TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
PENYESALAN YANG SIA SIA(2135kata)


__ADS_3

Bela yang mendengar berita sore hari ini begitu di buat kaget, dia tidak menyangka seseorang begitu berani merusak hati bahagia arsenio yang terkenal kejam dan pantang mengampuni musuh nya.


"Ya ampun aku tidak bisa membayangkan betapa akan hancur nya dalang yang berada di balik ini semua, apa dia tidak tau bahwa arsenio begitu kejam." ucap Bella sambil menutup mulutnya.


********


Setelah perjalanan yang panjang akhirnya David lion dan Leo telah sampai di bandara dengan membawa Arka yang masih berlumur darah dan tidak sadarkan diri.


Disana mereka langsung di jemput oleh Roy yang sudah di perintahkan oleh Arsenio.


DI DALAM MOBIL.....


"Aku sangat tidak percaya pada semua ini." ucap Roy sembari mengemudi.


Semuanya di buat syok oleh perbuatan nekad Arka yang kini akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya pada arsenio.


"Aku tidak bisa melihat dia di hukum dan mati konyol karna perbuatan nya ini, bagaimana pun kita sudah dekat dengan nya." ucap David dengan wajah yang sudah sangat kusut.


"Aku juga tidak bisa, tapi apa bos akan memaafkan nya setelah apa yang telah dia perbuat." jawab Lion.


Semuanya hening, mereka terhanyut ke dalam pemikiran nya masing masing yang membayangkn hukuman apa yang akan Arka terima nantinya.


"Tidak apa apa kawan, aku sudah siap meskipun harus mati di tangan bos, karna aku telah melakukan kesalah yang sangat besar." tiba tiba suara Arka terdengar dengan sangat serak.


Sontak semua mata tertuju pada nya, terlihat Arka yang sudah sadarkan diri dengan mata bengkak yang penuh dengan darah.


"Aku minta maap pada kalian, aku tau aku sangat nekad, cinta membuatku sangat buta tetapi kini penyesalan ku tidak ada artinya ,jika aku harus mati sekarang aku hanya ingin menyampaikan bahwa kalian adalah sahabat sahabat terbaik ku terimakasih kawan.." ucap Arka dengan lemah.


David lion Leo maupun Roy yang mendengar itu seketika mata mereka berkaca kaca, hati mereka seakan Ter iris mendengar perkataan Arka yang menyedihkan itu karna bagaimanapun Arka, tetap saja dia sudah seperti saudara kandung bagi mereka karna telah terbiasa bersama sama dan bercanda dalam waktu yang cukup lama.


**********


Arsenio dan aqila telah sampai di mansion terlebih dahulu ,arsenio langsung membawa Aqila ke kamar nya untuk menenangkan dirinya.


Bi Marni yang mendapat kabar itu langsung memberitahu kepada keluarga Aqila jika putrinya baik baik saja, baik ayah Aqila maupun adik nya Kania sangat sangat bersyukur mendengar kabar baik itu, terkecuali ibu tiri nya yang acuh tak acuh.


DI DALAM KAMAR...


Di sepanjang perjalanan Aqila memang tidak bisa beristirahat dengan tenang, semalaman dia hanya memeluk erat tubuh arsenio di dalam pesawat.


Hingga sampai saat ini meskipun mata Aqila sudah terlihat sangat mengantuk tetapi hati aqila masih belum tenang juga.


"Tidur lah aku berjanji akan menjagamu sayang, maap kan aku telah membuat mu ketakutan seperti ini." ucap arsenio sembari mengelus rambut Aqila yang kini sudah terbaring di atas ranjang.


"Tuan,,,aku takut sekali." ucap Aqila dengan gelisah.


"Aku sudah menangkap pengkhianat itu, kau tenang saja siang ini aku akan membunuh nya dia harus membayar mahal dengan apa yang telah dia perbuat." ucap arsenio yang tatapannya berubah menjadi sangat tajam.


Aqila yang sudah mengetahui sikap keras kepala arsenio untuk sekarang tidak bisa melakukan apa apa karna akan percuma, Aqila hanya berharap jika dia bisa membujuk arsenio untuk memberikan satu kesempatan untuk Arka lagi.


"Aku ingin tidur tetapi dengan mu." ucap Aqila dengan tiba tiba.


