy hanya tersenyum geli melihat Amara yang salah tingkah di buat nya.
**************
Arsenio pergi ke ruang kerja nya di mansion itu, dia ingin menenangkan diri nya dengan minuman minuman yang selalu ada di saat arsenio membutuhkan nya.
Dengan cepat arsenio meminum beberapa botol minuman beralkohol yang membuat matanya menjadi sangat merah.
Arsenio mencari berkas perusahaan untuk dia tinjau ulang tetapi dia menemukan amplop coklat di dalam laci.
"Apa ini?" gumam arsenio di dalam hatinya.
Setelah di buka ternyata amplop itu berisi rekaman yang arsenio bawa dari ruangan penyimpanan rahasia keluarga nya waktu itu.
Dengan penasaran arsenio mencoba memutar rekaman yang berupa kaset itu di laptop nya.
Arsenio terus memperhatikan Vidio itu yang ternyata rekaman cctv di rumah nya yang dulu dia tempati saat kedua orang tuanya masih ada.
Arsenio melihat dirinya yang sedang berkumpul dengan keluarga kecilnya itu dan dalam Vidio itu mereka tampak bahagia hingga setelah beberapa waktu yang lama Vidio itu memperlihatkan aksi pembantaian keluarga nya yang bunuh dengan sadis oleh seseorang yang seperti nya dia adalah tuan dari para penjahat penjahat itu.
BRAK ......
Melihat itu sangat membuat arsenio terpukul dan seketika amarahnya memuncak.
Dalam keadaan yang mabuk arsenio membantingkan semua barang yang ada di sana, dia memukul dirinya sendiri dengan sangat frustasi, hingga suara bising itu terdengar dengan jelas di dalam mansion.
"Suara apa itu bi?" tanya Aqila yang menghampiri BI Marni.
Lion Leo dan David pun menghampiri asal suara itu yang berasal dari tempat kerja bos nya.
"Non sebaiknya tunggu disini , biar mereka yang mencari tahu." ujar bi Marni dengan wajah yang sangat khawatir.
__ADS_1
************
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰🥰