
"iya kau kenapa?" tanya arsenio.
"Aku tadi sudah menghajar preman preman yang menggangu warga bos, tapi sayang aku terkena luka sayatan ini." jawab David.
"Ahhh kau payah masa sama preman kalah." ujar lion.
"Mereka ber tiga dan membawa senjata tajam bodoh." ucap David.
"Lalu kenapa kau sangat lama untuk kembali ke mansion?" tanya arsenio.
David pun dengan malu malu menjawab pertanyaan arsenio itu.
"Aku pingsan karna banyak mengeluarkan darah bos hehe." jawab David dengan jujur.
"ppfftttt..." Aqila menahan tawanya karna takut jika David mempunyai dendam padanya,
Tidak seperti yang lain nya yang dengan puas menertawakan David yang baru saja pingsan karna para preman,,,,,,
"Sangat konyol." ucap arsenio dengan tersenyum.
**********
DI RUMAH SAKIT....
Rahel dan Sindi pun memutuskan untuk pulang, namun beberapa pegawai administrasi di rumah sakit itu menghentikan mereka karna biaya pengobatan David yang belum di bayar, Sindi sangat bingung karna dia tidak memegang uang sepeserpun.
"Berapa total nya sus?" tanya Sindi.
"Dua ratus lima puluh ribu nona karna tidak di tebus dengan obat." ucap suster itu.
__ADS_1
Kebetulan Rahel membawa uang dagangannya sebesar 300 ribu akhirnya setelah berunding dengan Sindi mau tidak mau mereka membayar semua biaya itu dan berniat untuk menagih kepada David untuk mengganti uang yang mereka keluarkan.
"Ahhh sial, wajah nya saja yang tampan tapi dia merugikan." ucap Sindi dengan memasang wajah cemberut.
"Hahaha kau ini ada ada saja ,tidak apa apa nanti kita bisa menagihnya jika bertemu ." ucap Rahel berusaha menenangkan Sindi yang sedang emosi.
Mereka pulang ke tempat jualan dengan berjalan kaki untuk menghemat ongkos karna sisa uang nya akan mereka setorkan pada bos yang sudah menyewakan tempat untuk mereka berjualan.
*************
Selina kini sudah mulai membaik, selain itu dia juga sudah sangat akrab dengan Roy, hari ini merupakan hari ke dua dia berada di apartemen Roy, pagi ini Selina memasak nasi goreng untuk sarapan mereka bersama.
"Kau sedang apa?" tanya Roy pada selina yang terlihat sedang memotong motong sayuran.
"Aku akan memasak untuk mu." ucap Selina sembari meneruskan pekerjaannya.
"Emm aku tadi sudah lihat di you tube caranya." ucap Selina dengan sangat percaya diri.
Sebenarnya Roy sangat tidak yakin jika Selina bisa memasak dengan sekali lihat tutorial tetapi Roy tidak ingin membuat Selina sedih jadi dia memutuskan untuk menunggunya saja di ruang makan.
"Baik lah aku akan menunggu masakan mu ." ucap Roy sembari bergegas ke meja makan.
Sesampainya di sana ,Roy mengeluarkan handphone nya dan mengabari Amara jika pagi ini dia akan menjemput nya untuk mengajaknya berkeliling kota dan berkencan.
Selina yang melihat Roy senyum senyum sendiri dengan ponsel yang di pegang nya merasa heran sekaligus penasaran tentang apa hal yang membuat Roy demikian.
"Nasi goreng nya sudah jadi." ucap Selina sembari menghampiri Roy dan menenteng dua piring nasi goreng di tangan nya.
"Wahhh seperti nya enak." ucap Roy yang melihat penampilan nasi goreng buatan Selina yang terlihat cantik.
__ADS_1
"Ayo kau coba lalu berikan nilai." ucap Selina dengan sangat antusias.
Melihat nasi goreng dengan penampilan yang menarik membuat Roy tergugah selera,dengan senang hati dia menyendok nasi goreng itu dengan banyak dan dengan lahap memasukkan nya kedalam mulut tetapi,,,
Mata Roy terbelalak karna rasa nasi goreng yang di buat oleh Selina sangat lan asin,namun Roy tak ingin membuat hati Selina menjadi sedih dengan sekuat tenaga Roy berusaha menelan sesendok nasi goreng asin itu ke dalam perut nya.
"Apa tidak enak?" tanya Selina dengan penasaran melihat ekspresi wajah Roy yang seperti tersiksa.
"Ini enak sekali sayang nya aku buru buru harus pergi ada urusan di perusahaan sebentar." ucap Roy.
"Kenapa tidak di habiskan dulu, aku membuat ini dengan susah payah tau ." balas Selina protes.
"Aku akan membawanya ke kantor." ucap Roy dengan memasukan nasi goreng itu ke dalam Tupperware.
"Setau ku di perusahaan bos jika hari libur seperti ini tidak ada pekerjaan." ucap Selina yang mencurigai jika Roy sedang berbohong kepada nya.
"Aku juga tidak tau seperti nya ini sangat penting aku akan segera kembali." ucap Roy dengan buru buru meninggalkan Selina di apartemen nya sendirian.
"Ahhh dia sangat menyebalkan,aku kan sudah susah payah membuat nasi goreng yang tampak lezat ini yasudah lah aku akan menghabiskan ini sendiri." gerutu Selina dengan raut muka yang kesal.
Tetapi, ekspresi wajah Selina berubah setelah mencoba nasi goreng yang di buat nya yang ternyata sangat lah asin.
"Huekkk....ya ampun ini sangat asin bagaimana dia bisa menelan nya tadi." teriak Selina dengan memuntahkan makanan yang ada dalam mulutnya.
Selina merasa bersalah pada Roy karna telah menyuruh nya mencicipi makanannya yang belum sama sekali Selina cicipi terlebih dahulu karna rasa percaya dirinya jika makanan yang akan di buatnya itu pasti enak.
***********
HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰
__ADS_1