Ucapan itu membuat jantung arsenio seketika berdebar kencang.


"Aku...aku akan menemanimu sayang." balas arsenio dengan tersenyum manis.


tidak lama setelah itu pun mereka berdua tertidur dengan sangat pulas dengan Aqila yang terus saja memeluk arsenio dan tidak bisa melepaskan pelukan itu, hal itu membuat arsenio merasa senang karna merasa dirinya sangat lah di butuhkan.


*********


Mobil pun telah Roy parkir kan di depan salah rumah sakit terkenal di kota itu.


"Mau apa kita kemari?" tanya Arka pada yang lain nya.


"Menyembuhkan luka mu bodoh." jawab David.


Arka pun tersenyum miring.


"Sebentar lagi aku akan mati kawan, mengapa repot repot mengeluarkan uang untuk menyembuhkan ku." jawab Arka dengan suara yang sudah lemas.


Semuanya terdiam kembali, namun David tidak mendengarkan Arka, dia langsung membopong nya menuju ke rumah sakit itu diikuti oleh yang lain nya.


Perawat dan dokter di sana yang melihat kedatangan mereka dengan cepat segera menanganinya, karna di rumah sakit itu nama arsenio sudah sangat harum dan terkenal berkat donasi besar yang dia keluarkan dalam jumlah yang tidak main main hingga keempat sejoli yang selalu bersama dengan arsenio pun selalu di prioritaskan oleh rumah sakit itu.


Arka segera di bawa ke ruang pemeriksaan dan segera di tangani oleh beberapa dokter yang ada di sana, Roy David lion dan Leo hanya bisa menunggunya di luar ruangan tersebut.


**********


Arkanza mendapatkan informasi jika Arka sudah tertangkap oleh arsenio, sebenarnya arkanza masih memerlukan arka untuk menghancurkan arsenio dengan mudah namun pada akhirnya arkanza memutuskan akan menghancurkan Arsenio tanpa bantuan siapapun.


"Siapkan para pasukan kita, malam ini kita akan menyerang basecamp anak buah arsenio,kita akan menghabis kan mereka semua." ucap arkanza dengan tersenyum licik.


**********


Pagi ini Amara baru bangun tidur setelah semalaman dia terus saja menunggu kabar dari Roy setelah kejadian yang tidak diinginkan itu.


Amara langsung mengecek ponselnya tetapi semua pesan yang dia kirim kan belum juga di baca oleh Roy.

__ADS_1


"Ya Tuhan...semoga tidak terjadi apa pun pada mereka semua." ucap Amara dengan khawatir.


Tok..tok..tok...


Pintu tiba tiba di ketuk dan terdengar suara ibu Amara yang memanggil nya dari luar.


"Sebentar ma...." teriak Aqila sembari bergegas menuju pintu kamar nya untuk membukanya.


"Sayang Brandon sudah menunggu mu di bawah hari ini kau ada kelas kan." ucap ibu Amara.


"Astaga mam...aku lupa, katakan padanya sebentar lagi aku akan siap.


Ibu Amara hanya bisa menggeleng geleng kan kepalanya melihat kelakuan anak nya yang pelupa itu.


DI RUANH TAMU....


"Jadi kau akan meneruskan perusahaan ayah mu ya Brandon." ucap tuan Toni pada Brandon.


"Iya om.... sebenarnya aku ingin memulai bisnis ku sendiri tetapi ayah selalu memaksakan kehendak nya padaku." ucap Brandon sembari menyeruput segelas teh yang sudah di sediakan.


"Tidak apa apa nak... perusahaan ayah mu itu cukup besar dan menjadi bos muda itu adalah impian besar banyak orang." ucap ibu Amara yang mendengar percakapan itu.


"Eh...iya Tante." ucap brandon dengan tersenyum manis.


"Di mana Amara?" tanya tuan Toni yang tidak menemukan keberadaan Amara.


"Dia sedang bersiap siap , sebentar lagi pasti kemari katanya dia lupa jika hari ini ada kelas." ucap ibu Amara.


"Anak itu memang sangat pelupa." ucap tuan Toni yang diikuti gelak tawa istrinya dan Brandon.


Amara terlihat berlari menuruni anak tangga dengan buru buru, Amara langsung menghampiri mereka yang sedang tertawa itu.


