TAWANAN DUDA MAFIA

TAWANAN DUDA MAFIA
RENCANA PARA MUSUH


__ADS_3

CUP...


Tanpa di duga arsenio malah mencium nya di depan umum dan itu membuat Aqila mematung karna malu.


"Tidak akan, baik lah apa yang kau inginkan?" tanya arsenio pada Aqila.


"Sudah lah ayo aku akan ikut berkeliling di taman ini." ucap Aqila sembari cepat cepat meninggalkan tempat duduk nya.


*********


"Rasa nya air liur ku mengalir ketika melihat makanan makanan pedas itu." ucap Aqila dengan menunjukan beberapa jajanan pedas yang menggugah selera.


"Ingat sayang, ada baby di perut mu." balas arsenio memperingati dengan halus.


"Aku...aku ingin itu karna bayi nya kok." balas Aqila mencoba membela diri.


"Plisss sekali ini saja aku ingin itu." ucap Aqila dengan kekeh.


Namun, arsenio juga keras kepala, apalagi ini soal kesehatan istri dan calon anak nya.


Tanpa aba aba arsenio menggendong Aqila dan memasukan nya ke dalam mobil untuk kembali ke mansion.


Di sepanjang perjalanan Aqila merasa sangat sedih dengan perlakuan suaminya yang menurut nya sudah tidak sayang kepadanya.


*********


Malam sudah tiba, di sebuah ruangan privat yang sangat mewah para mafia berkumpul dan sudah ada baba yang memimpin pertemuan itu.


Saat datang kesana Abian terkejut lantaran mengetahui ternyata ajakan itu bukan hanya untuk nya saja melain kan masih ada beberapa mafia lain nya.


"Selamat malam para tuan tuan, seperti nya tidak usah di jelaskan lagi tujuan kita berkumpul pada malam ini." ucap baba.


Arkanza hanya tersenyum tipis mendengar kan baba nya yang seperti menyambut para tamu di suatu acara.


Abian tiba tiba mengangkat satu tangannya sebagai kode dia ingin berbicara.

__ADS_1


"Silahkan tuan.." ucap baba.


"Apa keuntungan yang akan kami terima setelah kita berhasil menumbangkan arsenio." tanya Abian dengan tatapan nya yang dingin dan tajam.


"Selain hal ini merupakan tujuan kita bersama , kita juga akan mendapatkan harta dan kekuasaan besar yang arsenio punya." jelas baba.


"Lalu siapa yang akan menggantikan arsenio dengan menjadi pemegang ketua grup para mafia nanti jika dia sudah tiada?" tanya boren.


"Untuk itu kita akan mengadakan sayembara , dimana orang yang memenangkan sayembara itu akan di jadikan sebagai ketua dari perkumpulan para mafia." jawab arkanza yang tiba tiba menyahut.


"Aku setuju." balas Abian.


"Aku juga." timpa boren.


"Baik lah apa diantara kalian ada yang mempunyai rencana penyerangan?" tanya baba.


Mereka pun membahas rencana nya dengan sangat serius dan detail , rasa rakus akan kekuasaan membuat mereka melakukan apa pun.


*********


"ASTAGA...." ucap arsenio yang bingung harus menjelaskan seperti apa lagi padanya.


"Ada apa tuan?" tanya bi Marni yang tidak sengaja melihat mereka seperti sedang bertengkar.


Arsenio pun menceritakan semuanya pada bi marni, bi Marni langsung memberikan ide pada arsenio dan Arsenio tersenyum mendengar ide bi Marni itu.


"Baik lah akan aku coba." ucap arsenio sembari bergegas menyusul kepergian aqila.


***********


Saat masuk ke kamar nya , arsenio melihat Aqila masih menangis dengan memeluk boneka besar yang seukuran dengan besar tubuh'nya.


"Sayang.....maap kan aku." ucap arsenio dengan lembut sembari mengelus kepala Aqila.


Aqila yang masih marah tidak mendengarkan apa yang arsenio katakan.

__ADS_1


"Ini semua demi kebaikan mu, aku tidak ingin kau dan baby kita memakan makanan yang tidak sehat." ucap arsenio berusaha menjelaskan dengan sangat lembut


"Kau tidak menyayangi ku!!" bentak Aqila dengan suaranya yang Ter Isak Isak.


Aqila bukan lah perempuan yang cengeng seperti sekarang ini, namun karna kehamilan yang membuat hormon nya menjadi tidak stabil maka hal sekecil apa pun yang menyinggung nya terasa menyakitkan.


"Bagaimana kalau chef kita yang membuatkan cemilan pedas untuk mu, kau mau yang pedas pedas kan." bujuk arsenio yang berharap Aqila setuju pada tawaran nya.


"Tidak mau!" jawab singkat Aqila.


"Ada kepiting balado kesukaan mu lho sayang." bujuk arsenio kembali.


Namun, Aqila tetap kekeh menginginkan cemilan pedas dari penjual pinggir jalan tadi.


"Atau kau mau aku buatkan rujak yang segar sayang?" tanya arsenio dengan lembut.


Aqila terdiam sejenak, meskipun tak ingin dia memiliki ide usil untuk mengerjai arsenio yang telah membuat nya menangis seperti ini.


"Baik lah aku ingin tapi aku mau buah mangga yang ada di pohon halaman mansion." ujar Aqila dengan menyusuti air mata nya.


"Baik lah aku akan menyuruh anak buah ku memetik nya." balas arsenio.


"Jangan...baby ingin papah nya yang memetik mangga itu untuk nya." ujar Aqila dengan mengelus ngelus perut nya.


"APA??" tanya arsenio dengan terkejut.


Bukan nya tak ingin tetapi arsenio sudah lama tidak memanjat pohon setinggi itu, dia takut jika dia sudah tidak bisa melakukan nya lagi.


"Apa kau tidak mau melakukan nya?" tanya Aqila dengan wajah cemberutnya.


"Akan aku coba sayang." balas arsenio dengan suara yang mendadak lemah.


***********


HAY PEMBACA SETIA NOVEL JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SUPAYA AUTHOR SEMANGAT TERUS BERKARYA TERIMAKASIH 🙏🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2