"Hey jangan bilang jika kalian sedang menertawakan ku." ucap Amara dengan mengerucutkan bibirnya.


"Tidak sayang, Putri ku ini sangat lah cantik." ucap tuan Toni dengan merentangkan kedua tangannya yang langsung di sambut oleh pelukan hangat dari putrinya Aqila.


"Apa kau mendapatkan kabar tentang pengantin tuan arsenio yang hilang itu." tanya tuan Toni dengan penasaran.


Amara hanya menggeleng kan kepalanya.


"Aku harap Aqila akan baik baik saja." ucap Amara.


"Apa kau mengenalnya sayang?" tanya tuan Toni.


"Tentu saja ayah, dia adalah teman baik ku di kampus , kami sama sama mahasiswa baru di sana." ucap Amara.


DI DALAM MOBIL....


Brandon masih tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Amara tadi mengenai aqila,pengantin, hingga Brandon hanya diam saja dan sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Kau kenapa, seperti ada yang sedang di pikir kan." ucap Amara.


Brandon pun tersadar dari lamunan nya.


"Ehhh boleh kah aku bertanya sesuatu?" tanya Brandon.


"Tentu saja." jawab Amara dengan singkat.


"Apa maksud ucapan mu yang tadi tentang Aqila dan pengantin apa maksudnya?" tanya Brandon.


"Ough...jadi kau belum tau jika dia sudah menikah tadi malam?" tanya Amara .


"APA!! MENIKAH?" ucap Brandon dengan sangat terkejut hingga menghentikan mobilnya dengan tiba tiba.


"Aw...kau ini kenapa sialan sakit sekali." ucap Amara dengan menggosok gosok keningnya yang terbentur ke depan.


"Ah..maap maap aku hanya sedikit terkejut." ucap Brandon dengan kembali menjalankan mobil nya.


"Ya...semalam Aqila menikah dengan tuan arsenio tetapi setelah pengucapan janji acara itu menjadi sangat kacau, karna tiba tiba semua gedung penuh dengan asap dan setelah asap menghilangkan pengantin wanita pun ikut menghilang." jelas Amara.


"Maksud mu Aqila bilang dan belum di temukan?" tanya Brandon.


Amara pun mengangguk angguk kan kepalanya.


"Jangan katakan jika kau menyukai nya Brandon." ucap Amara dengan senyum jahil yang menggoda Brandon.


"Tidak...tentu saja tidak." balas Brandon dengan menghentikan mobilnya karna sudah sampai di kampus.


Mereka berdua pun berjalan bersama menuju kelas , sesampainya di sana Dila dan dela menghampiri mereka.


"Hay Brandon Hay Amara."sapa Dila.


Brandon tidak seperti biasa yang selalu merespon bahkan menggoda Dila dan dela ,karna otak nya masih mencerna semua berita Amara tadi membuat Brandon sangat syok hingga dia tak menghiraukan sapaan Dila dan dela .


"Kenapa dia?" tanya dela pada amara.


"Aku tidak tahu." jawab Amara dengan duduk di meja nya diikuti mereka berdua.

__ADS_1


"OMG...." tiba tiba dela berteriak.


" kenapa kau mengagetkan ku saja." ucap Dila dengan kesal.


Dela pun menunjukan ponsel nya yang berisi berita hits terkini di media sosial.


Berita itu tidak lain adalah kejadian pernikahan arsenio yang di mana pengantin wanita nya menghilangkan dan di sana terpampang dengan jelas wajah Aqila dengan mengenakan gaun pengantin putih bersanding dengan seorang terkenal dan berkuasa yaitu arsenio.


"Ya ampun dia menikah!!!! tanpa mengundang ku dan sekarang dia menghilang, ASTAGA...." ucap Dila dengan memegang kepalanya yang mendadak pusing.


Saat itu juga satu kampus membicarakan berita itu karna Aqila merupakan mahasiswa baru yang ada di kampus itu hingga beritanya menjadi buah bibir semua mahasiswa saat ini.


**********


Dokter baru keluar dari ruangan itu, David dan yang lain nya pun segera menghampiri nya untuk menanyakan keadaan Arka sekarang.


"Dok bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya David dengan mimik wajah yang terlihat sangat khawatir.


Di dalam lubuk hati David yang sangat dalam terdapat penyesalan yang amat dalam karna dia terlalu acuh pada Arka hingga Arka melakukan sesuatu yang buruk untuk dirinya sendiri.


"Keadaan nya sudah mulai membaik, hanya saja butuh waktu untuk menyembuhkan luka luka di tubuh nya, kami sudah memberikan obat agar luka nya mengering, untuk sekarang pasien hanya membutuhkan istirahat." jelas dokter.


"Apa kami sudah boleh masuk dok?" tanya Roy.


"Silahkan, saya permisi dulu." ucap dokter itu dengan berlalu pergi.


David lion Leo dan Roy pun memasuki ruangan itu.


Tampak Arka yang sedang terbaring di sana,saat melihat teman teman nya Arka pun segera tersenyum pada mereka, kini yang ada dalam hati Arka hanya lah penyesalan yang amat dalam.


Dia tidak membayangkan akibat yang akan dia terima dari perbuatan kejinya, sekarang Arka sangat membenci dirinya sendiri,karna perasaan cintanya yang buta dia harus siap kehilangan teman teman baik nya juga bos yang sudah menganggap nya sebagai saudara namun malah dia khianati, benar benar nasib yang sangat malang.


************


Matahari semakin menyorot terang, waktu telah menunjukan siang, Aqila perlahan membuka mata nya, pikiran nya tidak tenang ketika mengingat kembali tragedi yang telah dia alami.


Perasaan gelisah Aqila seakan arsenio bisa merasakan nya, arsenio ikut membuka matanya dan melihat Aqila yang terlihat sangat tidak tenang.


"Kau kenapa sayang." tanya arsenio sembari memeluknya dari belakang.


"Apa kau akan membunuh nya?" tanya balik Aqila.


"Arka maksudmu?" ucap arsenio.


Aqila menganggukkan kepalanya bertanda jika itu benar.


Arsenio menghela napas panjang dan dalam .


"Sebenarnya sangat berat bagi ku untuk menghukum nya ,aku sangat menyayangkan perbuatannya yang telah menyakiti hati ku dengan pengkhianatan nya." ucap arsenio dengan nada yang bergetar karna mulai terbakar amarah.


"Tetapi pengkhianat tetap lah pengkhianat dia haru mendapatkan hukuman berat seperti semestinya, aku sangat tidak Sudi melihat istri ku berusaha di sentuh oleh orang lain, aku akan mematahkan tiap tulang di tubuh nya." lanjut arsenio dengan mengepalkan kedua tangannya.


Aqila yang mendengar itu di buat lemas, pikiran nya semakin kacau dan membuatnya seketika pusing dan mual.


Huek....huek....


Aqila tiba tiba berlari ke wastafel dan muntah muntah di sana.


Arsenio dengan panik mengikuti nya dari belakang dan membantu mengelus punggung Aqila dengan lembut.


"Apa kau baik baik saja?" tanya arsenio.


"Entah lah,,,, belakangan ini aku sering mual dan pusing mungkin hanya masuk angin biasa." ucap Aqila.


Mendengar itu arsenio tiba tiba tersenyim gembira dan tentunya Aqila heran melihat ekspresi wajah arsenio yang kian berubah 180°.


"Kenapa kau terlihat bahagia melihat ku seperti ini." ucap Aqila dengan wajah muram.


"Sayang lihat cermin yang ada di hadapan mu." ucap arsenio.


"Seperti nya kau sedang mengandung anak ku." lanjutnya dengan mengelus ngelus perut Aqila yang masih rata.


"APA!!!HAMIL?" teriak Aqila dengan sangat terkejut.


"Ya..tetapi kita harus mengecek nya untuk memastikan itu semua." jawab arsenio.


"Tapi..tidak mungkin." ucap Aqila dengan masih tidak percaya.


"Mungkin saja, punya ku kan berkualitas sayang sekali masuk sudah jadi benih hehe." ucap arsenio dengan cengengesan.


Seketika Aqila teringat pada kejadian mengerikan itu dan hal itu membuat wajah nya kian memerah karna menahan malu.


*******


SELAMAT BERBUKA PUASA JANGAN LUPA LIKE AND COMENT SAYANG SAYANG KU🥰😗


gzjskalandnxmsms

__ADS_1


__ADS_2